Happy With You

  No comments
21:19:00

Happy with you


image
Title : Happy with you
Author : Chikimilky
Category : Nc21, yadong, married life, oneshot
Cash : Jung Daehyun (BAP) , Choi Yoojin (CLC)
Other cash : Kim Hani (oc), All member BAP
**
“Awas. ……”
Yoojin mulai sadar setelah kejadian yang tak terduga, gara-gara pacar dari bosnya memukul kepalanya dengan botol minuman keras akhirnya dia dibawa kerumah sakit. Yoojin tak menyangka bahwa kedekatannya dengan pemilik bar itu membuat cemburu kekasih pemilik bar
“kau sudah sadar ternyata” ucap laki-laki yang datang keruang rawat yoojin. Yoojin melirik orang yang baru saja datang itu, setelah ia tahu siapa laki-laki itu kemudian ia mendengus merasa kesal dengan laki-laki itu
“Bagaimana yoojin-ssi , apa kau menerima tawaranku”
“Kau sangat licik daehyun-ssi” ucap yoojin pada lelaki didepannya yang ternyata Jung daehyun. Daehyun tersenyum kala yoojin berkata bahwa dia sangat licik
#flashback
“Oppa, sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini. Karna orang tuaku ingin menjodohkanku dengan anak sahabatnya” ucap kekasih daehyun dengan santai. Daehyun merasa sedih ketika kekasihnya memutuskannya. Daehyun sudah berjuang sangat keras untuk mendapatkan restu dari ibunya tapi perempuan yang ia cintai malah memilih laki-laki yang dijodohkan dengannya. Begitu sialnya Jung daehyun kali ini
Perempuan itu kemudian pergi meninggalkan daehyun. Daehyun mengepalkan tangannya, ingin sekali ia membalas perempuan itu dan membuat perempuan itu kembali lagi padanya suatu saat nanti
Saat ini daehyun pergi ke club malam karna dirinya ingin melupakan segalanya tentang mantan kekasihnya. Ia meminum banyak minuman keras saat ini, dan sekarang ia sedang mabuk
Daehyun memukul orang-orang pelanggan club. Yongguk yang notabennya pemilik club dan menjabat sebagai  sahabat daehyun langsung memisahkan mereka
“Putus cinta sungguh merepotkan” ucap yongguk menahan beban tubuh daehyun kemudian yongguk memanggil yoojin
Yoojin saat ini mencari  alamat yang diberikan yongguk tadi,  yongguk menugaskan yoojin untuk mengantarkan daehyun sampai apartment daehyun
Yoojin membawa tubuh daehyun dengan susah payah sampai apartment daehyun. Setelah sampai depan pintu apartment, ia kebingungan dengan password nya
Daehyun menyebutkan angka password nya setelah yoojin berusaha keras memaksa daehyun  untuk memberi tahunya
“Sungguh menyusahkan” ucap yoojin kemudian ia meletakkan tubuh daehyun keranjangnya. Yoojin duduk di ranjang daehyun karna ia merasa lelah. Tanpa yoojin sadari tangan yoojin tiba-tiba mengelus  wajah daehyun, ia terpesona dengan laki-laki yang sedang mabuk itu
Saat yoojin tersadar, ia langsung menjauhkan tangannya dari wajah daehyun lalu ia menyelimuti daehyun  dan kemudian ia pergi dari apartment daehyun
Beberapa hari kemudian daehyun datang ke club lagi dan ia melihat yoojin. Ia hanya memperhatikan yoojin dari atas sampai bawah
“Apa yang kau lakukan dengan melihat pegaweku seperti itu daehyun-ah” tanya yongguk  yang tiba-tiba datang menghampiri daehyun
“Sepertinya aku terpesona dengan gadis itu hyung”
“Yak, jangan kau dekati choi yoojin, aku tau kau hanya mempermainkannya saja dae-ya” geram yongguk pada daehyun kemudian daehyun malah tertawa melihat tingkah yongguk
“Pantas saja kekasihmu sangat cemburu pada perempuan itu, ternyata kau begini” ucap daehyun kemudian ia pergi meninggalkan yongguk
Daehyun menelpon himchan untuk mencari informasi tentang yoojin. Setelah ia menelpon himchan dengan cepat himchan mencari info tentang yoojin
Beberapa menit kemudian daehyun sudah mendapatkan info tentang yoojin. Begitu terkenalkah gadis ini sampai-sampai himchan hyung dengan mudah mencari info gadis ini batin daehyun. Daehyun menbaca info tentang yoojin, ia tersenyum melihat infonya sangat menguntungkan
Daehyun  mendekati yoojin kemudian daehyun  menyapanya tapi ia sangat cuek pada daehyun. Daehyun merasa kesal pada gadis ini karna ia hanya melirik saja
“Choi Yoojin,  anak dari Choi Minwo dan Han Seulgi. Appamu meninggal saat perusahaannya bangkrut dan eommamu meninggal karna bunuh diri setelah mengetahui perusahaan appamu vangkr it. Kau hanya tinggal dengan saudara kembarmu selama tujuh tahun ini, choi junhong” ucap daehyun didepan yoojin. Yoojin merasa geram pada laki-laki yang tidak dikenalnya membongkar kehidupannya
“Ma’af, apa yang kau inginkan sajangnim”
“Jadilah istriku,  sampai waktu yang aku tentukan” ucap daehyun tersenyum sedangkan yoojin kaget lalu mengepalkan tangannya. Yoojin ingin sekali menampar laki-laki didepannya itu tapi dia tak cukup tenaga dibanding tenaga laki-laki didepannya
“Aku tunggu jawabanmu besok malam agashi” ucap daehyun kemudian  ia memberi kartu namanya pada yoojin
Yoojin menatap kartu nama laki-laki yang kemarin malam ia antarkan pulang keapartement laki-laki itu. Ia cukup heran, kenapa lelaki tadi mengajaknya untuk menikah bukannya menikah itu karna dasar saling mencintai tapi ia dan daehyun saja baru bertemu . Yoojin mengabaikan omongan daehyun tadi, ia merasa daehyun hanya mempermainkannya saja
“Cepat kerja yoojin ah, jangan melamun saja disini”
Yoojin tersadar ketika jongup teman kerjanya itu menyadarkannya dari pembicaraan daehyun tadi dengannya. Kemudian yoojin kembali bekerja seperti biasanya tanpa menghiraukan perkataan daehyun tadi
Yoojin merebahkan tubuhnya di sofa, ia merasa sangat lelah hari ini tanpa sadar ia sudah tertidur pulas. Saat pagi yoojin terbangun dari ranjangnya. Pasti saudaranya tadi subuh memindahkannya ke kamarnya
Yoojin keluar dari kamar setelah ia sudah merasa segar karna ia baru saja mandi. Yoojin langsung duduk dimeja makan menunggu chefnya yang selama tujuh tahun memasakkan makanan untuk nya. Sejak orang tuanya meninggal tujuh tahun lalu, ia dan kembarannya hidup dengan kesusahan tapi mereka berdua tetap bersyukur selama mereka tidak terpisah it’s okay
“Ah, my queen sudah bangun”
“Aku menunggu chefku memberikan makan untukku junhong ah” ucap yoojin pada saudranya yang ternyata choi junhong. Junhong yang biasanya disapa zelo ini tersenyum melihat tingkah kembarannya itu
“Keluarlah dari pekerjaan itu yoojin-ah, aku saja yang bekerja” ucap junhong pada yoojin tapi yoojin tak menghiraukan ucapan junhong, ia malah asik memakan omlet buatan junhong
Yoojin sekarang sudah berada di club , pekerjaannya sebagai bar tender  sangat di sukai para pelanggan. Yoojin selain cantik dia juga ramah pada pelanggan. Yoojin banyak membawa untung untuk yongguk. Selama yoojin menjadi pegawai di club malam milik yongguk yoojin  menjadi rebutan dari pelanggan yang ingin dilayaninya
Awalnya yoojin sangat kesusahan bekerja d club malam. Tak sedikit pelanggan memegang tubuhnya bahkan ada yang terangterangan meminta yoojin untuk melayani di ranjang. Dengan sikap tegas dan keramahan yoojin para pelanggaran itu lama lama tidak berani meminta yoojin untuk menemani di ranjang. Yoojin akan memberi nasihat-nasihat pada pelanggannya. Sekarang yang terjadi pelanggan club bukan mencari perempuan untuk memuaskan mereka yang ada mereka berkonsultasi pada yoojin tentang kehidupan mereka dan mereka akan membayar mahal yoojin. Aneh memang
Yoojin duduk merasa lelah setelah melayani beberapa pelanggan. Ia merasa risih ketika melihat daehyun ingin mendekatinya. Saat ia ingin menghindar dari daehyun tiba-tiba daehyun berteriak, yoojin merasa bingung kenapa daehyun berteriak
“Awas……” teriak daehyun. Yoojin membalikkan arah ke  belakang ada gadis yang menjadi kekasih bosnya itu, yoojin menatap gadis didepannya itu dan tangannya memegang kepala yang telah di pukul gadis didepannya itu.  Beberapa detik kemudian ia pingsan
#flashback end
Daehyun mendekatkan wajahnya pada yoojin. Yoojin langsung menolehkan wajahnya kearah lain
“Aku akan membuat Choi junhong bekerja di Jung Chop dan aku sudah melunasi biaya rumah sakitmu ini yoojin-ah” ucap daehyun pada yoojin
“Aku tidak menerima penolakanmu, kau mau atau tidak. Aku tetap akan menikahimu” ucap daehyun lagi. Yoojin merasa kesal pada laki-laki yang sekarang sedang membisikinya itu
Pilihannya semuanya akan tetap tidak berguna karna daehyun  bilang mau tak mau tetap harus menikah. Yoojin menghelaikan napasnya karna ulah daehyun itu membuat darahnya naik
“Siapa kau” ucap seseorang yang baru saja membuka pintu ruangan yoojin, beberapa detik kemudian yoojin langsung melihat kearah pintu. Ia sangat takut ketika melihat junhong berdiri dipintu dan melihat wajah daehyun yang masih tetap disisi wajah yoojin
“junhong-ah” ucap yoojin pelan kemudian daehyun tersenyum dan  dengan cepat mencium bibir yoojin sekilas. Membuat yoojin langsung menegang. Pasalnya ini ciuman pertamanya dan ciuman ini disaksikan oleh saudara kembarnya
“Aku akan datang lagi nanti sayang” bisik daehyun ditelinga yoojin. Yoojin bergidik ngeri mendengar ucapan daehyun. Kemudian daehyun berdiri tegak lalu menoleh ke arah belakangnya dan tersenyum pada junhong
Daehyun berjalan kearah pintu untuk keluar, tapi ia berhenti ketika sudah berada dihadapan junhong. Tangan daehyun menyentuh pundak junhong kemudian ia berkata sesuatu
“Junhong-ssi,  bisakah kau datang ke Jung Chop besok pagi, aku akan merekomendasikan pekerjaan untukmu” ucap daehyun lalu ia pergi
Junhong membungkuk-bungkukkan tubuhnya dan berterimakasih pada daehyun. Junhong memang sangat ingin bekerja diperusahaan itu tapi ia selalu mendapatkan penolakan sebelum ia di wawancarai karna pendidikan junhong sangat minim maka dari itu ia mendapat penolakan
“Siapa itu yoojin-ah, apa ia kekasihmu” ucap junhong kemudian junhong diam ketika yoojin melotot, ia takut kalau saudaranya itu akan marah jika ia terus bertanya
***
Aku sangat kesal pada laki-laki bernama daehyun itu. Sekarang aku seperti apa, aku sendiri tidak tahu. Aku terus mengikuti kemana ia pergi. Setelah beberapa hari yang lalu aku keluar dari rumah sakit, aku langsung pindah keapartement daehyun sedangkan junhong tetap berada diapartement kita
Daehyun benar-benar menepati janjinya, ia mempekerjakan junhong sebagai pegawe diperusahaannya. Aku senang melihat junhong juga senang walaupun dalam hatiku merasa gelisa
Daehyun saat ini mengantarkanku ke rumah sakit untuk mengganti perban dikepalaku. Ia begitu perhatian padaku, entahlah perhatian nya itu hanya pura-pura atau yang lainnya
Sekarang Daehyun membawaku ke tempat perhiasan, ia memilih-milih cincin yang cocok untuk kita pakai saat tunangan nanti. Ia sama sekali tidak bertanya padaku tentang cincin, ia sendiri yang memilih kesukaannya padahal ada satu yang membuatku tertarik tapi dia asyik dengan sendirinya. Kemudian aku mendengus, aku rasa ia mendengar dengusanku
Tiba-tiba ia merangkulku dan minta ma’af padaku. Dasar laki-laki aneh, dia sering berubah ubah batinku. Aku terkaget ketika ia lagi-lagi menciumku. Aku sangat malu, apalagi ini tempat umum
“Kau ingin yang mana sayang, ma’af aku melupakanmu. Mana yang kau inginkan” tanyanya padaku kemudian aku melirik satu cincin yang menarik bagiku. Daehyun yang menyadari, ikut melirik yang aku lirik kemudian ia tersenyum. Astaga, kenapa lelaki ini memiliki senyum yang manis
“Daehyun oppa, benarkah itu kau” ucap seseorang, aku tidak tahu itu siapa. Saat aku ingin menoleh tapi daehyun mencegahku lalu ia membisikiku
“Jangan menoleh dulu yoojin-ah, dia mantan kekasihku. Beraktinglah dengan baik mulai sekarang. Ini pekerjaan yang harus kau selesaikan selama menjadi istriku” ucap daehyun padaku. Jadi kebaikannya itu hanya karna ingin memanfaatkanku untuk membalas mantannya. Kenapa ini sangat sakit, ingin rasanya aku menangis. Baru saja hatiku mulai luluh dan akhirnya ia mengeluarkan keburukannya
Daehyun memperkenalkanku pada mantannya sedangkan mantannya itu juga datang ke tempat ini karna ingin mengambil cincin pesanannya sepertinya daehyun sangat sengaja memilih waktu dan tempat ini. Ku lihat raut wajah gadis itu sangat cemburu saat daehyun memperkenalkanku sebagai calon tunangannya
“Sayang, kenapa kau sangat lama” ucap seseorang laki-laki dibelakang mantan kekasih daehyun yang bernama Kim Hani. Aku tidak bisa melihat dengan jelas lelaki yang merebut hani dari daehyun
“Choi yoojin”
Aku terdiam ketika laki-laki yang menjadi calon suami Hani itu menyebut namaku. Aku sedikit tidak percaya bahwa orang dihadapanku sekarang Yoo Youngjae, laki-laki yang pernah mengisi hatiku dan sampai sekarang aku masih menyukainya
“Kau mengenalnya sayang” ucap Hani pada youngjae oppa, lalu youngjae oppa mengangguk
“Ia mantan kekasihku sayang” ucap youngjae pada Hani
“Sangat kebetulan sekali Hani-ssi” ucap daehyun. Aku rasa daehyun sudah mengetahui ini semuanya. Ternyata daehyun sangat licik batinku. Aku langsung menarik daehyun untuk pergi dari sini
****
Setelah yoojin keluar dari rumah sakit, aku langsung membawanya ke apartementku. Sebenarnya ia tidak setuju tapi aku paksa saja dan akhirnya dia mau
Aku merasa berbeda saat dekat dengan yoojin, apa aku jatuh cinta batinku tapi itu tidak mungkin karna aku sangat mencintai Kim Hani. Satu-satunya perempuan yang aku cintai hanya Kim hani tegasku pada diriku sendiri
Aku mengantarkan yoojin ke rumah sakit untuk mengganti perban di kepalanya kemudian aku mengajaknya untuk membeli cincin pertunangan kita. Aku memang sengaja memilih hari ini karna aku tahu Hani dan laki-laki yang akan menjadi suaminya itu akan datang mengambil cincin mereka sekarang
Jujur saja aku tidak bisa merelakan Hani untuk laki-laki lain. Ini alasanku yang ingin menikahi yoojin karna aku ingin membuat Hani merasakan apa yang aku rasakan saat ia menutuskanku dan ingin sekali membuatnya kembali padaku
Saat aku masih dengan keadaan memeluk yoojin karna aku tahu yoojin kesal dengan tingkahku yang memilih cincin kita tanpa bertanya pendapatnya, aku melihat Hani dari kejauhan yang ingin menghampiri tempat ini
“Daehyun oppa, benarkah itu kau” ucap hani. Saat yoojin ingin menoleh aku langsung melarangnya dan membisikinya
Saat aku memperkenalkan yoojin sebagai calon tunanganku, aku melihat raut wajah Hani berbeda. Aku tahu kau masih mencintaiku hani-ya batinku. Aku sangat yakin kalau Hani masih ada rasa padaku
Poin bertambah saat calon suami Hani adalah mantan yoojin, aku yakin dendamku akan sukses. Aku akan membuat Hani merasakan apa yang aku rasakan saat itu dan membuatnya bertekuk lutut padaku
Aku melihat Hani, ia menatapku tanpa berkedip sedangkan calon suaminya menatap yoojin. Yoojin sendiri hanya menunduk dan detik berikutnya yoojin menyeretku pergi dari tempat ini
Saat di mobil, aku melihat yoojin hanya diam dan melihat luar. Aku meminggirkan  mobilku mencari jalanan yang kosong untuk aku buat parkiran sementara. Setelah menemukan tempat aku langsung mematikan mesin mobilku
Aku dengan hati-hati melepas sabuk pengamanku dan sabuk pengaman yang ada pada yoojin tapi yoojin sangat cepat menyadari saat aku melepas sabuk pengaman yang ia pakai. Ia menoleh ke arahku, saat ini wajahku sangat dekat dengan wajahnya
Aku melumat bibir yoojin karna aku tidak tahan saat wajahku benar-benar tinggal beberapa centi di wajahnya. Manis itu yang aku rasakan dari bibirnya. Ia memegang bajuku sangat erat, aku rasa ia menahan ciumanku saat ini
Aku tetap melumat mengecup bibirnya tapi dia tetap saja diam tanpa ingin membalas ciumanku saat ini. Karna ia memakai rok yang sangat minim jadi ini memudahkanku. Tanganku berada dalam pahanya, aku memanfaatkan ini agar ia berbicara saat bicara aku akan memasukkan bibirku lebih dalam lagi. Aku yakin ini akan berhasil
“Dae, a a apa yang kkkau lakukan” ia bersusah payah untuk bicara dan tangannya menahan tanganku yang berada di pahanya saat ini. Akhirnya aku menciumnya lebih dalam saat ia berbicara
“Hmmmmm” desahnya. Membuatku tambah semangat mencumbuinya. Sekarang yoojin tidak lagi memberontak seperti tadi, ia mulai membalas ciumanku walaupun ciumannya tak sepandai Hani tapi ini rumayan untuk pemula seperti yoojin
Kedua tangannya sudah berada di leherku. Karna aku merasa kesulitan dengan keadaan begini, aku langsung mengangkat tubuhnya dalam pangkuanku tak lupa tempat dudukku aku turunkan sedikit dan punggung yoojin masih membentur setir mobil
Juniorku dibawah sana mendesah ingin keluar saat tubuh yoojin menindihnya. Aku melepas tautan bibir kami, aku mengecup lehernya membuat tanda kemerahan di lehernya sedangkan tanganku yang satunya mulai membuka kancing bajunya satu persatu
“Arrrhg dae” desahnya. Setelah beberapa kancing baju terlepas tanganku langsung masuk dan mencari pengait bra di punggungnya. Dengan mudah aku melepas pengait bra yang ia pakai
Sekarang bra yang ia pakai sedikit longgar dan terpampanglah dua gunung kembarnya. Aku hanya menelan ludahku saja sedangkan yoojin langsung memelukku, aku rasa ia malu saat aku menatap tubuhnya
Saat aku mulai mengemut niplenya,seseorang mengetuk kaca mobilku dan akhirnya kami mengakhiri kegiatan kami. Yoojin bangun dari tubuhku dan duduk kembali ke tempatnya kemudian  merapikan bajunya sedangkan aku pun juga merapikan bajuku kemudian keluar dari mobil
“Ma’af anak muda , dilarang parkir disini” ucap ahjusi yang mengetuk kaca mobilku tadi. Aku mencari alasan untuk menjawab kata-katanya saat ini
“Ah… Ma’af ahjusi, istriku sedang hamil. Ia sedikit agresif, maka dari itu saya berhenti disini dari pada melakukan itu saat aku menyetir” ucapku tanpa malu. Ahjusi itu mengangguk anggukan kepalanya lalu mendekatiku
“Aku mengerti anak muda, cepatlah pulang dan selesaikan sebelum istrimu marah-marah” ucap ajushi itu kemudian aku mengangguk dan tak lupa mengucapkan terima kasih
**
Yoojin memukul daehyun karna ucapannya tadi pada ahjusi  yang mengetahui kegiatan yang dilakukan mereka saat di mobil. Yoojin merasa malu, ini pengalaman pertamanya disentuh laki-laki. Memang benar sih kalau yoojin tadi sedikit agresif tapi tidak begitu juga daehyun mengungkapkan pada seseorang yang tidak ia kenal
Daehyun tak membawa yoojin pulang ke apartemen nya melainkan membawa ke kantornya sekarang. Yoojin sudah tidak memukul daehyun lagi karena mereka sekarang sedang ditatap oleh banyak pegawai di perusahaan Jung Chop. Ini kali pertama daehyun membawa yoojin ke kantornya bukan hanya kali pertama tapi satu-satunya gadis yang pernah dibawa daehyun ke kantornya. Selama daehyun pacaran dengan Kim Hani, ia tak pernah membawa gadis itu ke kantornya karna daehyun tahu bahwa eommanya tak akan menyukainya
Daehyun melihat yoojin yang masih kesal padanya kemudian daehyun tersenyum karna ia mempunyai rencana untuk membuat yoojin tambah kesal
Tanpa yoojin sadari, daehyun langsung memperhentikan jalannya kemudian ia menghadapkan yoojin pada dirinya beberapa detik kemudian daehyun mengecup yoojin lalu memeluk gadis itu
Yoojin lagi-lagi terlihat Shock dan ia merasa malu di lihat para pegawai laki-laki dihadapannya yang sekarang sedang memeluknya. Para pegawai perempuan terlihat histeris karna pangeran mereka mematahkan hati mereka didepan mata mereka
“Jangan ngambek lagi sayang, atau aku akan menciummu lagi” ucap daehyun pada yoojin kemudian yoojin hanya terdiam. Daehyun menggenggam tangan yoojin dan mengajaknya berjalan lagi ke arah ruang kerjanya. Daehyun yakin jika saat ini yoojin menahan amarahnya
Yoojin mengeluarkan amarahnya saat sudah sampai dalam ruangan daehyun. Entah kenapa daehyun sangat gemas melihat yoojin marah, ingin rasanya ia melumat bibir yoojin lagi dan lagi
Daehyun mendekat pada yoojin sedangkan yoojin memundurkan tubuhnya sampai akhirnya ia terjatuh ke sofa dibelakangnya. Daehyun langsung menindih tubuh yoojin dan melumat bibir gadis itu
“Sudahku bilang, jika kau marah aku akan menciummu” ucap daehyun pada yoojin kemudian daehyun kembali melumat bibir yoojin
“Aku rasa kegiatan tadi belum selesai, mangkanya kau menginginkan lagi kan” ucap daehyun lagi dan membuat yoojin tambah kesal sedangkan daehyun tertawa karna yoojin tidak bisa berkutik sama sekali
Nyonya jung masuk kedalam ruangan daehyun tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Beliau sangat penasaran dengan gadis yang dibawa anaknya kekantor tapi saat beliau membuka pintu, hal yang beliau lihat adalah anaknya yang sedang mencumbui yoojin
Daehyun merasa ada seseorang yang datang kemudian ia bangun dari tubuh yoojin. Yoojin menghelai napasnya, ia bersyukur ada seseorang yang datang menghentikan kegiatan yang dilakukan daehyun padanya
“Ahhhh, ternyata eomma. Eomma, kau mengganggu anakmu membuat cucu untukmu” ucap daehyun tanpa sopan santun. Yoojin yang melihat tingkah laku daehyun langsung memukul kepala daehyun kemudian yoojin meminta maaf pada eommanya daehyun
Nyonya jung tersenyum kala melihat gadis itu mampu membuat daehyun terdiam, ia merasa yoojin adalah gadis yang tepat untuk daehyun agar daehyun berubah menjadi anak yang berbakti lagi pada orang tuanya. Selama ini daehyun selalu membangkang perkataan eommanya itu karna eommanya tidak pernah bisa menyetujui hubungan daehyun dengan Kim Hani
Nyonya jung bersyukur karna hani memutuskan hubungannya dengan daehyun saat ini. Sejak appanya daehyun meninggal karna ulah orang tua dari Hani, eommanya daehyun sangat benci dengan keluarga Kim
Daehyun menyuruh yoojin untuk keluar terlebih dahulu, yoojin mengerti bahwa laki-laki itu butuh bicara pada eommanya tentang hubungan mereka. Dengan cepat yoojin meninggalkan ruangan daehyun dan tidak lupa berpamitan pada nyonya jung
****
Aku cukup gemas melihat yoojin yang nampak kesal. Entah kenapa aku terlihat bahagia saat bersamanya walau hubunganku dengannya seperti hubungan keterpaksaan di pihak yoojin. Tapi yoojin melupakan ancaman-ancaman yang aku buat saat kita bersama karna itu hubungan kita terlihat natural bukan terlihat dibuat-buat
Karna ingin membuat sakit hati Hani, aku melakukan hubungan ini tapi sekarang aku malah melupakan tujuan awalku. Setiap melihat yoojin, dadaku selalu berdetak kencang. Setiap bersama yoojin, aku merasa berbeda. Entah kenapa aku ingin setiap hari memasuki tubuhnya. Ya beginilah aku sekarang, jadi punya pikiran yadong setiap melihat yoojin
Kami sampai di ruangan kerjaku, aku melihat yoojin masih kesal padaku bahkan dia sekarang sudah marah padaku. Aku sangat gemas melihat wajah marahnya seperti itu. Aku mendekat lalu ia mundur dan sampai akhirnya ia terjatuh disofa. Tanpa menunggu lama, aku langsung menindihnya dan melumat bibirnya yang telah membuatku selalu ketagihan itu
“Sudah ku bilang jika kau marah aku akan menciumu”
“Aku rasa kegiatan tadi belum selesai, mangkanya kau menginginkan lagi kan” lanjutku lagi kemudian aku melumat bibirnya lagi dan lagi, dia nampak kesal tapi menikmati ciuman kami bahkan saat ini tangannya sudah ada dileherku. Wajah kesal bercampur nafsu sangat terlihat di wajah cantiknya
Aku merasa ada seseorang yang datang lalu aku bangkit dari tubuh yoojin, yoojin menghelai kan nafasnya ketika aku sudah menyudahi kegiatan kami ini. Aku tak akan melepasmu lagi yoojin ah, bernafaslah lebih banyak sekarang tapi nanti aku tak akan gagal seperti tadi. Aku akan menerkammu sampai pagi, sampai kau tak bisa jalan keesokannya
Aku menoleh ke arah pintu, ternyata eommaku yang datang. Kenapa ia datang kesini, apa ia juga tidak akan merestuiku lagi batinku
“Ahhhh, ternyata eomma. Eomma, kau mengganggu anakmu membuat cucu untukmu” kesalku kemudian aku memegang kepalaku karna pukulan yoojin padaku. Sialan berani beraninya gadis ini memukul kepalaku
Eommaku tersenyum melihat adegan yoojin memukulku. Apa eomma merestui kami batinku. Tapi sayangnya hubunganku dan yoojin seperti hubungan kontrak, direstui pun kita akan terpisah nantinya karna aku menjadikan yoojin istriku karna ingin membuat cemburu Hani dan membuat Hani kembali padaku. Setelah keinginanku itu terpenuhi, aku akan melepas yoojin dari hidupku
Aku menyuruh yoojin keluar dari ruangan ku sekarang kemudian ia keluar dan tak lupa ia berpamitan pada eommaku
“Jika kau ingin gadis itu, cepat nikahi dia dae-ya”
“Eomma tak usah ikut campur, sebentar lagi aku akan menikahi gadis itu”
Ini sudah malam tapi aku masih ada di kantor sedangkan pegawaiku satu-persatu sudah pulang, aku masih sibuk mengecek berkas-berkas  hasil kerja mereka. Beberapa detik kemudian seseorang masuk kedalam ruangan ku dan ternyata itu yoojin dan junhong
“Hyung, aku pulang duluan. Tolong jaga my queen oh”
Aku tersenyum merespon ucapan dari junhong kemudian ia pergi sedangkan yoojin duduk disofa dengan wajah lesunya
Aku menutup semua berkas-berkas yang telah selesai aku cek kemudian aku menghampiri yoojin. Yoojin tertidur disofa, aku mengangkatnya menuju mobilku
Sesampainya di parkiran apartemen yoojin terbangun lalu aku menyuruhnya keluar dari mobil dan segera berjalan ke apartementku. Perutku sangat lapar karna aku belum makan malam sekarang. Yoojin yang menyadarinya langsung pergi ke dapur mencari bahan bahan yang bisa ia masak dan menyuruhku untuk mandi terlebih dahulu
***
Ia menyuruhku keluar dari ruangannya, aku cukup mengerti. Daehyun butuh bicara pada eommanya tentang hubungan kami.
“Ma’af Agassi, tahu dimana choi junhong ditempatkan tidak”
Setelah aku bertanya lalu gadis yang aku tanyai itu menunjukkan dimana kembaran ku itu berada. Tanpa berlama-lama aku langsung menghampirinya. Ia sedang berbicara pada teman-temannya ternyata. Aku menghampiri gerombolan yang terdapat ada junhong disitu
Aku memeluk junhong dari belakang, junhong terdiam. Aku tahu junhong pasti sedang kaget sekarang, kemudian ia membalikkan tubuhnya. Saat ia mengetahui bahwa aku yang memeluknya ia langsung memelukku balik
“Aku merindukanmu”
“Aku juga my queen”
“Bukankah dia kekasih presdir” ucap teman-teman junhong kemudian junhong melepasku. Sebenarnya aku cukup kecewa dengan junhong yang melepaskan pelukannya padaku
“Anyeong, choi yoojin imnida. Aku saudara kembar dari choi junhong teman kalian” ucapku
“Bolehkah aku membawa junhong pergi sebentar”
Sekarang aku berada bersama junhong, aku sangat senang bisa bertemu dengan kembaranku ini
“Yoojin ah, ini sudah malam. Ayo aku antar kau keruangan daehyun hyung”
Aku sedikit kecewa karna kita akan terpisah lagi. Aku ingin sekali selalu bersama junhong sampai kita mati tapi itu tidak mungkin. Junhong mengantarkanku keruangan daehyun sedangkan dia akan pulang
Aku duduk disofa ruangan daehyun sekarang. Sedangkan daehyun sedang memeriksa berkas-berkasnya. Tanpa sadar aku tertidur saat aku bangun ternyata kami sudah berada di parkiran apartemen milik daehyun
Sesampainya didalam apartemen, aku menyadari bahwa kami belum makan malam. Aku langsung menuju dapur dan mencari bahan-bahan makan. Aku menyuruh daehyun untuk mandi terlebih dahulu setelah itu kita akan makan bersama
Kami selesai makan saat ini, kemudian aku mencuci piring tanpa aku sadari daehyun sudah berada dibelakangku dan saat ini ia memelukku dari belakang. Aku kesusahan mencuci piring karna dia sangat mengganggu. bagaimana tidak, saat ini daehyun sudah mengecupi leherku
“Bisakah kau hentikan ini sekarang”
“Aku tak akan berhenti dengan mudah setelah tadi beberapa kali gagal yoojin-ah”
Terhitung dua kali hari ini ia merasa gagal batinku dan aku tersenyum melihat wajahnya tadi yang cukup kesal karna selalu saja ada orang yang menggagalkannya
Ia membalikkan tubuhku, aku menunduk ketika ia menatapku saat ini. Apakah aku akan berakhir diranjang malam ini batinku. Apa harus aku menyerahkan mahkota berharga ku padanya
Ia memegang kedua pipiku dan mendekatkan wajahnya padaku, beberapa detik kemudian ia sudah menciumku. Aku memejamkan mataku sedangkan tanganku sudah berada di lehernya. Kenapa aku menikmati peran ku ini, apa aku suka padanya. Bagaimana bisa secepat ini ada rasa batinku bertanya-tanya
“Jika kau ingin mengakhiri ini bilanglah sebelum malam ini aku menghapisimu yoojin-ah”
Aku malah tidak mau berhenti, aku ingin melanjutkan malam ini bersamanya. Aku rasa aku benar-benar sudah gila menginginkannya juga
“Eummm” desahku dan aku mulai membalas lumatan daehyun sekarang. Merasa aku membalasnya, ia tersenyum kemudian menggiringku menuju sofa didepan TV (selanjutnya bayangin sendiri ya, susah bikin gituan)
Aku terbangun ketika ada seseorang laki-laki mengecupi punggungku dan memelukku. Aku membalikkan badanku, melihat dia tersenyum hatiku bergetar dan beberapa detik kemudian dia mencium bibirku sekilas. Bersyukur bahwa dia hanya mengecupku batinku
“Gomawo, sudah memberikan harta berhargamu padaku” lalu ia menciumku lagi
Dia sudah rapi dengan setelan jas hitam yang ia pakai. Sangat tampan, andai saja ini bukan pernikahan sementara
“Kenapa wajahmu nampak lesu sayang” ucapnya kemudian aku tersenyum dan menggeleng
“Kapan kita menikah daehyun-ssi” tanyaku tiba-tiba padanya. Aku lihat dia nampak tidak suka dengan pertanyaanku
“Minggu depan” jawab nya cuek kemudian pergi meninggalkanku. Dasar aneh
****
Aku terbangun, dan pandangan pertamaku adalah wajah yoojin yang nampak polos. Cantik batinku. Tanganku mengelus-elus wajahnya, ingin sekali aku menerkam bibirnya lagi tapi aku sadar kalau dia sekarang kelelahan karna dia melayaniku sampai pukul 04:15 Kst
Ia merasa risih karna tanganku membelai wajahnya kemudian ia memunggungiku. Aku memeluknya, melihat punggungnya terekspos dengan cepat aku mengecupinya sampai akhirnya dia terbangun
Aku menciumnya sekilas kemudian aku juga mengucapkan terima kasih atas semalam yang ia berikan padaku. Sangat senang karna aku ternyata orang pertama yang memasuki tubuh yoojin
Wajahnya terlihat lesu, saat aku bertanya malah ia ganti bertanya soal pernikahan. Aku malas membahas pernikahan karna pernikahanku dengan yoojin nanti hanya karna Hani . Aku tahu Hani benar benar mencintaiku lagi walaupun besok ia akan menikah dengan laki-laki lain
Aku dan yoojin sekarang berada di tempat pernikahan Kim Hani dan Yoo Youngjae. Yoojin tersenyum pada youngjae karna mantan kekasihnya itu  mengakhiri masa lajang nya bersama mantan kekasihku
Aku hanya diam melihat Hani, ku lihat Hani nampak ingin menangis. Aku tahu dia masih mencintaiku tapi karna orang tua kami tidak ada kecocokan jadilah hubungan kita berakhir
Message from : +82…… 
Bisakah kau datang ke toilet sekarang…
Aku menyerngit membaca pesan dari orang yang tidak aku kenal. Aku berpamitan pada yoojin kalau aku akan ke toilet sebentar
“Oppa” panggil seseorang padaku kemudian ia menyeretku masuk kedalam salah satu toilet pria. Gadis ini sangat nekat memang batinku. Aku tersenyum melihat gadis itu
**
Hani menyeret daehyun kesalah satu toilet pria kemudian menutup rapat. Ia tersenyum melihat daehyun yang tersenyum padanya
“Kau sangat nekat sayang”
“Oppa, aku tidak suka kau bersama perempuan itu”
“Kenapa, dia calon istriku”
“Aku tahu kau melakukan ini karna kau ingin mengetesku saja. Aku masih menyukaimu atau tidak” ucap Hani. Daehyun tersenyum karna rencananya diketahui oleh Hani
“Kau memang sangat pintar” ucap daehyun kemudian Hani langsung mengecup bibir daehyun dengan agresif. Daehyun pun ikut membalas perlakuan Hani padanya saat ini
Daehyun meremas salah satu gundukan didepannya sedangkan Hani mengecupi leher daehyun. Mereka berdua sudah terlihat nafsu
“Emmm ahh” desah hani. Hani membuka kancing celana daehyun sekarang. Daehyun kaget dengan perlakuan Hani. Selama ini daehyun dan Hani pacaran, belum pernah melakukan hubungan intim seperti ini. Daehyun merasa bersalah jika dalam sehari harus memprawani 2 perempuan. Semalam daehyun memprawani yoojin dan saat ini Hani.
“Aku tidak bisa melakukan ini Hani-ya. Aku tidak akan mengambil hak berhargamu yang seharusnya kau berikan pada suamimu nanti malam” ucap daehyun pada Hani
“Aku sudah tak prawan lagi oppa, karna laki-laki itu sudah memasukiku beberapa kali. Bahkan sebelum aku memutuskanmu, aku sudah melakukannya itu dengannya”ucap Hani santai sedangkan daehyun merasa di khianati oleh gadis yang dicumbunya ini
Hani melanjutkan membuka celana daehyun setelah menemukan benda yang ia inginkan dengan cepat meremasnya. Daehyun pun tak ingin kalah dari hani, ia pun meremas remas dua gundukan milik Hani
“Kau membangunkan adikku Hani” ucap daehyun kemudian Hani tersenyum. Hani mendekatkan wajahnya pada telinga daehyun
“Oppa, masuki aku sekarang” ucap Hani, dengan cepat daehyun menyibakkan gaun hani dengan hati-hati tanpa merusak gaun itu
“Ternyata kau sudah basah sayang” ucap daehyun pada Hani. Hani terlihat malu dengan ucapan daehyun. Daehyun melepas underwear milik hani
“Masukan sekarang oppa, aku sudah tidak tahan merasakan milikmu ditubuhku” ucap Hani dengan satu hentakan junior daehyun sudah masuk sempurna ditubuh Hani
“Ahh ouh emmm, ppali oppa. Kau sangat nikmat dibanding punya youngjae” ucap hani. Daehyun merasa hani seperti wanita murahan saat membandingkan miliknya dan milik suaminya itu
“Dan punya yoojin lebih enak dari punyamu” kata daehyun kemudian langsung melepas juniornya dari dalam hani. Daehyun merapikan baju dan celananya kemudian ia keluar dari toilet meninggalkan Hani didalamnya
“Sialan kau Hani, aku harus menyelesaikan ini dengan yoojin sekarang. Ini sangat tersiksa saat adikku sudah terbangun tanpa pelepasan” ucap daehyun. Sesampainya daehyun di samping yoojin ia langsung mengajak yoojin pergi
Daehyun memesan kamar di hotel tempat resepsi pernikahan Hani dan youngjae. Kemudian ia membawa yoojin masuk kedalam kamar yang sudah ia pesan
Yoojin nampak bingung. Daehyun mendekati tubuh yoojin dan kemudian mencium yoojin rakus seperti tidak kebagian makanan
“Puaskan aku yoojin-ah, kau lihat adikku terbangun” ucap daehyun dan yoojin melihat ke arah bawah ternyata benar yang dikatakan daehyun
***
Aku tidak tahu sebenarnya dia menyewa kamar untuk apa tapi aku mengikuti kemauan dia saja dari pada dia marah dan mengancamku. Hobi dia kan mengancam orang lemah sepertiku batinku
Setelah membuka kamar yang dia sewa. Aku langsung mendapatkan ciuman dari daehyun. Apa yang dia lakukan sebenarnya, apa semalam kurang puas kesalku
“Puaskan aku yoojin-ah, kau lihat adikku terbangun” ucapnya kemudian aku melihat kebawah, ternyata benar bahwa juniornya terbangun
Aku membalas ciumannya kemudian melepas celananya tanpa ragu. Dia menyuruhku duduk di lantai sedangkan dia duduk ditepian ranjang. Dia mengarahkan juniornya kedalam mulutku, karna semalam aku sudah melakukannya jadi aku sekarang mengerti apa maksut laki-laki itu
Dengan ragu aku mengemut miliknya, ia memegang kepalaku, menekan kepalaku agar  juniornya masuk lebih dalam kemulutku
Aku terbatuk karna juniornya terlalu dalam sampai mengenai tenggorokan ku. Dia menyuruhku berdiri kemudian dengan cepat dia membaringkan tubuhku dan menindihku
Tangannya sudah berada di vaginaku, satu persatu jarinya masuk kedalam. Antara sakit dan nikmat itu yang aku rasakan. Merasa punyaku sudah basah lalu ia mendekatkan juniornya di vaginaku. Dia sangat berhati-hati saat memasukkannya
“Punyamu masih sempit padahal semalam sudah berkali-kali aku masuki sayang” ucapnya padaku
Pelan-pelan tapi pasti, sekarang sepenuhnya sudah masuk dalam tubuhku. Dia mulai bergerak dengan tempo pelan. Sangat menyiksaku jika sampai nanti dia menggenjotku dengan pelan
“Lebih cepat lagi daehyun ah” ucapku kemudian ia menambah tempo permainannya. Tangannya yang satunya meremas payudaraku sedangkan yang satunya berada dipunggungku
“Aku akan keluar daehyun-ah”
“Bersama sama yoojin-ah”
Aku merasa lega karna sekarang kita berdua sudah pelepasan. Daehyun mengkat tubuhku dalam pangkuannya. Vaginaku bersentuhan dengan juniornya dan ini seperti menggodaku
Tanpa daehyun suruh, aku langsung memasukkan punyanya dalam tubuhku. Jleb, akhirnya masuk. Aku menggerakkan tubuhku pelan-pelan. Ini lebih nikmat di banding tadi aku dibawahnya. Yang ini terasa miliknya masuk lebih dalam membuatku menggila sekarang
“Kau sangat nakal” ucapnya kemudian mencubit pipiku, aku hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatan kami
**
Sudah seminggu berlalu, sekarang Daehyun dan Yoojin resmi menjadi suami istri, tadi pagi mereka mengucapkan janji suci didepan Tuhan dan disaksikan oleh keluarga terdekat
Mereka terlihat sangat bahagia berfoto foto dengan para undangan. Hani yang melihat mereka berdua tertawa merasa tidak senang lalu ia pergi. Sedangkan youngjae terlihat mendekat pada daehyun tanpa menghiraukan istrinya berada dimana sekarang
“Daehyun-ssi, aku mohon jaga yoojin. Jangan membuatnya menangis. Tetaplah bersamanya walau banyak rintangan yang akan kalian hadapi nanti”
“Tanpa kau suruh aku akan menjaganya youngjae-ssi, karna dia istriku tanggung jawabku sekarang”
“Karna dia sekarang istrimu, maka dari itu aku mengingatkanmu” ucap youngjae lagi lalu pergi meninggalkan daehyun yang sekarang nampak terheran pada mantan kekasih istrinya itu
Setelah youngjae pergi meninggalkan daehyun ia langsung menemui jongup yang notabene nya sahabatnya. Dan setelah bertemu dengan jongup, ia menceritakan semua hal yang mungkin akan terjadi nanti
Jongup adalah seorang kepala polisi yang sekarang menyamar sebagai pegawai club malam di tempat yongguk. Yoojin Lah yang membantu jongup diterimanya dari club milik yongguk. Dengan penyamaran nya ini dia bisa menyelidiki orang yang memang bermasalah dengan hukum
Di lain sisi Hani menemui himchan secara diam-diam. Beruntung sekali youngjae suaminya itu tidak mengikuti kemanapun hani berada. Hani membawa himchan di ruangan kosong sekarang
“Oppa, kapan rencana kita akan dilaksanakan”
“Kau terlihat tidak sabaran Hani-ya” ucap himchan pada hani. Hani nampak risih dengan tangan himchan yang mengelus elus wajahnya tapi ia berusaha menerima jika ingin rencana yang ia rancang berhasil
“Aku akan menyingkirkan suamimu terlebih dahulu Hani  sayang”
“Dan selanjutnya tugasku apa oppa”
“Membuat pernikahan mereka hancur pastinya” ucap himchan kemudian ia mengecupi leher putih Hani. Hani pun merespon tindakan himchan
“Kau terlihat bernafsu Hani-ya, datanglah ke apartemenku dan puaskan aku nanti” ucap himchan dan di Hani dengan senang hati mengiyakan
***
Setelah resepsi pernikahan kita selesai, kita langsung menuju kamar yang sudah dipesan dengan hiasan pernikahan. Aku merasa gugup berada didekat daehyun
“Aku akan mandi dulu atau kita harus mandi bersama saja” usul daehyun yang membuatku tambah malu. Aku langsung memukulnya karna dia semakin menjahiliku saja
“Aku rasa aku sangat lapar” ucapnya lagi lalu menyerangku dengan ciuman. Aku mengerti lapar yang ia maksut lapar seperti apa. Aku hanya pasrah saja malam ini
Keesokan harinya aku bangun terlebih dahulu, ku pandangi wajahnya yang sedang tertidur itu. Ia nampak sangat bahagia tapi bukankah ini pernikahan hanya sementara
Aku semakin takut saat ini, sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya. Masa-masa itu  pasti akan terjadi, aku tidak ingin terlalu dalam mencintai lelaki yang sekarang menjadi suamiku ini
Perceraian pasti itu akan terjadi, mengingat pernikahan kita hanya sementara. Daehyun nampak terusik dengan tindakanku yang mengelus elus pipinya itu
“Kau sudah bangun”
Aku mengangguk dengan pertanyaannya itu. Beberapa detik kemudian daehyun sudah kembali menciumku. Hanya ciuman biasa tanpa nafsu seperti ciuman saat bercinta
“Saranghae jung yoojin”
Aku tidak percaya daehyun mengucapkan cinta padaku. Ini nyata atau hanya tipuan batinku
“Sayang, aku berkata jujur saat ini. Aku berpikir sangat lama. Aku rasa aku benar-benar mencintaimu yoojin-ah. Lupakan perjanjian kita, ayo kita mulai lembaran yang lebih baru” ucap darhyun kemudian ia tersenyum dan kembali menciumiku
“Nado saranghae jung daehyun” ucapku kemudian membalas ciuman nya
Beberapa hari ini kita habiskan berjalan jalan kemanapun yang kita inginkan. Aku sangat bahagia, akhirnya pernikahan ini bukan pernikahan main-main yang di buat oleh daehyun. Aku benar-benar akan  menjadi nyonya jung seutuhnya
“Sayang, kau suka yang mana”
Daehyun menyodorkan eskrim vanila dan cokelat padaku kemudian aku memilih cokelat. Kita terlihat sangat bahagia  sekarang
Sebulan kemudian….
“Oppa, masih belum” ucapku dan menunjukkan tespack pada suamiku
“Tidak apa-apa sayang, mungkin masih belum rejeki kita” ucap daehyun lalu memelukku sekarang
Suamiku sekarang sedang sibuk dengan ponselnya, aku tidak tahu apa yang membuat wajahnya berubah sekarang. Apa masalah aku yang belum bisa memberikan anak padanya batinku tapi itu tidak mungkin aku rasa
“Yoojin-ah, kau tahu suami Hani kan”
Aku mengangguk drngan pertanyaan suamiku ini, bagaimana aku tidak mengenal youngjae oppa yang dulunya mantan kekasihku yang sangat aku cintai sampai akhirnya aku sekarang jatuh cinta pada orang yang bertanya didepan ku ini
“Mobilnya terjun dari jurang dan ia tidak ditemukan, kemungkinan ia meninggal karna mobil itu langsung meledak”
Aku shock mendengar perkataan suamiku. Bagaimana mungkin ini bisa terjadi pada orang sebaik youngjae oppa batinku
“Ayo kita pergi menemui Hani dirumah sakit” ucap suamiku kemudian kita berangkat ke rumah sakit untuk menemui Hani. Aku rasa Hani sekarang sangat stres mendengar tentang suaminya
Aku melihat suamiku sangat perhatian pada Hani, bahkan lupa jika aku ada disampingnya saat ini. Apa mungkin daehyun masih ada rasa pada Hani batinku. Terus bagaimana denganku jika daehyun kembali pada Hani
Aku langsung pergi meninggalkan ruang inap Hani. Aku pulang terlebih dahulu tanpa daehyun. Aku memikirkan akan nasibku jika Hani merebut suamiku dariku
Pukul 22:00 Kst, aku menunggu suamiku dari tadi tapi ia tak kunjung pulang juga. Beberapa menit kemudian pintu terbuka menampakkan wajah suamiku yang terlihat sangat lesu. Aku menghampirinya dan tersenyum, ia pun membalas senyumanku
“Sayang,  maaf kau pulang sendiri tadi”
Aku tersenyum tanpa membalas ucapannya lalu mengajaknya makan malam, walaupun ini sudah sangat malam tapi aku rasa daehyun belum makan jadi aku menyuruhnya makan terlebih dahulu
Beberapa hari ini daehyun selalu pulang terlambat, membuatku sangat kuatir dan dia terlihat cuek padaku sekarang. Aku mengerti, ini semua karna daehyun begitu mengkhawatirkan Hani sampai lupa kepadaku. Aku pun tidak masalah karna awalnya aku dan daehyun bisa menikah karna Hani tapi hati ini tidak bisa bohong kalau aku cemburu dan merasakan sakit
Hari ini aku menunggu dan menunggu suamiku tapi sampai aku tertidur sampai keesokan harinya aku bangun pukul 06:30 Kst suamiku belum pulang. Ingin sekali aku marah tapi aku tidak bisa
“Aku pulang”
“Sayang , maaf aku semalam tidak pulang”
Lagi-lagi kata-kata itu yang terucap dari bibirnya. Aku memeluknya sangat erat, aku tidak masalah jika dia semalam saja tidak pulang asalkan jangan meninggalkan aku selamanya batinku. Ia juga memelukku sekarang. Aku menangis dalam pelukannya, aku tidak ingin kehilangan dia saat ini. Aku begitu sangat mencintai daehyun sekarang
“Oppa, jangan tinggalkan aku” ucapku tetap memeluk suamiku. Dia melepaskan pelukanku kemudian menciumku dan akhirnya kita berakhir di ranjang saat ini
****
Setelah kejadian kecelakaan youngjae, aku setiap hari menemani Hani dirumah sakit sampai akhirnya dia di perbolehkan pulang. Aku selalu pulang telat karna harus menemani Hani terlebih dahulu
Ketika aku pulang, aku melihat istriku dengan setia menungguku. Sebenarnya aku sangat kasihan melihat dia terus saja menungguku tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa
Malam ini aku kembali kerumah Hani memastikan keadaannya. Aku lihat dia sudah sedikit membaik. Kami berdua duduk di sofa depan TV, tanpa aku sadari ia mendekat padaku lalu mencium bibirku. Aku sangat terkejut dengan tindakannya
“Oppa, sekali ini saja. Aku menginginkannya” ucapnya padaku. Aku tidak menolak tapi juga tidak mengiyakan karna dalam pikiranku terdapat nama yoojin yang selalu menghantuiku
“Hani-ya, aku sudah punya istri”
“Aku tidak perduli oppa” teriaknya padaku. Aku merasa bersalah kemudian aku mengiyakan keinginan Hani. Aku mendekat kan wajahku pada wajah hani
Hani terlihat bersemangat berada di atasku, aku sudah sangat lelah tapi dia masih saja berusaha menggenjot miliknya
“Ooopppa, aku sebentar lagi akan sampai” ucapnya yang membuatku sangat jijik mendengarnya
“Terima kasih oppa” ucapnya lagi kemudian memelukku
Yoojin-ah maafkan aku, aku sudah melukai hatimu saat ini batinku. Keesokan harinya aku pulang dari kediaman hani. Aku ingin sekali secepatnya bertemu dengan yoojin dan meminta maaf padanya
“Aku pulang”
“Sayang , maaf aku semalam tidak pulang”
Dia memelukku tiba-tiba lalu aku membalas pelukannya juga, kurasakan dadaku basah. Aku merasa bersalah jika dia menangis seperti ini sekarang. Aku tidak berani berkata apa-apa padanya soal apa yang aku lakukan pada Hani tadi malam
“Oppa, jangan tinggalkan aku” ucapnya kemudian aku melepas pelukanku padanya dan menciumnya
Aku sekarang memeluk istriku yang sedang tidur setelah tadi apa yang kita lakukan. Ia terlihat sangat kelelahan
Maafkan aku sayang, aku tak akan menghampiri Hani lagi. Aku tidak ingin membuatmu mengkhawatirkan ku lagi. Maafkan aku batinku lalu nengecup keningnya
2 minggu………..
Aku tidak tahu kenapa, sejak kemarin yoojin hanya memakan es krim tanpa memakan nasi sedikitpun. Aku sudah membujuknya tapi dia tetap saja memakan es krim itu
“Yak yoojin-ah, kau tak lihat suamimu sedang sibuk memakai dasi tapi kau malah asyik memakan es krim itu” omelku padanya sekarang. Aku merasa kesal melihat dia terus saja memakan eskrim nya dengan cepat aku langsung merampas es krim yang ada di tangannya itu
“Yak oppa, sarapanmu sudah ada dimeja itu. Jangan menggangguku makan es krim ku” rengeknya padaku tapi aku tidak mendengarkan nya
“Benarkan dulu dasi ku, lalu aku akan memberikannya padamu” ucapku padanya, dengan cepat ia langsung membenarkan dasiku yang belum rapi. Aku melihat bibirnya terdapat es krim yang menempel, ku dekatkan wajahku lalu menciumnya
“Morning kiss yeobo” aku tersenyum padanya tapi dia melotot padaku
***
“Morning kiss yeobo” ucapnya padaku dengan tersenyum yang membuatku tambah cinta tapi karna aku merasa terkejut, aku malah melotot padanya
Aku mengantarkannya sampai di depan mobil lalu melambaikan tanganku ketika ia benar-benar pergi.  Kegiatan yang setiap hari aku lakukan semenjak aku menikah dengannya
Tadi siang daehyun oppa menelponku dan akan mengajakku ke taman, aku begitu bahagia sekarang karna suamiku itu sangat perhatian padaku. Aku berharap, kami selalu bersama sampai kita mati. Masalah perjanjian itu, kita sepakat mentiadakan perjanjian itu sekarang, aku sangat senang
“Apa aku terlambat” aku menggelengkan kepala saat suamiku sudah sampai didepanku kemudian ia mengajakku jalan-jalan sekarang
Di sepanjang jalan kita berdua berpegang tangan tanpa ada yang ingin melepas. Aku menatapnya lalu tersenyum, dia pun juga sama denganku
“Apa kau bahagia” ucapnya dan berhenti berjalan lalu menghadapkan tubuhnya padaku
“Saranghae choi yoojin, ani jung yoojin maksudku” ucapnya padaku lalu aku tersenyum padanya karna tingkahnya itu
“Nado saranghae oppa” aku berjinjit kemudian menciumnya. Tak perduli ini tempat umum yang aku perdulikan hanya aku ingin mengekspresikan  rasa bahagiaku dengan mencium nya
**
“Ahh ouh mmpphh, cepat oppa. Ini sangat nikmat” ucap Hani
“Kau sangat gila Hani-ya, jika aku cepat akan melukai anakku didalam sini” ucap himchan pada Hani yang menunjuk perut Hani
Setelah mereka  mengeluarkan bersamaan akhirnya himchan bisa mengajak Hani berbicara secara normal. Saat ini Hani berada di apartemen milik himchan
“Jelaskan padaku, benarkah ini anakku”
Hani mengangguk pada himchan, Hani tahu pasti ayah biologis anak yang ia kandung saat ini pasalnya kandungannya memasuki tiga minggu sedangkan saat berhubungan badan dengan daehyun baru dua minggu jadi ia bisa menebak dengan mudah siapa ayah anak yang ia kandung
“Oppa, apa alasanmu mengkhianati daehyun oppa”
“Kau pasti tak akan percaya Hani-ya kalau aku bilang, aku adalah saudara daehyun”
“Aku dan daehyun berbeda eomma tapi appa kita sama”
“Lalu” ucap hani penasaran
“Aku kesini untuk mengambil hakku sebagai anak dari tuan jung juga” ucap himchan dan Hani mengangguk angggukkan kepalanya
“Sayang sekali appaku itu mati karna serangan jantung akibat pengkhianatan orang tuamu. Jika belum mati, aku sendiri yang menghabisinya” Hani yang melihat himchan seperti itu merasa kasian dengan nasibnya
“Aku akan membantumu mengambil hak mu oppa dengan cara anak kita” himchan mengangguk kepala dan tersenyum pada Hani
Keesokan harinya Hani mendatangi apartemen daehyun dan yoojin, ia ingin memberitahu pada yoojin soal kehamilannya itu
Ting tong ting tong
Yoojin yang sedang merapikan kamarnya pun langsung berlari menuju pintu karna mendengar bell apartemen nya berbunyi. Yoojin mengintip dari lubang kecil di pintunya, dia merasa terkejut saat melihat Hani ada didepan dengan cepat ia membuka pintu itu
“Hani-ssi” panggil yoojin pada orang yang berada didepan pintunya kemudian Hani membalikkan badannya dan tersenyum pada yoojin
“Kita bertemu lagi yoojin-ah” tanpa disuruh masuk, Hani langsung melangkah masuk ke apartemen melewati yoojin yang berdiri di sebelah pintu
Hani menatap foto besar di ruang tamu, ia sangat iri melihat foto pernikahan yoojin dan daehyun yang terpampang jelas didepannya. Harusnya yang berada disitu dirinya bukan yoojin batin Hani
Yoojin menyuruh Hani duduk kemudian menawarkan minuman apa yang ingin diminum Hani tapi Hani tiba-tiba menyodorkan amplop di depan yoojin. Yoojin pun merasa bingung tapi ia tetap mengambilnya
“Apa ini” ucap yoojin pada Hani
“Buka saja, kau akan mengetahuinya” ucap Hani sedikit mengejek yoojin
Yoojin membuka amplop itu, ia membacanya. Ia tidak mengerti kenapa Hani memberikan surat pemberitahuan kehamilannya pada yoojin
“Hani-ssi, kau hamil. Selamat” ucap yoojin setelah ia merasa bingung kemudian ia mengatakan itu. Hani yang melihat yoojin merasa miris dengan ucapannya itu
“Yoojin-ssi, pergilah dari kehidupan daehyun oppa. Karna anakku lebih membutuhkan appanya dari pada kau” ucap Hani tegas pada yoojin. Yoojin yang sedikit bingung pun kemudian terkejut dengan pernyataan Hani
“A a apa itu, anak suamiku. Bagaimana mungkin kalian…” yoojin belum selesai bicara tapi Hani langsung berdiri meninggalkan yoojin sendirian
***
Aku menangis setelah Hani pergi. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku terlalu dalam mencintai suamiku sampai-sampai aku tidak ingin melepaskan. Biarkan kali ini aku sedikit egois tapi aku tetap tidak bisa
Aku berhenti menangis agar nanti saat suamiku pulang tidak curiga melihat wajahku yang sembab. Pikiranku kosong itu yang aku lihat dari pantulan cermin yang terdapat wajahku. Aku mengolesi wajahku dengan make up agar tak terlihat kalau aku menangis seharian ini
Aku memasakkan makanan terbaikku sekarang. Aku ingin memberi kesan yang baik dihari terakhirku menjadi istri jung daehyun. Tadi aku menangis dan yang terlintas dalam otakku adalah aku harus pergi dari kehidupan suamiku karna Hani memang lebih membutuhkan daehyun oppa dari pada aku. Awalnya aku ingin egois tapi aku juga tidak boleh seperti itu. Aku membayangkan jika hani itu aku, pasti aku tidak sekuat hani
“Aku pulang” teriak daehyun oppa kemudian dia menghampiriku dengan senyum bahagianya. Ia memelukku kemudian menciumku, aku hanya tersenyum kecut padanya
“Wah, kau memasak banyak sekali. Apa ada perayaan tertentu” ucapnya yang melihat masakan yang aku masak
“Tidak ada perayaan tertentu oppa, tiba-tiba aku ingin masak sebanyak ini” ucapku padanya. Aku menyuruhnya mandi terlebih dahulu lalu makan tapi dia malah duduk dan makan terlebih dahulu. Aku tersenyum melihat tingkahnya itu. Bagaimana bisa aku meninggalkannya, sempat terlintas ingin mendiskusikan semua kenyataan ini tapi….
“Kenapa kau diam saja sayang” aku tersadar dari lamunanku saat ia bertanya kemudian aku tersenyum padanya
Keesok harinya aku terbangun terlebih dulu, melihat wajahnya semakin membuatku tidak ingin meninggalkannya tapi itu tidak mungkin. Saat aku meraba wajahnya tiba-tiba tangannya memegang tanganku
“Sayang, aku tahu kalau aku tampan jadi jangan menatapku seperti itu dan tanganmu ini menggangguku” dia membuka matanya dan menatapku kemudian ia memelukku
Kini suamiku sedang mandi sedangkan aku menyiapkan sarapan untuknya. Aku teringat akan niat ku hari ini kemudian dengan cepat aku mengambil ponselku dan menelepon junhong. Berkali-kali aku menelepon junhong tapi tak ada satupun panggilanku yang di angkatnya. Aku memutuskan memberi pesan tertulis padanya
Massege to my brother: 
Junhong-ah, apa kau sudah berangkat kerja..? 
Kalau belum, bisakah kau tidak usah masuk kerja dan rapikan semua barang-barangmu. Aku akan mengajakmu pergi
Aku menunggu pesan balasan dari junhong. Anak ini sebenarnya kemana, lama sekali membalasnya batinku. Saat aku ingin menelponnya lagi, tapi ponselku berbunyi karna ada pesan masuk
Massege from my brother: 
Aku masih dirumah my queen, kau mau mengajakku kemana..?’ Jika itu penting, aku akan membolos kerja hari ini. Hanya karna aku juga ingin bertemu dengan saudaraku yang manja ini
Aku membaca pesan junhong malah tersenyum, aku lupa  memberi pesan pada junhong itu untuk apa. Saat aku tersadar, aku langsung memberi balasan pada saudaraku ini
Massege to my brother: 
Iya, ini sangat penting. Jadi kau tak usah berangkat kerja dan semua barang-barang mu di apartemen kau siapkan untuk ikut denganku
Setelah memberi balasan pada junhong kemudian aku menyembunyikan ponselku agar suamiku tidak curiga karna sepagi ini aku sudah memainkan ponselku
**
Junhong nampak bingung dengan isi pesan dari yoojin. Maksut yoojin menyuruhnya membawa semua barang-barangnya itu barang yang seperti apa tapi junhong tak ambil pusing. Ia memasukkan baju-bajunya ke dalam tas. Ia berpikir bahwa yoojin akan mengajaknya berlibur
Setelah menunggu yoojin cukup lama akhirnya penantiannya menunggu saudaranya berakhir ketika yoojin menampakkan wajahnya di apartemen mereka. Junhong sangat senang, ia langsung menghampiri yoojin dan memeluk mencium yoojin membuat yoojin risih dengan perlakuan saudaranya itu
“Apa-apa kau” junhong nampak kesal saat mencium yoojin malah yoojin memukulnya akhirnya ia melepas pelukannya pada yoojin dan kata-kata yoojin tadi sangat ketus membuat junhong mengerti bahwa yoojin sedang tidak dalam mood baik hari ini
Kali ini junhong terheran ketika mereka berada di bandara dan yoojin meminta ponsel junhong dan membuang sim card nya lalu mengganti dengan yang baru
“Yoojin-ah, ada apa denganmu. Kau mengajakku pergi kesini tapi kau tak membawa barang dari rumahmu sama sekali dan kau membuang simcard ponselku. Ada apa sebenarnya” junhong sedikit emosi dengan tingkah yoojin yang tak memberitahu alasan mengajak dirinya karna apa
“Choi junhong, ayo kita mulai hidup baru” junhong terkejut dengan perkataan saudaranya itu. Ia tidak mengerti apa maksut yoojin tapi junhong akhirnya diam dan menurut saja pada yoojin saudara kembarnya itu
Mereka berdua sekarang berada di pulau Jeju. Selama mereka berada di pesawat tadi, yoojin menjelaskan maksut dia mengajak junhong. Junhong sekarang mengerti dan dia terus memeluk keluarga satu-satunya yang ia punya itu. Junhong marah pada daehyun sebenarnya tapi dia tetap fokus pada yoojin sekarang
“Kita akan selamanya bersama my queen, aku akan selalu berada didekatmu. Appa dan eomma menyuruhku untuk menjagamu bukan” ucap junhong pada yoojin kemudian yoojin mengangguk dan menangis dipelukan junhong
“Tempat ini sangat nyaman, aku rasa tidak akan ada orang yang menemukan kita yoojin-ah” yoojin mengangguk dengan perkataan junhong
Beberapa hari kemudian yoojin sudah bisa tersenyum cerah sekarang setelah pergi dari rumah daehyun, yoojin hanya bisa menangis dan itu membuat junhong kuatir dengan keadaan saudaranya itu
“Ini keputusanmu, jadi jangan pernah menyesal yoojin-ah”
“Aku tidak menyesal junhong-ah. Junhong-ah, aku sangat lapar” setelah yoojin mengatakan lapar kemudian mereka segera membeli makanan untuk nemenuhi perut mereka
Yoojin ingin sekali memakan ikan bakar tapi ketika ia memakan sedikit, ia sudah merasa mual. Junhong nampak bingung ketika yoojin sama sekali tidak mau menyentuh makanan yang ia pesan tadi setelah yoojin merasa mual
“Kau ingin makan apa sekarang, aku tak ingin kau sakit yoojin-ah” junhong membelai wajah yoojin yang nampak pucat
“Bisakah kau membelikan es krim saja” dengan cepat junhong membelikan eskrim untuk saudaranya itu. Yoojin merasa bingung karna ia beberapa hari ini selalu mual ketika menyentuh makanan tapi ketika ia memakan es krim ia merasa senang
“Aku dimana sekarang junhong-ah” yoojin terbangun setelah ia pingsan tadi. Setelah Ian memakan eskrim mereka berdua berniat akan pulang tapi
“Aku dimana sekarang junhong-ah” yoojin terbangun setelah ia pingsan tadi. Setelah ia memakan eskrim, mereka berdua berniat akan pulang tapi beberapa menit mereka berjalan tiba-tiba yoojin pingsan
“Yoojin-ah” yoojin menunggu junhong berkata karna yoojin penasaran apa yang akan dikatakan saudara nya itu. Wajah junhong nampak serius
“Yoojin-ah, aku akan selalu ada bersamamu. Ingat itu. Jangan pernah merasa sendirian. Aku tidak tahu, ini kabar baik atau buruk tapi……… yoojin kau hamil sekarang” junhong sedikit ragu saat mengatakan keadaan yoojin sedangkan yoojin nampak terkejut dengan kabar ini
***
Seperti di sambar petir ketika junhong mengatakan bahwa aku sedang hamil sekarang. Apa yang harus aku lakukan untuk anakku ke depannya. Kenapa dunia ini seperti mempermainkanku. Aku menangis dalam pelukan junhong dan tanpa sadar tanganku mengelus perutku yang masih rata
Jadi ini alasannya aku selalu makan es krim, jadi ini kenapa waktu itu aku ingin selalu dimanja daehyun oppa, jadi ini alasannya aku mual-mual ketika menyentuh makanan. Kenapa kau tak memberitahu eomma kalau kau berada diperut eomma sayang. Jika kau memberitahu dari awal pasti eomma akan memilih bertahan dengan appamu batin yoojin yang menyesali tindakannya sendiri
Aku setiap hari menyusahkan junhong, sebenarnya kasihan melihat dia selalu aku jahili tapi ini kesenangan tersendiri
Sudah hampir 9 bulan kehamilanku, aku sangat menunggu sekali malaikat kecilku ini segera lahir kedunia ini. Aku mengelus-elus perutku yang sudah sangat besar. Aku sangat bahagia saat ini. Saat aku mengelus tiba-tiba perutku terasa sakit
“Argghhh, junhong-ah……”junhong yang mendengar yoojin kesakitan di ruang tamu, ia langsung menghampiri yoojin. Junhong sangat panik ketika melihat darah di selakangan yoojin
****
Saat aku pulang dari kantor, aku mencari istriku di apartemen tapi tak menemukannya. Aku sangat panik, ini semua karna kebodohanku sendiri. Keluarga yang aku impikan seakan-akan musnah seketika
Aku mencarinya di dapur tetap saja tak menemukan istriku. Saat aku melihat meja makan terdapat kertas terlipat , tanpa ragu aku langsung mengambilnya
By yoojin
Oppa, ingatlah sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu. Di hatiku hanya ada kau, ingatlah selalu kata-kata itu. Oppa jaga dirimu baik-baik ya, jangan lupa makan dan jangan lupa istirahat yang cukup. Aku sudah menyiapkan makanan di dalam lemari pendingin untukmu selama tiga hari jadi jangan kuatir soal makanan lagi. Oppa…, jangan mencariku. Hani lebih membutuhkanmu dari pada aku sekarang. Bertanggung jawablah !!!’
Terima kasih untuk beberapa bulan ini, saranghae jung daehyun
Daehyun langsung menangis membaca surat dari yoojin. Ia merasa dirinya sangat bodoh. Bisa-bisa nya ia terperangkap dengan hal-hal yang menghancurkan keluarganya
“Yoojin-ah, i Will Happy with you baby” lirih daehyun kemudian ia menangis kembali
#flasback 
Hani menghampiri kantor daehyun. Saat sudah bertemu daehyun, ia langsung menyodorkan surat pada daehyun. Awalnya daehyun sangat bngung tapi saat dia membukanya ia baru tahu kalau itu surat pemberitahuan dari dokter bahwa Hani hamil
“Daehyun-ssi, anak yang aku kandung ini anakmu” tanpa basa-basi Hani langsung mengucapkan itu. Daehyun terkejut dengan perkataan Hani
“Istrimu sudah melihatnya, mungkin sekarang dia sudah mentandatangani surat cerai kalian” daehyun yang sadar dengan perkataan Hani, ia langsung menelepon yoojin tapi tak satupun panggilannya terjawab
Daehyun kemudian mencari junhong di kantornya tapi kata rekan kerjanya bahwa junhong hari ini tidak masuk kerja. Daehyun begitu panik sedangkan Hani mengeringai dalam diamnya
#flasback end
Beberapa hari ini aku mencari istriku tapi tetap saja tidak kutemukan sedangkan Hani mendesakku untuk menikahinya karna ia takut jika kehamilannya akan diketahui publik
Aku sekarang resmi menikahi Hani, 
Aku sekarang resmi menikahi Hani, tapi sampai sekarang aku diam-diam tetap mencari yoojin. Dan akhirnya Hani melahirkan barulah aku menyuruh himchan hyung untuk menghentikan mencari yoojin
Mungkin masa depanku hanya untuk Hani dan bayi dalam gendongan ku ini Jung Sera, putriku bersama Hani, princess cantikku ini. Bahagia..? Pasti aku bahagia karna sekarang aku menjadi appa tapi yang menjadi pendamping ku bukan perempuan yang aku cintai
Tak terasa ini sudah berlalu lima tahun sudah. Aku sudah hampir sepenuhnya melupakan yoojin demi keluarga kecilku ini, demi jung sera aku rela pura-pura bahagia bersama Hani. Tak dipungkiri aku sering bertengkar dengan Hani dan itu membuat sera selalu menangis dan akhirnya aku putuskan untuk memulai semua bersama Hani demi jung sera
“Appa, baju pesta apa yang cocok untukku” tanya malaikat kecilku ini. Aku hanya tersenyum melihat tingkah sera
“Itu yang warna merah cocok denganmu sayang” sera nampak bahagia dengan pilihanku karna aku tahu bahwa sera suka gaun berwarna merah yang ada di tangannya itu
**
Seorang anak kecil menangis ditanam karna teman-temannya mengejeknya. Ia menunduk dan terus menangis sampai akhirnya junhong mendekatinya dan mendekati anak itu bersama istrinya
“Sayang kenapa kau menangis disini” ucap yeeun istri junhong kemudian junhong langsung menggendong anak itu untuk pulang
Saat sudah sampai di rumah mereka, junhong dan yeeun langsung mengajak anak itu menonton TV agar melupakan kejadian kejadian yang teman-temannya lakukan pada anak itu
“Yoohyun-ah kau sudah pulang” teriak yoojin dari kejauhan. Yoojin menghampiri junhong, yeeun serta putri semata wayangnya Choi Yoohyun
“Kenapa putri eomma menangis” ketika yoojin mendekati yoohyun, ia langsung menolak yoojin untuk menggendongnya. Yoohyun memeluk yeeun dengan sangat erat. Untuk menghidupkan suasana yang terlihat tidak baik sekarang, yeeun sedikit mengalihkan mereka pada TV yang terlihat sangat bagus
“Wah anak itu terlihat cantik, tapi masih lebih cantik Choi Yoohyunku ini. Tapi sayang yoohyun sedang menangis jadi jelek deh sekarang” yeeun berucap agar yoohyun tidak marah lagi sedangkan yoojin dan junhong saat menoleh ke layar TV, mereka berdua nampak terkejut dengan orang yang ada layar TV itu. Junhong langsung menoleh pada yoojin, memastikan keadaan saudaranya itu
Yoojin pergi ke kamarnya dan junhong langsung menghampiri yoojin yang mungkin saat ini sedang menangis setelah melihat mantan suaminya yang terlihat bahagia bersama keluarga kecilnya
“Apa yang kau rasakan saat ini, apa kau masih menyimpannya dalam hatimu” junhong memeluk saudaranya yang saat ini sedang menangis
“Aku sudah melupakannya junhong-ah tapi ketika melihatnya kembali, kenapa hatiku masih sama seperti itu” junhong paham apa yang dirasakan saudaranya itu tapi dia tidak bisa berbuat banya
“Minggu depan aku akan ke Seoul, mengunjungi makam orang tua kita. Apa kau mau ikut dan rencananya, aku akan mengajak jung yoohyun juga”
“Nama anakku choi yoohyun junhong-ah bukan jung yoohyun” yoojin yang mendengar panggilan anaknya berubah marga mantan suaminya itu tidak terima
“Tetap saja dia anak keluarga jung” ucap junhong yang masih ngotot membenarkan nama keponakannya itu
“My queen, kau tahu anakmu menangis karna apa. Teman-temannya mengejeknya bahwa yoohyun tak mempunyai appa. Dan setiap perjalanan pulang tadi, anak itu terus menanyakan apa dia tak punya appa. Aku harus menjawab apa yoojin-ah” junhong berkata panjang lebar dan itu membuat yoojin sangat sedih
****
Setelah acara ulang tahun perusahaan selesai beberapa hari lalu kini sekertarisku memberikan laporan tentang penghabisan dana acara itu. Begitu kagetnya aku karna uang yang terpakai sangat besar, aku merasa aneh
Aku menghubungi himchan hyung karna selain ia manager keuangan ia juga sebagai orang kepercayaanku untuk mencari info yang aku butuhkan tapi jika dipikir-pikir kan keuangan yang mengurus dia batinku kemudian aku tidak jadi menghubunginya tapi menghubungi minhyuk teman lamaku
Ini sudah beberapa hari meminta bantuan minhyuk tapi dia masih belum menemukan sesuatu yang ganjal soal masalah ini
“Appa, kau janji mengajakku jalan-jalan kan hari ini” aku tersenyum ketika putri cantiku ini mengingatkan janjiku padanya
“Appa ingat princess, mana eommamu” aku bertanya pada anakku kemudian ia menunjuk Hani yang sedang menyiapkan sarapan untuk kami bertiga. Semenjak Hani melahirkan sera, aku sadar jika saat itu aku menjadi seorang appa. Saat itu juga aku berhenti mencari yoojin
Jujur saja sampai saat ini aku masih menginginkan yoojin kembali padaku tapi itu tidak mungkin mengingat Hani sudah melahirkan anakku. Sampai saat ini aku masih sering bertengkar dengan Hani hanya karna foto yoojin terdapat dalam dompetku
Aku membuka dompetku kemudian mengambil foto yoojin dan tanpa pikir banyak aku menyobeknya dan membuang foto itu
Maafkan aku sayang, mulai sekarang aku harus membuangmu jauh-jauh dari pikiranku ucapku dalam hati
Aku, Hani dan sera sedang menikmati pemandangan taman dekat rumah. Kita bertiga seperti keluarga bahagia dan hanya aku yang sebenarnya tidak bahagia disini tapi mulai sekarang aku harus bahagia dengan keluarga baruku
Sesampainya di apartemen, aku mendapati 4 orang berdiri didepan apartemen an memencet bell kemudian kami mendekat pada orang-orang itu
“Maaf, ada apa ya Anda semua berada di depan apartemenku” 
“Maaf tuan jung, kami kesini ingin menangkap istri Anda. Percobaan pembunuhan 6 tahun lalu kepada suaminya dan penggelapan uang perusahaan Anda” ucap salah satu orang itu dan menunjukkan bahwa mereka seorang polisi sedangkan Hani di belakangku langsung berlari
Dengan larinya Hani berarti kejadian yang dikatakan petugas kepolisian itu benar. Ini membuatku terkejut, aku sedikit tidak percaya dengan semua ini tapi kenyataan sudah terbukti
“Appa kenapa eomma dibawa ahjusi itu” sera menangis dalam pelukanku. Apa yang harus kukatakan apa anak usia 5 tahun yang tidak mengerti apa-apa soal orang tuanya
“Hyung tak apa-apakah” tanya salah satu orang yang tadi menyodorkan identitas mereka
“Aku tahu kenapa kau heran denganku sekarang, jongup imnida. Apa kau mengingatku?” Aku mengingat ingat orang didepanku ini tapi aku tetap tak bisa mengingatnya
“Aku teman Yoo Youngjae dan Choi yoojin, apa kau masih tak mengingatnya” aku ingat dia seorang bartender bersama yoojin tapi kenapa dia menjadi polisi
Ini sudah ke tiga harinya aku menemani putriku di rumah sakit, ia sakit karna tidak mau makan dan mag nya kambuh. Aku dan eommaku bergantian menjaga sera
**
Saat ini junhong, yoojin, yeeun dan yoohyun datang ke Seoul dan langsung menuju makam orang tuanya. Yoohyun tak bisa diam, dia berlari-lari entah kemana. Ia sangat senang bisa berada di Seoul saat ini
“Ahhhhhh”
Yoojin mendengar teriakan putrinya, saat ia tahu bahwa yoohyun terjatuh ia langsung berlari. Junhong yang melihat pun ikut berlari menghampiri keponakannya itu
“Junhong-ah, darah. Hiks hiks yoohyun-ah, kau tidak apa-apa kan sayang” yoojin hanya bisa menangis melihat darah di kepala yoohyun. Yoohyun terjatuh dan kepalanya membentur batu yang ada disebelahnya
“Kita harus cepat membawanya kerumah sakit yoojin-ah” yoojin hanya mengangguk ia tidak kuat melihat putrinya kesakitan sedangkan yeeun langsung merangkul yoojin dan mengajaknya berjalan mengikuti junhong
Sesampainya dirumah sakit junhong langsung berteriak memanggil dokter dirumah sakit itu. Seperti orang gila itu Lah junhong saat ini. Mereka semua sangat takut jika terjadi sesuatu pada yoohyun
“Maaf, Anda semua harus menunggu diluar” ucap uisa yang menangani yoohyun saat ini. Keadaan yoohyun sangat kritis, ia banyak mengeluarkan darah sedangkan stock darah yang cocok dengan yoohyun di rumah sakit itu sudah habis
“Ambil darahku lagi dok, jika masih kurang” yoojin sangat frustasi. Ia memiliki darah sama dengan putrinya itu tapi darah yoojin sudah terlalu banyak diambil tadi. Sedangkan junhong, walaupun saudara kembar yoojin tapi darah mereka berbeda karna darah yoojin sama dengan appanya sedangkan junhong darahnya sama dengan eommanya
Yoojin hanya bisa menangis sekarang di tepi ranjang yoohyun dirawat. Sedangkan junhong dan yeeun mencari orang yang mau mendonorkan darahnya untuk keponakannya itu
“Satu-satunya cara hanya datang ke appa kandung yoohyun, yeeun-ah” junhong berkata pada istrinya karna ia merasa sudah tidak ada kesempatan lagi jika ia mencari orang yang mau mendonorkan darahnya
“Tapi oppa, apakah alamat rumah appanya yoohyun masih tetap sama. Apakah dia mau mendonorkan nya, kalau tidak mau bagaimana?” Yeeun terus bertanya yang tidak tidak dan itu membuat junhong tambah frustasi
Saat junhong ingin pergi dari parkiran rumah sakit, ia merasa melihat seseorang yang sangat mirip dengan daehyun. Ini kebetulan atau apa tapi junhong nampang senang. Junhong menghampiri seseorang itu
“Presdir jung, apakah itu benar kau” junhong berhenti sebelum ia bendekati orang yang mirip daehyun karna saat mendekat ada seseorang yang terlebih dulu menyapa orang itu
***
Aku menangis ditepi ranjang putriku dirawat. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku memegang tangannya memberi kehangatan pada kedua tangannya itu. Putriku itu harus mendapatkan darah secepatnya jika masih belum, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika belum menemukan orang yang mau mendonorkan darahnya untuk putriku itu
“Yoohyun-ah, bukankah kau ingin melihat appamu. Jika kau sadar, eomma janji akan mengajakmu bertemu apa. Kau senang sekarang” aku berbicara dengan putriku yang saat ini masih belum sadarkan diri
“Eonni…., kau istirahat dulu eoh. Aku akan menjaga putrimu sekarang. Junhong oppa masih berjuang untuk yoohyun” yeeun tiba-tiba datang dan menyuruhku istirahat terlebih dahulu
Aku berpikir, apa aku harus mendatangi daehyun dan meminta ia memberikan darahnya untuk yoohyun batinku. Ini kesempatanku sebelum yoohyun benar-benar tidak tertolong. Aku harus menyampingkan egoku pada daehyun. Aku meminta ijin pada yeeun untuk keluar sebentar
Saat aku berlari tanpa sadar aku menabrak seseorang. Aku tidak melihat orang yang aku tabrak, aku hanya membungkuk untuk meminta maaf tapi saat aku ingin berlari lagi seseorang itu menahan pergelanganku
Saat aku melihat orang itu, aku sangat terkejut dengan apa yang aku lihat sekarang. Ini bukan mimpikan, ini kenyataan kan. Orang itu menarikku kedalam pelukannya saat melihat air mataku
“Apa ini benar kau yoojin-ah” aku tambah menangis ketika ia bertanya seperti itu
****
Aku linglung setelah datang ke penjara untuk menemui Hani. Tapi belum sempat aku menemuinya, aku melihat orang yang mengunjungi Hani. Aku masih mengingat siapa orang itu. Orang yang beberapa tahun menghilang karna kecelakaan
#flasback
“Jadi kau dalang semua ini”
“Ya, kau benar Hani-ssi. Dari awal aku sudah tahu kalau kau berencana menyingkirkanku dan yoojin agar kau bisa bersama dengan daehyun lagi kan” ungkap laki-laki didepan hani
“Youngjae oppa, maafkan aku. Aku tidak bermaksud…” belum selesai bicara youngjae langsung memotong perkataan Hani
“Itu bukan cinta Hani-ssi, kau hanya terobsesi daehyun. Kalau kau benar-benar cinta harusnya saat kau tahu kita di jodohkan kau menolaknya tapi kau menerimaku dan satu lagi. Aku tahu, sebelum kau menikah denganku. Kau juga berselingkuh dengan teman daehyun yang bernama himchan kan” youngjae berkata panjang lebar pada Hani sedangkan Hani hanya menangis
“Aku juga tahu bahwa putrimu itu bukan anak dari daehyun tapi anak himchan selingkuhanmu itu, sadarlah” ucapan youngjae sukses membuat daehyun terkejut. Daehyun yang dari awal mendengarkan obrolan mereka dari jauh langsung pergi meninggalkan mereka. Ia tidak kuat jika ada berita yang lebih mengejutkan lagi
#flasback end
Aku mendengar jelas percakapan mereka saat itu. Aku terkejut dengan perkataan Hani. Sejahat itukah Hani padaku dan laki-laki itu, pantas laki-laki itu membalas Hani dengan cara ini. Aku memutuskan pergi kerumah sakit untuk menemui sera. Aku tidak perduli status sera apa sekarang denganku, aku pikir dia tetap anak ku
Saat aku di parkiran, aku bertemu dengan rekan bisnisku. Kami mengobrol banyak sambil berjalan masuk kerumah sakit. Aku kesakitan saat seorang perempuan tiba-tiba menabrakku, ia hanya meminta maaf berulang kali
Aku seperti mengenal perempuan itu, saat ia ingin berlari lagi, aku menahan pergelangan tangannya dan akhirnya ia menoleh padaku. Kita sama-sama memasang muka tekejut. Ini seperti mimpi, ia menangis tanpa sadar aku langsung memeluknya
“Apa ini benar kau yoojin-ah” ia malah lebih keras menangis tak lama kemudian aku melepas pelukanku dan kedua tanganku memegang kedua pundaknya
Ia menarikku sekarang, aku mengikuti kemauannya. Sebenarnya aku ingin sekali bertanya pada seseorang yang sudah lama pergi dari hidupku ini tapi aku seperti tak punya kesempatan bertanya. Aku hanya mengikuti arah dia berjalan, ia tak henti-hentinya menangis
“Dokter, cepatlah ambil darahnya” aku semakin bingung ketika yoojin mengatakan pada seorang dokter untuk mengambil darahku. Bagaimana bisa dia tidak bertanya padaku tapi malah seenaknya seperti ini. Bahkan kita sudah lama tidak bertemu, apakah dia tidak ada rasa malu padaku
“Daehyun-ssi, kau mau kan” tanyanya padaku. Dan bodohnya aku langsung mengangguk tanpa bertanya siapa yang membutuhkan darahku
Saat ini aku berbaring di sebelah ranjang anak kecil. Darahku mengalir di tubuhnya melalui selang kecil. Yoojin duduk diranjang anak itu dan terus memegang tangannya sambil menangis
“Sayang, bukankah kau ingin melihat appamu kan. Kau selalu menangis ingin bertemu appa bukan?. Bangunlah sayang, appamu ada disampingmu sekarang” aku mendengarkan kata demi kata yang di ucapkan yoojin. Apa yang di maksut appa anak itu aku
“Yoojin-ah, apa dia..?” Belum selesai aku bertanya ia sudah mengangguk seakan-akan mengerti apa yang akan aku tanyakan
“Yoohyun, jung yoohyun aku menamakan putri kita itu oppa” aku bangun dari ranjangku dan langsung menghampirinya dan memeluknya
“Kenapa kau pergi kalau kau hamil yoojin-ah” aku berteriak di depannya. Rasa kecewa sudah terlalu dalam, tidak bisakah dia mengerti aku saat itu. Aku seperti orang bodoh waktu ia meninggalkanku
“Kupikir Hani lebih membutuhkan mu tapi aku juga tidak tahu, kalau aku juga hamil oppa” yoojin menangis dalam dekapan daehyun sekarang. Hari ini daehyun mendapatkan banyak kejutan yang tidak terduga
**
Daehyun tak henti-hentinya tersenyum dan menjahili putri-putrinya. Ia nampak bahagia sekarang bisa menemukan keluarga kecilnya lagi. Kehidupan nya penuh lika-liku tapi ini cerita dari kehidupan  jung daehyun
“Appa, berhenti menggelitiki kita” ucap sera dan yoohyun serempak pada daehyun. Semenjak yoohyun sadar dan sera sembuh mereka langsung akrab. Daehyun maupun yoojin tak membedakan kasih sayang mereka pada yoohyun ataupun sera. Mereka berdua menganggap yoohyun sera itu tetap saudara bahkan daehyun beranggapan mereka itu kembar karna mereka lahir di tanggal bulan tahun yang sama. Daehyun mencatatkan sera sebagai anak dari yoojin sedangkan Hani mendapatkan hukuman selama 15 tahun penjara karna perbuatan mereka
Yoojin datang membawa cemilan untuk suaminya dan putra-putrinya yang sedang bercanda di depan TV . Yoojin bersyukur yoohyun dan sera bisa cepat akrab
“ eomma, aku ngantuk. Ayo kita tidur yoohyun-ah” ucap sera pada yoojin dan yoohyun. Sera dan yoohyun langsung menyeret tangan yoojin ke dalam kamar mereka sedangkan daehyun menahan tangan yoojin yang satunya
“Kalian berdua tidur sendiri tanpa eomma, eomma tidur sama appa malam ini. Kalian berdua kan sudah besar” ucap daehyun pada putrinya. Sera dan yoohyun nampak tidak suka dengan kata-kata daehyun barusan
“Appa lebih besar dari kami” ucap yoohyun yang membuat yoojin langsung tertawa sedangkan daehyun hanya bisa melongo karna ucapan anaknya itu
Sera dan yoohyun meninggalkan sepasang suami istri itu diruang TV sekarang. Sera nampak sangat mengantuk jadi ia memutuskan berhenti berdebat dengan appanya sedangkan yoohyun mengikuti sera kemanapun sera berada
“Sayang, terima kasih sudah menerima sera. Terima kasih sudah melahirkan yoohyun untukku, terima kasih untuk semuanya.  I’m Happy with you” ucap daehyun kemudian mencium bibir yoojin sekilas
“Ayo kita buat adik untuk mereka” pipi yoojin memerah sedangkan daehyun tertawa melihat yoojin tersipu
“Yak, kau mentertawakanku”
         ~END~

Read More

Is All I Can Do

  No comments
21:43:00

Is All I Can Do




Ditulis pada Juli 31, 2017 oleh Song ji yoo

image

Author : Rimi_Park.



Tittle : Is All I Can Do.



Category : Romance [NC-21].



Cast : Park Chanyeol, Jung Soojung (Krystal).



Other Cast : Bae Joohyun (Irene), Kim Jenie, Kim Saeron, Oh Sehun, Kim Jongin, Do Kyungsoo.

[Jung Soojung’s POV]

“Apa yang akan kita lakukan selain makan dan minum wine?” Masih dalam keadaan bersandar di bahu hangat Chanyeol oppa, aku melihat semua mata tertuju kepada Bae Joohyun. Ia adalah teman semasa sekolah kejuruanku dulu. Lalu kami berpisah karena harus melanjutkan kuliah masing-masing. Namun kami tidak pernah lost contact meskipun berada di jarak yang sangat jauh.

Malam ini aku dan Chanyeol oppa mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah yang baru kami beli sebulan yang lalu. Rumah ini dibeli atas dasar kerja keras Chanyeol oppa selama bertahun-tahun dan ia memberikannya untukku sebagai hadiah pernikahan, katanya.

Jenie, Joohyun, dan Saeron. Mereka adalah ketiga temanku. Jenie adalah teman yang paling dekat, bisa dibilang Jenie itu teman seperjuanganku, karena dari masa sekolah menengah pertama hingga kami lulus sekolah kejuruan, aku dan Jenie selalu bersamaan, meski saat itu kami mengambil jurusan yang berbeda. Jenie adalah gadis yang tomboy, cocok dengan pekerjaannya sekarang sebagai ahli teknik kendaraan ringan.

Berbeda dengan Joohyun. Ia adalah gadis paling manis diantara kami berempat. Profesinya sekarang adalah dokter spesialis kulit dan kecantikan di salah satu rumah sakit umum yang cukup besar di Seoul. Joohyun termasuk gadis yang giat belajar, ia selalu serius dengan buku-buku kesehatan yang selalu ia bawa ke manapun ia pergi. Ia juga mengambil jurusan keperawatan saat kami sekolah dulu, lalu ikut ekstra kulikuler wajib sebagai ahli spesialis.

Saeron adalah teman kuliahku. Gadis inilah yang mempertemukan aku dengan Canyeol oppa di kampus, di mana kami selalu bertengkar karena hal sepele maupun hal lain-lain. Kemudian barulah muncul perasaan aneh di dalam benak kami masing-masing hingga kami berpacaran dan memutuskan untuk menikah. Saeron termasuk gadis yang supel dan pandai bergaul, ia adalah seorang teman yang setia, dan cenderung mengorbankan apapun yang ia punya untuk temannya.

“Bagaimana jika kita main kartu?” tawar seorang pria yang kuketahui bernama Kim Jongin, sekretaris suamiku di kantor.

“Aku tidak bawa cukup uang malam ini!” seru Sehun, kekasih Joohyun. Ia juga termasuk teman kerja suamiku.

“Ambil saja secukupnya. Kau bawa kartu ATM, ‘kan?” tanya Kyungsoo. Adik kelasku yang kini tengah praktek kerja lapangan di perusahaan Chanyeol oppa.

“Kyungsoo benar, Sehun-ah. Kau ‘kan yang paling kaya di antara kita semua.” balas Jongin.

“Masalahnya aku malas berpergian sekedar untuk mengambil uang.” ucap Sehun jujur.

“Kalau begitu kau tidak usah ikut main, mudah kan? Kenapa harus repot-repot, sih!?”

***

“Ahh… Chanyeol oppa, jebal!” aku berteriak keras menyebutkan nama suamiku saat merasakan jari-jari panjangnya kian menusuk lebih dalam ke vaginaku yang sensitif.

Aku memejamkan mata, mendesah tak karuan saat ia lagi-lagi mempercepat gerakan fingering-nya di dalam vaginaku. Tubuhku bersimbah keringat, lengket di mana-mana tanpa bisa bangun untuk sekedar menatap cermin dan melihat betapa berantakannya diriku karena suamiku yang luar biasa tampan ini sedang menindih tubuhku dengan tubuhnya yang besar.

Kupeluk lehernya yang sama basahnya dengan tubuhku erat-erat. Otot vaginaku mulai mengencang, membuat tiga jari milik Chanyeol oppa semakin terbenam ke dalam lubang kenikmatan ini. Pandanganku kabur, berkabut oleh gairah yang seolah tiada henti, yang lagi-lagi membawaku menuju pusat menyenangkan dengan gelombang yang luar biasa nikmat. Hingga pada akhirnya cairanku-pun meluber, membasahi jari-jari milik suamiku dan aku terengah.

Jelas, ia tahu bagaimana caranya menyenangkan perempuan…

di atas ranjang.

Dan aku mengakui itu. Ketampanan yang dimiliki oleh suamiku benar-benar tak ada duanya. Ia adalah pria paling sempurna yang pernah kutemui di dunia ini. Dan aku rasa, aku cocok dengannya, kami sama-sama buas di atas ranjang. Kalian bisa lihat buktinya saat ini juga.

Lihatlah aku yang telanjang bulat di hadapannya, berbaring pasrah meski dengan posisi tak nyaman di atas sofa ruang tamu rumah kami, dengan keadaan mengenaskan, berkeringat dan lengket, seolah aku adalah seorang perempuan yang baru saja menjadi korban pemerkosaan.

Aku mengakui hal itu, aku memang sedang diperkosa. Tak lain adalah diperkosa oleh suamiku sendiri. Namun bedanya, kali ini adalah pemerkosaan yang luar biasa nikmat yang kami lakukan untuk kesekian kalinya.

“Aku mencintaimu, Jung Soojung…” ia mendesahkan namaku, lehernya tenggelam dekat daun telingaku dan membisikkan kata-kata kuno yang sangat sering kudengar tiap kali kami bercinta. “jadilah milikku selamanya. Aku mencintaimu…”

Kemudian aku merasakan sesuatu yang keras nan besar memasuki lubang vaginaku. Aku meringis, mengingat seberapa besar penis milik Chanyeol oppa yang akan memasukiku entah untuk yang ke-berapa kalinya.

Kami memang sering bercinta, tapi entah mengapa ukuran penis suamiku itu selalu saja membesar dan lebih besar lagi tiap kali kami melakukannya. Ia selalu bilang jika aku terlalu sempit dan rapat untuknya, namun aku tidak ikut merasa demikian. Karena menurutku, penisnya-lah yang makin malam makin membesar hingga aku akan merasa sedikit sakit saat ia memulai penetrasi.

“Kenapa aku merasa jika makin hari kau semakin sempit saja, chagi-ya?” ia bertanya sembari berusaha memasukkan penisnya ke dalam vaginaku. Suaranya yang berat-serak menahan gairah membuatku semakin tidak tahan.

Kupejamkan mataku tanpa melepas cengkeraman tanganku di bahunya, tanpa malu kini aku mulai bergerak perlahan, ikut membantunya yang kesulitan menyatukan tubuh kami yang sudah tidak sabar ingin menggapai kenikmatan bersenggama ini.

“Oh!”

“Ahh… shit!”

Aku mengerang keras saat tubuh kami sudah menyatu, dan dibalas dengan umpatan seksi yang keluar dari bibir manis milik suamiku yang tampan. Kuraih tengkuknya dan mencium bibirnya. Kami bergerak liar, tangannya mendarat di sebelah kanan payudaraku dan meremasnya keras, memelintir dan mencubit puting paling sensitifku tanpa menjauhkan jarak wajah kami.

Aku melenguh dalam ciuman kami, merasakan nikmat tiada tara yang selalu kudapatkan dari suami tercinta yang paling perkasa ini. Tanganku kini tak lagi pada bahunya, berpindah tempat pada lehernya dan mengalungkannya erat-erat di sana. Tak ingin jika ia menjauhkan atau bahkan sampai menyelesaikan ciuman bergelora kami ini. Kedua kakiku-pun sama, ikut melingkar pada kedua pinggulnya yang bergirak seirama dengan seksi menyodokkan penis gagahnya ke dalam liangku.

“Ssshhh…. ahhh… UHH! Oppa, j-jebal…” aku mendesah memohon padanya saat ciuman penuh nafsu kami terlepas. Aku tidak tahan lagi, gairahku sudah sampai ubun-ubun dan aku ingin menghempaskan lagi tubuh tak berdayaku ini ke dalam gelombang kenikmatan yang tiada duanya bersama suami tercintaku.

Otot vaginaku menguat, membuat penis Chanyeol oppa tersedot dan masuk lebih dalam ke liang milikku. Aku menjerit meneriakkan namanya, bahkan memohon untuk mempercepat gerakannya namun ia sama sekali tidak berniat menuruti kemauanku. Aku akhirnya hanya bisa mendesah pasrah di bawah kukungan tubuh kekarnya dan berusaha mengikuti permainannya.

“Mmhh… Chagi-ya… ohhh… kau sangat sempit, aahhh…”

Desahan yang menggairahkan itu keluar dari bibirnya, membuatku membuka mataku lebar-lebar dan menatap untuk mengagumi keindahan yang terpampang jelas di hadapanku ini.

Suamiku. Park Chanyeol. Orang yang terkenal dingin dan kejam saat sedang berbisnis…. kini nampak sangat panas dan seksi ketika sedang bercinta, dengan diriku, orang yang selalu dan akan selalu dicintai olehnya.

Kedua matanya terpejam erat, tak tahan menerima kenikmatan bertubi-tubi dari percintaan panas kami kali ini. Bibirnya basah oleh salivaku—sisa dari ciuman kami tadi—dan setengah terbuka sambil sesekali mengeluarkan desahan yang sangat merdu di telingaku. Lalu lehernya yang berkeringat menambah kesan seksi dan panas, tak lupa buah jakunnya yang sangat menggairahkan meminta untuk kukecup.

“Ah!” aku mengerang saat tiba-tiba ia menumbuk keras sweet spot-ku dengan ujung penis tebalnya. Tubuh ini menegang merasakannya, tetapi gelombang tersebut tak kunjung datang, jadi kuputuskan untuk memberi foreplay tambahan untuk Chanyeol oppa. Kucumbui leher dan jakunnya yang sedari tadi menggodaku.

Tak lama penis Chanyeol oppa yang berada di dalam vaginaku semakin besar, makin mengeras dengan gerakkan paling cepat dari yang tercepat di percintaan kami yang sebelum-sebelumnya. Jeritan kami semakin menggema di ruangan ini, lalu aku merasakan cairan hangat yang sangat banyak memenuhi rahimku. Mengalir keluar dari vaginaku saat Chanyeol oppa melepas penisnya, dan membasahi kedua paha bagian dalam milikku.

Aku melihat ia yang terengah memandangku. Namun aku hanya membalasnya dengan tatapan yang tidak ia mengerti.

“Aku mencintaimu, istriku.” Ia tersenyum manis. Mengecup bibirku sekilas sebelum bangun dari atas tubuhku, membenarkan piyamanya yang kusut. Sedangkan aku hanya diam menetralkan napasku sambil menatap langit-langit ruang tamu yang putih bersih. Dalam hati aku mengerang kecewa.

Aku belum mendapatkan pelepasan itu. Kenapa Chanyeol oppa tiba-tiba melepas penetrasi kami? Apa ia tidak tahu jika aku belum memuncratkan cairanku?

“Wae, chagi-ya?” ia bertanya ketika ia melihat wajah piasku. Tak seceria biasanya sesaat setelah percintaan penuh gairah kami setiap malam.

Aku lumayan terkejut mendapati tangannya yang kini mengusap kepalaku dengan lembut. Tak bisa kusadari jika sedari tadi aku melamun.

Kutepis pikiran negatifku berulang-ulang dari otakku. Meskipun aku belum mendapatkan orgasme-ku, tetapi aku bisa meraihnya lagi bersama suamiku, ‘kan? Kami pasti akan menghabiskan malam ini dengan beronde-ronde seks hingga aku tak akan bisa berjalan keesokan paginya.

Aku bangun dengan tubuh lemas dari sofa mewah ini. Tangannya yang sedang mengikat tali piyama kusentuh, kuusap pelan sambil menunjukkan senyum tipis yang aku rasa membuatnya tergoda. Aku kembali membuka ikat tali tersebut, membuka piyama milik suamiku dan menjatuhkannya ke lantai, di mana banyak pakaianku yang berserakan.

“Kau pasti ingin melanjutkannya lagi, bukan?” tanyaku berbisik. Aku jilat daun telinganya yang kupastikan membuat tubuhnya menegang. “ayo kita lanjutkan di kamar.”

Tangan kanannya yang besar aku tarik, hendak memasuki peraduan hangat kami—markas favorite kami setiap malam menghabiskan waktu untuk bercinta dengan panasnya—namun ia menahannya. Ia tersenyum, mengusap puncak kepalaku dengan sangat lembut, seolah akan menyakitiku jika saja ia tak berhati-hati.

“Untuk malam ini sudah dulu, ya. Rasanya aku lelah sekali setelah lembur dari pekerjaan.” katanya. Lalu dengan santainya ia menaiki anak demi anak tangga yang akan membawanya menuju kamar kami—untuk tidur.



Bukan untuk bercinta.

***

Akhir pekan adalah waktu bagi kami untuk berduaan sepanjang hari. Pagi ini aku bangun sedikit lebih terlambat dari biasanya, di dalam pelukan Chanyeol oppa yang menghangatkan tubuh dinginku.

Cahaya mentari dari luar membuat kedua mataku sulit terbuka. Kamar yang tadinya redup pencahayaan, kini menjadi terang benderang akibat sinar matahari yang mulai beranjak dari peraduannya dan menerobos masuk ke kaca jendela kamar.

Aku melenguh, menyadari jika suaraku terlalu serak karena baru bangun dari tidur. Pinggulku terasa berat, sebuah tangan besar menimpa dan melingkar di sana dengan erat, sangat posesif. Begitu aku berbalik, aku melihat wajah Chanyeol oppa yang tersenyum cerah kepadaku. Ia mengecup bibir manisku sekilas, lalu berteriak sumringah,

“Selamat pagi, duniaku! Selamat pagi, weekend-ku! Selama pagi, hidupku!”

Aku terkekeh melihat aksinya. Saat mengatakan kalimat terakhir, ia menatapku lekat. Seolah aku memang hidupnya dan ia tidak bisa jika tidak hidup bersamaku. Aku membalasnya dengan senyuman, memandang tubuh besarnya yang lucu jika bertingkah layaknya anak kecil seperti sekarang ini: berlari mengelilingi kamar sambil meneriaki kata ‘Selamat Pagi’ untuk semua benda-benda yang berada di dalam sini.

Aku duduk bersandar di kepala ranjang, masih setia menatapnya yang kini telah berdiri tegap di hadapanku dengan sebuah senyuman paling lebar sepanjang hidupnya—yang hanya ditujukan padaku—sambil bertolak pinggang.

“Hufff… huffff... aku lelah sekali.” katanya pelan.

Aku tertawa, ingat jika biasanya kami akan menghabiskan pagi di akhir pekan dengan bercinta sampai langit berubah jingga. Tapi rasanya hari ini berbeda, mungkin aku yang akan menggoda dan mengajaknya lebih dulu, tidak seperti biasa: ia yang akan selalu menggodaku duluan supaya aku ingin bercinta dengannya.

Aku berdiri dari dudukku, hanya dengan lingerie tanpa jubah yang kukenakan, aku mendekati tubuh perkasa milik Chanyeol oppa. Ia nampak menegang saat kuusap lembut dada bidangnya dengan menggoda. Lalu ia menarik bibirku untuk dilumatnya dalam, begitu membangkitkan gairah walaupun hanya sekedar sebuah ciuman.

Tanganku mulai bergerilya di sekujur tubuhnya. Dari dada, aku turun ke perutnya, mengusap perut rata (meski tanpa abs yang jelas) milik Chanyeol oppa dengan halus. Tak lupa kugoda pusarnya, hingga membuat ia mendesah dalam ciuman kami. Tangan Chanyeol oppa juga tak bisa diam, ia menggerayangi tubuhku seperti saat-saat di mana kami bercinta dengan panas tiap malamnya. Aku ikut mengerang, mendesah, dan sesekali melenguhkan namanya supaya ia tahu jika aku merasakan nikmat tiada tara ketika tak sengaja jari panjangnya menyentuh puting tegangku dari balik lingerie tipis ini.

“Uh, aku lapar,” ia melepas ciuman kami, dalam hati aku mendesah kecewa.

Mungkin tidak dulu untuk pagi ini, Chanyeol oppa masih lelah setelah lembur di kantor.

Aku mencoba memasang senyum paling manis meski kutahu hasilnya tak cukup memuaskan, sekali lagi kuusap dadanya, namun kali ini tanpa godaan yang terselip di sana. “Mandilah, bersihkan dulu tubuhmu. Aku akan menyiapkan sarapan spesial untuk kita.”

Kubalikkan tubuhku untuk mengamit jubah tidur yang tergeletak naas di tepi ranjang—hampir jatuh ke lantai jika saja aku tidak buru-buru meraihnya. Lalu aku keluar dari kamar, menuju dapur kesayangan untuk membuatkan sarapan bagi orang kesayangan pula.

***

Selesai sarapan, aku dan Chanyeol oppa duduk bersantai di ruang TV mansion kami. Ruangan ini di desain dengan pencahayaan yang lebih redup dari ruangan yang lain, fungsinya adalah supaya layar lebar di depan kami akan lebih terlihat saat menampilkan film, dan tidak terganggu oleh cahaya matahari yang terpantul ke layar. Anggaplah ini adalah ruangan bioskop dengan versi lebih kecil dan bersifat lebih pribadi.

Aku menyandarkan kepalaku di bahu Chanyeol oppa yang terbalut kaos polo santai berwarna hitam. Celana jeans pendek ber-merk dengan warna putih menutupi sebagian pinggang hingga pahanya. Sedangkan aku hanya memakai tangtop warna putih dan hotpant berwarna hitam. Kalian mungkin menganggap kami janjian, namun nyatanya tidak. Hitam dan putih adalah warna kesukaan kami berdua.

Pukul sepuluh pagi hari biasanya tidak ada film atau acara-acara bagus yang dapat ditonton di TV. Mayoritas dari saluran televisi nomor satu di Korea menampilkan berita atau acara olahraga yang kebanyakan membicarakan tentang kesehatan.

Pada akhirnya acara nonton kami-pun menjadi tak menyenangkan lagi, mata dan tanganku dari tadi hanya terfokus pada dada bidang Chanyeol oppa, sementara kini pria itu tengah memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya di atas kepalaku.

Namun aku masih bisa mendengar suara televisi meski dengan volume kecil.

‘Apakah Anda termasuk pria yang hobi merokok? Kuharap Anda mencari hobi lain yang lebih bermanfaat, karena jujur saja, semua orang tahu ini, bahwa merokok adalah kebiasaan buruk yang akan menimbulkan dampak buruk pula bagi para pria yang mengkonsumsinya.



Selain karena dapat menyebabkan serangan jantung, banyak juga penyakit lain yang dapat menyerang pria-pria yang suka merokok, yakni; asma, kanker paru-paru, dan juga kanker tenggorokan. Aku adalah mantan perokok akut dulu, aku mengakui jika rasa rokok itu memang sangat menyenangkan, manis dan nikmat, wanginya juga menenangkan, rokok pasti akan menarik perhatian banyak lelaki di luar sana supaya ingin menyesapnya meski hanya sebatang.



Aku sudah tahu sejak lama jika merokok itu tidak baik untuk kesehatan kita. Di luar bungkus rokok yang dulu sering kubeli biasanya terdapat peringatan atau bahkan ancaman-ancaman yang akan menakuti kita. Tetapi, bagi seseorang yang gila merokok seperti diriku ini, maka segala ancaman-ancaman mengerikan itu hanyalah angin lalu.



Sekarang aku yakin sekali jika rokok hanya akan membawa dampak buruk bagi komsumennya. Aku yang tadinya sehat dan baik-baik saja, kini mengidap penyakit jantung stadium 2 yang membuat tubuhku menjadi tak sesubur dulu. Aku sangat terpuruk kala itu, tapi tak lebih menyakitkan ketika isteriku tiba-tiba menceraikanku karena aku yang tak seperkasa dulu lagi.



Kuharap Anda, sebagai pria yang hobi merokok dan minum alkohol, hentikan semuanya sekarang juga. Ternyata merokok juga dapat mengurangi ketahanan seorang pria sehat. Jangan sampai pasangan Anda meninggalkan Anda dan mencari pria lain yang lebih bisa memuaskannya.



Saat kita merokok, jantung kita akan berdetak lebih cepat, karena apa yang kita sesap akan masuk ke dalam tubuh kita, menghancurkan tubuh sehat kita secara perlahan dan berkala.’



Mendengar jawaban dari seorang narasumber kesehatan di televisi membuatku kembali terpikirkan oleh Chanyeol oppa. Kutatap ia lekat, sedangkan ia hanya mendengus mana kala mendengar berita tersebut.

“Itu adalah alasan paling klasik yang dikatakan seseorang supaya pria-pria di bumi ini tak ada yang merokok lagi.”

Aku hanya diam tak membalasnya. Aku mencoba untuk mempercayai suamiku ini, namun nyatanya, sebagian besar hatiku justru lebih mempercayai narasumber tadi soal penjelasannya tentang dampak yang diakibatkan dari merokok.

Lalu tiba-tiba saja aku merasa takut, jika mengingat percintaan kami semalam yang terasa berbeda dari percintaan lainnya.

***

Hari minggu bukan berarti Chanyeol oppa bisa libur dari pekerjaannya yang menumpuk di kantor. Sebagai seorang presiden direktur yang baik, Chanyeol oppa tetap berangkat ke kantor untuk menyelesaikan masalah kecil yang terjadi di sana.

Aku sendiri masih duduk di pinggir ranjang besar kami sambil merenungkan kata-kata yang kudengar dari berita tadi. Dan setelah kupikir-pikir, apa yang diucapkan oleh pria itu ada benarnya juga. Chanyeol oppa  bukanlah seorang pria yang candu rokok, ia termasuk laki-laki yang bersih saat bertemu denganku dulu. Tetapi setelah ia lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan penting untuk meneruskan bisnis Ayahnya yang tengah berkembang pesat, ia mulai menghisap serbuk nikotin nan membahayakan tersebut.

Tentu saja aku merasa khawatir. Aku adalah isterinya, dan kami baru menikah sekitar tiga bulan yang lalu. Menetap di apartemen miliknya selama dua bulan, lalu pindah ke rumah baru ini. Rumah yang selama ini aku impi-impikan dan Chanyeol oppa dengan senang hati memberikannya untukku.

Bukan tanpa alasan aku meminta rumah ini. Sebelum kami menikah, aku memang menginginkan sebuah rumah besar yang akan kami tempati berdua, dan bersama anak-anak kami yang akan lahir nantinya. Aku berjanji akan menjadikan keluargaku sebagai keluarga yang paling bahagia karena hanya mereka-lah yang kupunya di dunia. Chanyeol oppa adalah satu-satunya pria yang bisa memberikan semua keinginanku. Maka aku bersumpah akan merawatnya seperti apa yang aku janjikan selama ini.

Melihat Chanyeol oppa yang telah berubah menjadi perokok aktif, membuat aku tanpa sadar tergerak untuk melenyapkan apa yang selama ini menjadi hobinya. Mulai saat ini juga aku harus ikut turun tangan. Apapun yang dapat merusak orang-orang yang kucintai, maka aku akan berusaha untuk membuatnya musnah.

Suara bel rumah yang berbunyi membuatku tersadar dari lamunanku sendiri. Aku masih duduk di atas ranjang dengan sepasang baju kotor milik Chanyeol oppa yang belum sempat kumasukkan ke dalam bak cuci. Aku terlalu sibuk melamun hingga tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Itu berarti Chanyeol oppa sudah pergi ke kantor sejak tiga puluh menit yang lalu.

Kuletakkan baju kotor ini di tempatnya dan berjalan membuka pintu. Bae Joohyun berdiri di depan sana dengan sebuah bagpaper di tangannya. Senyumnya terlihat manis, dan itu ia tujukan kepadaku.

Aku membalasnya dengan senyum lebar, “Oh, Dokter Bae! Ayo, silahkan masuk!” candaku.

Joohyun tertawa mendengarnya, namun ia tetap melangkahkan kakinya untuk mengikutiku dan duduk di sofa ruang tamu bersamaku.

“Ada apa kau datang kemari? Kupikir kau adalah seorang dokter spesialis yang biasa menunggu pasiennya di ruangan ber-AC milikmu yang sejuk dan wangi, Joohyun-ah.” Ucapku dengan sebuah kekehan kecil.

“Jangan bercanda!” Richan ikut tertawa meski ia melarangku untuk tidak bercanda. “jadwalku di hari minggu hanya dari pukul sebelas hingga pukul dua sore. Aku baru saja pulang dari kantor Sehun oppa dan aku melihat suamimu di sana.”

“Oh, ya, memang seperti itu. Chanyeol oppa bilang ada urusan yang harus diselesaikan di kantor, jadi dia pergi ke sana.” Jawabku dengan santai.

Joohyun tampak menundukkan kepalanya. Suasana yang semula terasa riang, kini mendadak jadi sendu. Aku yang tidak mengerti mencoba untuk bertanya kepadanya. “Joohyun-ah, ada apa, eoh? Apakah ada sesuatu yang membuatmu murung seperti ini?”

Joohyun mengangkat kepalanya menatapku, ia tersenyum tipis, “Aku datang ke kantor suamimu karena aku ingin memberikan camilan sehat yang kubeli di kantin rumah sakit untuk Sehun oppa. Kemudian aku justru dibuat kaget dengan keadaan kantor yang terlihat sangat kacau,” Wajah Joohyun berubah serius, ia tidak sedang bercanda kali ini. “ada seorang pria mabuk yang ingin mencuri barang-barang di kantor, ia membawa sebuah tongkat base ball dan masuk melewati pintu belakang. Ia menghancurkan kaca-kaca jendela dan mengambil apa saja yang menurutnya bisa dijual dengan harga mahal. Tetapi ketika penjaga keamanan datang dan mengeceknya, pria itu sudah tidak sadarkan diri. Tergeletak tak berdaya di lantai lobi dengan mulut berbusa. Ketika aku sampai di sana, aku melihat suamimu sedang berdebat dengan Sehun oppa dan yang lainnya.
Kemudian aku ditarik Sehun oppa dan dipaksa memeriksa kedaan pencuri itu. Aku hanya memeriksa detak jantung dan denyut nadinya saja, aku tidak berani bertindak lebih karena aku bukan ahlinya. Akhirnya Sehun oppa dan yang lainnya membawa pria itu ke rumah sakit untuk segera diotopsi.”

“Lalu?” tanyaku lagi.

Ia menghela napas sebelum melanjutkan. “Pria itu dinyatakan meninggal karena berlebihan mengkonsumsi alkohol dan nikotin di waktu yang bersamaan,” Joohyun mengusap lenganku yang kuletakkan di atas paha. “Aku tahu jika Chanyeol oppa memiliki masalah yang sama. Maka dari itu, kau harus berusaha menghentikannya dari sekarang. Sebelum semua kesenangan yang sering dilakukan Chanyeol oppa berubah menjadi penderitaan untuknya. Kau tahu, aku tidak mau hal itu terjadi. Semua yang kita lakukan di dunia ini pasti ada timbal baliknya, Soojung-ah. Kuharap kau segera bergerak menghentikan hobi Chanyeol oppa yang satu itu.”

***

Semua kata-kata yang Joohyun ucapkan sore tadi terus melayang-layang di dalam pikiranku. Setelah pekerjaan rumah beres, aku segera turun ke ruang bawah tanah, di sana adalah tempat di mana Chanyeol oppa menyimpan koleksi anggurnya. Aku melihat banyak sekali rak yang berjejer rapi menyimpan berbagai macam minuman beralkohol dari tahun yang paling tua hingga yang baru keluar tahun ini. Aku ingat sekali jika bulan lalu ada sebuah truk besar yang mengirim minuman ini ke rumah. Sayangnya saat itu aku belum mengerti apa yang dilakukan oleh suami tampanku ini. Dan ternyata aku cukup kaget setelah melihatnya.

Harus aku kemanakan minuman sebanyak ini?

***

Aku baru saja meletakkan mangkuk berisi kudapan makan malam Chanyeol oppa ketika laki-laki itu datang sambil tersenyum menghampiriku. Chanyeol oppa merentangkan kedua tangannya hendak memelukku, namun aku dengan tegas menggeleng untuk menolaknya.

“Wae?” protesnya tidak terima.

Aku menghela napas pelan sambil berpura-pura mengelap bagian meja makan yang kotor terkena tetesan minyak. Andai saja ia tahu bahwa aku telah melenyapkan anggur-anggur dan rokok simpanannya, akankah Chanyeol oppa tetap bersikap seperti ini terhadapku? Kuharap, ya. Namun jika kenyataan berkata lain, maka aku akan menerimanya dengan lapang demi kebaikannya.

“Mandi saja dulu. Aku masih harus menyiapkan makan malamnya.” Jawabku. Ia nampak mendesah saat mendengar nada bicaraku yang cukup datar. Oh, sesungguhnya aku juga tidak ingin suasana seperti ini terjadi. Tetapi aku ingat jika aku harus bersikap tegas dalam mengurus permasalahan rumah tangga kami.

“Sayang, ada apa denganmu?” tanyanya. “kau bahkan memberikanku ciuman di pagi hari ketika aku baru saja bangun dan belum menyikat gigiku.” Lanjutnya. Aku baru akan menjawab namun ia lebih dulu membalikkan tubuhnya meninggalkanku di dapur. Aku-pun melanjutkan kegiatanku seperti semula.

Tak beberapa lama sampai Chanyeol oppa kembali turun ke dapur karena aku melihatnya menuruni tangga dengan sebuah setelan santai, seperti; kaos polo berwarna merah, dan celana pendek cokelat. Rambutnya yang berwarna hitam nampak basah dan wajahnya terlihat lebih segar dari sebelumnya. Aku tersenyum tipis, kemudian dalam diam menyendokkan nasi ke atas piringnya.

“Kau ingin supnya?” tanyaku. Ia menggeleng dengan bingung namun tetap menjawabnya.

“Kau selalu tahu apa yang aku suka dan apa yang tidak aku suka,”

“Makanlah.” Meski Seunghyun oppa menjawab tidak—secara tidak langsung—namun aku tetap menyendokkan sup itu di atas piringnya dan memaksanya memakan apa yang sudah kubuatkan untuknya.

Awalnya ia nampak tidak terima, namun setelah memandangku selama beberapa detik, ia-pun tersadar dan segera memakannya. Aku terdiam menatap suamiku yang nampak kesal. Dan ia kembali menatapku saat melihatku yang hanya diam memandanginya.

“Kau tidak makan?”

“Aku sudah makan duluan,”

“Mwo?!”



“Wae?”

Chanyeol oppa menghela napas kasar dan membanting sendok beserta garpunya ke atas piring hingga menghasilkan suara nyaring yang memekakkan telinga. Aku begitu terkejut dibuatnya. “Kau pikir, apa yang kau lakukan!?” teriakku.

“Apa? Bukankah seharusnya aku yang bertanya hal itu kepadamu?” Chanyeol oppa membalasku dengan berteriak. Aku benar-benar tidak menyangka.

“Memangnya apa yang kulakukan?”

Chanyeol oppa menggertakan giginya, ia terkekeh sinis dan menatapku dengan tajam sehingga membuatku sedikit merinding. Tetapi lagi-lagi aku sadar bahwa aku tidak boleh mundur begitu saja. Aku harus bisa menyikapi suamiku ini.

“Kau bahkan tidak sadar dengan apa yang telah kau lakukan, huh?” tanyanya dengan suara mendesis. Seolah-olah aku adalah wanita yang paling dibencinya di dunia ini. “kau bersikap sangat aneh hari ini Jung Soojung, dan kau tidak menyadarinya! Kau pikir, apa yang kau lakukan?”

“Aku sangat kecewa ketika kau menolak pelukanku… hingga… bahkan aku berpikir bahwa kau sudah tidak mencintaiku lagi. Kau berkata dengan nada dingin, kau memberikan aku makanan yang paling tidak kusukai dan kau membiarkan aku makan sendirian! Aku memikirkan kesalahan apa yang telah kuperbuat kepadamu hingga kau seolah menjauhkan dirimu dari jangkauanku! Ada apa denganmu sebenarnya, Soojung-ah?!”

Aku merasakan kedua mataku membasah mendengar keluhannya. Ternyata, apa yang sudah kulakukan kepadanya membuat ia kecewa kepadaku. Aku menundukkan kepalaku dalam-dalam, aku tidak berani menatap wajah Chanyeol oppa yang merasa tersakiti karena perbuatanku.

“Aku akan lembur malam ini.”

Aku mendengar suara langkahnya menjauh. Chanyeol oppa akan menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas kantor di ruang kerja miliknya. Dan biasanya ia akan menghabiskan beberapa botol anggur dan beberapa batang rokok untuk menemaninya lembur. Tiba-tiba aku merasa takut dan menyesal karena telah menjual minuman-minuman tersebut.

Dan aku, kini hanya bisa mengurung diriku di dalam kamar. Menantikan reaksi yang akan diberikan oleh Chanyeol oppa ketika mengetahui hal ini.

***

Ketika aku baru saja akan lelap dalam tidurku, aku mendengar suara pintu kamar yang dibuka paksa dari luar. Tubuhku tersentak, aku mendengar suara langkah kaki Chanyeol oppa yang disertai dengan geraman kemarahan. Namun aku memilih untuk berpura-pura tidur dengan posisi membelakangi pintu, kemudian aku mendengar sebuah teriakkan yang sangat keras dari bibirnya.

“Jung Soojung!” Tubuhku dibalikkan dengan paksa, mataku refleks terbuka dan menatap mata tajamnya dengan takut. Aku belum pernah melihat Chanyeol oppa semarah ini, aku bahkan bisa melihat kilat amarah tersebut di kedua matanya. “di mana kau letakkan anggur-anggurku?!” tanyanya dengan penuh penekanan di setiap katanya.

Aku menarik napas dalam-dalam untuk mengumpulkan seluruh keberanianku. Yang harus kulakukan saat ini hanyalah mengatakan yang sebenarnya kepada Chanyeol oppa dan aku melakukan ini demi kebaikannya.

Menunggu jawabanku, Chanyeol oppa mencengkeram erat kedua lenganku. Tubuh besarnya menindihku dan matanya menusukku tanpa berkedip sedikitpun. Aku menelan ludah dengan susah payah.

“Di mana kau letakkan anggur-anggurku, huh? Apakah kau yang membuangnya?!”

“M-mianhae, oppa.” Kataku pelan, aku masih tidak berani menatap matanya. “Aku… aku sudah menjual rokok dan minuman beralkohol yang ada di rumah kita…”

“MWO?!”

***

Langkahku terdengar menggema di lorong rumah sakit yang sepi. Jantungku berdebar tak karuan dan pikiranku melayang entah ke mana. Di belakangku, Jenie, Saeron, dan Jongin ikut berlari panik mencari ruangan yang digunakan sebagai ruang rawat Chanyeol oppa. Sementara yang lainnya seperti Sehun, Joohyun dan Kyungsoo sudah tiba semenjak Chanyeol oppa dibawa ke tempat ini.

Tiga puluh menit yang lalu, aku mendengar kabar dari Sehun dan Joohyun bahwa suamiku mengalami kecelakaan akibat mabuk yang berlebihan. Tangisanku tak lagi dapat kubendung karena saat itu aku memang tengah mengkhawatirkan Chanyeol oppa yang pergi entah ke mana setelah aku memberitahunya bahwa semua rokok dan minumannya telah kujual ke sebuah kelab malam yang berada di pusat kota Seoul. Hatiku cemas bukan main, aku pikir Chanyeol oppa tidak akan semarah ini. Namun ternyata perkiraanku salah, ia bahkan rela mengendarai mobilnya tengah malam hanya untuk mencari kelab tempat aku menjual barang-barang kesukaannya.

Aku yang tak tahu menahu justru menangis tersedu-sedu di rumah. Memikirkan mengapa semuanya bisa sekacau ini, padahal yang kuinginkan hanyalah kesehatan Chanyeol oppa sendiri. Kemudian, seolah tertimpa durian runtuh, aku mendapatkan sebuah telepon dari Joohyun yang mengatakan bahwa Chanyeol oppa mengalami kecelakaan di jalan ketika hendak kembali ke rumah.

Lalu di sinilah aku berada. Berdiri dengan tangisan yang tiada henti, menatap ke pintu kaca yang menampilkan tubuh suamiku yang penuh dengan alat-alat medis sambil memejamkan matanya dengan erat.

Dalam hati aku berdo’a,

Tuhan, ia adalah suamiku. Seandainya aku bertindak salah hingga membuat ia sangat marah, maka terkutuklah aku. Tetapi lagi-lagi aku mengatakan bahwa, aku melakukan hal ini karena aku sangat mencintainya, aku tidak ingin kehilangannya. Apakah semua yang kulakukan ini adalah tindakan yang benar? Atau justru kebalikannya?



Tuhan, ia adalah suamiku. Aku bersumpah di hadapan-Mu jika aku akan hidup bersamanya hingga aku mati. Tanpa memikirkan beban dan masalah yang menghampiri kami. Aku akan tetap setia dan menghormatinya seperti yang selama ini kulakukan kepada-Mu.



Tuhan, ia adalah suamiku, jiwa ragaku. Jika ia merasakan sakit, maka aku juga akan merasakannya. Jika ia merasa bahagia, maka aku juga akan bahagia. Namun, jika kau berkehendak lain, aku rela membiarkan hidupnya berbahagia di atas segala penderitaanku. Aku akan menerimanya meski kutahu itu sangat menyakitkan.



Tuhan, ia adalah suamiku. Aku akan selalu menjaga dan menyayanginya seumur hidupku. Tetapi untuk kali ini aku memohon kepada-Mu, berikanlah kami kesempatan untuk melanjutkan kehidupan pernikahan kami. Biarkanlah kami merasakan sedikit kebahagiaan dengan menata keluarga kami bersama-sama, hingga ajal memisahkan kami nantinya.



Air mataku kembali menetes ketika mendengar menjelasan dari dokter yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan. Kali ini aku benar-benar menumpahkan tangisku di sana, menatap tubuh Chanyeol oppa yang diam tak bergerak.

***

Menjadi seorang isteri bukan berarti aku bisa meninggalkan kewajibanku melayani suami begitu saja. Setelah semua pekerjaan rumah beres, aku langsung menemui Chanyeol oppa yang bersantai di halaman belakang rumah kami. Aku membawakan dua gelas jus jeruk untuk kami berdua dan meletakkannya di gazebo yang berada di dekat kolam berenang. Kakiku menghampirinya dan aku mengusap lembut bahu kerasnya.

“Ada yang bisa kubantu?” tanyaku kepadanya.

Ia sedikit menoleh ke belakang untuk menatapku. Kedua matanya nampak sendu ketika melihat senyumku, “Yes, please…”

Aku berdiri di hadapannya sekarang, dengan gerakkan perlahan aku membantunya berdiri supaya ia bisa merasakan kedua kakinya yang dinyatakan lumpuh oleh dokter setelah ia mengalami kecelakaan itu.

Ya. Chanyeol oppa bahkan menangis ketika melihatku yang masih setia menunggunya di rumah sakit saat ia siuman dari tidur panjangnya. Ia bilang jika ia malu karena kedua kakinya kini dinyatakan lumpuh permanen dan tidak dapat disembuhkan lagi. Ia mengira jika aku akan meninggalkannya pergi karena ia sudah tidak sempurna lagi sekarang.

Kemudian aku mejelaskan semuanya kepada Chanyeol oppa. Aku mencintai suamiku apa adanya, karena aku telah bersumpah bahwa hidup dan matiku hanya akan kugunakan untuk memberikan kesetiaanku padanya. Chanyeol oppa tak kuasa menahan tangis mendengarnya, lalu kami menyatakan perasaan kami masing-masing yang diakhiri dengan sebuah ciuman manis di ruang rumah sakit itu.

Dan setelah dua tahun lamanya Chanyeol oppa duduk di kursi roda, kini ia berniat untuk menjalani terapi berjalan. Karena sesungguhnya, apa yang dikatakan oleh dokter itu tidak benar. Tuhan masih punya cerita lain untuk diberikan kepada hambanya yang bersabar dan tidak pernah putus asa dalam berjuang. Dan semoga Chanyeol oppa adalah salah satunya.
The End

Read More

Why You Die?

  No comments
20:47:00

FF "Why You Die?" [ONE SHOOT]


WHY YOU DIE ?

Cast : _ Cho kyuhyun
_ Kim hyera
Genre : Sad Romance
Author : @milaarn28 / MilYoonhae
FB = http://www.facebook.com/milahtunnisa.quetes Twitter = https://twitter.com/milaarn28 < Follow mention for follback kkkk :”)


# pertama-tama gomawo buat admin yg sudah post FF gaje ini dan juga eonnie yg dah bantu bikin Covernya jeongmal gomawo , annyeong Mila imnida *bow* hey readers ini FF pertamaku , FF oneshoot pertama dan kalian tahu aku masih seorang author amatiran jadi kalo FF ini jelek , jeongmal Mianhae , ceritanya ini tuh FF sad ending jadi kalaupun kalian gak nangis jangan salahkan saya okee wkwk , Yaudah daripada lama2 langsung baca aja ya jangan lupa tinggalkan sepercik coment untuk saya itu sangat berarti
*
*
*
*
* Di dunia ini ada satuhal yang tidak di ketahui oleh manusia , yaitu Kematian . dan jika hal itu Terjadi padaku bisakah kau merelakannya untukku ? CHO KYUHYUN ?
*
*
*
*
*
*
*
*
Cuaca hari ini sangat bagus bukan ?! sepertinya hari ini sangat cocok untuk berjalan-jalan , bagaimana kalau aku menelpon kyu dan mengajaknya jalan-jalan mungkin saja dia tidak sibuk ,”Gumamnya senang.
Yoojin mengambil handphone nya yang tergeletak di samping ranjang tanpa banyak menunggu dia mencari kontak kyu dan menekan tombol call di handphonenya .
“Yeoboyesoo! Kyu ah ..kau ada dimana ? cuaca hari ini sangat bagus bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar .
“yeoboseyo ! mian hyera. aku masih harus mengerjakan skripsiku, aku sedang ada di rumah .”
“jinja ? padahal aku ingin sekali jalan-jalan denganmu “
“lain kali kan bisa , kau dimana ?
“Aku ada di rumah , aku sendirian bagaimana kalo aku kerumah mu ? .”
“Yasudah , tapi kau harus janji kau takkan menganguku arraso ?
“Ne “
Plittt sambungan terputus hyera dengan senyum mengembang di wajahnya mengambil jaket kulit kesayangannya , jaket itu selalu ia kenakan apabila ia ingin keluar rumah .
Hyera memandang sekitar jalan , melihat buah – buahan segar yg di jajajakan di pinggir jalan . dan itu menariknya membeli buah itu “Pasti kyu akan sangat senang aku membawakannya buah “ gumamnya
Hyera memandang 2 kantong plastik di tangannya mengangkatnya dan menurukannya lagi “Buah-buahan sudah ,cemilan sudah, kopi juga sudah apa lagi ya yg kurang ?? , hemm kurasa tidak ada “
Tettttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
hyera sudah tiba di depan rumah kyuhyun memencet belnya dan menunggu sang empunya rumah membukakan pintu .
Kyuhyun membukakan pintu,di lihatnya hyera dengan senyum di wajahnya mebawa banyak kantong plastik di tangan nya “Kau habis dari mana ? kenapa bawa banyak sekali barang “ ujar kyu menatap yeojachingunya itu.
Hyera tidak menyahut dan nyelonong masuk begitu saja ke dalam rumah , meninggalkan kyu yang mematung di ambang pintu “Tidak banyak , hanya buah-buahan , cemilan dan kopi , kau mau makan yg mana dulu ? .
Kyuhyun meraih kursi kerja dan duduk di sana , mulai berkutit dengan laptopnya “Apa saja seterahmu “ jawabnya tanpa memandang hyera .
Ne , aku akan kupas buah-buahan dulu , setelah itu aku akan buatkan kopi untukmu “ujar hyera dari arah dapur.
****
Hyera membawa piring berisi beraneka ragam buah dan segelas kopi di tangan nya .”tadaaaa Kyu ini buah-buahan untukmu dan kopinya juga “
Kyuhyun tidak bergeming sedikit pun , masiih berkutit dengan laptopnya “Bawa kemari saja “
hyera menaruh piring dan kopi di samping meja kerja kyuhyun , tiba-tiba ia mengalungkan tangannya manja ke leher namjachingunya itu “Kyu jangan lupa makan ya, jangan mengepentingkan skripsimu daripada makan jangan sampai kau sakit ne “ ,
kyuhyun menghentikan pekerjaanya sebentar , memandang yeojachingunya dalam lalu memegang tangannya “Ne , aku tidak akan lupa , tapi skripsi ini sangat berarti untukku kalau sampai kenapa-kenapa aku harus mengulang mengetiknya lagi .
Hyera menganguk mempererat pelukannya “Kau sangat lelah mau aku pijit ?”
“memangnya kau bisa ?kkk baiklah “ ujar kyu mencium singkat kening hyera dan tersenyum lepas .
Hyera tersenyum dan mulai menekan-nekankan tangannya ke pundak kyu “apa Kau haus ?, aku ambilkan kopimu ne ?”
“Ne tapi jangan membawanya kesini . “ ujar kyuhyun lagi .
hyera tidak mendengar perkataan kyu untuk tidak membawa gelas berisi kopi itu ke dekatnya “Kyu ,, ini kopimu “ … tiba-tiba saja kopi itu tumpah ke meja kerja kyu dan … BLUSSSSS cairan hitam itu mengisi seluruh kertas putih skripsi kyuhyun , kyuhyun yang melihat pekerjaannya luber begitu saja oleh air kopi melototkan matanya , menyimpan amarah yg akan meledak seketika .
Hyera mengigit kedua tangannya apa yg sudah ia lakukan , ia takut kyuhyun sangat marah atas perlakuannya “Kyu mian…..hhaee a….akk…uuu tidak bermaksud menjatuhkannya akuu…u.u.u”belum sempat hyera selesai bicara
Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah hyera “KYAAAA !! … MIANHAE KATAMU ! BABO apa kau tidak tau berapa lama aku mengerjakannya aku sudah mengerjakannya dari pagi hingga pagi lagi dan kau seenaknya menumpahkan kopi di sana HAAAA “ujar kyu berteriak ke arah hyera meninju dinding yg ada di samping hyera hingga tangannya memar , Hyera sangat ketakutan bahkan ia tidak bisa berhenti menangis “hiks hiks hiks Mianhae kyu aku , maafkan aku .hiks “ percuma saja ia menangis kyuhyun sudah mencapai emosi tertinginya IA TIDAK PEDULI HYERA SUDAH menangis .
Kyuhyun mendorong tubuh hyera ke pojokan dinding “KAU MEMANG SANGAT MENYUSAKAN , bukankah aku bilang aku sedang bekerja tapi mengapa kau memaksa datang HAAA kenapa “Hyera tidak pernah melihat kyuhyun semarah ini , apalagi pada dirinya, air matanya terus mengalir dadanya sakit apa yg harus ia lakukan sekarang ? tubuhnya lemas ,matanya sendu tidak berani menatap mata kyuhyun
kyuhyun melototkan kedua matanya , hyera tidak berani menatapnya ia hanya menunduk dan terus menangis “BUKANKAH KAU BERJANJI UNTUK TIDAK MENGANGUKU HAHH , TAPI APA BUKTINYA KAU MEMANG PENGANGU , DASARR !! YEOJA PABOO “kata-kata kasar terus keluar dari mulut kyuhyun entah setan apa yg sudah merasukinya dan membuat ia berkata sekasar ini , tubuh hyera mengigil hebat , sudah berapa banyak keringat dingin yg keluar dari Pelipisnya .
Hyera mengangkat wajahnya dan meberanikan diri menatap wajah kyu “Mianhae kyu , mianhae ,mianhae kyu , mianhe….. “ hanya kata-kata itu yg bisa ia keluarkan rasanya dadanya sangat sesak untuk bernafas ,hatinya sakit .
kyuhyun menghela nafas mencoba menjauh dari hyera “kau tau , kau BENAR-BENAR HAISHHHHH “ kyuhyun membanting kursi kelantai .hyera yg melihatnya menutup isakan tangisnya dengan tangan , tubuhnya sangat lemas sekarang .
kyuhyun Duduk dan menatap skripsi yg sudah susah payah di buatnya dari pagi hingga pagi lagi kini rata berwarna hitam karena tumpahan kopi , darahnya memanas lagi “PERGI , PERGI SEKARANGG!! “
hyera menatap mata kyu , sakit sangat sakit hatinya entah masih bisakah ia berjalan. sebelum keluar dari rumah kyuhyun , hyera menatap kyu singkat “Mianhae kyuu ,mianhae “lirihnya dan akhirnya pergi dari sana dengan air mata yg deras di pipinya .
Kyuhyun menghela nafas dan berteriak . AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !
Sejak kejadian itu hyera hanya berdiam diri tanpa bicara , ia membantu bibinya berjualan di restorant dengan muka musam ,dan hati yg kosong .
Kyuhyun duduk di bangku ruang tengah mengistirahatkan pikirannya sejenak , Apa aku terlalu kasar padanya ? , hatinya tiba-tiba sakit mengingat kejadian itu saat ia memarahi hyera dengan kata-kata kasar, membuat gadis itu mengingil dan menangis , Hyeraa “gumamnya .
Kyuhyun menatap seisi ruangan , tatapannya terhenti di plastik putih yg ada di dapur , buah-buahan dari hyera dan makan-makanan ringan yang ada di kulkas ia menatapnya lama , seperti ada yg jatuh kyuhyun mengambilnya dan ternyata sebuah memo terulis disana
“ Kyu aku tau kau sangat sibuk akhir-akhir ini tapi jangan sampai lupa makan , di dalam ada makanan-makanan ringan dan makanan kesukaanmu kalau kau lapar cepat makan Ne jangan mementingkan pekerjaanmu daripada makan kyu .
Saranghae
Hyeraa jelek .
Kyuhyun terjatuh di lantai , ia memegang dadanya yg terasa sangat sakit matanya mengeluarkan cairan bening dan sangat deras ia benar-benar menangis , menyesal dan takut itu yg ia rasakan saat ini ,
“HYERAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”
paginya kyuhyun bangun dengan lingkaran hitam di matanya , ia tidak bisa memejamkan matanya walau sedetik , pikirannya terus tertuju pada hyera , ia ingin bertemu dengan gadis itu sekarang . minta maaf padanya
berkali-kali kyuhyun mencoba menelfon hyera tetap saja tidak di angkat , “BUG karena kesal ia membanting handphonenya ke dinding .
***
Hyera sedang duduk di bangku taman , dengan tatapan kosong matanya terus saja mengarah ke satu titik setiap ia memejamkan matanya barang sedetik selalu saja air mata itu mengalir dan begitu seterusnya
Hyeraa !!! “ujar bibi park memangilnya .
hyera menolehkan kepalanya “Ne , ada apa ahjumma ?”
“Tadi kyuhyun menelpon , ia bilang kau harus datang ke taman dekat apartemenmu ia bilang tadi ia mencoba menelponmu tapi tidak aktif .sebenarnya apa yg terjadi di antara kalian berdua ? selesaikan dengan baik2 . ia juga bilang kalau kau tidak datang ia akan tetap menunggumu sampai kau datang .
hyera menatap bibinya sejenak “ne ahjumma !.”
“Kyuuuu “ gumamnya lirih .
Hyera sampai di taman dekat apartemennya ia melihat seorang namja tengah duduk menunduk , sepertinya ia menangis ,”Kyuu” ujarnya lirih .
Hyera mendekati namja itu dan duduk di sampingnya , butiran airmata itu keluar lagi dari matanya “Kyuuu” pangilnya
Kyuhyun menoleh ke samping di tatapnya wajah sendu hyera , wajah sendu yg saat itu meminta maaf padanya , wajah itu membuat kyuhyun menarik hyera ke dalam pelukannya , ia sangat merindukan gadis ini ,hanya gadis ini “Mianhae , mianhae aku telah menyakitimu mianhae “isak kyuhyun mempererat pelukannya , hatinya sakit “
hyera membalas pelukannya tidak dapat di pungkiri bahwa ia juga sangat merindukan kyuhyun sekejam apapun kyuhyun menyakiti hatinya ia akan tetap mencintainya .
Mereka lama berpelukan dan akhirnya tatapan mereka bertemu. mata itu , mereka sama-sama memiliki mata yg sendu .
Hyera membelai pipi kyuhyun , membelai kedua kelopak matanya “Kenapa ada lingkaran hitam di matamu Kyu , apa kau kurang tidur ? aku tidak mau kau sakit .”
Kyuhyun menanggis mendengarnya ,padahal disini dialah yg seharusnya berbuat itu pada hyera “PABOO” kyuhyun menarik tengkuk hyera menyautkan bibirnya ke bibir hyera , kasar ia menciumnya dengan agak kasar rasa rindu dan penyesalan di hatinya menuntut untuk melakukan ini ,
Hyera bahkan tidak bisa bernafas , tapi ia juga sangat merindukan kyuhyun ia mencoba membalas perlakuan kyuhyun , kyu melumatnya kasar menekan kepala hyera agar menciumnya lebih dalam , rasa bibir mereka saat ini sudah bercampur dengan air mata mereka berdua yg masih mengalir .
Lama , sangat lama mereka berciuman , kyuhyun menatap mata hyera “Aku tidak akan mengulanginya lagi maafkan aku , saranghae “ ujar kyu memeluknya .
“Nado “ bisik hyera pelan
******
2 minggu setelah kejadian dan pertengkaran hebat mereka berdua , kyuhyun berusaha menjadi namja romantik dan tidak bersikap dingin kepada hyera , kyu berusaha mengerti sifat manja hyera ia tidak mau menyakiti hati wanita yg paling di cintainya itu utuk kedua kalinya .
Hyera bangun dari tempat tidur dengan rambut kusam dan badan pegal-pegal , tentu saja ini terjadi karena kemaren malam dia kerja lembur di restoran bibi park dan hanya tidur beberapa jam, Hyera mengambil handphonenya dan membaca pesan yg ternyata pesan itu dari Kyuhyun .
To : My bear hyera
heyy !! wake up jangan bermalas - malasan , bangun lah hari ini kita akan jalan –jalan , bukankah ini hal yg kau inginkan ? cepat bangun dan bersiap-siap lah aku akan menjemputmu 15 menit lagi , jangan sampai telat arrasoo…
chagi saranghaeyo
From : Kyu
Hyera tersenyum membaca pesan dari namja nya itu “Chagi … sejak kapan dia memangilku itu cihhh dasar “ ujar hyera terkekeh .
Hyera sudah berpakaian rapi dengan sweater pink cantik yg membuat dirinya terlihat seperti Barbie , rambut tebal dan indahnya yang terurai menjadi pelengkap penampilannya .
Hyera membuka tas gendongnya , memeriksa apa saja yg ia bawa “Tidak ada yg tertingal kan , baiklah ! “
Tetttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
bel apartemen nya berbunyi itu pasti kyuhyun , namja itu datang lebih cepat dari dugaanya . hyera pun membuka pintu apartemen nya di lihatnya sosok kyuhyun membelakangi dirinya . “Kyu.. “ pangilnya .Kyuhyun membalikan badan dan menatap hyera dari ujung kaki sampai kepala “Yeoppo “ ujarnya .
Kyuhyun memegang tangan hyera dan mengajaknya berjalan ,Hyera menatap kyuhyun singkat “Kyu kita akan kemana ?, apa kita akan ke namsan tower , ke taman bermain , atau tempat romantis .?
Kyuhyun yang mendengarnya menolehkan kepalanya menatap hyera “Ne kita akan ke tempat itu semua “
“Jinja ?? tumben sekali kau baik dan romantis kkk “ ujar hyera tertawa .
Kyuhyun ikut tersenyum mendengar tawa hyera .
Banyak yang mereka lakukan , mulai dari menaiki semua wahana permainan , photobox , membelii baju couple , mencoba ramalan , menulis di gembok cinta , makan di pinggir jalan dll mereka sudah melakukan semua yg juga di lakukan pasangan-pasangan korea ketika kencan .
Hyera , ada ice cream di wajahmu “ ujar kyu tertawa .
hyera memegang wajahnya , juga bibirnya tapi sama sekali tidak ada cairan ice cream disana “Dimana ? , dimana kyu .”
kyuhyun mengambil ice cream , menaruhnya di tangan dan mengoleskannya pada pipi hyera “Ini disini hahahhahahah kau lucu sekali lihat wajahmu penuh dengan ice cream coklat hahahaha .”kyuhyun berlari menjauh dan terus saja meledek hyera .
“Kyaaa kyuu.. kau benar-benar menyebalkan Awas kau yahh “ ujarnya mengejar kyuhyun dan jadilah mereka perang-perangan ice cream seperti anak kecil , tertawa berdua tidak peduli orang lain menatap mereka aneh inilah indahnya masa-masa bersama orang yg kita cintai , entah sampai kapan ini akan berlangsung , ku harap selamanya !...
Mereka berdua masih berpegangan tangan menyusuri jalanan myeongdong yang masih ramai dengan pejalan kaki , Kyuhyun menatap salah satu toko, sepertinya itu toko perhiasan. terbesit di benaknya membelikan cincin cantik dan indah untuk mereka berdua .
Hyera melihat kyuhyun berhenti di tengah jalan dan mengikuti arah pandang kyuhyun “Toko perhiasan ? kenapa dengan toko itu kyu ?”ujarnya
Kyuhyun sadar dari lamunanya , menarik tangan hyera untuk mengikutinya “Aku ingin membelikanmu sesuatu beruang jelek , kajja ! .
mereka berdua sampai di dalam toko perhiasan kyuhyun melihat-lihat kotak cinicn yang ada di etalase kaca , seorang pelayang menghampirinya “Kalian ingin mencari cincin untuk berdua ? kami punya sepasang, tunggu sebentar “ ujar pelayan itu .
Hyera menatap kyuhyun dengan cemas “Kyu , memangnya kau punya uang ?.sepertinya harga cincin disini sangat mahal .”
“Kyaaa kau meragukanku , tenang saja aku punya cukup uang dari pekerjaan freelance ku “ ujar kyu tersenyum , ia tahu hyera akan menanyakan hal itu, bagaimana mungkin seorang mahasiswa seperti nya mampu membeli perhiasan yang cukup mahal seperti ini
pelayan tadi datang membawa sekotak cincin perak yang bisa di tuliskan nama yang diinginkan ,cincin itu juga sangat bersinar “Ini cincinnya .
“Ne aku beli cincin itu , tolong tuliskan nama H K di kedua cincin itu “ ujar kyu kepada pelayan itu .
Kyuhyun dan hyera keluar dari toko perhiasan memegang kotak berisi cincin itu , “hyera kau harus tetap memakainya jangan sampai hilang Arraso “
hyera memandang kyuhyun sejenak , ingin rasanya dia menangis untuk saat ini kyuhyun merelakan uang tabungannya yang sudah susah payah ia dapatkan hanya untuk membeli cincin untuknya ,
kyuhyun memakaikan cincin ke tangan hyera .” cantik bukan ? , sekarang giliran kau yang memakaikannya untukku “
hyera mengambil cincin di kotaknya , hendak memakaikannya ke kyuhyun tapi tiba-tiba se
seorang menyenggol lengannya , cincin itupun jatuh mengegelinding ke jalan raya . kyuhyun yang melihat itu segera mengejar cincin itu , ia tidak mau cincin berharga mahal itu hilang begitu saja “Dapat “ ujarnya senang memegang cincin itu
hyera tersenyum melihat cicncin itu ada di tangan kyuhyun, tapi matanya tiba-tiba terbelakak melihat sebuah mobil melaju kencang ke arah kyuhyun ia tidak tau harus berbuat apa ia berlari kencang ke arah kyuhyun “Oppa “
BUGG ia mendorong tubuh kyuhyun ke tepi jalan dan akhirnya tubuhnya lah yang tertabarak mobil , terlempar agak jauh dari tempat kejadian .
*****
kyuhyun terbaring lemas , kakinya sulit di gerakkan kepalanya sangat sakit karena terbentur aspal “Hyera , kau dimana ?”racaunya
ia melihat orang-orang sedang mengerumungi sesuatu yang agak jauh darinya .”kasian gadis itu pasti dia sudah tidak bernyawa lagi “ujar seorang ahjussi .
kyuhyun menatap kerumunan itu “gadis .. apaaaaa??.... hyera ?”ujarnya berlari kencang menuju kerumunan itu , hatinya gelisah ia takut menerima kenyataan jika gadis itu adalah hyera .
Kyuhyun sampai di kerumunan , tubuhnya lunglai seketika , tangannya lemas, keringat dingin terus keluar, hatinya remuk bagaikan terkena badai dahsyat matanya sudah memerah menahan tangis yg akan segera keluar tidak lama lagi , hyee,,,ra,,raa “pangilnya” tubuhnya lemas mendekati tubuh hyera yang terdiam kaku mengatupkan matanya , kepalanya sudah dipenuhi darah ,
Uhukk uhukk hyera batuk mengeluarkan darah , “oppa ..a…k…uu…..me…nn..c..i.n..t.ai.mu “ ujarnya melawan sakit yang benar-benar sakit , setidaknya sebelum dia pergi dia ingin mengatakan sesuatu untuk kyuhyun
kyuhyun sudah menangis mendengarnya tangannya menaruh kepala hyera yang berlumuran darah di pangkuannya “jangann hiks jangan bicara ,,lagi itu pasti sakit hikshiks “
hyera membelai pelan wajah kyuhyun , karena tidak sampai kyuhyun mendekatkan wajahnya ke tangan hyera “o..p……p.a……a jangan menangis…a..k..u……..u..t.ii….da……k..pa………..pa..”
Kyuhyun terus saja menangis , dalam keadaan seperti inipun dia masih memikirkanku , di banding dirinya yang sekarat seperti ini “Jangan tingalkan aku hyera ya … aku mohon “
hyera sudah tidak tahan lagi , tubuhnya sudah tidak kuat menahan sakit “oppp…aa bi..sa..ka..ah ..ka..u..men.ci.umm..ku..se.kka.li..saj..aa. ? , ja..ga...ke..se……..ha..tan……….mu……... ne….
…….op..paaa.. lan,,jut,,kan,,lah,,hi,,du,,p,,mu,,janga..an..ber..se..dih..kare..na.,.,ku …a..ku..aka..n..ba..ha..gi..a..di..san..a.bila…kau…ba..ha..gi..aa …….SA..RA..NG..HA,,,E,,, K,,Y,,U
hyera tersenyum untuk terakhir kalinya tubuhnya sudah tidak kuat lagi ,kyuhyun mencium bibir hyera lama penuh dengan tangisan , hatinya sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini , dia tidak mau kehilangan orang yang sangat ia cintai untuk kedua kalinya
Hyera …. Hanya kauu.. !! aku tidak …akan ..bahagia tanapamu .. jangan tinggalkan aku aku mohonn HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA tiba-tiba
HYERA MENGANTUPKAN KEDUA MATANNYA “ beru..ang….je..le..k.. ky..u.h.yun..ini……………sa..nga…t..men..cin..tai..nya…DEG mata hyera terkatup sempurna untuk selama-lamanya , kyuhyun yang melihatnya membelakakan mata tidak percaya , ia terus mengoncang-ngoncangkan tubuh hyera tapi tetap saja itu mustahil ..
Hyeerraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa kenapa kau harus pergii….. Gajima hyera yaaaaaaa “ buram penglihatannya buram ia tidak sangup lagi menopang tubuhnya , ia pingsan
****
2 minggu setelah kejadian itu ,kyuhyun masih terbaring di rumah sakit , ia masih shock atas kejadian itu matanya kosong , menyimpan luka disana tubuhnya lemas seakan-akan ia ingin mati saja menyusul hyera , ia tau selama ini ia sangat tergantung pada hyera hanya hyera lah yang ia punya di dunia ini tidak ada lagi . orang tuanya sudah pergi meniggalkannya sejak kecil .
Kyuhyun terus saja mengingat hyera ,bahkan ia sudah tidak peduli lagi kehidupannya di dunia ini kalau ia bisa , ia ingin sekali menyusul gadis itu ke sana , hidup bersamanya di dunia lain .bahagia bersamanya
Sreeettt Pintu ruangan kyuhyun terbuka . bibi park masuk membawa sebuah kotak berwarna pink dan menaruhnya di depan kyu , ia sangat simpati melihat keadaan kyuhyun ia memaklumi mengapa kyuhyun seperti ini , bahkan dirinya yang hanya bibi hyera pun tidak kuat menerima kenyataan bahwa keponakan kesayangannya sudah pergi meningalkan nya , bagaimana dengan kyuhyun satu –satunnya orang yang mencintainya dan berharga untuknya harus pergi meninggalkannya .
bibi park duduk di depan kyuhyun , menepuk pundaknya lalu menariknya ke pelukannya “Kyu.. barang-barang yg ada di kotak ini adalah barang-barang kesayangan hyera , ia selalu menyimpan semua kenangan-kenangan nya di kotak ini , dan sekarang aku tidak berhak lagi menyimpannya , kau yang lebih berhak melihatnya . kyu kau harus tegar menerimanya ne “ bibi park melepaskan pelukannya dan menyeka airmata yang jatuh di pipinya lalu keluar ruangan meninggalkan kyuhyun sendiri , kyuhyun memandang sendu kotak pink itu ia membuka perlahan kotak itu di ambilnya sebuah plastik dan memo di sampingnya ,
20 12 2012
hari ini adalah hari dimana aku dan kyuhyun jadian tahun lalu , ini adalah Anniversary satu tahun kami bersama , aku sangat senang menyambut hari ini , aku harap kyuhyun pun sama oh iya aku sudah membelikkan hadiah untuknya , apa ya ??.. hmmm sebuah psp keluaran baru untuknya , aku tau dia sangat suka bermain game dan dia akan melakukan apa saja untuk bisa menang dalam game kekeke.., aku akan merahasiakan hadiaah ini sampai dia mengingatnya .
#Flashback
“kyu kau tau tidak ini hari apa ? “
“hemm hari kamis , wae ?
“bukan ituu !! sekarang tanggal berapa ? kau ingat tidak di tanggal ini ada apa ?”
“hemm sudahlah hyera jangan membuatku bingung ,memangnya ada apa ?”
“Tidak ada apa-apa , sudah lupakan saja “
21,12,2012
menyebalkan , ia sama sekali tidak ingat hari jadian aku dengannya kenapa dia pelupa sekali sih , dia kan belum kakek-kakek , aku belum bisa memberinya hadiah ini karena ia tidak mengingatnya , baiklah hadiah ini akan aku simpan sampai ia mengingatnya …,….
Air mata kyuhyun membasahi kertas memo itu , air matanya sudah tidak dapat terbendung dia sudah membuatt kecewa gadis itu sudah menghancurkan harapannya ,kenapa dia bisa begitu bodoh hingga lupa hari jadiannya dengan hyera , ia selalu saja mengutuk dirinya sendiri Hha hah hyeraa mian,,ha,,e,,hikshiks
matanya memutar melihat seluruh isi kotak itu semua yang ada di sana adalah barang yang di belikan kyuhyun untuk dirinya , semuanya tersimpan rapi disana dan di setiap barang selalu ada memo yg menunjukan dimana dan kapan barang itu di berikan padanya .
kyuhyun melihat sebuah kotak kecil di atas kotak itu tertulis” Jangan buka Kotak ini , bahkan beruang jelek kyuhyun juga tidak boleh membukanya , hanya aku kkkk”
kyuhyun membuka kotak itu di lihatnya sepucuk surat tersempel rapi dengan amplop hati yg indah
To : Evil /beruang jelek kyuhyun
Pertama kali aku mengenalmu , kau tahu aku sudah sangat menyukaimu meskipun kau selalu bersikap dingin padaku , aku tahu sebenarnya kau sangat hangat , kau benar-benar hangat aku tidak tau harus mengatakan apa pada saat kau membalas cintaku kyu, aku sangat senang , meskipun kita pacaran tidak seperti pasangan lainnya yang selalu romantis tiapa hari, tapi kita malah mengisi pertemuan kita dengan bertengkar . itu lucu bukan ?.tapi aku senang saat kau melihatku dengan tatapan evilmu itu , kau sangat cool , kau tau kan kyu hanya kau dan bibi park yang aku punya di dunia ini , tidak ada lagi selain kalian aku sangat berterima kasih pada kalian karena sudah menjagaku , jangan pernah tinggalkan aku kyu , jangan pernah !!..saranghae beruang jelek saanghae saranghe muahhhh
di hati beruang hyera Cuma ada beruang kyu , si evil kyu Cuma dia
Saranghae 100000000000000000000000000000000000000000 x
I LOVE YOU ICEPRINCE
kyuhyun tertegun membacanya , tangisannya sudah meledak seisi ruangan , MIANHAE HYERA , MIANHAEEEEEE NADO SARANGHAE ia terus saja meneriakan kata-kata itu dokter dan tenaga medis pun kualahan menghentikannya , kyuhyun dia benar-benar rapuh tanpa kim hyera disisinya
mengapa kau harus pergi disaat aku belum sempat berterima kasih padamu , di saat aku belum sempat meminta maaf padamu , disaat aku belum sempat membalas kebaikannmu ,bodoh aku bodoh menyia-nyiakanmu PABOO , hyera bisakah kau kembali padaku walau hanya setengah hari , aku ingin membalasnya tuhan mengapa kau mengambilnya dariku mengapa
mengapa kamu matii ?

#Kim Hyera andai kau kembali kesini walau hanya sejam aku tidak akan pernah menyi-nyiakanmu lagi aku janji akan membahagiakanmu , kembalilah aku mohon kembalilah
Beruang jelek kim hyera….. SARANGHAE

Read More

Ugly Duck

  No comments
21:46:00

FF ROMANCE “ UGLY DUCK”


Cast : ~Risky
           ~ Siwon
           ~ kai
            ~jesicca
            ~and other cast
Genre : romance
Ranting : tentukansendiri
Author : kimye_el
Note : romance ini merupakan asli karya miminyang sebelumnya pernah mimin share dan sekarang mimin share ulang karna banyakyang minta dibuatkan note, gomawo untuk yang sudah baca dan jangan lupa untuklike and comen!


Happyreading…
Kau berlari sambil menangis karna tak tahan lagi dengan perlakuan teman-temanmu dihigh school. Hanya karna kau berbeda,jelek dan kutu buku mereka selalu mengerjaimu bahkan gank biasmu pula.
Mereka mengataimu itik buruk rupa dan selalu mengganggumu.
Kau sangat benci dengan gank biasmu walaupun diam-diamkau menyukai biasmu tapi apalah daya melirik kau saja ia tak perna.

Begitu pula Hari ini, sewaktu kau dikamar kecilmereka menyirammu dengan air hingga basah kuyup, lalu mereka juga menyirammudengan tepung saat hendak masuk kelas.
Kau yang tak tahan lagi pun berlari sambilmenangis.
Hingga seseorang menabrakmu dan membuat kacamatabesarmu terjatuh, malang nasibmu saat kau berusaha mencarinya seseorangmenginjak kacamata mu hingga pecah,
Kau pun semakin sedih.
dengan penglihatan samar-samar karna tak memakaikacamata, kau pun berjalan menuju tepi sungai yang tak jauh dari high school.
Setiap bersedih kau selalu pergi kesungai kecilitu.
Gemericik air yang bening membuat hatimu tenang.
Namun hari ini sepertinya rasa sakit dihatimu takdapat ditahan lagi sehingga kau pun menangis dibawah sebuah pohon yang terletakditepi sungai

"wae?wae mereka jahat padaku.. Apakah merekatak menganggapku manusia? Aku lelah.. Aku lelah hidup seperti ini" ucapmupada air mengalir sambil memeluk lututmu dan wajah yang berlinangan air mata

"kau rupanya itik buruk rupa?" kaumendengar suara seorang namja yang mendekatimu.
Kau pun mengangkat kepalamu dan memandang kearahdatangnya namja tersebut.
Walaupun terlihat samar tapi kau masih bisa melihatbahwa namja itu adalah biasmu

"tidak bisakah kalian tidak memanggilku itikburuk rupa? Aku manusia, aku punya hati dan aku berhak diperlakukan sepertiyeoja lainnya" ucapmu lirih kepadanya sambil menatapnya dengan air matayang membanjiri wajahmu.
Entah mengapa biasmu terdiam saat melihatmumenangis apalagi kau terlihat berbeda tanpa kacamata mungkin ini pertamakalinya ia melihatmu tanpa kacamata
Kau tak peduli siapa yang adadisampingmu, kau hanya ingin melupakan apa yang ada di hatimu

"aku lelah.. Mereka selalu memperlakukanku sepertiitu.
Tidak kah kau dan teman-temanmu berfikir sepertiitu?" kata-katamu terdengar keras seiring air matamu yang semakinmengalir.
Tak tahu apa yang terjadi pada biasmu, dia hanya diammemperhatikan mu sambil duduk ditanah disampingmu.

Kau terus menangis sambil memeluk lututmu tiba-tibatangan biasmu menyentuh dagumu lalu mengarahkannya kesamping agar kaumenatapnya.
Ia masih diam seperti kau yang terkejut dengan apayang dilakukannya. rasanya jantungmu berdegub kencang seakan ingin melompatsaat kau dan biasmu saling bertatapan.
Kau melihat suatu tatapan yang aneh dimata biasmuseakan ingin memiliki sesuatu.
Disamping tangannya yang menyentuh dagumu, tanganbiasmu yang satunya tiba-tiba meraba kepalamu dan melepaskan kuciran ekor kudarambutmu.
Kini rambut hitammu terurai panjang didepan biasmu.
Ia masih menatapmu seolah kau terhipnotis oleh nya.
Kau tak tahu apa yang akan dilakukannya tapiperlahan tapi pasti biasmu mendekatkan bibirnya kearah mu.
Jantungmu semakin berdetak kencang saat bibirmu danbibirnya saling bertemu.
Biasmu menciummu cukup lama.
Biasmu mencium bibirmu cukup lama.
Kau merasakan kenyamanan didekatnya walau jantungmuseakan bergoncang.
Kau tak percaya geu namja yang kau sukai kini menciumuseolah kau dan biasmu saling mencintai.
Entah, apa yang ada dibenaknya. Kau sendiri terbawaperasaan sehingga membiarkan biasmu menciummu.
Setelah cukup lama sambil menatap mata coklatmu yangmenyimpan keindahan, perlahan biasmumelepaskan ciumannya.
Kau yang menyadari apa yang terjadi pun sontakberdiri dan berlari meninggalkan biasmu dengan rambut terurai namun acak-acakansambil menangis.
Kau tak menyadari kacamata mu yang pecah terjatuhdan biasmu memungutnya.


@rumah
begitu sampai dirumah kau langsung berlari menujukamarmu dan menutupnya dengan keras.
Kau merebahkan tubuhmu diranjang dan menangisdisana.

"wae?wae semua orang mempermainkan ku? Tegahsekali dia!"

"(namamu) gwenchanayo?" mendengar kaumenutup pintu dengan keras eomma mu pun datang.
Ia membuka pintu dan mendapati kau menangis disana.
Eomma mu pun sontak memelukmu.

"eomma.." kau terisak

"ne.. Apa yang terjadi? Apa mereka mengganggumulagi?" eomma mu tampak iba melihatmu

"eomma! Aku lelah.. Apa aku anak kandungeomma? Wae aku tak secantik eomma?"

"jangan katakan seperti itu! Kau anak eomma,kau cantik sayang..
Eomma tidak melihat kacamata mu dan wae rambutmuterurai" kau hanya menggeleng

"eomma aku ingin pindah sekolah! Aku tak bisabertahan disekolah itu.
Aku ingin keluar negeri" eomma mu menatapmu

"kau yakin sayang? *kau mengangguk* baiklah..Eomma akan mengirimmu ke indonesia tempat harabeoji dan halmeoni mu tinggal..
Apapun akan eomma lakukan agar kau bahagia"

"kamshahamnida eomma.. Aku memang inginbersekolah disana saja"
kau memeluk kembali eomma mu.


SKIP
beberapa tahun kemudian..

Dua lebih tahun kau tinggal diIndonesia, ditanahkelahiran eomma mu.
Kau sangat senang tinggal dan bersekolah disana karnateman-temanmu tidak terlalu memandang kecantikan seseorang.
Tapi, karna kau ingin mengejar impianmu menjadisutradara dan diIndonesia hanya dua Institute seni maka mau tak mau kau haruskembali ke Korea selatan untuk menuntut ilmu di korean art university.

Hari ini hari pertamamu kulia.
Kau melangkakan kakimu menyusuri koridoruniversitas untuk mencari kelas seni film.
Beberapa namja tampak terpesona olehmu karnapenampilamu yang berubah 180
derajat.
Kini kau memakai eyesliner dan mengurai rambutmuyang bergelombang. Namun, satu yang tak berubah kau tetap kutu buku.
Karna terlalu memperhatikan secarik kertas letakkelasmu.
Kau tak menyadari seseorang namja yang membawagitar muncul dari kelas musik tepat saat kau melewati kelas itu.

"brakk.." tiba-tiba kau menabrak namjaitu dan membuat kau dan dia terjatuh.
Kau terjatuh tepat diatasnya.
Wajahmu dan wajahnya kini saling bertatapan.
Kau mengamati matanya dan mengenali ternyata namjaitu adalah biasmu.
Wajahnya semakin tampan namun sorot matanya dingintak berubah.
Jantungmu pun terasa berdetak kencan.
Kau tak menyangka dapat bertemu biasmu setelahbetahun-tahun pergi darinya dengan sakit yang kau rasa.
Biasmu menatapmu pula ia merasa tak asing denganmunamun,biasmu tak bisa mengenalimu dengan penampilanmu saat ini.
Kau pun tersadar dan segera berdiri merapikanpakaianmu.

"mianhae.. Mianhae.. Aku tak sengaja!"ucapmu mencoba menghindar
tiba-tiba ia menahan tanganmu

"apa aku perna mengenalmu? Wae wajahmu takasing" kau tak mempedulikannya dan menghindar dari biasmu.
Tenyata perlakuan orang-orangdisekitarmu saat kau cantik sungguh berbeda dengan perlakuan padamu dahulu saatkau dipanggil "ugly duck" Bahkan mudah saja kau mendapat perhatiansemua orang.
hari ini kau berangkat kulia bersama kai oppa, diaadalah sahabat oppamu sebelum ia meninggal dan sekarang kai menggantikan oppamuuntuk menjagamu.
You :"oppa.. Aku ingin pergi keperpustakaan. Oppa duluan saja"
kai :"kau yakin tak mau ku antar?"
you :" ne.. Oppa duluan saja!"

@perpustakaan
suasana begitu sunyi,bahkan tak terlihat satumahasiswa pun. Memang rata-rata mahasiswa seni tidak menyukai membaca,merekalebih suka menciptakan karya.
Kau menjelajari setiap rak-rak buku.
Tiba-tiba jantungmu berdegub melihat seorang namjayang berdiri dipojok sambil membaca buku musik.
Kau pun mencoba tak mempedulikannya danmelewatinya.
Bias :"orang memang bisa berubah tapikepribadiannya tak mungkin berubah " ucapnya tiba-tiba saat kaumelewatinya, kau pun menoleh kebelakang dan memandangnya yang masih seriusmembaca.
Kau tak berkata apapun dan mencoba pergi namun takkau sadari biasmu menggapai tanganmu dan menahan nya. Jantungmu semakinberdegub
you :"lepaskan!" perintahmu, namun biasmumalah menarik tanganmu sehinggah kau terseret kebelakang.
Begitu dekat tangannya menahan pinggulmu. Kau takberani menatap matanya yang menyoroti matamu
you :"apa mau mu?" tiba-tiba biasmumemutar tubuhmu dan menghempaskannya kedinding.
Ia mengapit tubuhmu sehingga kau sulit bergerak.
Bias :" aku hanya ingin memastikan siapakau!" sambil mengapitmu, tangan biasmu merogok kantongnya dan mengeluarkansebuah kacamata yang terlihat retak lensanya.
Kacamata itu seperti kacamata milikmu dulu.
Mungkinkah ia menyimpannya?
Kau hanya terpaku membiarkan biasmu memasangkankacamata besar itu ke matamu.
Kau terasa kembali menjadi ugly duck , namun biasmusemakin menatapmu
bias :"kau kah itu? wae kau harus menjadiorang lain?"
matanya tampak berkaca-kaca.
Biasmu masih menatap wajahmu yangberkacamata sama seperti dulu.
You :"wae? Sekarang kau tahu aku ugly duck..
Apa kau akan memperlakukan aku seperti dulu setelahtahu aku si ugly duck"
bias :" anni.. Aku... Ingin mencium ugly dyuckku!"
"dug.." jantungmu berdegub kembali, matamuhanya melotot terkejut saat tiba-tiba tangan biasmu menyentuh pipimu danmengarahkan wajahmu mendekat padanya.
Lalu bibir biasmu dengan cepat meraih bibirmu,melumatnya seolah sebuah mainan.
Kau hanya membeku dengan mata tertutup. Membiarkanbiasmu semakin menekan bibirmu.
Sensasi jantungmu semakin tinggi sampai akhirnyabiasmu melepaskan ciumannya sedikit demi sedikit.
Kau pun membuka matamu dan mendapati tatapan matabiasmu yang sungguh indah.
Biasmu kemudian melonggarkan apitan tubuhnya.
Kau tersadar dengan apa yang dilakukan biasmu sehinggahkau menamparnya.
You :"apa ini cara mu memperlakukan semuayeoja, apa kau pikir aku yeoja murahan?"
bias :"anni.. Aku bukan menciummu!
Aku mencium ugly duck ku..
Tapi dia telah berubah.." kau terdiam,perkataan biasmu terdengar dingin
you :" wae? Wae kau menyimpankacamataku?"
bias :"kacamata sangat berharga bagiku karnaitu milik ugly duck ku"
hati mu semakin berkecamuk, mungkinkah biasmudiam-diam juga mencintaimu jauh sebelum kau menjadi cantik.
Kau memandang biasmu sampai depan pintuperpustakaan disana ia berpapasan dengan kai oppa yang datang menghampirimu.
Kai :"gwenchana! Kau terlihat tak baik apayang terjadi?"
kau melepas kacamata itu
you :"anni.. Aku hanya terlalu seriusmembaca.."
kai tampak binggung, ia mulai curiga dengan namjayg berpapasan dengannya
kai :" apa ada seseorang yang kau kenal? Apadia mengganggumu?"
kau hanya menggeleng dan mengajak kai oppameninggalkan perpustakaan.

Setelah mengikuti beberapa matakulia dikelas seni film kau pun pulang bersama kai, dia mengantarmu pulang denganmobilnya.
Kau pun menawarinya mampir karna sejak oppa mumeninggal dalam kecelakaan dan kau tinggal diIndonesia, kai tak pernah datangkerumahmu.
Kebetulan rumahmu terlihat ada tamu.
You :"danyeo watseumnida.."
eommamu :" jal gatta wasseoyo! Ini dia yang kita bicarakan.." kau terkejut melihat eomma mubersama kedua orang tua kai oppa.
Kai :" appa.. Eomma apa yang kalianlakukan?"
you :" annyeonghaseo.. Ajuma.. Ajussi"kau membungkuk dan mereka tampak tersenyum
appa kai :" kami hanya datang berkunjung danmembicarakan sesuatu" mereka saling tersenyum aneh, kau merasa adasesuatu.
Eomma mu :" ne.. Karna hubungan sahabat yangmulai renggang kami bermaksud menyambungnya lagi dengan menjodohkan kalianberdua"
eomma kai :" ne.. Itulah yang kami bicarakan!Kami melihat kalian sangat serasi dan menyukai satu sama lain jadi itu yangmembuat kami ingin menjodohkan kalian"
"mwo??" kau dan kai oppa serentak kaget.
Appa kai :" wae? Apa kalian keberatan?Pertunangannya masih lama jadi jgn khawatir" eomma mu menatapmu, kaumerasa canggung jika mengatakan keberatan.
You :" inikan tidak adil untuk kai oppa..Mungkin dia punya kekasih" kau ragu-ragu
kai :"aku setuju saja selama itu takmemaksanya.." wajahmu menjadi merah mendengar kai menyetujuinya.
Eomma mu dan orang tua kai oppa pun tersenyummendengar persetujuan kalian.

Setelah selesai makan malam bersama kau dan kaiberjalan-jalan ditaman.
Kai :" kau yakin tidak menyesal?"
you :" anni oppa.. Aku senang! Siapa yangtidak senang mempunyai namja sebaik oppa" kau membuat wajah kai memerah,
kau bermaksud membuka hatimu untuk orang lain.Tapi, rasanya sedikit sulit karna perasaan mu pada biasmu yang tak jelas itu.
Kai :"aku juga merasa berutung.. Jadi mau kahkau pergi keacara pesta dansa tahunan kampus denganku?" kau memandangwajah kai dan mengangguk.

Jamsembilan tepat mobil kai oppa sampai didepan rumahmu untuk menjemputmu kepestadansa kampus.
Kau pun bergegas keluar.
Kai :" kau terlihat sangat cantik" pujinyasaat melihatmu keluar dan mengenakan gaun selutut berwarna violet yangdibelikan kai oppa
you :" gomawo oppa! Gaun ini yang membuatkucantik" dia pun tersenyum lalu membukakan pintu mobil untukmu.
Tak lama kemudianmobil itu pun melesat membawamu pergi............

Read More

Inspairing Beuty

  No comments
22:15:00

Inspairing Beauty


Author : Risky Maharani
Cast : Choi siwon dan  Kwon Yuri
Genre : Romance
Type : Oneshoot
Disclaimir : Mian kalau ada kata yang typo

Pendaftaran murid baru di SMA Shinwa telah dibuka. Banyak  anak dari keluarga kaya dan terkemuka di Korea mendaftar di SMA Shinwa.
Begitu juga dengan Yuri, meskipun keluarganya bukan orang kaya maupun terkemuka di Korea melainkan hanya keluarga yang sederhana , Yuri mempunyai keinginan sekolah di SMA Shinwa.

1 Minggu kemudian

Pengumuman siswa yang telah diterima di SMA Shinwa ditempel di mading. Banyak siswa berdesakan didepan mading untuk melihat apa namanya tercantum di mading, begitu juga dengan Yuri. Saat Yuri melihat satu persatu siapa saja yang diterima , sambil melihat apakah namanya tercantum di mading.
Tiba-tiba jarinya terhenti disuatu nama , betapa kagetnya Yuri namanya tercantum di mading.

Prov author

Yuri diterima di SMA Shinwa karena nilainya bagus dan sering memenangkan beberapa perlombaan sehingga dia mendapat beasiswa dari SMA itu.
Setelah sampai di rumah
Eomma......
Appa....
"Teriak Yuri senang"
Ada apa Yuri?
"Eomma dan appa cepat-cepat menghampiri Yuri".
Aku diterima di SMA Shinwa
"Sambil memeluk ibu dan ayahnya"
Setelah itu ibu segera menyiapkan makanan di meja makan .

Di meja makan

Ibu sudah menyiapkan makanan spesial untuk merayakan Yuri sudah diterima di SMA favoritnya.
Yuri ayo kita makan bersama "teriak ibu".
Lalu Yuri dan ayah pergi ke meja makan untuk makan bersama.
Setelah selesai makan Yuri pergi ke kamar untuk ganti baju lalu belajar. Tiba-tiba Yuri tertidur karena mengantuk , tak terasa waktu cepat berlalu malam sudah berganti pagi.
Setelah Yuri bangun , dia segera mandi lalu ganti baju seragam lalu berangkat.

Saat di sekolah

Saat Yuri sedang asik jalan-jalan dan melihat sekolahnya , tiba-tiba dia menabrak geng kakak kelas.
Bruuuk....
Mian aku tidak sengaja "ucap Yuri ketakutan"
Apa kau tidak punya mata untuk melihat kami di depanmu!!! "bentak kakak kelas dengan pandangan sinis".
Yuri hanya terdiam sambil menunduk.Setelah kakak kelas pergi , Yuri segera pergi ke kelas.Saat dia berdiri di dekat pintu, tiba-tiba ada air menjatuhi Yuri. Seketika semua murid menertawan Yuri. Lalu Yuri berlari pergi ke taman sekolah sambil menangis.
1 Menit kemudian

Apa salahku kepada mereka , kenapa mereka selalu jahat kepadaku. "Yuri berbicara sendiri sambil menangis". Tiba-tiba ada yang menyodorkan saputangan di depan Yuri.
Yuri melihat namja itu sambil kebingungan
Siapa kamu? "tanya Yuri ketakutan"
Namaku Siwon "mengulurkan tangan"
Aku Yuri "menjawab dengan ragu"
Kenapa kamu menangis?
Saat Yuri akan menjawab pertanyaan Siwon tiba-tiba ada yang menelfon Siwon sehingga dia harus segera pergi. Setelah selesai berbincang Siwon langsung pamit kepada Yuri karena mempunyai urusan penting.
Kalau begitu aku pamit dulu karena karena ada urusan penting "kata Siwon kepada Yuri"
Yuri hanya mengangguk sambil tersenyum.

Prov author

Siwon adalah anak dari keluarga kaya pemilik SMA Shinwa dan beberapa perusahaan , namun dia tidak sombong dan angkuh. Dia memiliki sifat yang baik dan terkenal tampan sehingga banyak yeoja yang mengejarnya.
Bell sekolah berbunyi tanda waktu pulang. Semua murid berhamburan keluar kelas, begitu juga dengan Yuri.

5 Menit kemudian

Saat Yuri sedang berjalan, tiba-tiba ada yang mendoronh Yuri dari belakang.
Bruuuk....
Yuri terjatuh.
Hei wanita penggoda !!!
Kenapa kamu menggoda oppa Siwon kami?
Aku tidak pernah menggodanya "kata Yuri sambil menahan sakit"
Kau bohong !!! "bentak kakak kelas"
Rasakan ini "sambil melempar telur busuk"
Yuri hanya bisa menutupi wajahnya sambil menangis. Tiba-tiba ada seorang namja yang menghentikan perbuatan kakak kelas itu.
Berhenti !!! "bentak namja itu dari kejauhan"
Sontak semua melihat asal suara itu.
Betapa kagetnya mereka , ternyata namja itu adalah Choi Siwon . Namja yang mereka idolakan.
Lalu Siwon berlari menghampiri Yuri.
Apa kau baik-baik saja? "tanya Siwon kuatir".
Yuri hanya mengangguk lemas.
Setelah itu Siwon memakaikan jasnya kepada Yuri.
Kalau kalian  masih menyakiti Yuri , aku akan mengeluarkan kalian dari sekolah "bentak Siwon kepada geng itu". Setelah itu Siwon mengajak Yuri kerumahnya.

Setelah sampai di rumah Siwon

Dia mengantarkan Yuri ke kamar tamu. Istirahatlah dulu lalu gantilah pakaian .
Lalu Siwon keluar dari kamar dan menutup pintu.

1 Jam kemudian

Yuri bangun , dia bingung harus memakai baju apa . Lalu Yuri berjalan kearah almari dan membukanya , betapa kagetnya dia.
Apa semua gaun indah ini disiapkan untukku? "Yuri bertanya tanya dalam hati".
Lalu dia segera ganti baju dan memakai salah satu gaun itu.
Setelah selesai Yuri turun ke ruang keluarga.
Siwon duduk bersantai di ruang keluarga sambil membaca buku.
Hai...
"Sapa Yuri"
Sontak Siwon langsung melihat Yuri dengan mata terbelalak dan mulut terbuka karena Yuri terlihat sangat cantik .
Hai juga , kau terlihat sangat cantik "puji Siwon".
Gomawo " kata Yuri sambil tersenyum"
Aku ingin pulang sekarang "kata Yuri gugup"
Baikalah aku akan mengantarmu pulang tapi setelah kamu makan.

Setelah selesai makan

Siwon bergegas mengantar Yuri dan mereka masuk ke dalam mobil. Dalam perjalanan mereka sibuk mengobrol dan bercanda, tidak terasa meraka sudah sampai di depan rumah Yuri.
Lalu Yuri segera keluar dari mobil dan mengucapkan terimakasih karena Siwon telah menolong dan merawatnya.
Gomawo oppa kau telah menolong dan merawatku "ucap Yuri sambil tersenyum".
Ne , cheonma "jawab Siwon ramah".
Saat Yuri membalikkan badannya tiba-tiba Siwon memanggilnya.
Hei , tunggu
Ne , wae oppa? "tanya yuri"
Mulai sekarang kita bertemankan?
Tentu saja "ucap Yuri bersemangat".

Hari berganti hari bulan berganti bulan
Yuri dan Siwon mulai saling mencintai.
Suatu hari Siwon nekat mengungkapkan perasaannya karena tidak sanggup menahan lagi.
Waktu sudah menunjukkan jam 09.00 pagi tapi Yuri masih tidur , karena hari ini adalah hari minggu.
Tiba-tiba hp Yuri berbunyi , sontak Yuri langsung kaget dan terbangun lalu mengangkat telfon dari Siwon
Ne oppa ... "sambil menahan kantuk"
Apa kamu baru bangun? "tanya Siwon"
Iya , ada apa oppa?
Apa kamu ada acara hari ini?
Tidak....
Bisakah nanti jam 10.00 kita bertemu di taman?
Baiklah oppa , aku tutup dulu telfonnya.
Lalu Yuri menutup telfon dan bersiap siap ,setelah selesai Yuri langsung pergi ke taman. Setelah sampai di taman Yuri duduk di kursi taman sambil menunggu Siwon datang.

5 Menit kemudian

Siwon datang ke taman sambil membawa sebuah kotak berisi kalung yang bersimbol " SY " yang artinya Siwon Yuri.
Setelah bertemu Yuri di kursi taman.
Yuri aku ingin mengatakan bahwa aku selama ini mencintaimu , maukah kamu menerima cintaku? "ucap Siwon sambil berlutut di depan Yuri".
"Yuri hanya mengangguk"
Aku juga mencintaimu oppa
Lalu mereka berpelukan , setelah itu Siwon memakaikan kalung yang di bawanya di leher Yuri.
         
     ******  END ******

Read More