Showing posts with label horror. Show all posts

CATATAN INDIGO part 1

  No comments
18:32:00

CATATAN    INDIGO
PART 1
CAST:kamu yg lagi baca
GENRE:horor


 

  Malam ini aku sungguh tidak bisa tidur,karena kejadian siang tadi disekolah baruku.padahal baru aku baru daftar,aku langsung ketemu sama mereka(hantu).sejak kecil aku telah memengaruhi hidup dengn makhluk2 entah itu manusia tau y tk ksat mata oleh manusia.hantu2 yg kutemui seumur hidupku sangat mengerikan,tetapi mereka hanya meperlihatkan diri dan menakuti nakuti ku.namun,tidak utk siang tado,mereka benar benar mencelakaiku.padahal,aku sama sekali tidak menganggunya.

         Keesoka pagi ini begitu cerah,mendung yg kemarin menghujani benakku mlai mereda.segala berkas syarat seleksiku telah kusiapkan.termasuk biaya utk tes psokolog,yang katanya untuk mengukur tingkat intelegensi seseorang atau yang sering disebut dgn IQ.

"Ruangan tes"

      Kartu berwarna hijau muda y merupakan kartu tes telah berada ditanganku.saatnya melangkah maju utk menuji ke ruangan tes yg ditentukan panitia.saat melangkahkn kaki pertama,pandanganku menangkap..........................................................................................................seorang wanita berbaju kusam duduk menyendiri dibangku pojok kanan blakang.dari penampilannya ug seperti itu,menunjukkan kalau dia itu..............................................HANTU.beruntung aku mendapatkan bangku paling depan yg tidak diduduki hantu.

         Petugas tes telah masuk ruangan tatkala aku melihat perempuan yg duduk dipojok tadi pindah dgn cepat di tempat bangku paling depan pojok kanan.aku berusaha utk tidak memperhatikannya,tetapi sepertinya dia tahu kalau aku mengetahui keberadaannya.

.
.
.
.
.
.


NEXT???

Read More

Why You to be Cruel

  No comments
11:59:00

Why You ti be Cruel

Author: Tamara Kim / @SheFly_Out17
Cast: Lee Min Ho, Im Yoona
Catagories: Horor, Thriller, NC
Tags: Yoona, Lee Min Ho




     Happy Reading
         ~^0^~

Ahhhhh~

Min Ho membanting tubuh tanpa busana Yoona di kasurnya. Matanya sudah tertutup oleh nafsu, sedangkan lawan mainnya sudah meronta2 ingin di lepaskan. Yoona bersusah payah menghindari ciuman panas dari Min Ho tapi persetan dengan langit dan bumi ia selalu terlena dengan ciuman itu, berkali2 ini menahan desahannya tapi tetap saja desahan itu mengiyaknya untuk mengluarkan panggilan alam ini #??. Min Ho menciumi bahu kecil Yoona dengan decakan yang terus terdengar, sebenarnya Yoona merasa jijik dengan semua ini, bagaiamana tidak. Min Ho adalah orang yang menyakitinya selama ini. Bermodal paras lemah lebut, dan hati bagai serigala ia menarik Yoona hingga jatuh ke dalam pelukannya hanya untuk nafsu yang mendorongnya untuk kelainan yang hinggap dalam diri Min Ho.

Min Ho masih dalam keadaan lengkap, bersepatu dan masih menggunakan rompi hitamnya, Yoona mengeluarkan keringat dingin yang sedari tadi mendorong Min Ho untuk menjauh darinya. Berkali2 Yoona berteriak kebebasan tapi berkali2 juga ia mendapat balasan gigitan ganas di leher, bahu ataupun perutnya. Hingga Min Ho kini tak sabar dan..

PLAKK!!

Min Ho menampar Yoona sekeras mungkin, mata Yoona memerah menahan tangis. “Dengar sayangku. Aku tak akan menyakitimu kalau kau tak menolakku, arasso!!”, bagai Yoona, Min Ho saat berbicara seperti itu pastilah tak perkipir apa yang ada di lawan bicaranya, yang sedang menutupi rasa takutnya dengan menahan tangis setelah di tamparnya tadi.

“Jeball~ lepaskan aku tuan!!”, Min Ho membulatkan matanya, baru kali ini ia di panggil tuan, kemana panggilan manja untuknya? Jagi? Baby? Sayang? Honey? Bunny? Sweety? Di jajarkannya wajah innocent Min Ho dengan wajah merah Yoona, “Kenapa kau memanggilku tuan, huh?”, tanyanya merasakan kehilangan mendalam. “Bukannya kau yang memberikan nama itu untukku??”, lanjutnya lagi. “ODIGAAA!!”, Min Ho kini berteriak di depan Yoona dengan mengguncang2kan badan rapuh Yoona. Yoona hanya dapat menahan tangisnya yang membludak dan lagi2 bibir kecil Yoona hanya menutup rapat.

Tangan Min Ho merogoh pelan saku rompi hitamnya, setelah mendapatkan apa yang ia cari dengan segera mengeluarkannya. Cahaya dari lampur kecil di kamar Min Ho membuat benda itu berkilat tajam di depan Yoona, senyum Min Ho berkembang cerah melihat itu tak sebalik dengan Yoona.

“Kau tak ingin bukan benda ini merusak kulit babymu ini bukan??”, tanya Min Ho sambil menyusuri lekuk wajah Yoona dengan benda yang ia ambil dari sakunya. Yoona bergidik, bahunya bergetar, benda itu menyentuh kulit rahangnya dingin, sungguh menegangkan. Dengan cepat Yoona menggeleng menjawab pertanyaan Min Ho.

“Pintar. Kalau begitu, panggillah nama manisku, sekarang!”, perintahnya yang tak henti2nya memain2nya benda itu di lekuk wajah Yoona. Ia tercekat, Yoona tak sudah memanggil nama manis itu, itu nama setan yang ada di dalam otaknya baru2 ini. Ia kembali menangis.

“Ya! Siapa yang menyuruhmu menangis, huh?”,

SRETT!!

Benda tajam nan mengkilat itu merusak wajah porselan Yoona tepat di bagian rahangnya. Yoona meringis kesakitan dengan menggengam erat rompi hitam Min Ho. Air matanya makin deras, Min Ho tersenyum kembali sambil menghisap darah segar yang mengalir dari rahang Yoona. “Sweet!”. Setan ubi jalar, berkali2 Yoona melontarkan sumpah serapahnya pada Min Ho walau desahan selalu berseling dari mulutnya.

Min Ho menyedot kuat rahang itu dan sesekali menjilat luka cukup panjangnya. Yoona mendesah kecil sambil menggigit bibir bawahnya, ia merasakan lagi sesuatau yang basah di bawah sana. DAMN!

Yoona menjambak rambut tebal Min Ho demi mengurangi rasa sakit di rahangnya. Merasa Min Ho tak mengutatkan ciumannya di rahangnya ia bergeliat mendorong Min Ho. Merasa Yoona memberontak lagi, ia segera melumat habis bibir titpis Yoona dan tentunya penolakan keras berlaku kembali untuknya.

Arghhh~

Yoona menggigit ujung lidah Min Ho dan terlihat di sudut2 bibir Min Ho mengalir darah. “Apa yang kau lakukan?”, tanya Min Ho sambil mengecek lidahnya yang terasa panas. Yoona segera mendorong Min Ho yang terlihat oleng saat itu, berusaha turun dari kasur besar itu, kakinya kini telah berpijak pada lantai, ia menuju ke pintu itu tanpa melihat ke belakang lagi, takut apa yang akan terjadi padanya.

BRAKKK!

Belum sempat Yoona meraih ganggang pintu itu, tanganya di tarik kembali dan membalik badannya, di dorongnya tubuh kecil Yoona hingga terdengar suara debuman yang cukup keras. “Mau kemana kau, huh? Beraninya kecoa kecil ini menghindar dariku!”, terdengar dari logat Min  Ho yang benar2 marah pada Yoona, tangan Yoona yang terkunci rapat. Perlahan tangan Yoona diangkatnya dan lagi2 dalam keadaan terkunci. Entah dari mana pisau lipat itu sudah ada di tangannya kembali. Dengan lembut pisau itu menyisir pergelangan tangan Yoona, ia meringis kembali tapi Min Ho dengan sigap mengunci bibir Yoona.

Aaaaaa!!

Lengkingan itu terdengar kembali. “Indah! Sangat indah suaramu, baby!!”, puji Min Ho dengan tersenyum lebar. Di jilatnya lagi darah yang ada di tangan Yoona. Perlahan pening di kepala Yoona mendera kembali, ia tak kuat tapi masih dapat bertahan dalam keadaan sadar. Tanpa ia berpikir panjang kepalanya sudah bersandar di pundak Min Ho, empu yang memilki pundak itu hanya dapat tersenyum, ia sepertinya telah mendapatkan kemenangan dari gadis yang sangat sulit di taklukan dari gadis2 yang lain.

Min Ho menggendong tubuh Yoona, dengan kepala yang terasa berat Yoona hanya dapat menuruti apa yang akan di lakukan Min Ho selanjutnya, ia merasa terlalu lelah untuk memberontak kembali.

Dilentangkannya tubuh Yoona yang berbanjir bercak darah di mana2, bibirkan terlihat biru dengan badan yang sedikit bergetar, matanya cukup saja untuk malam yang sedini ini.

“Kenapa kau tak mematuhiku, sayang?”, tanya Min Ho dengan mulut serigalanya, Yoona hanya membuang tatapannya dan menglihat keluar jendela di luar sana. Ia merasa sekarang dirinya makhluk paling hina di dunia ini.

PLAKK!

Tamparan sengit menghujaminya lagi. Tangan kekar Min Ho mengarahkan kepala Yoona untuk menatapnya. “Apakah ibumu tak mengajarkan sopan santun saat berbicara dengan orang?”. Yoona tak menjawab, hanya deru nafas amarahnya yang terdengar, “Aa~ aku ingat kembali, bukannya ibumu sudah tewas? Dibunuh sendiri dengan tamu langgangannya sendiri? Bersenang2 setiap malam seperti ini?’, Min Ho menyindir perasaan Yoona paling dalam dengan memaju mundurkan pinggulnya. Yoona yang pertama ingin marah kini menjawab dengan desahan saat kain celana Min Ho yang digunakannya bergesekan dengan vagina milik Yoona yang merah muda dan mengkilat itu.

~^0^~

Entah sejak kapan pakaian Min Ho sudah lenyap dari empunya, Yoona dengan tubuh makin parah akibat tusukan di mana2. Terlihat jelas di bagian vaginanya yang baru saja di kocoknya kasar dengan genggaman pisau lipat itu.

“Hentikan!! Hentikan!!”, pintu Yoona memohon. Hanya kata2 itu saja yang dapat ia keluarkan, tak ada yang lain. Tapi hanya senyuman Min Ho saja yang dapat ia terima, dengan sangat lembut lidah Min Ho menyusuri dari kening Yoona. Mengusap semua peluh Yoona, walau rasa tak karuan berada dalam pengecapnya tapi ia cap sebagai rasa tersedap dari pada kecap sedap dan bahan penyedap lainnya.

Lidahnya turun menuju hidung mancung Yoona, dan lagi2 empunya hanya menggeliat keenakan tapi semua terhenti saat merasakan di bawah sana bergerak menusuk vaginanya. Yah di dalam vaginanya masih terdapat gagang pisau itu. Sakit? Tidak perlu di pertanyakan, ini sudah terlihat mengerikan.

Kini lidah mereka saling beradu, demi apa lagi ini? Demi kacang polong? Ubi jalar? Kerbau liar? Kenapa saat ini Yoona dapat membalas semua kecupan di bibirnya. Terasa asing memang akibat darah dari lidah Min Ho yang terluka dan darah dari penulusuran lidah Min Ho pada badannya.

Sangat lembut, bahkan lebih dari kain terlembut di dunia, Min Ho mengeluarkan gagang pisau itu dari vagina Yoona, baru kali ini ia merasakan kenikmatan miss.Vnya padahal sedari tadi ia hanya berteriak kesakitan di ruangan yang terbilang cukup mewah tapi mengerikan.

Min Ho melepaskan kecupannya di bibir Yoona, di lijatnya bibir kecil Yoona yang sangat biru dan pucat, matanya tersidah bahwa sebentar lagi ia akan menangis darah.

Sebelum waktu berakhir, Min Ho dengan kasar memasukkan juniornya ke dalam vagina Yoona. ARGHH!!! Lagi2 sura itu mengalir lembut dari bibir Yoona. Min Ho melenguh lagi, menikmat cengkraman di dalam vagina Yoona yang bergedut keras, darah segar terasa mengalir dari vaginanya. Sakit? Bukan main.

“Berfikirlah saat ini kau ada di surga, Sweety!”, ujar Min Ho lembut, Yoona hanya memandang Min Ho sebentar dan..

CUIH!!

Yah, Yoona meludahi wajah Min Ho keras, bejat, dan pelecehan. Hey, bukannya Min Ho juga sudah melakukan ini padanya?

Min Ho memandang Yoona geram, dengan cepat Min Ho memaju mundurkan juniornya, cepat, sangat cepat. Bukan desahan yang terdapat dalam diri Yoona melainkan tangisan perih dalam dirinya, biasanya ia sering cepat terasangsang tapi kali ini tidak. Ia menangis sejadinya, meliuk2kan tubuhnya. Entah sejak kapan Min Ho berhenti dan melepaskan juniornya, ia pikir sekarang akhir dari segalanya, ia merasakan air matanya sudah mengering. Ia tak dapat mengeluarkan air matanya kembali.

Min Ho memutar tubuh Yoona, di angkatnya pinggul Yoona dan terlihat kini ia menungging tanpa aba2 ia memasukkan kembali Juniornya tanpa jeda ia memaju mundurkan kembali dalam liang sempit Yoona.

Yoona berteriak sejadinya, seprai putih berbercak darahnya ia remas kuat, bagaikan anjing liar kini tubuhnya, kotor, sangat kotor. Bahkan air sucipun tak sudi menerimanya.

Junior Min Ho berkedut, ia berharap kembali ini sudah berakhir, tapi tidak. Lagi2 Min Ho mengeluarkan juniornya. Di tariknya Yoona dari kasur itu dan menghimpitnya di antara dinding, Min Ho melakukan hal itu sama seperti tadi, Yoona merasa kewalahan pandangannya sudah muali berkunang, berkali2 ini mengeluarkan cairannya, tapi tidak dengan Min Ho.

Yoona mengeluarkan lenguhan panjang, dalam keadaan berdiri, ia sudah hampir mencapai 4 kali tapi Min Ho tidak.

Ia sepertinya mulai kelelahan, Yoona tak kuat lagi. Tapi Min Ho memangsa Yoona tanpa ampun, di tempelkannya vagina Yoona pada jajaran tangan sofa di kamarnya itu. Sehingga ia harus memegang jajaran tangan sofa di sebrang sana, kali ini ia menunggung kembali, Yoona berteiak kembali untuk kesekian kalinya saat cairannya keluar lagi.

Min Ho?? Ia terus menggenjot juniornya, sudah berkali2 ia melakukan gaya yang berbeda tapi tak sedikitpun cairannya keluar, hingga ia kini memasukkan pada hole belakang Yoona, dengan sekali hentakan dan tanpa ampun Min Ho menggenjot, ia merasakan ada yang aneh dari Yoona. Tak ada lagi desahan dari bibirnya, tapi ia tak berpikir kembali dan dengan cepat, semakin cepat ia menggenjotnya hingga bermilyaran spermanya memenuhi hole Yoona yang sedang menungging lemas dan rapuh.

Min Ho mencabut miliknya dari hole Yoona, di baliknya tubuh Yoona dan kini terduduk di kursi sofa itu. Dadanya tak naik turun, tangan Min Ho memegang leher Yoona, tak ada denyutan. Senyum mengembang sekali lagi. “Seksi”, gumam Min Ho. Di angkatnya tubuh Yoona menuju kamar mandi. Mencelupkannya dalam bak mandi yang berisikan air. Di guyurnya badan Yoona dengan air mengalur dari shower.

“Ck, aku tak habis pikir, saat matipun kau masih terlihat seksi, baby!!”, puji Min Ho. Terlihat bersih kini, di angkanya tubuh putih pucat Yoona dari bak mandi itu dan memasukkannya kembali pada bak mandi lagi satunya. Entah sejak kapan Min Ho menyiapkannya, bak mandi itu terdapat cairan semen, ia mencelupkan badan Yoona dan mulai membentuk badan Yoona dengan semen itu.

~^0^~

Min Ho memandang jajaran patung di hadapannya. Artistik, sangat indah, ini bernilai tinggi dari pada seni. Dengan senyeruput minuman merah di cangkirnya ia mulai memandangi satu2 patung dengan berbagai gaya seksi di depannya.

Ia melihat dari ujung kanannya, terlihat seorang gadis cantik dengan goresan besar di wajahnya yang kontras dengan mulutnya yang menganga. Dari ekspresinya bahwa ia sedang menikmati sesuatu, benar saja kali ini patung itu dengan baju paha pendek dan belahan dada sedang keadaan menungging. Min Ho tersenyum dan menuju sebelahnya.

Gadis dengan tangan terikat, rok pendek kuning itu tak berguna sama sekali tapi itu memberikan kesan mendalam dalam posenya sekarang. Dengan tangan terikat di atasn kakinya terbuka lebar, terlihat jelas lipatan vagiannya, ia mendekat pada patung itu. Berjongkok di depan vagina gadis yang terlihat sangat tertekan, namun baginya itu sangat seksi.

Dirogohnya kembali sakunya dan menyusuri patung yang berlapiskan semen itu, ah~ sangat indah.

Ini bukan gadis, melainkan pelacur yang pertama kali ia tiduri. Lihat bokongnya, terbongkah indah oh ini memukau. Inilah yang ia sukai dari patung tersebut. Meraba bokongnya, baginya ini sangat asik.

Ia beranjak kembali ke patung yang masih baru tersebut yang tak lain dan tak bukan itu adalah Yoona.

“Morning baby! Have nice dream?? Sure, you always have nice dream.”, sapanya sambil mengecup patung dengan pose paling erotis, membiarkan lubang kewanitannya terbuka dan berpikir kembali kapan-kapan ia akan menikmati kembali lubang nikmat itu.

Min Ho meraih cangkir berikan minuman merah itu. Ia menegukkanya hingga habis dan melegakan. “Terima kasih changi.”, ucapnya sambil berkedip manja pada mayat Yoona. “Darahmu sungguh manis.”, lanjutnya lagi sambil menaruh cangkir itu dan meninggilkann ruangan penuh patung di sana.

THE END

Read More

A Knock

  No comments
10:17:00

Genre : Horror
Length : Drabble
Cast : Jeon Jungkook
~~~~
[!!] Disarankan untuk tidak membaca ini sendirian, apalagi jika kamar readers ada jendelanya >_<
.
Happy Reading~
-------
-Jungkook pov-
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan. Itulah yang bisa aku katakan . aku terbaring di atas ranjang, seperti biasa aku sendirian di rumah, di malam yang gelap nan sunyi. Aku hanya membolak-balikan badanku di atas kasur, mencoba mencari posisi yang nyaman untuk tidur.
Tubuhku benar-benar lelah karena kegiatanku dikampus tadi, aku ingin segera tidur. Namun aku tidak bisa tidur, malam ini ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman –seperti ada yang sedang memerhatikanku.
Aku menutup mataku, namun tak ada perbedaan. Mungkin terlalu gelap di dalam kamarku untuk bisa melihat sesuatu. Padahal biasanya aku akan cepat tertidur bila lampu dimatikan, tapi kali ini tidak.
Beberapa lama kemudian tubuhku mulai rileks dan pikiranku kosong, dan aku benar-benar siap untuk istirahat. Namun kesunyian itu musnah dan benakku dibanjiri oleh bayangan-banyangan yang menyeramkan saat suara itu terdengar.
Tok! Tok!
Suara seperti seseorang sedang mengetuk jendela kaca terdengar jelas oleh telingaku. Tapi mana mungkin ada seseorang mengetuk jendela kaca dari luar. Berpikirlah dengan logis! Jika ada yang ingin mencuri di rumahku, mereka cukup menyelinap secara diam-diam tanpa harus mengetuk jendela kamarku. Lagi pula kamarku berada di lantai dua.
Aku bisa saja melihat keluar jendela untuk mencari tahu berasal dari mana suara itu, namun aku takut. Bahkan untuk menengok kearah jendela pun aku terlalu takut. Dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak terlalu dipikirkan dan kembali mencoba untuk tidur.
Tok! Tok!
Suara itu kembali terdengar. Suara apa itu? Apa mungkin itu suara burung menabrak jendela kamarku? Tidak, tidak mungkin! Itu sama sekali tidak realistis. Atau ada sekumpulan anak kecil yang mengerjaiku malam-malam begini? Mungkin saja mereka sedang melempar batu kearah jendela dan sekarang mereka sedang tertawa terpingkal-pingkal?
Atau ini semua hanya imajinasiku?
Tok! Tok!
Lagi! Itu jelas bukan imajinasiku. Anak-anak sial itu benar-benar keras kepala. Mereka tidak mau berhenti sebelum melihatku bangun. Mungkin mereka mempunyai selera humor yang sedikittt emm.. sakit. Sehingga mereka menunggu ku di luar. Atau bahkan mereka akan memecahkan jendela kaca kamarku lalu menerobos menyerangku? Tidak! Jangan menjadi Paranoid seperti ini. Lagi pula aku di dalam dan mereka di luar, aku di atas dan mereka di bawah. Dan lagi pula aku belum menggerakkan badan ku sedikit pun sehingga mereka akan menyangka aku sudah terlepap tidur. lalu mereka pergi dengan sendirinya.
Tok! Tok!
Tidak!! Ini bukan anak-anak. Mana ada anak-anak yang menunggu reaksi seorang pria yang tinggal sendirian sepertiku. Mungkin mereka akan bosan menunggu dan berpindah ke rumah lain untuk di usili. Lalu jika bukan mereka, siapa? Apakah ada seorang pembunuh? Tidak! Tidak ada monster di dunia ini. Jangan menjadi paranoid!. ‘Aku di dalam dan mereka diluar, jadi aku aman’ mungkin sebaiknya aku berpura-pura tidur dan suara itu akan hilang dengan sendirinya.
Tok! Tok!
“Oh tuhann! Ini sangat mengganggu! Ku mohon pergilah! Biarkan aku sendiri! Aku ingin segera istirahat.”
kutari napasku dalam-dalam lalu ku hembuskan secara perlahan, kurasakan detak jantungku sudah sedikit tenang.
“ingat mereka di luar, aku di dalam. Jadi aku tetap aman. Berpura-pura lah tidur dan jangan bergerak sedikit pun!” ucap ku dalam hati untuk menenangkan sedikit diri ku yang ketakutan.
Tok! Tok!
“Ingat! Mereka di luar, aku di dalam. Jadi aku tetap aman. Berpura-puralah tidur dan jangan bergerak sedikitpun! Berdoalah agar dia akan seger pergi” Ulang ku.
Tok! Tok!
AKU TIDAK SANGGUP LAGI ! ini akan membuatku gila jika harus terus mendengar suara ketukan itu. Aku harus melihat apa yang menyebabkan suara itu, dan aku akan sedikit lebih tenang. Ambil napas dalam-dalam. Lalu aku menyulanginya sekali lagi “mereka diluar, dan aku didalam, aku tahu aku aman.”
Aku mengambil beberapa napas dalam lagi, jantungku berdetak dengan kencang hingga aku bisa mendengar detak jantung ku sendiri.
Aku memberanikan diri untuk menoleh kearah jendela.
Jantungku terasa berhendi berdetak. Aku ingin sekali berteriak, namun aku tak bisa seakan suaraku habis. Aku menoleh hanya untuk menemukan sosok berwajah pucat dengan mata yang hitam kelam sedang menatapku tajam. Seakan menelanjangi jiwaku sambil menunjukan seringaiannya.
Jadi… selama ini… makhluk itu sudah berada di kamarku, sambil mengetuk jendela kamarku dari dalam.
-END
---
Seperti biasa ini cerita remake dari slah satu cerita dr fp creepypasta.
gimana feelnya dapet?
Jangan lupa tinggalkan jejak ;-)
ada yg mau di tag lagi di next story? komen ya
terima kasih sudah baca

Read More

One Two One Two

  No comments
10:04:00


Genre : Horror, thriller
Length : Drabble/?
Cast : Jungkook (BTS)
[!!] HATI HATI
Happy Reading~
Di Korea Selatan menjadi seorang pelajar yang baik itu sangat penting. Orang tua selalu memberikan tekanan kepada anak-anak nya agar mendapatkan nilai yang terbaik. Para siswa sering membayar guru privat sepulang sekolah, sementara yang lainnya bahkan kembali ke sekolah di malam harinya hanya untuk pelajaran tambahan.
----
Pada suatu malam, seorang pemuda bernama Jeon Jungkook masih berada di sekolahnya, saat itu sudah dikatakan cukup larut dan ia masih berada di perpustakaan yang tak lain untuk belajar.
dia tidak sendirian, dia bersama teman sekelasnya yang sudah dibagi kedalam beberapa kelompok.
Tidak berapa lama, Jungkook rasa ia pertu pergi ke toilet, setelah memberitahu teman-teman nya bahwa ia akan pergi ke toilet sebentar. Jungkook pergi keluar dari perpustakaan dan kemudian menyusuri koridor yang tampak sudah gelap. Bayangkan saja ini sudah menunjukkan pukul 11 malam, semua lampu di sekolah sudah di matikan terkecuali perpustakaan yang sedang dia dan teman-temannya pakai.
----
Beberapa menit berlalu diperpustakaan, teman temanku mendengar seperti ketukan yang berasal dari sebuah jendela. Karena penasaran mereka pun menghampiri jendela tersebut. Dan betapa kagetnya mereka saat melihat seorang perempuan kurus nan pucat berdiri di luar sambil mengetuk-ngetuk jendela dengan jari-jari panjangnya. Tak lupa wajahnya menempel pada kaca jendela dengan mata yang tertutup.
Mereka bertanya-tanya? Apa yang sebenarnya wanita itu lakukan di malam selarut ini?
Tak berapa lama, mereka kembali di buat terkejut setengah mati dengan apa yang wanita itu lakukan. Ia membuka matanya, namun ia tidak mempunyai mata. Hanya ada dua lubang gelap nan dalam yang seharusnya bulatan mata itu berada. Tak sampai di situ wanita itu memukul kaca dari jendela tersebut hingga pecah.
Tiba-tiba lampu mati.
>Di kamar mandi sekolah
Lampu mati ketika jungkook akan membasuh tangannya. Perasaan ia pun menjadi gelisah saat mendengar suara kegaduhan dari arah perpustakaan. Ia tetap melanjutkan membasuh tangannya didalam kegelapan.
Setelah selesai, ia segera keluar dari kamar mandi dan kembali menuju perpustakaan. Di sepanjang perjalanan, perasaannya semakin di buat gelisah saat ia mendengar suara rintihan yang menggema di sepanjang lorong. Dan kemudian menjadi sunyi, tak ada suara apapun.
Ketika ia sampai di perpustakaan, ia menghentikan langkahnya. Seolah badan dia kaku tidak bisa digerakkan sedikit pun. Sedetik kemudian badannya bergetar, wajahnya memucat ketika melihat apa yang ada di depannya.
Mayat-mayat temannya berserakan di sekitar perpustakaan, sebagian dari mereka terhimpit meja, dan rak –rak buku, dan sisanya tergeletak di lantai. Jungkook begitu ketakutan, dia bingung apa yang sebenarnya terjadi. Ini seperti pembunuhan massal!
Saat itu lah ia mendengar suara langkah yang menuju ke arahnya.
Jungkook adalah siswa yang cerdik, dia mampu berfikir cepat, ia segera membaringkan tubuhnya di salah satu samping temannya yang sudah tidak bernyawa.
Dia mendengar sesuatu berjingkat masuk kedalam, Jungkook menutup matanya dan berpura-pura mati.
ia semakin dibuat takut ketika mendengar suara barang yang di lempar kesana-kemari. Jungkook tetap diam mencoba untuk tidak bersuara.
Suara bisikan pun terdengar “ satuu.. duaa.. satuu.. duaa..”
Rasa penasarannya pun mengalahkan ketakutannya, ia membuka sedikit matanya dan mengintip.
Disana, ditengah ruangan berdiri seorang wanita menyeramkan berpakaian serba putih.
Jungkook kembali lagi menutup matanya dan hampir saja berteriak. Ia sempat melihat Wanita tadi mengelilingi setiap penjuru perpustakaan memeriksa satu per satu mayat teman-temannya sambil bekomat-kamit.
“Satuu.. Duaa.. Satuu.. Duaa..”
Mata semakin Jungkook pejamkan, ia terus berdoa agar wanita itu akan segera pergi dari tempat ini.
“Satuu.. Duaa.. Satuu.. Duaa..”
Wanita itu berpindah dari mayat satu ke mayat lainnya dan semakin mendekat.
“Satuu.. Duaa.. Satuu.. Duaa...”
Aku semakin di buat takut dan bingung, kenapa wanita itu hanya menyebut angka satu dan dua saja?
“Satuu.. Duaa.. Satuu.. Duaa..”
Wanita itu berjalan mendekati Jungkook. Ia menahan nafasnya.
Tapi tiba-tiba hitungannya berhenti.
Suasanya sunyi, ia tak mendengar apapun namun ia masih takut untuk bergerak.
suasana perpustakaan benar-benar sunyi.
Setelah beberapa menit, jungkook perlahan membuka matanya. karena Ia sudah yakin bahwa wanita itu sudah pergi.
Namun ternyata dugaannya salah, wanita itu sedang tidur disampingnya menghadap kearahnya, menatap tajam kearahnya. Jari-jarinya yang panjang dan kurus menunjuk tepat kearah wajahnya.
“Satuu.. Duaa..”
Gelap, semua menjadi gelap.
-END
---
hai! aku kembali, kali ini bukan cerita milik aku ya. ini ff Remake dr salah satu cerita dr fp creepypasta. aku hanya mengubah cast sama 'sedikit' mengubah alurnya. aku jg udh minta izin untuk nge remake ceritanya.
Gimana ceritanya? ngerti ga? feel nya dapet ga? serem ga? *gaaak*
kira-kira apa yg terjadi sama jungkook? ayoo tebak!
covernya? aku bingung mau kasih cover apa, jdi terpaksa pake cover ini. kasih tau kalo ada typo. jangan sungkan2 untuk memberikan kritik dan saran ;-)
Btw aku jg lagi bikin ff loh *ga nanya*
genrenya? tentu horror. ada yg suka kah sama yg horror? kuharap ada. nanti bkln aku post disini kok, masih dlm proses penyelesaian.
yang mau di tag untuk next story bisa komentar aja ya.
"Sudah BACA tolong tinggalkan JEJAK"
Terima kasih sudah baca

Read More

already know?

  No comments
09:59:00


Cast : Jungkook BTS, Jimin BTS
Length : Drabble
Genre : Horror/?
====
Happy Reading
------
“Yak! Jimin! Sampai kapan kau akan terus tidur?” Tanya Jungkook
Tak ada jawaban.
“Yakk! Bangun bodoh, semua orang sudah pulang”
ucap Jungkook sambil sedikit menggoyang-goyang tubuhnya.
Masih sama, tak ada jawaban, pria bernama jimin ini masih asik di dunia mimpinya.
“Bukannya kau mengajak untuk mengerjakan tugas malam ini? Kalo tidak aku akan pulang saja”
“YAAA ok ok aku bangun”
Jimin pun bangun, membereskan semua alat tulis yang masih berserakan di atas mejanya.
“Kemana orang-orang pergi?” Jimin bertanya
“kau bodoh atau begaimana?! Ini sudah jam berapa?!” Bentak Pria tampan bernama jungkook itu.
“OMOO! Jam 10! Kenapa kau tidak membangunkanku?”
“Yakk perlu kau tahu, aku menunggu mu selama setengah jam, dan aku tak henti-hentinya membangunkanmu. Dasar bodoh.”
geramnya sambil memukul kepala jimin memakai buku yang sedang dia pegang.
“hohoo sorry bro, ayo lebih baik kita ke perpus.” Seru jimin
--
“Perpustakaan akan segera di tutup” ucap penjaga perpustakaan itu,tiba-tiba mengejutkan kita.
“Kenapa kalian belum pulang?” lanjut ahjussi itu
“Besok pagi kita harus segera mengumpulkan tugasnya ahjussi.” Segera jimin menjawab.
“Berikan waktu 1 jam saja, kami akan segera menyelesaikannya dengan cepat.” Mohon jungkook
“ya sudah, saya akan berdiri di sini agar memastikan kalian tetap aman.” Jawab ahjussi itu.
“ahh terima kasih banyak ahjussi”
Aku dan jimin sangat berterima kasih kepada ahjussi yang sudah mau menunggu kami, sehingga kita bisa mengerjakan tugas dengan tenang tanpa ada rasa takut. Ya walaupun kami seorang laki-laki kita tetap mempunyai rasa takut jika diam di tempat yang sepi pada malam hari. Apa lagi sekolah kami tekenal dengan cerita.. eheemm. Kalian pasti tahu apa yang aku maksud.
Jungkook pov
Tok
“aishh” gerutu jimin karena pulpen nya tak sengaja terjatuh.
jimin pun segera mengambil pulpennya yang terjatuh. Ketika ia membungkuk untuk mengambil pulpen tersebut, jimin melihat sesuatu yang mengganjal dan membuatnya bergidik ngeri. Dalam keadaan panik dan ketakutan ia segera mengambil pulpen dan membereskan semua barang-barangnya kedalam tas.
“Ayo kita pulang!” ajak jimin
“Kenapa? Kita belum menyelesaikannya.” Terangku
“pokoknya kita harus pulang!” Paksa jimin
“Tidak! Aku akan menyelesaikannya dulu.”
“Terserah kamu lah!” ucap jimin sedikit bergetar lalu pergi dengan terburu-buru meninggalkan jungkook sendirian bersama ahjussi itu.
Dengan keheranan dan kesal aku kembali melanjutkan pekerjaanku. Tak berapa lama, ponselku berbunyi menandakan satu pesan masuk. Ternyata pesan dari jimin.
Ku buka pesan dari jimin lalu membacanya.
'Jatuhkan pulpenmu, ambil, lalu lihat kebelakangmu, kau akan mengerti'
Aku menyiritkan keningku – heran,bingung. Apa maksud bocah itu? Karena aku penasaran, aku menuruti perintah yang barusan jimin perintah.
Pertama ku jatuhkan pulpen, lalu aku membungkuk untuk mengambil pulpen. Sebelum kembali tegak, ku lirik kearah belakang tepatnya arah pintu tempat dimana ahjussi itu berdiri.
Jantungku rasanya berhenti berdetak, rasanya ingin berteriak akan apa yang berusan aku lihat.
Ahjussi sang penjaga perpustakaan itu melayang tanpa sedikit pun menyentuh tanah.
Sekali lagi aku ingin berteriak, aku panik dan aku sedikit kesal kepada jimin karena tidak membaritahu ku apa yang sebenarnya terjadi.
Setelah menenangkan diri ku, segera aku kemasi barang-barang lalu pergi meninggalkan perpustakaan itu.
“Kamu mau pulang juga? Bukannya tugasmu belum selesai?”
Suara berat sang ahjussi itu membuat bulu kudukku berdiri.
“ya.. ya ahjussi, tapi saya harus pulang. i..ini sudah malam.” Ucapku setenang mungkin, mencoba menyembunyikan rasa ketakutan ini.
Saat aku hendak melangkahkan kaki ku untuk pergi, tiba-tiba ahjussi itu mendongkak kearah ku dan membisikkan sebuah kalimat tepatnya di telingaku.
“Sudah malam … atau sudah tau?”
-END
====
Hai Jae back. masih inget sama aku kah?
ini ga serem kok. maaf banyak typo :v
karena aku masih pemula, jadi belajar nge remake dulu.hehe
Gimana? minta kisarannya ya :)
sudah baca tolong tinggalkan jejak ;-)
next or no?

Read More