Good Bye My Changi

  No comments
23:49:00


GOOD BYE MY CHAGIA/(my ring) 



Author: Rosita Ari Julianti (^Ev!L^)
Cast:
-Cho kyuhyun
-Kang Hyena
-ETC
Genre: Sad, Romance
Rate: G13
Type : Oneshot
Kalau baca FF ini admin saranin sambil dengerin lagu-lagu ini:
SJ-In My Dream
SJ-Memories
Kyuhyun_Smile
Dll (yg sad dari SJ)
Biar makin  mendalami ceritanya
No “CoPas ya, ini FF asli pemikiran admin soalnya J
 
HAPPY READING ALL!!!!
 
Kyu pov*
Jangankan melepasmu untuk selamanya, untuk sehari saja aku tak pernah merasa mampu. Aku tak akan pernah mampu, sebab engkau melebihi udara yang kuhirup untuk memenuhi paru-paruku, tanpamu aku hanya sebuah benda melayang yang tak tentu arah……
Kyu pov end*
 
Hyena pov*
Aku tak akan pernah mampu sedetikpun untuk melewatkanmu, tak akan pernah. Sedetik tanpamu akan sama dengan setahun tanpamu, bagaimana mungkin aku lepas dari sisimu, jika untuk menghapus baying-bayangmu dari hidupku saja begitu sulit.
Karena engkau adalah darah yang mengalir memenuhi ruang hidupku, tanpamu aku hanya seperti daun yang berguguran , yang jatuh menyentuh tanah dan tertiup angin hingga aku tak kembali……
Hyena pov end*
 
 
FLASHBACK!
Hyena pov*
Kini aku tengah memandangnya, memandang seorang namja yang sangat kucintai dengan setulus hati.
Namun kali ini aku memandangnya dengan perasaan getir dan hampa.
“oppa, apa kau benar-benar akan meninggalkanku selama itu?, aku tak yakin akan sanggup oppa!”.
Kutatap lagi mimik wajahnya yang datar sedari tadi
“mianhae chagi, tapi aku harus pergi, ini bukan keinginanku, ini perintah eommaku!”. Ucap namja itu getir, sehingga menyisakan perasaan yang getir juga dihatiku.
“sampai kapan kita harus seperti ini oppa?, aku sungguh tak tahan dengan kelakuan orang tuamu yang selalu ingin menghancurkan hubungan kita, sampai kapan oppa?”.
Tak terasa air mata jatuh membasahi pipiku, kurasakan tangan hangat membelai pipiku sembari menyeka air mataku.
“2 atau 3 tahun aku pasti kembali chagi, jangan khuatir, saat aku kembali nanti aku akan pastikan kedua orang tuaku pasti akan merubah sikapnya terhadapmu.
Akku janji”. Ujar namja itu dan kemudian mendekapku kedalam pelukannya.
Kurasakan dada bidangnya yang sedikit naik turun untuk mengatur nafasnya, karena kini kurasakan dirinya juga tengah menangis.
“aku akan menunggumu oppa!, pasti aku akan menunggumu!”
Hyena pov end*
 
Author pov*
Hyena menatap lekat kearah wajah kyuhyun, air matanya kini telah mengering, begitu pula yang kyuhyun  lakukan pada Hyena, ia juga menatap hyena dengan tatapan penuh dengan kasih sayang…
Author pov end*
 
Kyuhyun pov*
“hyena, 7 hari lagi aku akan berangkat ke Amerika untuk meneruskan perusahaan appa disana, kau baik-baiklah disini ne!”
“ne oppa, aku akan menjaga diriku baik-baik disini, oppa juga harus menjaga kesehatan oppa!, aku tak ingin saat oppa kembali ke korea suatu saat nanti oppa akan terlihat kurus, aku tak mau!”.rengek yeoja itu..
Aku membalasnya dengan senyuman dan sedikit mengacak-acak rambutnya.
“hyena 3 hari lagi aku akan menunggumu di menara namsan pukul 12 malam, kuharap kau datang, karena aku ingin memberi kejutan untukmu, apa kau keberatan?”
“anio oppa, aku pasti datang “
Aku tersenyum mendengar jawabannya, kemudian kupeluk lagi yeoja mungil itu..
Kyu pov end*
3 hari kemudian
Hyena pov*
Hari ini adalah hari yang paling kunantikan, aku berdandan secantik mungkin agar kyuhyun merasa senang.
Kukenakan dres ping sebatas lutut  dengan pita-pita ungu kecil disekitar bawah dres ini, kugerai rambut coklat panjangku yang sedikit bergelombang,
Ahh, kuharap aku tak berlebihan saat ini..
Aku menatap jam dinding..
“sudah pukul 11 malam, aku harus berangkat sekarang..”
Aku menuju namsan towr dengan mengendarai mobilku,,,
Tak lama akupun tiba di Namsan towr…
Aku merasa ada yang aneh dengan tempat ini, tak seperti biasanya tempat ini begitu sepi…
Bahkan tak ada seorangpun yang kulihat..
Aku mulai merasa cemas, aku takut kyuhyun oppa hanya membohongiku..
Namun…
*JEDER JEDER… (suara kembang api)
Aku menatap langit yang tadinya berwarna gelap, namun berubah dengan sangat cepat, warna warni yang indah itu sangat mendominasi  langit yang gelap…
Aku sangat terpana melihatnya.
Dan tiba2 aku mendengar suara seorang namja yang tak asing lagi ditelingaku..
“WELCOME CHAGI-AH” …
Ya.. suara itu adalah suara namjachinguku, kyuhyun oppa..
“oppa kau dari mana saja?, aku cemas menantimu”
“anio chagia, aku tidak dari mana-mana.., aku disini dari tadi, menunggumu”
“oppa, apakah ini kejutannya? Aku sangat terkesan oppa”.
Kyuhyun hanya tersenyum kearahku, kemudian ia menggeleng kecil
“no no no!, ini belum kejutan !, aku masih punya kejutan inti”
“ya! Oppa bukan ini kejutannya?, lalu apa?, kau jangan membuatku mati penasaran oppa, ayolah!”,.
Kyuhyun hanya tersenyum memandangiku dari ujung kaki hingga ujung kepalaku.
“kau seperti bidadari chagia!, aku sangat menyukainya!”
Aku hanya tersenyum mendengar perkataanya barusan.
Hyena pov end*
Kyuhyun pov*
Aku menarik Hyena menuju tengah-tengah menara namsan.
“tutup matamu hyena-ah!”
Hyena hanya mengerutkan kening sambil menatapku,
“untuk apa oppa?”
Tanpa persetujuan darinya aku menutup matanya menggunakan sapu tangan ungu milikku..
“kalau aku cerita ini bukan lagi kejutan hyena-ah”
Hyena tersenyum kecil.
“ne oppa”.
“tunggu ne!, setelah aq hitung sampai 3 kau buka penutup matamu! Araseo?”
“ne oppa! Araseo!”..
Aku bersiap siap menghitung,,
“ Hanna, Dul, SET!!. Buka matamu Hyena-ah!!”
Kulihat hyena mulai melepaskan penutup matanya,,
“WAH… apa oppa yang melakukan semua ini??, ini sangat indah oppa,aku seperti mimpi!”
“anio hyena ini bukan mimpi!, “
Kyu pov end*
 
Hyena pov*
Aku melihat sekelilingku, banyak sekali lilin-lilin kecil yang disusun membentuk hati mengelilingiku dan kyuhyun oppa!.ini bagai mimpi, namun ini adalah kenyataan,,
“oppa… aku sangat menyukai kejutan darimu.. Saranghae oppa!”
“nado saranghae chagia!”..
Kulihhat kyuhyun oppa merogoh saku jasnya, dan beberapa saat kemudian ia mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam dari sakunya !
Perlahan ia menggenggam pergelangan tanganku,,
Ia membuka kotak itu, dan kini aku melihat sebuah cincin berlian kecil yang tidak begitu mewah namun sangat indah,,.
Perlahan ia memasukan cincin ita ke jariku..
Tetapi,,,
“oppa, kenapa dijari kelingking?”. Tanyaku heran
Kulihat kyuhyun oppa hanya tersenyum kearahku, dan kini ia mengecup keningku,,
“aku sengaja menaruhnya dijari kelingkingmu chagia!”
“tapi kenapa oppa? Aku butuh penjelasan!”..
Lagi-lagi kyuhyun hanya tersenyum,,
“saat ini aku menaruhnya dijari kelingkingmu. Namun 2 atau 3 tahun lagi, aku akan datang dan menemuimu untuk merubahnya berada dijari manis tangan kananmu!”.
Tak terasa air mataku jatuh begitu saja setelah mendengar ucapan darinya,,
“oppa!, kau membuatku semakin tak rala membiarkanmu pergi!”.
Kini kurasakan tangan kyuhyun menarikku untuk barada didekapannya,.
“mianhae chagia, aku juga tak pernah ingin pergi!, aku ingin tetap seperti ini selamanya, tapi aku tak bisa”. Akan kupastikan aku ‘akan kembali’ “.
“ ne oppa!, aku akan menunggumu”…..
Kyuhyun melepaskan dekapannya,,
Ia menatapku lekat dan beberapa saat kemudian telah mengecup bibirku dengan lembut,,
“Saranghae”. Bisiknya ditelingaku
Aku semakin sulit untuk menyembunyikan air mataku,,
“ ne oppa nado,, saranghae!”……………………
 
FLASHBACK END*
after 2 years …
hyena pov*
sudah 2 tahun aku menunggunya, tanpa kabar sama sekali!, aku masih menunggu janjinya yang lalu, aku masih memikirkan kata-katanya dimalam itu,.
Aku seperti orang bodoh saat ini!
Sungguh aku seperti tertipu!, jangankan bertemu, satu kabarpun tak pernah ada darinya..
Aku benar-benar bodoh.
Kuamati cincin yang melingkar dengan indah dijari kelingking kananku!
“oppa! Kenapa kau jahat sekali! Kenapa kau memberikanku harapan-harapan palsu oppa? Kenapa?, aku sudah terlalu lama berdiam diri sambil terus memikirkanmu oppa!, apakah kau masih seperti dulu?, apakah kau masih mengingat janjimu terhadapku dulu oppa?, apa kau baik-baik saja disana?. Aku sudah menunggumu oppa!, tapi mengapa kau tak kunjung kembali?, aku sudah melewati berbagai musim tanpamu!, aku sangat merindukanmu”. Tangisku tak terbendung lagi, hatiku benar-benar terasa seperti tersayat benda tajam, bahkan lebih dari itu!...
“oppa! Aku benar-benar ingin bertemu!”……….
 
Keesokan hari…
Aku berjalan menyusuri jalanan kota seoul yang sangat sepi, kali I ni adalah musim dingin, salju bertebaran dimanapun.
Dingin sekali, apalagi tanpa ada cho kyuhyun disampingku.. semua terasa lebih sepi.
Dari kejauhan aku melihat sebuah mobil ferari silfer yang sudah tak asing lagi..
Aku mengeritkan alisku untuk mengingat ingat lagi, mobil siapakah itu.
“ah,, itu mobil eommanya kyuhyun!!, bagaimana mungkin dia ada disini?, bukankah seharusnya ia ada di Amerika bersama kyuhyun??”
Aku memejam mejamkan mataku, berusaha meyakinkan diriku sendiri,,
Namun memang benar, kali ini memang benar benar eomma cho kyuhyun.
Aku berjalan dengan cepat menuju mobil tersebut, berharap aku akan bertemu dengan namja kesayanganku itu…
Hingga akhirnya aku telah berada disamping mobil itu.
Aku mengetuk kaca mobil tsb
Namun tak ada yg membukanya
Aku mencobanya lagi ,,
Hingga akhirnya kaca mobil itu diturunkan..
“kau?? Hyena kan?”. Ucap seorang ajhuma dari dalam mobil
“ ne ajhuma, ini aku hyena!, kau masih mengingatku kan?”. Tanyaku memastikan
Ajhuma itu membuka pintu mobil itu secepat kilat.
Aku sedikit takut akan hal yang ia lakukan, aku takut saat ia turun dari mobil ia akan menamparku seperti yg ia lakukan beberapa tahun lalu.
Namun aku salah, ia turun dari mobilnya kemudian ia berlari memelukku dengan sangat erat, dan tak lama ia menangis!
“ajhuma, ada apa denganmu? Mengapa kau menangis??, ada apa sebenarnya?”. Tanyaku terheran heran.
“mianhae hyena ah!, aku sangat menyesal pernah menyakitimu dulu, aku benar-benar menyesal! Benar benar menyesal!!”.
“ne ajhuma!, aku sudah memaafkanmu dari dulu. Sebenarnya ada apa denganmu? Bisakah kau menceritakan semuanya padaku?”.
Ajuhuma itu mulai menarik nafasnya untuk memulai ceritanya dari awal,,
“andai saja waktu itu aku tidak memaksa kyuyun untuk pergi ke Amerika, ini semua tidak akan terjadi!”. Ajhuma itu kebali menangis..
“ada apa dengan c..cho kyu,,kyuhyun??”. Tanyaku mulai terbata
“begini ceritanya”
*FLASHBACK
Kyuhyun pov*
*AIR PORT INCHEON*
“eomma hanya ingin memisahkanku dengan hyena! Aku benar-benar kecewa dengan eomma!, aku tidak ingin ke Amerika!, lebih baik aku disini bersama hyena!, aku tidak peduli dengan semua omongan eomma!. Eomma memang pandai menipuku!, tapi yidak untuk perasaanku!”. Aku sangat marah pada eommaku, karna dia menipuku, ia bilang kalau aku harus ke Amerika hanya untuk meneruskan perusahaan appa!, tapi iu semua bohong!, eomma hanya ingin memisahkanku dengan hyena.
“kyuhyun dengarkan eomma!!, kau tidak pantas berbicara seperti itu pada eommamu!, kau tidak sopan!”. Ujar eomma padaku
“AKU TIDAK PEDULI!!”
*PLAK!!
Aku merasakan rasa yg panas pada pipi kiriku,
“YAK!! Aku benci eomma!!”.
“KYUHYUN !!! KAU BENAR-BENAR KETERLALUAN!!!:”.
Aku tidak peduli!, aku langsung berlalu begitu saja tanpa memperdulikan sekelilingku..
Aku masih sempat mendengar teriakan eomma memanggil namaku
Namun aku benar-benar sudah tidak perduli dengan teriakannya itu..
Aku terus saja berlari tanpa memperdulikan sekelilingku..
Yang ada difikiranku hannya ada hyena, hyena, dan hyena.
Aku ingin segera menemuinya dan memindahkan cincin itu ke jari manisnya saat ini juga!
Aku berlari semakin jauh
Namun
*ciiiiiiittttttttttttttttttttttttttttttttttttttt……
BRAK!!!!!!!!
Aku merasakan ada benda keras yang menabrak tubuhku..
Semua terasa sangat aneh!
Aku sudah berada ditepi jalan, banyak orang-orang yang mengelilingiku, aku sulit untuk melihat sekelilingku, karena ada suatu cairan yang melewati mataku. Ya cairan itu adalah darahku!, tanganku bergetar memegang kepalaku.
Sakitkini menjalar keseluruh tubuhku..
“hye….hyena-ah!!, saranghae,,,…”
Kemudian semua terasa gelap..
Kyu pov end*
FLASHBACK END*
 
Hyena pov*
Aku menangis, seluruh tubuhku terasa lemas, hingga aku terduduk ditepi jalan..
“kau bohong!!, kyuhyun masih hidup kan?, dia harus hidup!!, dia tidak mungkin mati secepat ini!”.
Air mataku benar-benar tak terbendung, aku tidak dapat bersuara, sesak sekali rasannya!!, seperti ada ribuan duri tajam yang menusuk jauh didasar hatiku.
Ajhuma itu kembali memelukku..
“mianhae hyena ah, ini semua salahku!!”.
Aku hanya membalas pelukannya dengan getir
“ajhuma tunjukan aku makamnya!”.pintaku..
“ ne! ne hyena-ah!”.
 
*MAKAM*
Hyena pov*
Kini aku sendiri tanpa ditemani siapapun, eomma kyuhun sudah pulang.
Hanya tinggal diriku dan gundukan tanah dihadapanku.
Aku berjalan mendekati gundukan tanah itu.
Aku duduk disamping tanah itu
Aku memeluknya dengan pilu!, air mataku kembali mengalir.
“kyuhyun!, aku sudah menunggumu selama ini!, namun inikah balasan dari penantianku selama ini?, inikah yang kau berikan padaku setelah aku menunggumu bertahun tahun?, apa kau tahu aku sangat merindukanmu!!, bahkan lebih!, aku ingin menyentuhmu, aku ingin memelukmu, aku ingin menggandeng tanganmu, aku ingin menciummu!!, aku ingin melakukan hal-hal yang dulu pernah kita lakukan bersama!, tapi kenapa kini kau pergi tanpa diriku??, kau jahat kyu!, sangat jahat!!..
Harusnya kau tidak disini sekarang, harusnya kita disuatu tmpat yang sangat indah!, harusnya kau memindahkan cincin yang kau berikan ini dijari manisku!!, harusnya kau melakukan itu!”.
Air mataku benar-benar tak dapat terbendung
Kini benar-benar jatuh bahkan lebih banyak dari yang sebelumnya,.
Kulihat bingkai foto yang ada diatas makam ini.
Wajah itu begitu menyedihkan, walaupun ia tersenyum, tetapi aku tahu perasaannya!..
“Kyuhyun oppa,, Saranghae!”
Aku menggali sedikit demi sedikit tanah makam kyuhyun, namun tak begitu dalam.
Kulepaskan cincin yang selama 2 tahun ini menemaniku menanti harapan yang tak pasti.
Perlahan aku menaruh cincin itu..
Dan aku menguburnya….
“oppa! Biarkan cincin itu bersamamu, anggaplah itu diriku!, aku tak tahu harus bagaimana lagi oppa, aku sangat sedih!, jangan pernah menyuruhku untuk mencari yang lebih dari dirimu!, karna aku tak akan melakukan itu!, biarlah aku hidup sendiri sampai kita dipertemukan kembali!
Karena aku benar-benar “mencintaimu”…….
 
END
 
Mianhae kalau sad ending :’(

Read More

Love When We Was Drunken

  No comments
16:16:00

Tittle : Making love when we was drunken


cast :
-Taecyeon
-Yuri
- Siwon
- HyunA
Length : Oneshoot
Genre : Romance
Note : ini adalah murni cerita fiktif yang karaketernya mungkin menyimpang dari sifat asli para pemain.

Author POV
Dalam sebuah klub ada banyak orang yang sedang berpesta ria, dan ada beberapa remaja yang berpesta dalam rangkan kelulusannya dari perguruan tinggi. Nama remaja remaja itu adalah Taecyeon dan Yuri.
1 jam sudah mereka berminum minum dan berdansa ria, lalu taecyeon meremas dada yuri kasar dalam penguasaan alkohol.
“omoo, diam kau ini taec! Aaahhhh diaaammhh aahhh” yuri mengomel namun taecyeon masih tetap meremas dada nya
“hey kau tau kau sangan hot yul, ahh! Kau terlihat hanya memakai bra baby” kata taecyeon masih saja memgang dada yuri.
“sayang, itukan kau yang minta  untuk memakai baju transfarant iniaahhh” yul dan taecyeon masih saja bermesraan di sofa klub itu
“mmmhh, memmmhh mmeeemmmhm” taecyeon memecium yul ganas dan yul pun mendesah kuat sampai terlengah di sofa club itu
“sayang kau mau?” taecyeon melepaskan ciummannya
“ayo, tapi aku tak mau di kamar klub yang di sini, terlalu menjijikan! Aku ingin di hotel sayaaang” yul meminta sambil meremas abs taecyeon
“aaahhhhh sayanghh yasudah ayo kita pergi” mereka langsung keluar dari klub dan pergi ke hotel.
Sesampai di hotel====
Yuri POV
 Taecyeon langsung memesan 1 kamar hotel dan setelah memasuki kamar hotel itu,  aku sudah bernafsu tinggi dan membuka bajuku dengan hitungan 5 detik, setelah itu aku langsung menarik taec yang belum membuka boxernya ke ranjang, aku membuka boxernya juniornya sudah tegang dan keras. Tak kusangkan selain sixpack taec juga memiliki jr yang sangat panjaang  mungkin 12-13 cm, itu mebuat ku bergairah dan menjilati jr nya itu
 “aaaaah, ayo kulum sajaahh” taec berdesah
 Aku langsung mengulumnya, omoo jr nya tidak muat dan menyisakan beberapa senti di luar mulutku. Aku mengulumnya kuat dan memijit mijit dengan lidah ku kuat kuat, aku sudah mengulumi jr nya selama 15 menit dan akhirnyaa
 “crooottt” taec berorgasme, diae mnarik jr nya dan diam sejenak mengambil nafas
 “sayang kau ini sangat lemah makan lah ini” aku menyuruh memakan obat kuat seketika
 “omo! Kau menyimpan yang seperti ini?” katanya kaget dan langsung memakannya tanpa basa basi
 “sayang aku sudah lama menantikan ini, makannya setiap kita pergi aku membawa ini”
 Setelah itu aku menaiki taecyeon yang sudah pulih, aku memegang jr taec dengan kuat dan memasukannya ke dalah miss v ku, jleeeb, saat ku masukan sih memang sakit tapi ini sudah sangat nikmat.
 “aaah mmmmhhh ahhh uuuuuhhh ssaaayanggh jr mu memhhbesaaaarrhh aahhh uhh aahhhh”aku terlalu gila, aku menurun naik kan badan ku dengan posisi duduk dan rasanya sangat nikmat
 “oouuuuwww aaaaah saayang kau sangaaathh sempittt” taec pun berbicara
 Taecyeon menarik punggung yul dan menempelkan dada nya pada dadaku, dia terlihat begitu menikmati. Setelah itu dia membelikan posisi, aku menjadi di bawah badanya
Taecyeon POV
 Aku tak mau kalah dengan yul, sekarang bagiannku, setelah aku megoyang goyang dadanya pada dadaku sekarang aku membuka kakinya, dan slurrrppp aku menjilat vaginanya. Mmmmhhh sangat manis.
 “mmmhhh aaah sayangg lagii ahh”
  Desahannya membuat ku semakin bergairah, aku menjiati terus miss v nya sampai dia berorgasme. Setelah itu ku remas kedua dadanya sambil menciumnya.
 “sayang coba kau menunging” aku meminta nya untuk melakukan doggy style
 Yul langsung menungging dan melihat kan bokongnya, aku langsung memasukan jr ku dan memluknya dari belakang, aku pun menciumin punggung nya sampai leher dan bibir sambil meremas dadanya, genjotan ku semakin memanas .
 “ahh ah ah ah sayang ah, sshh, umm, ah ah ah.. aaahhh aiisshh .. saynghhhhh aa.. aku mau keluarr..”. desah yuri sangat panas
 Saat itu tec merasakan jr nya di jept, dan  dia merasakan cairan hangat membasahi jrnya.
 :ahhhhhhhhhhh..!!!” yul sedikit berteriak setelah orgasme nya irtu
 Sementara itu taec masih terus mngenjot dan sedikit derbunyi karena orgasme yuri tadi.

“aku ingin lagi sayangg” muka yul memelas
 Yul pun melakukan kegiatannya seperti yang tadi.
AUTHOR POV
DISISI LAIN-=
 Siwon bosan sekali karna dia di tinggal bermesum oleh temannya, akhirnya ia mendekati seorang wanita yang sangat sexy, hanya memakai pakaian dalam di klub itu.
 “hai manis, mau berkenalan denganku?” siwon pun memulai kenakalannya, dia meluncurkan tangan untuk berjabat tangan
 “hai sayang, aku hyunA, kamu?” sambil mengedip hyuna memegang tangan siwon
 “kau sexy sekali noona, aku ingin melakukannya boleh?”
 “mmmm, boleh saja namun kau jangan pernah menyakitiku ! jangan pernah tinggalkan aku” hyuna meleguk soji nya
 “mmm, aku mngerti, ayo kita pergi?”

SESAMPAI DI HOTEL
 Mereka langsung memasuki kamar hotel, saat perjalanan ke hotel hyuna mamakai jaketnya. Karna tidak sopan ke hotel hanya berbaju dalam
Di kamar hotel----
 Dengan cepat hyuna melepas mantel nya, siwon ternyata sudah siap. Di langsung menarik hyuna ke kasur dan membaringkannya di sana. Cupp~ siwon mencium hyuna dengan kasar, siwon mengemut lembut lidah hyuna, hyuna pun membalas ciumannya. Mereka saling bertukar saliva.
 Siwon melepaskan ciummanya dan.. breeek siwon merobek cepat bra hyuna dan mengulum dada kiri hyuna dan meremas cepat dada kanan nya hyuna.
 “aaaaaahhh assshhh opp aaaaahhh aaaaahhh oppaaaa” hyuna menekan kepala siwon agar mendalami kulummannya
 Setelah itu siwon berpindah menciumi perut indah hyuna yang putih mulus. Dan sampai di depan vagina hyuna, siwon menarik cd hyuna dan melebarkan kakinya, siwon  langsung menjilati miss v nya, dan menyedot nyedot miss v hyuna.
 “ssssssssh aaaaaaaaahh ahhhh oppp aaaahh ahhhhh aaaaah” hyuna merancau tak jelas sambil meremas sprei
 “crooot” hyuna berogasme, siwon langsung menelan cepat orgasme nya
HyunA pov
 Jleeb, siwon memasukan jari nya kedalam miss v ku, aah sangat nikmat. Dia memaju mundurkan jarinya dan menambah satu jari, 2 jari membuatku sangat tak jelas, sprai pun ku remas saking nikmat nya.
Setelah berorgasme, siwon mengeluarkan tangannya dan menjilati orgasme ku. Lalu dia menyodorkan jr nya di mulut vaginaku
“sayang kau siap?” aku menjawab dengan angguikann
Dia melebarkan kaki ku dan jleebbbb, dalam satu hentakan jr nya masuk. Rasa ny a sakit, mungkin karna punnya siwon yang sangat besar atau vagina ku yang kecil padahal aku sudah sering melakukan ini.
“auww sayang.. sakittttt...” rengek ku
“tahan sebentar, kau sudah terbiasa kan?” ucap siwon sambil memaju mundur kan pinggul nya dengan pelan. Pertama tama pelan lalu sedang dan menjadi cepat.
“aow, ah ah ah, sayangghh jr muuu.. aaww .. membesss..aarr ahh aha ah aah sayangghh..” desah hyuna sangat ganas.
“ouww sayng i love you,, aah ahh ohh kau smpit sekaliiiii .. aaah”
mereka berdua pun berorgasme dan tidur dengan pulas setelah itu..

THE ENDs
mian GAJE YAH xD soalnya ini ff yadong pertama mimin

Read More

The Shadow

  No comments
22:16:00

THE SHADOW (Oneshoot | NC +17)
posted in NC +17, Oneshot  by RaeWorld
The Shadow



Tittle : The Shadow
Author : Raemi Kim
Cast : Justin Kim, Oh Sehoon, Kim Raemi, And Other
Genre : Sad
Ratting : NC 17 Atau readers tentuin sendiri deh –-“
Length : Oneshot
Annyeong, Raemi balik lagi. Kali ini bawa ff genre sad, dengan sedikit bumbu NC. Oh ya, maaf buat uri chingu justin kim dan juga oh sehoon yang udah aku nistakan di ff ku kali ini
Ahh ya, untuk readers, Justine sama jinra itu orang yang sama. Jadi ntar jangan bingung ya kalo lagi baca.
Bagi yang merasa belum cukup umur, harap tidak baca ini ff ya. Yadong soalnya. Akhir kata, aku ucapin jeongmal kamsahamnida bagi yang udah nyempatin waktu buat baca ff aku ini.

Happy Reading !!!!!

THE SHADOW

Author Side
Angin yang berhembus pelan mulai menerbangkan beberapa helai rambut justine. Yeoja manis ini kini tengah melamun dibawah pohon akasia di tepi sungai han yang lengang. Malam mungkin sedikit membawa kedamaian baginya. Memberikan sesuatu yang selama lima bulan terakhir ini begitu ia rindukan. Rasa tenang. Ya, selama lima bulan ini ia terus saja dicekam rasa ketakutan. Ketakutan yang berasal dari ayahnya sendiri. Ayah justine yang notabene adalah seorang pengusaha, dulunya. Kini telah bangkrut dan terlilit hutang. Banyaknya hutang menyebabkan mereka jatuh miskin. Seorang justine kim, yeoja angkuh yang selalu bersikap dingin terhadap semua orang itu kini terlihat sangat menyedihkan. Ia merasa kehidupan sedang mempermainkan dirinya. Namun, bukankah kehidupan itu memang sebuah permainan ? Ia yang dulunya menganggap uang 1 won itu tidak berarti, kini bahkan untuk mendapatkan 1 won itu ia harus bekerja banting tulang. Menjadi budak pada seorang pengusaha kaya. Ya, budak. Budak yang setiap saat dibutuhkan oleh tuannya harus siap. Nasib memang selalu berputar.
Terlihat setitik air jatuh membasahi pipi cantiknya. Sebenarnya kalau ia mau ia bisa saja mendapatkan uang secara mudah, menjadi seorang model ? Itu sangat gampang, namun kini ditengah status gembel yang ia sandang adakah seseorang yang rela membayarnya menjadi seorang model. Pekerjaan yang dulu bahkan ia anggap tidak penting.
Kaki jenjang gadis itu melangkah meninggalkan tepian sungai han yang kini sudah sangat sepi. Pulang kerumah, mandi dan langsung tidur. Itulah kini yang difikirkan oleh gadis itu. Namun baru beberapa langkah kaki gadis itu melangkah, sebuah tangan dengan kasar menyeretnya, memasuki sebuah mobil sambil tangan pria itu membekap mulut justine agar ia tidak bisa berteriak. Justine terus saja memberontak dan menendang-nendang sekitarnya, namun sepertinya usahanya sia-sia karena pria itu kini telah berhasil membawa justine masuk ke dalam mobil mewah tersebut, entah kemana pria tersebut akan membawa justine. Namun yang pasti pria tersebut ternyata mempunyai banyak anak buah didalam mobil tersebut.

Justine Side
Astaga, apa ini ? kenapa pria-pria ini membawaku pergi. Kemana mereka akan membawaku ? Aku sungguh takut, sampai tak sadar aku telah menangis tanpa suara. Tak lama aku merasa pria tadi menyuntikkan sesautu ketubuhku. Setelah itu aku tak sadarkan diri.
Begitu aku terbangun, aku merasa berada di sebuah tempat tidur yang empuk. Ubuka mataku, melihat sekelilingku. Ini bukan rumahku, ya tuhan dimana aku ? Tempat apa ini ?
“Ah kau sudah bangun honey ?” terdengar suara dari seorang pria yang kurasa baru keluar dari kamar mandi karena ditubuhnya hanya terlilit sebuah handuk sebatas pinggang hingga lututnya.
“K..kau siapa ?” tanyaku sedikit gugup dan takut.Pria itu tidak menjawab, dia hanya tersenyum misterius sambil terus memandangku.
“Kau tidak mengenalku ? Apakah appamu yang bodoh itu belum memberitahumu ?” Tunggu dulu ? Dia mengenal appaku ? Apa hubungannya pria ini dengan appa ?
“Kau mengenal appaku tuan ?” aku sedikit takut melihat namja ini, bisa saja dia melakukan hal yang tidak-tidak padaku. Mengingat aku sekarang berada di genggamannya.
“Mengenal appamu ? tentu saja, bahkan aku sangat mengenal namja bodoh itu. Kim Hyunsik. Namja bodoh yang dengan mudah nya menjual semua saham perusahaannya hanya demi uang. Cih, kau justine kim. Apa kau tau ? appamu bahkan menjualmu padaku demi 100 juta won.” Yatuhan, bagaikan tersambar petir. Tubuhku langsung lemas begitu mendengar penjelasan namja ini, appa menjualku hanya demi 100 juta won ?Aku tidak percaya itu, appaku orang baik, tidak mungkin ia tega menjual anaknya sendiri hanya untuk uang 100 juta won, sangat mustahil.
“Jangan sembarangan bicara kau. Appaku tidak mungkin melakukan hal keji seperti itu. Dia orang baik.” Teriakku tidak terima dengan tuduhannya terhadap appa.
“ kau fikir aku ini berbohong nona kim ? Kau tidak lihat apa yang sekarang terjadi pada keluargamu. Kalian jatuh miskin, dan itu semua terjadi karena kebodohan appamu. Dan kau lihat ini.” Ujarnya seraya melemparkan sebuah map berwarna hijau kehadapanku.
“Apa ini ?” tanyaku pelan.
“Kau bisa baca sendiri.” Ucapnya dingin lalu ia berlalu menuju lemari nya, dengan enteng ia memakai bajunya didepanku. Otomatis aku memejamkan mataku melihat tindakannya. Nekat sekali, apa ia tidak malu.
“Tuan, bisakah kau bersikap sopan sedikit.”
“Kenapa ? sebentar lagi juga kau akan melihat ini setiap hari.” Ujarnya santai, melihatnya setiap hari dengan keadaan seperti ini ? apa maksudnya ?
“Ternyata selain angkuh, kau juga aneh tuan.” Kata-kata itu sukses meluncur dari bibirku. Dan sedetik kemudia, kurasakan rahangku dicengkram kuat oleh tangan namja ini. Bahkan namanya saja aku tak tau, ahh itu juga bukan hal yang penting kan ? Tapi ini benar-benar sakit. Namja ini temperamental sekali.
“Sakit tuan, kumohon lepaskan.” Oke sepertinya hari ini aku kehilangan harga diriku. Memelas seperti orang lemah, sama sekali bukan diriku.
“Kau, dengarkan baik-baik. Mulai hari ini kau Justine kim atau Kim Jinra resmi menjadi istriku. Istri seorang Oh sehun, jadi mulai saat ini kau harus mengikuti semua kehendakku. Dan aku tidak ingin mendengar penolakan, karna aku benci itu.” Jelasnya panjang lebar tepat didepan wajahku, ya tuhan aku baru 20 tahun. Dan aku belum berniat menikah, kenapa namja ini tiba-tiba mengatakan kalau aku resmi menjadi istrinya ? Apakah dia gila ?
“Ah ya, dan satu lagi. Besok kita akan menikah. Jadi persiapkan dirimu sebaik-baiknya.” Titahnya sebelum beranjak keluar meninggalkan ku yang tengah termenung mencerna setiap kata yang keluar dari bibirnya.
Menikah ? Aku ? Besok ? Dengan namja kasar itu ? Oh tidak, ini pasti mimpi. Aku berusaha mencubit kedua pipiku, aww sakit. Jadi ini nyata ? Oh no, aku belum siap. Tanpa sadar air mata sialan ini malah keluar, buru-buru aku menghapusnya dengan kasar. Aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan siapapun.
Kutolehkan kepalaku ke sisi kiri ranjang ini, dan kulihat map hijau tadi masih tergeletak disana.
Kubuka perlahan map itu dan ku baca dengan seksama isinya. Ternyata benar apa yang dikatakan lelaki bernama Oh sehun itu, appa menjualku. Biadab, rasanya seperti dunia seakan runtuh tepat diatas kepalaku. Untuk detik ini aku benar-benar tidak bisa menahan peraaanku. Kukeluarkan isakanku, menangis meratapi nasib malangku. Kenapa harus aku yang bernasib seperti ini ? Aku terus saja menangis hingga kelelahan dan tertidur di kamar ini.

Begitu aku terbangun, aku kembali mengingat kejadian semalam. Oh dear, apakah aku benar-benar harus menikah dan menjadi namja itu hari ini ? Bukankah ini terlalu cepat ?
“Ah kau sudah bangun, bergegaslah mandi. Pernikahan kita akan berlangsung jam 9 ini. Jika kau terlambat, aku tidak akan segan-segan menyiksamu.” Suara itu lagi, namja aneh nam keji itu terlihat sudah rapi dengan setelan jas resminya. Jujur kali ini ia terlihat sangant err tampan.
“Sehun-ssi, apa ini tidak terlalu cepat ? Aku bahkan tidak mengenalmu ? Kenapa kita harus menikah ?” tanyaku, pertanyaan yang sejak tadi malam berkecamuk difikiranku.
“Kau mau tau nona kim ? Ahh, baiklah aku akan menceritakannya sedikit. Aku sudah mengenalmu, dari dulu. Kau benar-benar tidak mengenalku ? Ahh, tentu saja kau sudah melupakanku. Kau yeoja yang dulu dengan mudah menolakku didepan semua orang di kampus, kau hobae yang sangat-sangat angkuh. Kau bahkan membuatku malu hingga kelulusanku dari kampus. Awalnya kukira kau yeoja baik. Ternyata pemikiranku salah, cover ternyata bisa menipu aslinya seseorang. Kau sekarang kudapatkan nona kim. Aku Oh sehun yang 3 tahun lalu kau tolak cintanya didepan semua orang dikantin kampus, kau ingat ?” 3 tahun lalu kutolak dikantin kampus ? namja itu, jadi dia Oh sehun ? Yatuhan, namja ini mengerikan sekali.
“Dan kau tau, setelah itu aku bertekad untuk mendapatkanmu dan membuatmu bertekuk lutut padaku. Dan 7 bulan setelah kejadian dikantin kampus itu aku diangkat menjadi direktur di kantor appaku. Yah, kira-kira 1 tahun yang lalu orang tuaku meninggal, dan 6 bulan yang lalu aku bertemu appamu yang bodoh itu, yangbersedia menjualmu demi 100 juta won. Hahaha, asal kau tau Justine Kim, mendapatkanmu sekarang bagaikan membalikkan telapak tangan, sangat gampang.” Papar namja itu, yatuhan sejahat itukah aku dulu ? Kenapa aku baru menyadarinya, kini setelah kejadian ini aku baru menyesal.
“Cahh, sekarang cepatlah bersiap. Aku akan menunggumu.” Namja itu kini berjalan meninggalkanku sendiri.
Aku bergegas mandi, takut menghadapi harimau seperti dia. Perasaan ku kini benar-benar tak karuan.
Selama berada dikamar mandi, aku terus saja terfikir apa yang membuat appa tega menjualku pada namja yang mengaku sunbaeku di kampus itu. Kenapa appa sangat tidak berperasaan ? Dan lagi pula aku belum bertemu appa beberapa hari belakangan ini, begitu aku pulang bekerja appa sudah tidur dan saat aku pergi bekerja appa belum bangun tidur.
“Cepatlah, kau ingin aku seret sekarang huh ?” terdengar teriakan namja aneh itu dari luar. Buru-buru aku menyelesaikan ritual mandiku yang tergolong cukup lama.
“Ne, aku sudah selesai” teriakku balik. Aku keluar dari kamar mandi, bergegas mengambil pakaianku yang telah disiapkannya diatas tempat tidur dan kembali kekamar mandi lagi, mengenakan seluruh pakaianku.
Selama perjalanan menuju gedung resepsi aku terus saja terdiam, merenungi setiap perbuatan yang selama ini telah aku perbuat pada banyak orang. Kurasa sudah banyak sekali orang yang hatinya tersakiti oleh ulahku. Sebenarnya aku bukan yeoja yang jahat seperti ini, namun semenjak kematian eomma aku berubah menjadi gadis yang dingin dan angkuh, dingin terhadap semua orang, ya kecuali pada appa, raemi sepupuku dan tunangan raemi, park chanyeol. Tentu saja hanya mereka orang yang aku percaya dan ku sayang.

Sehun Side
Sejak tadi malam, saat aku mengatakan kami akan menikah kulihat gadis aneh, sombong, angkuh, dingin dan sebagainya ini hanya diam. Tak banyak kata keluar dari bibir mungilnya. Aku menikahi gadis ini hanya semata ingin membuatnya menderita. Setelah aku mendengar perusahaan appanya bangkrut, aku langsung mempunyai rencana licik yang tersusun rapi diotakku. Aku tau ini bukan perbuatan yang baik, namun sepertinya rasa dendam ku lebih kuat disbanding rasa kasihanku. Maka itu aku langsung berfikir untuk menawarin appanya uang 100 juta won yang itukar dengan gadis ini. Dan dengan bodohnya lelaki itu malah menyetujui penawaranku. Keberuntungan sedang berpihak padaku kali ini.
Sepanjang perjalanan kulihat gadis ini hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca sembari memandang keluar jendela. Melamun kurasa, ya terserah dia sajalah. Bukan urusanku, yang terpenting bagiku adalah kepuasan hatiku yang telah berhasil membuat gadi ini menderita. Welcome to the Hell Honey. Tak sadar aku malah tersenyum membayangkan kesengsaraan apa saja yang akan ku lakukan pada gadis ini.
Justine Kim, atau 3 tahun lalu ku kenal sebagai Kim Jinra. Hobae ku di Junghwan University. Dia yeoja yang pada pandangan pertama berhasil membuatku jatuh cinta. Namun sayang setelah kutelusuri dia itu yeoja sombong nan angkuh. Entah keberanian dari mana aku akhirnya menyatakan perasaan ku padanya, tepat dikantin kampus saat keadaan kantin itu sedang sangat ramai. Aku yang notabenenya bukan mahasiswa popular mendadak menjadi sangat tenar setelah dia Justine kim yeoja yang sangat popular dan digandrungi lelaki di kampus menolakku mentah-mentah didepan seluruh mahasiswa yang berada di kampus itu.
Semenjak insiden itu aku selalu saja diejek oleh teman-temanku dikampus, hingga 6 bulan kemudian aku lulus dari kampus tersebut. Tekadku sudah bulat untuk balas dendam kepada gadis itu. Membuatnya menderita adalah keinginan terbesarku saat ini.
Tak berapa lama kemudian, kami tiba di gedung yang telah kupesan untuk pernikahan ini. Pernikahan yang akan terasa seperti neraka oleh yeoja ini. Kutarik paksa lengan Justine, ia sedikit meringis karena tindakanku yang terkesan memaksa ini. Kutarik cepat lengannya menuju ruang rias. Kulihat appa Justine sudah datang. Ia terlihat tersenyum kearah anaknya mungkin kearahku juga
1 jam kemudian, aku sudah berdiri di hadapan pendeta ini. Menunggu sosok Justine yang dalam hitungan menit ini akan menjadi istriku. Ahh kurasa budak lebih tepat.

Author Side
Justine tampak memandangi dirinya dari cermin, ia sudah selesai dirias sejak 20 menit yang lalu. Ia tampak cantik hari ini, namun memang ia sudah sangat cantik. Dari pintu tampak appanya berdiri memandanginya, Justine berdiri dan berjalan menuju appanya. Memeluk appanya, kemudian ia menangis di pelukan appanya. Menumpahkan kekesalan yang sejak tadi malam ia tahan agar tidak meledak.
“Appa, kenapa kau tega melakukan ini ?” isaknya sembari memukul-mukul bahu appanya.
“Mian jagi-ya, appa terpaksa menyetujuinya karena appa harus membayar semua hutang appa pada bank. Apa kau tega melihat appamu ini mendekam dipenjara ? Appa juga sebenarnya tidak tega melihatmu menikah diusia semuda ini, namun appa harap kau mau mengerti keadaan appa nak.” Jelas appa Justine, terlihat matanya juga berkaca-kaca.
“Tapi kenapa harus menjualku appa ?” isakan Justine masih terdengar.
“Sehun lelaki yang mapan, appa kira ia bisa membuatmu bahagia nak. Kuharap kau bisa hidup bahagia. Appa menyayangimu. Sekarang ayo hapus air matamu, calon suamimu sudah menunggumu.” Ujar appa Justine lembut sembari mengusap air mata yang keluar dari mata indah putrinya. Kemudian ia menggandeng lengan putrinya itu keluar menuju altar yang akan membawa putrinya menuju kehidupan barunya.
Sehun, terdiam melihat Justine yang kini telah memasuki gedung pernikahan. Sedikit terpaku, merasakan getaran yang dulu sempat hadir setiap kali ia melihat Justine, dan kini getaran itu kembali hadir. Sehun menggelengkan kepalanya, ia tak ingin perasaannya yang dulu terhadap gadis ini muncul kembali. Ia tak ingin semua rencana yang telah ia susun sangat rapi menjadi berantakan karena satu hal bernama cinta.
Sehun tersenyum menyambut uluran tangan appa Justine yang menyerahkan hidup Justine ke tangan sehun.
Acara pemberkatan pun dimulai.
“Saudara Oh Sehoon, apakah anda bersedia menerima saudari Justine Kim sebagai istri anda. Menerimanya dalam suka dan duka, sehat maupun sakit ?” Tanya pendeta tersebut.
“Ne, saya bersedia.” Jawab sehun dengan lantang dan jelas.
“Saudari Justine Kim, apakan anda bersedia menerima saudara Oh Sehoon sebagai suami anda ? Menerimanya dalam suka dan duka, sehat maupun sakit ? “ Lanjut pendeta tersebut kepada Justine, gadis itu terdiam sejenak. Mengambil nafas berat kemudian ia menganggukkan kepalanya.
“Ne, saya bersedia” Ujarnya mantap. Ia melirik sekilas kearah appanya. Terlihat lelaki itu berkaca-kaca. Ada raemi dan chanyeol juga disana. Kelihatannya setelah ini ia akan susah bertemu dengan mereka.
“Baiklah, dengan begini kalian sah menjadi suami istri. Dan untuk mempelai pria, silahkan mencium mempelai wanita anda.” Titah sang pendeta sebelum ia berjalan meninggalkan mimbar tempat pelaksanaan janji suci pernikahan tersebut.
Sehun dengan perlahan membuka penutup wajah Justine, melihat wajah gadis itu dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Justine. Justine sendiri sudah memejamkan matanya, taku saat mengetahui kalau ciuman pertamanya direbut namja ini. Ya walaupun sehun telah menjadi suaminya sendiri.

At Night

Sehun melangkah cepat mendahului Justine menuju kamarnya, ahhkamar mereka. Namun sepertinya justin enggan mengikuti namja itu, ia hanya terduduk di sofa merah besar yang terdapat diruang keluarga, bahkan ia belum tau bagaimana kehidupan sehun sebelumnya. Maka ia memutuskan untuk berkeliling melihat seisi rumah megah sehun ini. Matanya tak lepas meneliti setiap foto yang terpajang di dinding rumah mewah itu. Ia terus saja berkeliling hingga suara sehun memanggilnya terdengar dari belakang.
“Kau mau tidur dilantai hari ini nyonya oh ?” Tanya sehun tandas. Terdengar kesan tak bersahabat dari nada suaranya.
“Hmm, dimana letak kamarku ?” Tanya Justine, sebenarnya ia sendiri tau bahwa ia pasti akan tidur sekamar dengan namja itu.
“Kamarmu ? Tentu saja dikamarku juga, cepatlah. Aku sudah tak sabar ingin memulai semuanya.” Seringai namja itu. Justine sendiri bergidig ngeri melihat senyuman mengerikan yang dikeluarkan namja itu.
Sehun menarik lengan Justine yang berjalan lambat dibelakangnya, ia sudah tak sabar ingin memulai segala penyiksaan terhadap yeoja ini.
“Sehun-ssi, bisakah kau lepaskan cengkramanmu di lenganku ? Ini sangat sakit.” Pinta Justine dengan sedikit meringis, karena sehun mencengkram lengannya dengan sangat kuat.
Namun bukannya mengendurkan cengkramannya, justru sehun malah semakin manarik kuat lengan Justine bahkan ia langsung menggendong Justine membuat yeoja itu terbelalak kaget dengan kelakuan sehun ini.
Setibanya dikamar sehun langsung menghempaskan Justine ke ranjang king size miliknya. Tak ingin menunggu lama, sehun langsung menyambar bibir mungil Justine dan melahapnya dengan ganas. Ia seperti orang kesetanan kali ini, bahkan Justine sampai kewalahan menghadapi namja ini. Ia mencoba berontak, namun sia-sia saja tenaga sehun jauh lebih besar dari tenaganya sendiri. Dan tanpa Justine sadari tangan sehun yang bebas telah bergerilya menyelusup masuk kedalam gaun yang ia kenakan. Entah kapan pula sehun berhasil membuka resleting gaun tersebut. Ia berhasil menelanjangi tubuh bagian atas Justine. Ia meremas pelan bukit kembar Justine, membuat gadis itu terlena.

At Morning

Justine terbangun dengan keadaan tubuh hanya dibalut sebuah selimut putih tebal. Ia tersadar atas perlakuan yang ia terima tadi malam, air matanya mengalir pelan tatkala ia mendapati sosok sehun tengah tertidur di sampingnya. Ia kini sudah tidk suci, walaupun yang mengambil keperawanannya adalah suaminya sendiri, namun tetap saja ia bahkan tidak siap untuk menikah. Apalagi melakukan hal-hal semacam ini.
Karena suara isakan Justine, membuat sehun sedikit terganggu dan akhirnya ia terbangun. Ia menemukan istrinya tengah terisak pelan di balik selimut tebalnya. Sebuah senyum kemenangan tergambar jelas diwajah tampannya. Rencana pertama berjalan dengan mulus. Ia bangkit dri tidurnya dan berjalan kekamar mandi. Membersihkan dirinya sendiri yang kini bau keringat karena misi pentingnya tadi malam. Sedangkan Justine yang menyadari jika sehun telah beranjak dari tempatnya bergegas bangun dan memunguti pakaiannya yang berserakan. Hanya ada gaun pengantin nya tadi malam ia gunakan, ia beranjak menuju lemari yang ada di sudut ruang kamar tersebut. Membukanya perlahan dan mencari baju yang bisa ia kenakan. Namun ia langsung menatap takjub tatkala membuka lemari tersebut, bajunya telah tersusun rapi disana. Uang memang bisa membuat segalanya berjalan cepat. Bahkan tanpa ia tau sekalipun. Justine mengambil sehelai kemeja tanpa lengan dan hotpants lalu memakainya segera.

Ia takut sehun akan keluar dari kamar mandi saat ia sedang memakai pakain. Benar saja, tak lama setelah ia selesai memakai pakaiannya sehun telah tampak berjalan mendekat kearahnya, menuju lemari. Justine terpaku memandangi sosok itu. Wajahnya berubah merah tatkala ia mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi malam. Rasa malu itu kembali menggerogoti dirinya.
“Apa yang kau fikir kan huh ? Cepat mandi dan buatkan aku sarapan.” Perinta sehun, dan justin yang kini telah menjadi anak penurut hanya bisa mengikuti seluruh perintah sehun.
Selama berada dikamar mandi ia teringat percakapannya semalam dengan namja itu.

#Flashback
“Setelah ini, kau harus menuruti segala perintahku. Jangan menolak karena aku benci penolakan.” Titah sehun
“Kalau aku tak mau ? apa yang akan kau lakukan ?” Tantang Justine.
“Kau bertanya apa yang akan aku lakukan ? Kau belum tau siapa aku nyonya oh, sekali saja kau membantah perintahku, maka ku pastikan nyawa orang-orang yang kau sayang terutama appa mu akan terancam. Dan kau harus tau, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku” deg, seketika jantung Justine berdegup kencang mengetahui bahwa nyawa orang-orang terkasihnya berada dalam bahaya, namja ini gila. Itulah pemikirannya.
“Ku mohon, jangan lakukan apapun pada mereka.” Pinta Justine dengan sedikit memohon, ohh ayolah seorang Justine kim memohon itu adalah sebuah moment yang langka.
“Tergantung, asalkan kau tidak melanggar peraturanku atau membantah semua omonganku maka keluargamu kujamin aman.” Ujar namja itu sebelum ia terlelap dalamtidurnya

#Flashback End

Kini Justine hanya bisa menuruti segala perintah dari suaminya, ahh anni lebih tepat juragannya. Karena ia sendiri sekarang merasa seperti seorang pembantu bukan seorang istri.

5 Mouth ago

Lima bulan berlalu, dan sehun tetap tidak merubah sikapnya pada Justine. Kehidupan Justine kini sangat memprihatinkan. Ia kini menjadi sangat kurus, harus menjadi pesuruh sehun, juga menjadi budak seks nya.

Justine Side

Ahh, lelahnya. Setelah seharianbekerja membersihkan rumah ini akhirnya aku bisa beristirahat sebentar. Namja itu benar-benar menyiksaku, ia bahkan menyuruhku untuk mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga dirumah ini, bakankah ia bisa menyewa pembantu ? kenapa malah menyuruhku melakukan ini. Namun begitu, lima bulan tinggal bersamanya membuatku menyadari satu hal. Kurasa kini aku mencintainya. Ya belakangan ini aku merasa sering merindukannya. Namun karena aku takut, akhirnya aku hanya bisa diam memendam sendiri perasaan yang tubuh dihatiku ini. Namja dingin nan angkuh, akhirnya ia berhasil melelehkan hati putri es.
Sikapnya padaku tak pernah berubah, tetap dingin dan kejam. Namun saat diatas ranjang ia akan menjelma menjadi sosok yang hangat dan penuh perhatian. Kurasa itulah ia yang sebenarnya.
Sudah 3 hari ini pula ia tidak pulang keruamh. Yang kutau ia harus menyelesaikan urusannya di mokpo. Entah urusan apa, ia tak pernah memberitahuku sedikitpun tentang kesibukannya. Ya, aku mengerti aku hanyalah seorang pesuruh baginya, sikapnya yang seperti itu sudah mulai biasa aku terima.
“Aku pulang.” Suara dingin itu, ahh hari ini ternyata ia pulang. Aku berlari kecil menuju pintu depan untuk menyambut kepulangannya. Namun langkahku langsung terhenti saat kulihat seorang gadis tengah bergelayut manja dilengannya. Gadis itu tampak manis sekali, jika dilihat seperti ini mereka kelihatan sangat serasi.

“Ah kau pasti pembantu baru sehun oppa kan ?” Tanya yeoja itu padaku. Pembantu ? Hey nona aku ini istrinya, istrinya yang sah dimata hukum dan agama. Asalkan kau tau pria yang tengah kau gandeng itu sudah beristri.
“Hmm, ya dia pembantu ku minji-ya.” Balas sehun sambil tersenyum kearah gadis itu. Minji. Ya tuhan, bahkan ia sendiri tak mengakuiku sebagai istrinya. Sungguh malang nasibku.
Tanpa bicara apa-apa aku langsung masuk kedalam, mebuatkan minuman untuk sehun dan yeoja bernama minji tadi. Segelas teh hangat dengan sedikit madu untuk sehun oppa dan segelas orange juice untuk yeoja itu. Aku meletakkan nampan itu tepat dihadapan meraka berdua. Gadis ini benar-benar tidak tahu malu. Seenaknya saja menggandeng-gandeng tangan sehun oppa dihadapan ku.
Dengan rasa kesal yang memuncak aku bergegas meninggalkan mereka berdua dan berlalu ke kamar. Bahkan dari kamar ini aku masih bisa mendengar tawa mereka. Arghhh menyebalkan sekali. Kututup telingaku dengan bantal. Jadi ini yangkau sebut bekerja tuan oh, jika kau memang tak menyukaiku kenapa kau menikahiku dulu.Tak lama kemudian suara tawa itu sudah tak terdengar lagi, yang terdengar hanya suara langkah kaki menuju kamar ini, apa sehun oppa. Ahh tentu saja kan hanya kami yang berada di rumah. Kutegakkan tubuhku, bermaksud untuk berdiri. Namun sepertinya namja itu telah terlebih dahulu masuk kedalam kamar ini. Ia memandangiku dengan tatapan datarnya, melempar jas dan tas kerjanya lalu beranjakmasuk ke kamar mandi. Aku sendiri bergegas turun kebawah, bermaksud menyiapkan makanan untuknya. Aku tau ia pasti belum makan, hmm sepertinya hari ini aku bisa memasak bulbogi.
Setelah bulbagi selesai sehun oppa tampak menuruni tangga, hah dia kelihatan tampan sekali. Kenapa aku dulu bisa menolaknya ya ?

Aku tersenyum kearahya yang sedang berjalan kearah meja makan. Namun hanya tatapan dingin darinya yang kudapatkan. Ia duduk dimeja makan menunggu masakanku yang hamper matang.
“Lusa aku akan kejepang.” Ujarnya pelan. Kejepang ? bahkan ia baru saja pulang dari mokpo, kenapa harus pergi lagi ?
“Berapa lama ?” hanya kalimat itu yang berhasil keluar dari bibirku. Terlalu sulit mencegahnya.
“2 Minggu. Selama aku pergi bukan berarti kau bebas, kau tetap harus berada dirumah, arra.” Tegasnya.
Ne, 2 minggu hanya berdiam diri dirumah sebesar ini SENDIRIAN. Aku mendesah pelan. Tak lama setelah itu hidangan yang kusiapkan dimakannya dengan lahap. Setidaknya ia masih mau memakan masakanku. Selama 5 bulan menjadi istrinya sedikit banyak aku sudah mengetahui tentangnya.
“Hmm oppa, boleh aku bertanya ?” tanyaku membuka keheningan yang menghiasi
“Apa ?”
“Hmm, yeoja tadi…”
“Dia minji, yeojachinguku.” Balasnya cepat. Yeojachingu ? Aku tidak salah dengar kan ? Dia bilang yeojachingu ? Apakah dia gila, dia bahkann sudah mempunyai istri.
Akupun hanya bisa terdiam mendengarnya. Selanjutnya aku permisi meninggalkannya kekamar dengan alasan tidak enak badan. Aku terdiam di atas ranjang ini, sebegitu hinanyakah aku sampai ia pun dengan entengnya mengatakan ia mempunyai yeojachingu didepanku, istrinya sendiri ?

Sehun Side

Mengetahui perubahan wajahnya setelah aku mengatakan bahwa minji adalah kekasihku. Wajahnya terlihat terkejut. Kenapa rasa puas itu tidak ada ? Kenapa aku justru merasa bersalah ?
Apa aku sudah mencintainya (lagi) ? Aigoo ada apa dengan ku ? Hah, kurasa aku memang harus menyudahi semua permainan konyol ini.
Ku ikuti langkah nya menuju kamar, terdengar sedikit isakan dari dalam. Apa aku sejahat itu ? kuputar kenop pintu dan mendorongnya. Ku lihat Justine sedang terduduk sambil menyembunyikan kepalanya diantara kedua pahanya. Ia duduk menghadap ke jendela, Ya tuhan aku benar-benar merasa bersalah sekarang. Kudekati sosoknya yang saat ini tidak menyadari kehadiranku.
“Ra-ya” Panggilku lembut. Dia menoleh, dapat kulihat air mata yang mengalir dari sudut matanya. Buru-buru ia menghapus air mata itu, namun langsung kutahan. Kutatap lembut wajah nya. Kemudian kurengkuh ia kedalam pelukanku.
“Uljima.” Ujarku pelan.
“Apa pedulimu.” Sentaknya melepaskan pelukanku, aku terkejut melihatnya sekarang.
“Tentu saja aku peduli, kau istriku.”
“Sejak kapan kau menganggapku istrimu ? Bukankah selama ini kau menganggapku pembantumu huh ?” Teriaknya lagi, sebegitu jahatkah aku selama ini ? Apa gadis ini benar-benar membenciku sekarang.
“Lepaskan aku, kumohon. Biarkan aku bebas.” Apa ? Melapasnya ? Tidak akan pernah nyonya Oh.
“Aku lelah, lelah dengan semua ini. Aku minta maaf jika dulu aku pernah menyakitimu. “ Lanjutnya pelan, kini ia tidak lagi memberontak ketika kurengkuh kedalam pelukanku. Ia terisak pelan.

At Morning

Pagi ini aku berangkat kekantor dengan sangat malas. Aku sangat tidak ingin meninggalkan yeoja ini. Kulihat ia masih diam, tak mau mengajakku bicara. Ia yang biasanya menyambutku dengan hangat ketika pagi hari, hari ini terlihat begitu dingin. Aku juga tidak ingin mengusiknya langsung pergi kekantor.
Selama dikantor, fikiranku terasa tidak tenang. Saat rapatpun aku tidak bisa focus, aku takut ia benar-benar pergi dariku. Bagaimana kalau itu benar-benar terjadi ? Ahh tidak, itu tidak boleh terjadi.
Kenapa waktu terasa lama sekali, aku benar-benar ingin pulang dan memastikan Justine masih berada dirmuah. Astaga, aku benar-benar tidak tahan lagi. Lebih baik aku segera pulang, lagipula jam pulang kantor hanya tinggal satu jam lagi. Tidak apa-apa kan kalau aku pulang duluan ? aku kan yang mempunyai perusahaan ini.

Kupacu mobilku dengan kecepatan sedikit diatas rata-rata. Aku benar-benar tidak bisa tenang sebelum bertemu dengan Justine. Setelah tiba dirumah, aku langsung memarkirkan sembarang mobilku. Bergegas masuk ke dalam rumah.
“RA-YA” teriakku, namun tak ada jawaban darinya. Perasaan takut mulai menyelimutiku. Kutelusuri seisi rumah. Kosong. Ia benar-benar pergi. Aku terduduk lemas dilatai, tak sadar air mataku mengalir, menyesali keterlambatanku bicara padanya. Kini ia benar-benar pergi. Lama aku terdiam dalam posisi ini.
Tak lama kemudian, kudengar langkah kaki memasuki rumah. Kudongakkan kepalaku, melihat siapa yang datang. Kulihat sosok itu, Oh Jinra. Ia dengan pakaian sederhananya menenteng belanjaan ditangannya terlihat memasuki rumah.

Langsung kupeluk ia hingga belanjaan yang dibawanya terlepas.
“Kukira, kau benar-benar pergi meninggalkanku. Aku minta maaf atas sikapku selama ini, kumohon jangan pergi.” Ucapku sambil terus memeluknya, sementara ia hanya terdiam.
“Saranghae.” Ucapku akhirnya, pelan sangat pelan. Namun kuyakin ia bisa mendengarnya. Kurasakan tubuhnya mengang karena ucapanku barusan. Kurasa ia terkejut, wajar saja aku yang selama ini bersikap sagat dinginpadanya tiba-tiba mengucapkan kata ajaib itu.
“Kau serius oppa ?” Tanya nya pelan. Ku anggukkan kepalaku dengan sangat yakin. Kemudian aku menatap lebut wajahnya.
“Kita mulai dari awal ?” Ujarku sambil menunjukkan jari kelingkingku.
“Ne, kita mulai dari awal.” Sambutnya sambil tersenyum. Kembali kupeluk dirinya.
“Hoeekk.” Tiba-tiba saja ia menutupi mulutnya dan berlari kekamar mandi. Kuikuti langkahnya, melihatnya memuntahkan cairan bening.
“Gwenchana ?” Tanyaku sambil mengusap tengkuknya.
“Hmm, hanya gejala awal. Tidak apa.” Gejala awal ? Gejala awal apa ?
“Gejala awal apa maksudmu ra-ya ?” Tanyaku penasaran.
“hmm, oppa sudah 3 minggu.” Ujarnya semakin membuatku tidak mengerti.
“Apanya yang 3 minggu huh ? Kau ini berbicara terlalu berbelit-belit.” Cecarku.
“kita akan jadi orang tua.” Ujarnya dengan senyum terkembang dibibirnya. Jadi orang tua ? artinya Justine hamil ? Benarkah ?
“Jinjja ?” Tanyaku masih tidak percaya.
“Ne, Tadi sebenarnya aku kedokter karena beberapa hari ini aku selalu merasa pusing. Dan dokter bilang aku hamil, sudah 3 minggu.” Jelasnya.
Langsung kuangkat tubuhnya lalu kuputar-putarkan diudara. Terlampau senang dengan kejadian hari ini yang sangat tidak terduga.
Kebahagiaan memang selalu menyenangkan, mendapatkannya yang perlu usaha terbayarkan kini. Aku, Justine dan calon baby kami.

END

Kritik dan sarannya harap ditinggalkan. And the last GOMAWO, JEONGMAL GOMAWO

Read More

Memories

  No comments
13:36:00

[ONESHOOT/DONGHAE] Memories



Cast: Lee Donghae-Kim Min Rin (OC)
Genre: AU, hurt, sad
Length: Oneshoot
Rate: PG-15
Author: drulispan
Twitter: @yerryaulisolia
Disclaimer: Hi everyone! This story is pure mine. Kunjungi storyofrasti.blogspot.co.id untuk cerita lainnya. Big thanks to admin Hikssie~ Happy reading and hope you enjoy it!^^
***
Genggaman pada benda segi empat itu melonggar seiring cairan bening di pelupuk matanya perlahan menetes menuruni wajah tampannya. Mata yang selalu memberikan tatapan teduh itu terlihat lebih sipit dari biasanya. Lingkaran hitam disertai bengkaknya kelopak mata menghiasi mata indahnya belakangan hari ini. Pria itu, Lee Donghae, kembali menangis di depan gambar seorang gadis. Mengingat waktu yang manis bersama sang gadis.
-Flashback-
"Kau menyukainya?"
Gadis dengan sweater pink itu mengangguk, matanya berbinar menatap liontin yang kini melingkar di leher jenjangnya. Tangannya tak henti mengelus batu permata biru yang menambah kesan elegan pada liontin itu. "Aku sangat menyukainya, oppa. Terima kasih." Ucap gadis itu lalu memeluk Donghae.
"Oppa senang mendengarnya, Minrin-ah..."
-Flashback end-
***
Deringan bel berbunyi ketika Donghae masuk ke kafe itu. Matanya menyisir ke seluruh penjuru ruangan mencari sosok gadisnya, Kim Min Rin. Seulas senyum di wajahnya tercetak jelas ketika ekor matanya menangkap sosok Minrin yang duduk manis di sudut ruangan. Dengan langkah pasti, Donghae menghampiri gadisnya tetap dengan senyuman khas seorang Lee Donghae.
"Apa kau sudah menunggu lama, Minrin-ah?"
Gadis itu menoleh menyadari kedatangan pria yang dinantinya. "Oh oppa, duduklah."
"Ada apa?" Tanya Donghae. "Aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
"Katakan saja, sayang."
Tangan Minrin mengaduk-aduk minuman favoritnya, terlihat ragu untuk berbicara. Matanya bahkan tak berani menatap pria yang duduk di depannya.
"Ada apa, sayang? Katakan saja. Oppa akan mendengarnya dengan baik." Ujar Donghae menyadari ada gelagat aneh pada Minrin.
"Aku ingin..."
"Ya?" Donghae menautkan alisnya, heran. Tak biasanya gadisnya bersikap seperti ini, pikirnya. Donghae lalu mengulurkan tangannya, mencoba mengusap pelan buku-buku jari kekasih hatinya. "Ada apa, sayang? Kenapa kau seperti ini heum?"
Minrin menyesap americano-nya pelan, "Aku ingin kita putus, oppa."
Donghae tercekat. Ia seolah merasakan bahwa jantungnya berhenti mendadak. Ada rasa sakit yang menjalar begitu cepat saat mendengar Minrin mengatakan kalimat yang terdengar buruk baginya. Rasa sakit yang teramat sangat menyakitkan.
"A-apa maksudmu?"
"Aku tidak mencintaimu lagi, oppa."
Hati Donghae mencelos, perih. Kalimat yang sangat dibencinya begitu saja terucap secara jelas membuat rasa sakit kembali menjajaki tubuhnya.
"Jangan bercanda, Minrin-ah. Kau tahu betul betapa tak sukanya aku dengan candaan seperti ini."
"Aku serius, oppa. Sungguh, aku tak lagi mencintaimu."
Donghae menggeleng, "Berhenti berbohong. Kau bahkan tak berani menatapku."
"Aku minta maaf, oppa. Aku memang sudah tak memiliki rasa untukmu." Minrin mengangkat kepalanya, mencoba memandang Donghae yang menatapnya tak percaya.
"Aku tak percaya padamu, Minrin-ah. Hentikan sandiwaramu disini."
Donghae menyenderkan tubuhnya ke kursi lalu memejamkan matanya berusaha menenangkan diri.
"Aku tak bersandiwara. Aku memang tak lagi mencintaimu, oppa."
Helaan nafas Donghae terdengar gusar, "Aku tak suka melihatmu berbohong seperti ini, Minrin-ah. Ku mohon, berhentilah."
Ucapan Donghae terdengar memelas di telinga Minrin. Membuat gadis itu sedikit merasa sesak di dalam hatinya. "Aku serius, oppa. Maafkan aku."
"Bukankah kau juga mencintaiku, Minrin-ah? Bukankah kau bahagia saat bersamaku? Kau bilang bahwa kita adalah pasangan yang sempurna. Pasangan yang istimewa. Tidakkah kau ingat semuanya, Minrin-ah?"
Nafas Donghae memburu. Tangannya mengepal erat di ujung kemejanya. Emosi masih menguasai diri Donghae. "Oke. Kau menang kali ini. Aku mengakui sandiwaramu sangat bagus. Sekarang hentikanlah, Minrin-ah. Ku mohon hentikan." Ucapnya serak.
Donghae terisak. Cairan bening kini menumpuk di mata teduhnya, menunggu giliran untuk turun membasahi pipi. "Kau bahkan mengatakan akulah tempatmu bersandar. Akulah tempatmu berbagi cerita. Tidakkah kau mengingatnya?"
Cairan bening itu berhasil lolos menembus pertahanan yang Donghae buat. Perlahan-lahan membentuk aliran di kedua sisi pipi tirusnya. "Oppa..."
"Tidakkah kau ingat perkataanmu? Akulah obat rasa sakitmu? Akulah satu-satunya yang dapat menghilangkan rasa sakitmu? Tidakkah kau ingat itu semua, Kim Min Rin?!" Kali ini Donghae berteriak tanpa ia sadari.
"Donghae oppa!" Minrin menatap Donghae lekat. "Dengarkan aku baik-baik. Aku sudah tak memiliki rasa untukmu. Jangan mengungkit apa yang sudah terlewati. Berhentilah mengingat masa lalu, oppa."
Donghae menggelengkan kepalanya cepat, "Ini tak mungkin. Aku pasti hanya bermimpi. Katakan padaku bahwa ini semua hanya mimpi burukku, Minrin-ah..."
Minrin beranjak dari kursi berusaha menghindari tatapan Donghae. "Kau harus percaya, oppa. Hiduplah dengan baik tanpa aku. Maaf, aku harus pergi."
Tangan Donghae berusaha menggapai jemari gadis bermarga Kim itu. Mencoba agar sang gadis berbalik memeluk dirinya serta mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah candaan.
"Maafkan aku, oppa..."
Hanya terdengar helaan napas panjang dari Donghae setelah sosok Minrin segera menghilang dari balik pintu. Ia menutupi wajahnya dengan menangkupkan kedua telapak tangannya. Sesekali isakan kecil meluncur dari bibir tipisnya. Isakan yang menunjukkan betapa sakit dan rapuhnya pria itu kini.
"Kim Min Rin..."
***
Donghae memandang lekat gambar seorang gadis. Seakan ingin merekam dengan jelas lekuk wajah sang gadis secara rinci. Jemarinya mengelus pelan pipi kanan gadis itu. Miris, kata yang cocok untuk mendeskripsikan ekspresinya kini. Mata yang sayu dan senyum yang menyiratkan kesedihan menghiasi wajahnya yang semakin tirus. Cairan bening itu bahkan sudah mengering, membuatnya terlihat lebih menyedihkan.
'Kau dimana sekarang? Apa yang sedang kau lakukan?' Lagi, cairan bening itu kembali menumpuk di pelupuk mata Donghae. 'Ingatkah kau? Senyumanku selalu menjadi obat buatmu. Obat atas kepedihan yang kau rasakan. Kau bahkan mengatakan kau merasa terluka saat air mataku mengalir. Kau membenci air mataku. Benci ketika melihat aku merasa sakit.' Donghae menepuk dadanya yang terasa sesak seperti terhimpit akan sesuatu.
'Tidakkah kau lihat? Aku merasa sakit. Kenapa kau tak menjadi obat untukku? Kenapa kau malah menjadi penyebab dari rasa sakit ini?' TES! Air mata Donghae kembali mengalir. 'Aku selalu mencarimu bahkan berteriak seperti orang gila. Tidak bisakah kau mendengar suaraku? Rintihanku?'
Donghae kembali terisak, 'Semudah itukah kau melupakan semuanya? Semua kenangan kita?' Tangannya kembali mengelus potongan gambar itu. 'Tahukah kau? Aku selalu menunggumu dalam penantianku. Penantian panjangku. Ku mohon, kembalilah padaku. Aku merindukanmu, Kim Min Rin...'

Read More

Litle Thing Called Love

  No comments
21:26:00

Litle Thing Called Love “Romance Twilight” [HAESICA FF]


Title          : Litle Thing Called Love “Romance Twilight”
Author  : Www.Facebook.Com/Tatikafransmorona Follow Juga @Tha_Tika29
Cast           : Lee Dong Hae, Jessica Jung
Genre       : Romance
Type         : Oneshoot
Disclaimer : Cuma mau ngomong... maap kalo gaje, ranjau typo masih bertebaran menyiksa mata para readers semua... dan lain-lain... jangan lupa UNTUK LIKE AND COMMENT #capslockjebol... bantu like page ini ya... www.facebook.com/gorjesso jebal... T.T
Happy reading!!!!!!!!!!!!!!!! ^ ^
Langit mulai berubah kemerahan sejak bebarapa menit yang lalu. Membawakan kabar pada dunia bahwa matahari telah selesai dengan pekerjaannya hari ini. Membawa pula kabar pada bulan untuk segera muncul dari tidurnya siang tadi. Namun, setengah tubuh dari matahari itu masih nampak,  sengaja membuat pergantian jamnya tak terasa begitu cepat karena dengan ini matahari akan membawa sebuah pesan kerinduan dan memancarkan kehangatan yang menghanyutkan bagi siapapun yang memandangnya.
Matahari itu juga masih enggan pergi, karena sibuk bercengkrama dengan dua insan yang duduk di tepi pantai ini, dengan bibir yang sama-sama tertutup. Kaki mereka dibiarkan tersentuh hangatnya gelombang air laut yang menyentuh lembut kulit mereka. Senja ini membawa mereka terhanyut dengan argumen dan persepsi mereka yang masih bertolak belakang supaya bisa untuk direnungkan kembali. Tak berani untuk sekedar berucap dalam kehangatan sisa-sisa sinar matahari yang menengangkan ini.
Kelembutan angin musim semi mengabarkan mereka tentang sebuah arti perdamaian. Bagaimana kesejukan sebenarnya tak terlalu susah untuk dibentuk sempurna. Hanya tinggal keeogisan mereka yang harus mereka tepis jauh-jauh untuk menciptakannya. Namun, begitu sulit jika itu yang harus mereka lakukan.
“hahhhh.....”
Gadis ini pun hanya menghela nafasnya panjang. Mencoba mereset ulang pikirannya supaya lebih segar, setidaknya untuk berpikir jernih tentang masa depannya dengan pria ini sekarang. Gadis ini menekuk lututnya dan memandang jauh kearah matahari yang belum berpindah diujung lautan sana. Seolah matahari masih betah mendengar pertanyaan-pertanyaan egois mereka, mendengar keluh kesah mereka, dan mencoba menemani merka yang haus akan kehangatan sebuah perdamaian, untuk beberapa hari ini.
Pria disebelahnya hanya diam tak bereaksi apapun dengan helaan nafas gusar gadis disebelahnya. Ia sendiri masih berputar dengn pertanyaan-pertanyaan egoisnya. Apa dirinya salah memiliki pertanyaan-pertanyaan egois ini?
Tentu saja tidak! Namun, jika ini diteruskan, mungkin tak ada lagi yang bisa diselamatkan. Dan hanya akan ada sisa-sisa penyesalan yang harus mereka temui nantinya.
“ya! Kau mau kemana?” tanya pria ini, menahan gerak gadis disebelahnya yang hendak beranjak dari duduknya.
“ada ombak besar, oppa..” jawab gadis itu, masih mencoba melepas tangan kekar pria ini dilengannya.
“biarkan saja.” Ujar pria ini pelan, namun tangannya masih kuat menahan lengan gadis itu hingga gadis itu tak dapat beranjak sedikitpun dari posisi duduknya kini.
“ya! Kita bisa basah, oppa...” jelas gadis ini, meminta sedikit keringanan atas keegoisan pria ini mengajaknya bertahan didepan ombak besar yang mulai datang.
BYURRRR...
“ya! Oppa, kau lihat ini...kita basah kuyup...!” pekik gadis ini, berhasil ia berdiri dari posisi duduknya. Namun tentu saja setelah ombak besar itu berhasil menghantam baju keringnya. Sedangkan pria ini hanya terkekeh geli melihat gadis itu hanya bisa menggeleng frustasi saat ini.
Bibir mungil gadis itu tak henti-hentinya mengumpat kesal atas kelakuan pria itu. tangannya msih sibuk membersihkan butiran-butiran pasir yang menempel dibajunya.
“ini semua gara-gara kau, oppa!” umpat gadis ini. ia mendorong kecil bahu kekar pria ini. namun tak berpengaruh sedikit pun pada pria ini. malah sekarang, gadis itu yang kewalahan karena tangannya berhasil ditahan oleh tangan kekar pria ini lagi. Dan juga membuat hati gadis ini kalang kabut menerima perlakuan pria ini yang tiba-tiba.
“wa..wae?” tanya gadis ini gugup. Bagaimana tidak, jarak mereka akhirnya kini semakin sempit karena pria ini sengaja menggeser posisi duduknya. Apa lagi kini pria itu menatap sendu dirinya. membuat hatinya bergemuruh tak tenang.
“berjanjilah..” ucap pria ini. mengelus lembut kedua tangan gadis ini. dan membuat semacam aliran listrik yang merangsak cepat menyalur kedalam tubuh gadis ini.
“ber...berjanji untuk?” tanya gadis ini, sialnya ia benar-benar payah. Bibirnya pun harus ikut bergetar menahan gugup.
Tak cepat pria itu menjawabnya. Ingin sedikit mempermainkan gadis didepannya ini. memandangi wajah gadis ini. mulai dari dahinya, yang membuat ia harus menahan nafsu supaya tidak mengecupnya beberapa hari ini. hidungnya, yang membuat pria ini selalu bersusah payah menahan rindu helaan nafas setiap melam ketika gadis ini tidur didalam pelukannya. Lalu bibirnya, yang juga harus membuatnya nyaris mati karena menahan rindu ciuman selamat pagi dari gadis ini.
“berjanjilah bahwa ini adalah pertengkaran terakhir kita...” tutur pria ini. semakin menatap sendu mata indah gadisnya.
“andwe! aku tak akan berjanji untuk ini....” ujar gadis ini. menatap garang pria didepannya yang kini terperangah tak percaya mendengar ujaran gadis ini.
“ya! Kenapa begitu, eoh?” protes pria ini.
“memangnya kau ini siapa, beraninya mengaturku untuk mengucapkan janji seperti itu, hem?” tanya gadis itu, tanganya kini ia lipat didepan daadanya. Matanya seolah mengintimidasi pria didepannya yang terlihat frustasi.
“hmmm...ayolah...aku tahu, aku salah...tapi haruskah kita bertengkar terus seperti ini?” pinta pria ini. wajahnya memelas menandakan pria ini sudah menyerah dengan pertengkarannya dengan gadis ini yang sudah beberapa hari ini berlangsung.
Gadis ini pun mati-matian menahan tawanya yang hampir meledak melihat wajah pria ini yang tengah memohon maaf padanya. Ia juga ingin melihat seberapa bersalahkan pria ini mengakuinya. Dan ternyata gadis ini malah terlanjur ingin mengerjai pria ini. ckckck..
“aku memafkanmu oppa...” ucap gadis ini akhirnya. dan sontak membuat pria ini mendongakkan kepalanya cepat. Mencerna ucapan gadis ini yang hampir hilang terbawa angin.
Sedetik kemudian pria ini sudah menarik tubuh mungil gadis ini kedalm pelukannya. Memaksa gadis itu merasakan kebahagiaan yang sudah sejak tadi tertahan didalam dirinya. dan juga merasakan kelegaan bisa mendengar ucapan gadis ini.
ya, benar-benar lega. Pikirnya.
Pria ini melepaskan pelukannya karena gadis ini sudah memberontak kehabisan nafas. Tangan pria ini, kini menangkup kedua sisi wajah gadis ini. membuat mereka saling memandang satu sama lain dengan hangat. Dari pandangan itu, seolah pria ini tengah berkata bahwa ia sangat senag bisa dimaafkan oleh gadis ini. dan bersedia melanjutkan hubungan mereka hingga akhir hayat nanti.
“gomawo, saranghae...” ujar pria ini pelan namun penuh tekanan disetiap katanya. Manyiratkan pesan bahwa ia serius dengan ucapannya.
“nado saranghae...” jawab gadis ini. dengan senyum sumringah yang tercetak diwajah cantiknya itu.
Dibawah sisa-sisa langit merah itu. sebuah pertautan cinta akhirnya terjadi juga. Setelah beberapa hari ini mereka harus terperangkap oleh ego masing-masing. Membuat mereka tak bisa berpikir jernih apa yang harusnya mereka lakukan untuk menyelesaikan masalah mereka itu. dan hampir saja, semua itu berakhir dengan kata perceraian, yang sebelumnya tak pernah sedikitpun terbanyangkan. Dan setelah ini mereka telah mantap berjanji, untuk tetap bersatu apapun yang terjadi sesuai janji suci mereka didepan pendeta 1 tahun yang lalu.
Senja telah menghangatkan hati mereka yang membeku. Dan mereka berterimakasih untuk ini. berterimakasih pada tuhan yang masih mengizinkan mereka berjalan kembali pada jalan yang sebenarnya. Sebuah jalan yang dinamakan “cinta”.
Romance Twilight  | Gorjesso
“trimakasih atas kerja baimu hari ini, donghae-ssi..”
Ucapan inilah yang sedari tadi donghae dengar dari setiap orang yang berlalu lalang disekitar sofa yang didudukinya. Ia tengah berrsantai setelah seharian menjalani pekerjaannya. Dilihatnya kesekelilling, diujung sana masih beberapa orang sibuk membereskan kamera-kamera yang seharian ini dipakai untuk merekamnya. Lalu disisi lainnya, donghae melihat seorang gadis tengah duduk didepan meja rias yang cerminnya dikelilingi lampu-lampu oranye ditepinya. Gadis itu tengah sibuk dengan kapas ditangganya yang ia gunakan untuk menghapus make-up yang menempel diwajah cantiknya. Walau sebenarnya, menurut donghae, gadis itu tetap sama saja cantiknya tanpa make up sekalipun. Ya, dia telah terpesona dengan gadis ini.
Gadis dengan postur tubuh mungil. Rambut pirang yang terurai panjang hingga punggunya. Dan namanya adalah jessica jung. Wanita yang sudah membuatnya jatuh hati saat pertama kali sutradara  hong memperkenalkan lawan mainnya dalam filmnya kali ini. ya, film.
Hari ini adalah hari terakhir donghae dan jesica memerankannya. Ya, adegan dipantai itu adalah scene terakhir mereka, scene yang sangat romantis, bukan? Betapa inginnya donghae jika semua ini bukanlah sebuah cerita hasil imajinasi penulis scenarionya. Tapi hasil dari catatn tuhan untuknya. Ya, ia ingin tetap jessica berada disampingnya. Setidaknya jessica bertanggung jawab atas sebuah perasaan yang sudah membuncah hebat didalam dada donghae sebulan ini.  menjalani 1 bulan memerankan sebuah tokoh sebagai suami jessica. Ya, andai ia benar-benar menjadi suami jessica.
Sebelum langkahnya ia lanjutkan, seseorang telah datang lebih dulu menghampiri jessica yang telah selesai dengan kapas-kapas itu. membicarakan sesuatu yang tentu saja didengar oleh donghae karena posisi berdirinya tak jauh dari mereka. ia mendengar bahwa seseorang telah menjemput jessica.
Kenapa bisa tepat sekali ia datang menjemput jessica. Batinya, dengan senyuman miris sebagai expressi hatinya saat ini.
Dan hal itu benar-benar meruntuhkan sudah keberanian donghae yang sekedar ingin mengantarkan jessica pulang bersamanya. Ya, karena mana mungkin gadis secantik jessica akan dibiarkan pulang sendirian. Dan tentu saja kekasih jessica pun tak membiarkan itu terjadi. Bahkan sangatlah tepat waktu, diamana donghae akan menawarkan bantuan itu. sungguh miris memang, ia mencintai gadis yang telah dimiliki oleh orang lain, bahkan jauh sebelum donghae mengenal jessica.
“eoh...donghae-ssi...” ucap jessica saat menyadari donghae berada dibelakangnya.
Donghae hanya tersenyum menjawabnya.
Jessica menghampiri donghae, dan segera mengulurkan tangannya. Donghae membalas uluran tangan itu. tangan yang setengah jam yang lalu masih ia genggam sebagai istrinya, dalam scenario.
“trimaksih atas kerjasamamu selama sebulan ini, kau benar-benar hebat, donghae-ssi... aku banyak belajar ber-akting darimu... dan maaf karena aku tak bisa ikut berpesta merayakan film kita... aku harus segera pergi karena kyuhyun telah menjemputku...” jelas jessica, diakhir kalimatnya terdengar nada penyesalan.
“ne, gwechana...” ujar donghae, berpura-pura semua baik-baik saja.
“baiklah, aku pergi dulu. Anyeong...” ucap jessica, ia melambaikan tangannya pada donghae dan berlari menjauh dengan raut gembira. Berbeda dengan donghae yang masih berdiri mematung ditempatnya, melihat wajah gembira jessica yang telah pergi dengan seorang bernama kyuhyun, cho kyuhyun. Ya, itu nama kekasih jessica.
Sebagai pria, tentu saja ia merasa kesal dan cemburu.  Merasa iri karena jessica benar-benar mencintai kyuhyun, mungkin jika sejak dulu ia mengenal jessica, mungkin ia adalah pria paling beruntung yang mendapatkan jessica. Dan lagi-lagi itu hanya “andai”.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Semburat merah masih tersisa untuk Donghae tetap melanjutkan perjalanannya. Duduk sendirian didalam mobil audi hitamnya, yang melesat dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan sepi pantai  ini. sisa-sisa warna merah itu akan mengantarnya menuju seoul dan meninggalkan pulau jeju yang penuh kenangan ini. kenangan 1 bulan bersama jessica adalah hal yang pasti akan membuatnya terkenang dengan tempat ini. walau itu tak lebih dari sebuah tuntutan skenario dari penulisnya. namun, setidaknya selama sebulan ini juga ia telah merasakan bagaimana menjadi suami jessica. Merasakan bertengkar denggannya, dan bahkan merasakan hal manis dari gadis itu. contohnya seperti di scene terakhir mereka tadi. Itu adalah adegan dimana ia mencium bibir jessica, dan itu lumayan lama.
Hah...seharusnya ia dapat berakting buruk saat itu, sehingga adegan itu bisa diulang-ulang. Pikirnya.
Namun sekali lagi, ia hanyalah sebuah tokoh dari imajinasi penulis untuk berperan sebagai suami jessica, yang menawarkan penjagaan, kasih sayang, dan cinta. Walau didunia nyata pun ia juga sudah siap menawarkan  semua itu pada jessica, bahkan rela mati sekalipun.
Cukup bersyukur ia pernah mengenal gadis ini, seorang gadis ang telah membuat hatinya terbolak-balik saat ini. dan disaat ini pula, tak ada keputusan yang tepat untuk hatinya yang tetap berpihak pada jessica. Donghae akan tetap menjalani harinya dengan jessica didalam hatinya, membiarkan waktu yang akan mengikis perasaan ini. walau ia sendiri tak yakin, waktu bisa melakukannya, jika ia sendiri tak menyetujui melakukannya.
“saranghae, jessica....” gumam donghae, mengucapkan rangkaian kata yang seharusnya bisa ia ucapkan didepan jessica. Karena setidaknya jessica tahu tentang perasaannya ini.
“Glücklich ist einer, der sich bei Sonnenuntergang über dia aufgehenden Sterne freut. (Kebahagiaan adalah suatu perasaan, seperti kegembiraan menyambut hadirnya bintang-bintang manakala matahari terbenam)”― Adalbert Ludwig Balling

 Disebut kebahagiaan bila kita masih dapat mensyukuri hal-hal kecil disaat segala kegemerlapan telah berlalu.

Little Thing Called Love "ROMANCE TWILIGHT" A Fanfiction by Gorjesso@2013 All Right Reserved


END
Ginama? Ada yang terjebak kah? Silahkan coment bagi yang merasa telah terjebak... #tawabangga wkwkwk...

Read More

Best Friend In Love

  No comments
23:21:00

Best Friend In Love




Title   :  Best Friend In Love
Author:  Risky Maharani
Cast   :  Cho Kyuhyun & Im Yoona
Genre : Romance
Type   : Oneshoot
Disclamair : Maaf kalau ada kata, penulisan yang salah.
Jangan lupa like dan comen ya.
 
 ***** Happy Reading *****

Matahari mulai terlihat beberapa menit yang lalu, membawa kabar bahwa matahari telah memulai pekerjaannya hari ini. Namun, setengah tubuh dari matahari itu belum nampak.
Sengaja membuat pergantian waktu tak terasa begitu cepat.
Tapi berbeda dengan Yoona,dia belum memulai pekerjaannya.
Yoona bangun sudah pagi
"teriak ibu dari dapur".
Yoona perlahan membuka matanya,dan melihat jam.
Adwe......
Betapa kagetnya Yoona,karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 .
Dia cepat-cepat berlari ke kamar mandi.
Setelah selesai mandi dia bergegas ganti baju untuk sekolah.
Yoona ayo sarapan dulu !!!
"perintah ibu"
Tidak bu aku sudah terlambat
"Teriak Yoona sambil berlari"
Setelah sampai di sekolah
Seperti biasa Yoona terlambat lagi.Diam-diam dia masuk saat guru sedang menulis di papan tulis.
Yoona...
"Panggil Yuri pelan"
Yoona segera menghampiri Yuri di bangkunya, ada apa kamu memanggilku?
"Tanya Yoona"
Kenapa kamu terlambat lagi?
Aku bangun kesiangan
"Jawab Yoona"
Beberapa jam kemudian bell berbunyi.
Teeeet......
Asik sudah istirahat "teriak semua murid".
Tidak lama guru keluar dari kelas.
Yuri ayo kita pergi ke kantin!!!
Yuri hanya mengangguk lalu mengikuti Yoona.
Bruuuk....
Tiba-tiba ada yang menabrak Yoona.
Hey kalau jalan pakai mata !!!
"Bentak Yoona"
Mi..mi..mian aku tidak sengaja
"Jawab namja itu gugup".
" Yoona langsung pergi"
 tanpa memperdulikan kata-kata namja itu.
Setelah sampai di kantin Yoona dan Yuri memesan makanan. Satu jam berlalu , bell masuk berbunyi .
Teeeet.....
Semua murid berhamburan masuk kelas begitu juga dengan Yoona dan Yuri.
Lima menit kemudian
Guru memasuki kelas bersama murid baru.
Anak-anak ada murid baru di kelas kalian.
Kemudian
Kyuhyun memperkelkan diri
Anyeonghaseo....
Cho Kyuhyun imnida
Setelah Kyuhyun selesai
Kamu duduk di dekat Yoona
"Perintah guru"
Lalu Kyuhyun berjalan menuju bangku di dekat Yoona dan duduk.
Hai....
Namaku Kyuhyun
"Sapa Kyuhyun lalu tersenyum"
Yoona
"Jawab Yoona dingin"
Teeeet.....
Bell tanda pulang berbunyi
Setelah pulang sekolah Yuri dan Yoona pergi ke danau,saat mereka asik bercanda.
Tiba-tiba Yoona terpleset ke dalam danau.
Tolong.....
Tolong....
"Teriak Yoona"
Kebetulan Kyuhyun lewat dekat danau dan mendengar teriakan Yoona.
Lalu Kyuhyun berlari dan meloncat kedalam danau.
Untuk menyelamatkan Yoona yang hampir tenggelam karena tidak bisa berenang.
Beberapa menit kemudian
Yoona sadar, setelah Kyuhyun memberinya nafas buatan.
Gomawo
"Ucap Yoona pelan"
Cheonma chingu
"Jawab Kyuhyun lalu tersenyum"
Setelah itu Kyuhyun mengantar Yoona pulang.
Sebelum masuk rumah Yoona mencium pipi Kyuhyun,gomawo chingu sudah menolongku.
"Kata Yoona sambil berlari masuk rumah".
Sejak saat itu mereka mulai bersahabat.
Setiap hari mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama.
Tanpa mereka sadari perasaan sayang sebagai sahabat berubah jadi cinta.
Satu tahun berlalu
Mereka sudah mengetahui perasaan masing-masing.
Suatu malam,Kyuhyun mengajak Yoona pergi ke taman dan menyuruhnya duduk menunggu di kursi taman.
Changi tunggulah disini aku memiliki kejutan untukmu.
"Perintah Kyuhyun"
Yoona hanya mengangguk.
Tiba-tiba ada bunga yang menjatuhi Yoona dari atas
dan ada orang yang memegang kertas bertuliskan " I Love U".
Melihat semua kejutan dari Kyuhyun , Yoona merasa sangat bahagia .
Sampai dia menangis terharu.
Lalu Kyuhyun muncul di depan Yoona, dan menghapus air mata Yoona.
Will you be my lover?
"Kata Kyuhyun sambil membungkuk dan memberikan cincin di depan Yoona".
Yes , I will.
"Kata Yoona sambil tersenyum dan menerima cicin dari Kyuhyun"
          ******* End *******

Akhirnya Yoona dan Kyuhyun menjadi sepasang kekasih , meskipun kisah cinta mereka berawal dari benci lalu berubah menjadi cinta.


Read More

Cinderella’s Story

  No comments
05:19:00

Author : SkyLee
Tittle: Cinderella’s Story
Cast: - Liza
- Erric
Other Cast: Look In Story
Leight : Oneshoot
Genre: Look In Story
Rating: General ( Semua Umur )
Disclamer: Jika ada kesamaan dalam penulisan nama tokoh saya meminta maaf.
Don’t be plagiator.
Summary : “ Tidak ada sihir di dunia ini, sihir itu hanya ada di dalam sebuah dongeng, dan dongeng itu tidak nyata.” - SkyLee

#Bukit
Seorang gadis duduk di atas rumput hijau di bawah pohon rindang, gadis dengan rambut pirang gelombang berponi. Mata bulan sabit, bibir mungil dengan pipi cukup tembam menambahkan kesan imut padanya. Dia menutup matanya sambil menengadahkan kepalanya ke atas, menghirup O2 sebanyak-banyaknya seperti orang yang sesak nafas tak menunggu lama dia tersenyum, dengan mata yang masih tertutup. Senyum manis terpampang disana,senyum manis yang sangat jarang dia perlihatkan. Pakaian casual lusuh yang seadanya tidak mengubur wajah cantiknya.
“ Liza!”
Sebuah suara membuyarkan semuanya, senyum manis itu hilang begitu saja, seperti buih di lautan yang akan hilang saat gelombang itu mendekati tepi. Suara yang tidak ingin dia dengar sekarang dia mendengarnya, sang pemilik suara menghampirinya. Kesal, benci, jijik dan tidak suka terpampang jelas diwajahnya.
Liza menoleh dan mendapati ibu tiri kejamnya. Ya, itu adalah ibu tirinya. Ibu tiri yang ayahnya nikahi setelah ibunya meninggal, ibu tiri yang notabenya teman ibunya. Dia bercerai dengan suaminya dan menikah dengan ayahnya. Ayahnya pergi bekerja dan tidak pernah kembali. Gadis malang dengan keadaan yang menghawatirkan, tidak ada orang yang menyayanginya kecuali ibunya yang telah meninggal.
“ Apa yang kau lakukan disini ? Dasar gadis malas. Pulang sekarang dan kerjakan semua pekerjaan rumah.”
Liza bangun dari duduknya, dia menunduk dan tanpa membalas suruhan ibu tirinya dia berjalan dan meninggalkannya sendiri.
“ Gadis sialan, seharusnya dulu aku membunuhnya juga.”
Dengan wajah yang menahan amarah ia pergi dari tempat itu. Berjalan dengan tatapan tajam yang menatap Liza.

#Rumah
Liza masuk ke dalam rumahnya. Ya, itu adalah rumahnya. Rumah miliknya yang direbut oleh ibu tirinya bersama kakak tirinya, seharusnya dia menjadi tuan rumah tapi tidak, dia malah menjadi babu di rumahnya sendiri. Mengkhawatirkan bahkan sangat.
Dia berjalan kearah dapur kemudian mengambil alat-alat untuk mengepel lantai, sebelum melakukannya dia menyapu lantai tersebut. Tidak terlalu luas memang tapi mengepel rumah itu menguras tenaga, butuh tenaga yang lebih untuk melakukannya apalagi seluruh tugas rumah dia yang melakukannya.
“ Liza!”
Suara cempreng milik kakak tirinya bergema di rumahnya. “ Ya.” Balasan yang diberikan Liza untuk suara itu, dia menunda acara mengepelnya yang kemudian berjalan ke suara yang memanggilnya tadi.
“ Ada apa ?”
Nada cukup ketus yang diberikan Liza padanya, Cukup berani memang tapi si kakak tidak memperdulikannya.
“ Belikan aku makanan ringan, aku lapar.”
“ Beli saja sendiri, aku sedang melakukan pekerjaanku. Jika aku membelinya kau harus mengerjakan pekerjaanku. Setuju ?”
“ Berani sekali kau padaku, ku laporkan pada ibu.”
“ Dasar tukang mengadu.”
Tatapan marah terpampang di wajah sang kakak tapi wajah datar Liza keluarkan. Tanpa takut sedikitpun. “ Ibu!” Si kakak berteriak memanggil ibunya, tidak menunggu lama sang ibu datang sambil membawa sebuah kayu kecil panjang yang biasa dia guanakan untuk memukul Liza. Ya, setiap Liza tidak menuruti perintah mereka sebuah kayu kecil panjang itu akan mendarat di kedua betisnya.
“ Ada apa Krystal sayang ? apa dia membuat ulah lagi ?”
“ Aku lapar, aku menyuruh Liza untuk membelikan makanan tapi dia malah menolaknya dengan alasan dia sedang mengepel dan tidak bisa melakukannya.”
Dengan wajah yang dibuat sedih dia menjawab sang ibu. “ Wajah menjijikan.” Monolog Liza
“ Apa ? berani sekali kau.”
Si ibu membelakangi si kakak dan menatap Liza, ia dapat melihat kakak tirinya memeletkan lidah menandakan ia mengejeknya.
“ Berani sekali kau, angkat celana jeansmu dan balik badan.”
Terdapat bekas panjang yang tersambung diantara betisnya dan ibu tiri itu akan membuatnya lagi. Sebuah tanda panjang baru saja terbuat dengan warna merah menyala. Tanda kedua dibuatnya lagi yang membuat tanda itu manjadi lecet dan akhirnya tanda ketiga di buat di tempat yang sama dengan darah yang mengalir. Sakit ? tentusaja, tapi dia harus menahannya agar ia tidak terlihat menyedihkan. Untuk setiap tanda yang di buat ia harus menutup mata sambil menggigit bibir bawahnya, kaenapa ? ia bukan anak kecil yang harus menangis hanya karena luka-luka itu. Luka yang di buat oleh kayu tidak sebanding dengan luka yang di buat ayahnya karena menikah lagi. Liza menurunkan jeansnya lagi tanpa mencuci darah yang keluar dari lukanya ataupun menutupnya dengan kapas.
“ Sekarang, pergi ke supermarket dan beli apa yang kakakmu inginkan.”
“ Cuih, kakak apanya ? tidak ada kakak yang seperti itu. Aku tidak mempunyai kakak, aku anak tunggal.”
“ Apa kau ingin aku menyiksamu lagi ?”
“ Berikan uangnya!”
“ Ini.”
Selembar uang 100.000 diberikan sang ibu padanya. “ Belikan aku makanan ringan favoritku. Jika itu kurang pakai uangmu dulu.” Tanpa membalas yang Krystal, Liza pergi begitu saja, ia berjalan tertatih-tatih akibat luka yang ibu dan kakak tirinya buat.
Ibu dan kakak tirinya tersenyum penuh kemenangan.
“ Jika ibu tidak menikah dengan ayah anak bodoh itu, mungkin kita tidak akan sesenang ini.”
“ Kau benar sayang, jika ibu tidak bercerai dengan ayahmu dan menikah lagi mungkin kita akan jadi gelandanga.”
“ Aku tidak menyesal punya ibu seperti ibu.”
Sang anak memeluk ibunya dengan sayang, tidak ada penyesalan sedikitpun di wajah keduanya. Hanya wajah bahagia yang ia tampakan.

#Supermarket
Liza mengambil beberapa makanan ringan yang diinginkan Krystal, Liza mengambil Perlengkapan untuk kakinya, setelah membayar dia duduk di depan supermarket itu dan mengobati lukanya.
Liza berjalan cukup lambat untuk ke rumahnya, hampir 30 menit dia berjalan untuk berangkat dan pulang. Dia menembungkan pipinya dan angin kecil keluar dari mulutnya.
Seorang pria tampan dengan kamera menggantung di lehernya duduk di dekat sebuah supermarket. Dia melihat seorang gadis gadis cantik dengan pakaian casual seadanya tapi tetep cantik, gadis itu Liza. Ya, Liza yang sedang mengobati lukanya sendiri. Dia mengarahkan kameranya kearah liza dan memotretnya. “ Sempurna.” Kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, entah apa yang membuat foto itu terlihat bagus, kamera ataupun liza yang memang cantik tidak ada yang tahu.
Pria itu menikuti Liza, setiap langkah Liza pria itu tidak lepas dari kamera dan dia terus saja memotretnya. Liza merasa ada seseorang yang terus mengikutinya dan kemudian dia merbalik, pria itu tanpa sengaja memotretnya dan entah sihir apa yang keluar dari wajah Liza, wajahnya polo situ terlihat cantik. Natural, kata itulah yang harus di katakana olehnya, si pria diam mematung dan kemudian berpura-pura memfoto tempat-tempat di sekitarnya. Liza menaikkan bahunya kemudian berjalan lagi. Beberapa menit kemudian dia memasuki rumahnya.
“ Jadi ini rumahnya.”

Keesokan paginya

Sebuah suara dari ponsel berbunyi menandakan telepon masuk. Seorang pria bangun dari tidurnya dan mulai mencari sumber bunyi itu. Tanpa melihat siapa yang menelepon dia menggeser layar yang menandakan dia menjawab telepon tersebut.
“ Siapa kau berani-berani sekali menganggu tidurku ?”
Suara serak khas orang bangun tidur dan amarah akibat tidur yang diganggu. Siapa yang suka jika tidurnya di ganggu orang lain, tidak ada yang menyukai hal itu.
“ Erric, Berani sekali kau.”
“ Bos ?” Dia menutup layar ponselnya dan membuka tangannya secara perlahan. Ya bensr, di layar ponsel itu tertulis ‘Bos’. Dia bangun dari segera tidurnya dan berlari untuk segera memakai pakaiannya.
“ Mampus aku.”
“ Maafkan aku bos, maafkan aku. Aku sudah menemukan modelnya.” Dengan langkah terburu buru dan ponsel yang menempel di telinganya dan diapit oleh pundaknya, dia memakai sepatunya.
“ Siapa dia ? apa dia cantik ? jangan mengarang, jika model itu tidak cantik aku akan mmemecatmu akibat itu dan apa yang baru saja kau lakukan padaku.” Jawab sang bos di seberang
“ Aku akan berangkat ke kantor sekarang dan memperlihatkannya padamu.”

Dia berlari menuju mobilnya dengan kamera di tangannya. Dia mencari kunci mobil di setia saku yang ada.
“ Kunci mobilku, dimana kunciku ?”
“ Ahhh, kunciku masih di dalam.”
Dia berlari lagi ke dalam rumahnya dan mengambil kunci mobil yang ada di nakas tempat tidurnya. Ia mengambilnya dan berlari ke mobilnya. Dia masuk dan kemudian menjalankannya.

#Agensy

Erric memasuki tempatnya bekerja, dia mengetuk pintu sang bos kemudian masuk.
“ Bos.”
“ Mana gadis itu ?”
“ Di dalam sini.”
“ Apa maksudmu ?”
“ Lihat saja dulu.”
Erric memperlihatkan semua foto Liza yang kemarin ia ambil. Tanpa di sangka si Bos tersenyum menandakan dia suka dengan apa yang Erric dapatkan.
“ Dapatkan gadis itu, dan berikan apapun yang ia inginkan. Termasuk nyawamu.”
“ Jika dia minta nyawaku, bagaimana dia bisa dipotret jika aku mati.”
“ Masih banyak potografer yang ahli, bukan kau saja.”
“ Berhenti bercanda bos, ini tidak lucu.”
“ Kalau begitu cepat bawa dia kemari.”
“ Baik bos.”
Erric pergi dari ruangan bosnya dan pergi menju rumah Liza.

#Liza’s House
Seperti biasa, Liza mengerjakan pekerjaan rumahnya. Luka yang didapatnya kemarin tidak mengharuskannya istirahat. Hari ini dia sedang mencabut rumput pengganggu di depan rumahnya. Krystal duduk bersama ibunya di teras dengan cemilan di antara mereka seperti seorang mandor yang mengawasi pekerjanya, mereka menyuruh Liza untuk malakukan ini itu. Erric melihat Liza di celah gerbang rumah Liza. Ada rasa kasihan yang muncul akibat itu. “ Aku harus membantunya, ya harus”.
“ Siapa mereka yang duduk dan bersantai ? kenapa hanya gadis itu yang bekerja ? bukankan kakinya terluka kemarin ?” Beberpa pertanyaan itu yang ingin dia tanyakan. Tidak menunggu lama Liza keluar dan mendapati Erric yang sedan berdiri di samping gerbang rumahnya.
“ Hallo.”
Erric menyapa Liza, Liza hanya diam dan berjalan meninggalkannya.
“ Kau akan kemana ?”
“ Siapa kau ?”
“ Aku Erric”
“ Aku tidak ingin tahu namamu dan aku tidak pernah ingin tahu.”
“ Eiyy jangan begitu, ayo berteman denganku.”
“ Aku tidak butuh teman.”
“ Hidup tanpa teman itu tidak menyengkan.”
“ Aku senang.”
“ Berhenti menggangguku dan pergilah.”
Erric berhenti dan menatap bagaimana Liza berjalan. Masih sama, ya masih terpincang-pincang.
“ Apa kakimu belum sembuh ?”
“ Tentu saja.”
“ Berhenti keras kepala, aku tau kakimu tidak baik-baik saja.”
“ Luka di kakiku tidak sebanding dengan lubang besar yang bersarang di benakku.”
“ Siapa kedua wanita yang ada di rumahmu ?”
“Untuk apa kau menanyakannya ? berhentilah kau bukan wartawan dan berhenti mengikutiku. Jangan menambahkan beban padaku.”
“ Apa maksudmu ?”
“ Pergi.”
“ Baiklah aku pergi dulu, senang bertemu denganmu.”
Liza hanya diam dan menatap kepergian Erric. Liza melanjutan apa yang akan dia beli, dia pergi ke supermarket dan membeli beberapa bahan untuk dimasak hari ini. Liza membayarnya dan kemudian pulang. Liza masuk ke dapur dan memulai acara memasaknya, ibu dan anak itu hanya diam di meja makan menunggu makanan datang.
“ Liza cepat ibu sudah lapar.”
“ Ya.”
Liza bergumam “ Cih ibu apanya, nenek sihir baru benar.”
Tidak menunggu lama makanan yang Liza masak selesai, ia kemudian menyajikannya. Setelah menyajikannya Liza pergi ke bukit seperti biasa. Liza duduk di tempat yang sama, dia berdiri, berjalan menuju pohon di dekat jurang tebing dan menagis disana. Sebuah abu tertanam di bawah pohon itu, abu itu adalah abu ibunya yang mati akibat menyayat nadinya sendiri.
“ Ibu kanapa aku harus seperti ini ?, Ibu kenapa kau meinggalkanku ? Ibu beritahu aku kenapa aku harus seperti ini ?, Ibu apa benar kau bunuh diri atau ada seseorang yang membunuhmu ? Ibu kumohon bantu aku ? Apapun yang terjadi aku akan mencari tahu yang sebenarnya. Aku akan melakukan apapun untuk tahu yang sebenarnya. Mereka terlalu kejam Ibu, kakak dan ibu tiriku terlalu kejam. Aku sudah berusaha untuk tegar di hadapan mereka tapi di sini kenapa aku tidak bisa tegar ? kenapa jika aku mengunjungimu aku selalu menangis ? kenapa aku seperti ini ? Ibu berikan aku sedikit kekuatan untuk melakukan semuanya, aku membutuhkanmu.”
“ Aku akan membantumu.” Liza berhenti menangis dan menghapus air matanua dengan kasar. Suara pria yang beberapa jam tadi bergema di telinganya kini harus dia dengar lagi.
“ Aku tidak membutuhkan bantuanmu.”
“ Aku tahu kau membutuhkan seseorang untuk mendukungmu, aku akan mendukungmu. Aku akan membantumu, aku janji. Aku akan menjadi penolong mu, jika di cerita Cinderella ibu peri membantunya agar dia bisa pergi ke pesta dansa maka aku akan membantumu agar kau bisa menemukan alasan kenapa ibumu bisa menginggal.” Liza diam, dia tidak tahu apa yang harus dia katakana. Dia menunduk dan kemudian mengangguk menyerah.
“ Baiklah kalau begitu, jadilah temanku ?”
“ oke.”
“ Siapa namamu ?”
“ Liza. Bagaimana kau bisa tau tempat ini ?”
“ Tentu saja mengikutimu.”
“ Bukankah kau sudah pergi ?”
“ Tidak.”
“ Liza, apa kau ingin meninggalkan semuanya ?”
“ Tentu saja siapa yang ingin dengan semua penderitaan ini, kau piker enak menjadi babu di rumahmu sendiri.”
“ Kalau begitu, bekerjalah untukku. Jadilah model untuk majalahku agar aku dan kau bisa hidup, agar aku dan kau bisa menemukan siapa yang bertanggung jawab untuk kematian ibumu.”
“ Model ? jangan bercanda, itu sulit. Aku menolak.”
“ Ayolah, aku mohon.”
“ Bukankah ibu peri yang menolong Cinderella kenap di sini haris aku yang menolongmu ?”
“ Eiyy, ini kehidupan nyata bukan dongeng. Ayolah.”
“ Oke, oke. Jangan menyalahkanku jika aku buruk dalam berpose.”
“ Pose natural saja, kau bagus dalam pose itu.”
“ Darimana kau tau ?”
“ Aku sudah punya fotomu, kemarin aku melakukannya.”
“ Stalker.”
“ Tidak bukan begtu.”
Seharian itu mereka berbincang, saling melemparkan senyum dan tertawa. Ini adalah pertama kalinya Liza tertawa setelah ibunya meninggal dan ayahnya pergi.
Setelah kejadian di bukit itu Liza dan Erric menjadi dekat. Liza akan pergi ke luar rumah dan melakukan pemotretan secara sembunyi-sembunyi dari ibu dan kakak tirinya. Pada suatu hari Krystal melihat foto Liza di dalam sebuah majalah.
“ Ibu!”
“ Ibu!” Krystal berteriak memanggil ibunya seperti orang kesetanan
“ Ada apa ? sebentar.”
“ Lihat ini.”
“ Apa ? bagamana bisa anak bodoh itu menjadi model ? ini tidak mungkin. Panggil dia sekarang Krys.”
“ Liza!”
“ Ya, ada apa.”
Liza menjawab santai, tanpa beban.
“ Bagaimana bisa kau menjadi model ?”
“ Untuk apa kau tahu ?, Itu bukan urusan kalian.”
“ Jawab saja.”
“ Aku tidak ingin menjawabnya.”
“ Kenapa kau sama berengseknya seperti ibumu, kenapa dulu hanya ibumu yang mati ? kenapa dia tidak mengajakmu juga.”
“ Apa maksudmu Krys ?”
“ Ibuku menghasut ibumu untuk bunuh diri. Dia berpura-pura melihat ayahmu bersama perempuan lain tapi pada kenyataannya tidak.”
“ Jadi secara tidak langsung ibumu yang membunuh ibuku.”
“ Ya kau benar, dan sekarang aku akan membunuhmu juga.”
“ Krys ambilkan ibu tali, cepat.”
Krystal berlari ke gudang dan mengambil tali. San ibu menyiksa Liza dengang memukulinya. Kayu kecil panjang itu salalu ia bawa, dia memukuli Liza tanpa habis. Liza tetap kokoh sambil menatap ibu tirinya detik berikutnya dia memukul ibu tirinya itu dangan sekali pukulan sang ibu tergeletak. Tidak menunggu lama Krystal datang, Liza melakukan hal yang sama Krystalpun tergeletak tak berdaya. Liza mengambil tali yang dibawa Krystal dan mengikat ibu dan anak itu. Dengan menghiraukan semua luka baru yang dibuat sang ibu, Liza mengambil ponselnya dan kemudian menelpon Erric.
“ Aku tahu siapa yang membunuh ibuku.”
“ Siapa mereka ?”
“ Mereka..”
Sebelum Liza meneruskan perkataannya dia terjatuh dan tak sadarkan diri.
“ Liza!”
“Liza!”
Erric terus memanggil Liza tapi sayang tidak ada yang menjawabnya. Erric memutuskan untuk ke rumah Liza dan melihatnya.
Erric masuk kedalam rumahnya dan melihat ibu dan kakak tiri Liza, ia menemukan Liza di samping ibu dan anak itu dengan luka yang cukup menghawatirkan. Erric menggendong dan membawa Liza ke rumah sakit dan menghiraukan ibu dan anak itu.
Beberapa menit kemudian mereka sampai dan Liza langsung dibawa ke UGD. Beberapa lukanya sudah diobati, Liza perlahan-lahan membuka matanya dan menlihat erik ada di sampingnya.
“ Erric.”
“ Kau sudah sadar.”
“ Ya, yang membunuh ibuku adalah mereka.”
“ Siapa ? ibu dan kakak tirimu ?”
“ Ya, kau benar.”
“ Aku akan memanggil polisi ke rumahmu. Tunggu sebentar.”
Liza hanya diam dan menatap Erric yang sedang menelpon.
“ Aku sudah melapokan semuanya dan beberapa polisi mungkin akan ke rumahmu untuk menangkap mereka.”
“ Terimakasih Erric.”
“ Untuk apa ? tidak apa-apa bukankah kita teman. Teman akan membantu temannya jika dia dalam kesusahan.”
Erric tersenyum dan Liza membalasnya
“ Terimakasih sudah menjadi ibu periku dan terimakasih telah menolongku. Aku tahu di kehidupan nyata ini tidak ada sihir seperti yang dilakukan ibu peri Cinderella kepada Cinderella di dunia nyata tapi ibu periku tahu bagaimana cara menolongku.”

Read More