And I Love You Part 12

  No comments
01:00:00


FF “And I Love You” Part 12 [Ye-Ra Couple]


FF “And I Love You” Part 12
Author : Kim Yeon Young~
Cast : Kim Jongwoon. Kim Yura (OC)
Support Cast : Kangin. Kim Jongjin. Eunhyuk. Key. Lee Hyena (OC)
Ratting : PG-15
Genre : Romance, Comedy (?) Friendship.
Ps : Masih banyak Typo. Kekekekke XD
Yaaaaa part 12 datang lagi (?) kira-kira masih ada yang menunggu part ini *plakk
Sepertinya FF ini akan segera End. T_T

okelah langsung saja ðŸ˜€
Happy Reading~~

Sebelumnya……
“Annyeong~”
Yura dan semuanya menatap wanita yang dibawa Jongjin kedalam ruang makan. Dan betapa terkejutnya Yura saat tahu wanita itu.

“Hyena…”gumam Yura. Kemudian matanya menatap Jongwoon. Untuk apa dia juga mengundang Hyena? Menyakitiku lagi. Hah!! tau begini sebaiknya aku tidak menuruti apa katanya. Inikah yang akan kau berikan padaku Joongwoon-ah? Batin Yura terus berkecamuk dengan pertanyaan ini.
Part 12
Author POV
“Paman, Bibi. Apa kabar?” kata Hyena menyapa Tuan dan Nyonya Kim. Lalu keduanya tersenyum.
“bibi itu teman Appa?” tanya Key.
“Ne.. dia teman appa” jawab eommanya Jongwoon sambil menatap Yura. Yura dia tampak kesal dengan sikap Jongwoon. Kenapa dia mengundang Hyena. Jelas-jelas Yura sangat tidak suka dengan wanita itu. Wanita itu bahkan tidak baik dengan Jongwoon.
“Yura-sshi..apa kabar?” tanya Hyena. Yura mendongak kemudian dengan wajah datarnya ia menatap Hyena.
“Baik. Kau sendiri?” jawab Yura. Membuat jongwoon menahan senyumnya. Tampaknya ia puas membuat Yura sangat amat cemburu. Tapi dasar Yura. Ia tidak akan tinggal diam. Dihatinya timbul berbagai konsekuensi untuk Jongwoon setelah ini. Lihat saja kau Jongwoon.
“Baik. Seperti yang kau lihat” jawab Hyena.
“Mmm..aku dengar karirmu sedikit menurun Hyena-ya. Apa benar begitu?”
Jongwoon tiba-tiba bertanya seperti itu. Seolah dia tahu apa yang terjadi dengan mantan kekasihnya itu. Yura menatap Jongwoon. Dan Hyena terlihat sedikit gugup dan juga was-was. Dia kikuk sekali.
“Hhh…ada sedikit masalah. Tapi sebentar lagi akan teratasi.” jawab Hyena. Kemudian dia menatap key.
“mm..dia?”tanya Hyena.
“Key…dia putraku” jawab Jongwoon. Hyena tersenyum mendengarnya. Kemudian Key menatap Hyena. Lalu menjulurkan lidahnya kearah hyena.
“Anak yang lucu” puji Hyena.
“Aku tidak lucu. Aku ini tampan. Arasseo!” jawab Key dengan wajah ketusnya.
Rupanya dia tidak begitu menyukai Hyena. Yura hanya terus mengaduk-aduk makanannya. Ia malas walau hanya menyuapkan nasi kedalam mulutnya. Beda dengan Kangin. Dia bahkan makan dengan lahap dan kelihatannya sangat suka dengan makanan yang sudah siapakan. Tentu saja, kalau dirumah Yura terus saja melarangnya.
“Hahhhha…Key tampan. Ia kau tampan seperti Appamu” jawab Hyena sambil menatap Jongwoon.
“Jongwoon. Tampan apanya” gerutu Yura yang hanya terdengar oleh dirinya sendiri. Tentu saja ia sangat kesal.
__oOo__

Susana tampak Hening sekarang. Makan malam sudah selesai. Tidak ada banyak kata yang keluar dari mulut beberapa orang disini. Yura dia tampak sangat kesal dengan sikap Jongwoon kali ini. Dia juga tidak memberitahu Yura alasan apa dia mengundang hyena makan bersama keluarganya. Ini benar-benar membuat Yura naik darah.
“Jongwoon oppa…aku berterima kasih karena kau telah mengundangku makan malam” kata Hyena tersenyum. Kemudian dia tersenyum pada orang tua Jongwoon. Tuan dan nyonya Kim.
“Aku pulang dulu”
“Ne..hati-hati” jawab Eomma Jongwoon. Lalu Hyena berjalan menuju pintu diiringi oleh Jongwoon dan juga Yura Kangin yang juga akan pulang.
“Aku pulang dulu” kata Yura pada Jongwoon. Memang sejak tadi ia ingin sekali pergi dari tempat ini.
Jongwoon dengan cepat menarik pergelangan tangan Yura. Menggenggamnya erat.
Hyena menatap tangan Jongwoon yang menggenggam tangan Yura. Hyena sedikit tercengang.
Yura menatap tajam kearah Jongwoon. Dia sengaja apa membuat Yura cemburu. Bahkan hari ini bisa dibilang hari terburuk bagi Yura. Makan malam yang tidak mengenakkan. Suasana yang Hening. Yura benci sekali malam ini.
“Jongwoon-ah aku pulang dulu. Apa Yura kau yang akan mengantarnya?” kata Kangin ragu-ragu. Wajahnya sambil memperlihatkan ada sesuatu yang ia tahu. Kangin rupanya tahu akan hal ini. Bagaimana bisa ia menyembunyikannya dari Yura. Adiknya sendiri. Dasar!
“Yaaa…Kangin oppa aku ikut pulang denganmu!” kata Yura dan meronta dalam genggaman tangan Jongwoon. Tapi Kangin sudah berlalu dihadapan Yura. Dan meninggalkan Yura bersama Jongwoon dan juga Hyena.
“Kau disini dulu!!” tahan Jongwoon. Yura mendelik kearahnya. Kemudian matanya menatap Hyena.
“Jongwoon oppa. Apa boleh aku main kerumahmu setiap saat?” tanya Hyena sedikit ragu-ragu. Yura terus mengedarkan pandangannya kearah lain. Dia enggan melihat wajah Hyena dan juga Jongwoon.
“Kau main kesini? Menemui siapa? Sebentar lagi bahkan aku tidak tinggal disini” jawab Jongwoon percaya diri sambil terus tersenyum. Menyebalkan. Kata Yura sendiri didalam hatinya.
“Mwo. Maksudmu?”
“Ne..aku sebentar lagi tidak tinggal disini. Karena aku akan menikah”
Yura dan Hyena sama-sama tersentak. Terkejut. Yura seketika menoleh kesamping. Menatap wajah Jongwoon. Dia, Jongwoon juga tengah menatapnya.
Hyena semakin gugup akan mengolah kata-katanya. Bagaimana bisa? Menikah?
“Menikah?” tanya Hyena.
“Ne…aku akan menikah dengan Yura”
Deggg…….
Jantung Yura memompa darah begitu cepat. Detakannya tidak beraturan. Wajah Hyena berubah menjadi panas. Dan kini tatapannya mengarah kewajah Yura.
“kalian?? lalu untuk apa kau mengundangku kesini?! Hhh.. kau ingin menunjukkan bahwa gadis inilah yang akan menjadi istrimu begitukah oppa?” kata Hyena sedikit emosi pada Jongwoon. Ia kesal karena Jongwoon mempermainkannya.
“tepat sekali. Kitakan hanya teman. Jadi apa salahnya aku memperkenalkan calon istriku pada temannya? Bukan begitu Hyena-ya” jawab Jongwoon.
Yura tidak percaya bahwa Jongwoon akan berbuat seperti ini. Tapi Hyena sangat tidak terima rupanya. Ia kalah dari Yura. Dan juga ia sangat malu telah salah mengartikan ini semua.
“Ne..kita teman. Baiklah aku rasa aku harus segera pulang” Hyena dengan cepat melangkahkan kaki dan pergi begitu saja dari hadapan Jongwoon dan juga Yura.
Yura menatap Jongwoon kemudian melepas genggaman tangannya. Jongwoon kini menoleh dan menatap Yura.
“Mianhae. Aku membuatmu-”
“Antarkan aku pulang!!” kata Yura sedikit ketus pada Jongwoon. Jongwoon hanya menghela nafas panjangnya melihat Yura yang kelihatannya siap memakannya hidup-hidup.
“siap-siap mati kau Jongwoon” kata Jongwoon sendiri saat Yura mulai berlalu dari hadapannya.
Jongwoon POV
Yura terus menutup mulutnya. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Hahhh… aku tahu aku juga salah membuatnya seperti ini. Aku hanya ingin membuktikan padanya. Aku ini serius dengannya. Bahkan aku juga telah membuat Hyena tidak lagi mempermainkan aku dengan sikapnya yang egois.
“Kau marah” tanyaku pelan.
Aku sesekali meliriknya. Ia terus menatap luar ke jendela. Apa wajahku sangat memuakkan baginya hingga ia tidak mau menoleh kearahku. Tidak ada jawaban lagi. Ya Tuhan. Dalam keadaan marahpun dia masih sangat mempesona. Aish Jongwoon-ah. Kau harus fokus pada masalahmu.
“Baiklah…. diam saja terus. Aku tahu ini salahku. Aku minta maaf” kataku lagi. Diam. Itulah dia kalau sedang marah atau kesal. Cemburunya lebih menakutkan dari yang dulu. Aigoo!!
Mobilku sampai pada depan pelataran rumahnya. Kemudian Yura dengan segera akan turun.
“Aku pulang dulu”
Yaaa…seperti itu kalau dia marah. Aku lebih suka dia cerewet padaku dari pada seperti ini. Ini membuatku tidak tenang sama sekali. Aku segera turun dari mobilnya dan menyusulnya sebelum ia masuk kedala rumah.
Yura POV
Aku menghela nafas panjang. Aku sedikit lega keluar dari mobilnya. Bagaimana bisa dia membuatku seperti orang bodoh saat dimeja makan. Saat akan pulang tadi. Aigoo!! aku sangat membenci Jongwoon. Kepala besar itu sangat suka sekali membuatku cemburu.
Baiklah. Aku akan terus mendiamkanmu. Entah sampai kapan. Aku sangat kesalll….. Arghh. Aku ingin saja menendang kakinya. Apa dia ingin memanfaatkan aku didepan Hyena. Wanita iblish itu. Dia bahkan tahu aku membenci wanita itu. Hahhh Yura-ya tenangkan dirimu. Tenang. Inikah rasanya mencintai Jongwoon? Aish tidak pernah terpikirkan olehku akan seperti ini jadinya.
Aku terus melangkahkan kakiku menuju pintu rumahku tanpa menoleh kearah Jongwoon. Aku tahu dia pasti kesal pada sikapku ini. Biar saja. Terserah dia mau marah apa tidak.
“Ceklekkkkkkkk”
Aku membuka pintu rumahku. Tapi seketika ada tangan yang membalikkan tubuhku. Begitu kuatnya hingga akupun kini berhadapan dengannya.
Jangan ditanya. Dia Jongwoon. Omo!!dia terlihat serius sekali saat seperti ini. Aku jadi gugup. Tidak aku harus memasang wajah kesalku padanya.
“Kau!!! untuk apa kau masih ada disini!!pulanglah!!” kataku padanya. Dia tidak bergeming. Malah kini tangannya menggenggam tanganku.
“Ikut aku…..”
Dengan tersentak Jongwoon menarik tanganku. Aku sempat meronta tapi kemudian aku juga menurut. Mengikutinya -___-” jemarinya kuat menggengam tanganku. Dan kini aku masuk lagi kedalam mobil.
“Untuk apa kau mengajakku lagi. Aku lelah”
Jongwoon tidak banyak kata. Ia hanya diam sambil mengemudikan kembali mobilnya. Aish! Menyebalkan. Sudah membuatku kesal kini malah mengajakku paksa. Dasar namja aneh.
“Kau ini mau mengajakku kemana?Huh!”
“diamlah….kau akan baik-baik saja. Tssk!” katanya. Yak!! dia menyuruhku diam. Aish!
Akhirnya aku hanya menurut apa katanya juga. Aigoo kenapa aku menyukai pria semacam ini. Bagaimana bisa aku mencintai. Bahkan bertahun-tahun juga tidak bisa melupakannya. Sulit dipercaya. Baiklah memang nasibku. -____-
Angin malam semakin dingin. Tubuhku otomatis juga kedinginan. Tentu saja. Gaun ini, gaun yang ku pakai juga tidak tebal. Aku juga tidak memakai mantel. Apa dia akan membunuhku disini. Membuatku mati kedinginan.
Kami duduk berdampingan disebuah bangku taman kota. Buat apa coba mengajakku kesini. Bicara didepan rumahku juga bisa. Taman ini lagi. Aku tahu ini tempat kesukaanku. Tapi ini sudah malam. Dan memang sudah sepi pengunjung.
Grepppp…….
Aku merasakan ada jas yang kini bertengger dibahuku. Aku menoleh ternyata Jongwoon memakaikan Jasnya untukku. Mmm dia tahu juga aku kedinginan. Jongwoon membenarkan letak jasnya ditubuhku.
“Aku takut kau mati kedinginan disini” katanya.
Apa dia berharap aku mati. Dasar . Hah! Memang sih rasanya hangat. Aku menoleh kerahnya dia hanya memakai Tshirt nya saja. Walaupun begitu ia masih saja terlihat tampan. Kini ia duduk disampingku lagi. Entahlah. Aku harus tersenyum atau apa? Aku masih kesal dengannya.
“Kau mau apa mengajakku kesini?! Kalau hanya diam saja. Antarkan aku pulang saja.” kataku padanya. Aneh. Dia kesini untuk apa. Dari tadi juga diam. Apa dia ingin seperti kura-kuranya. Yang hanya diam-diam dan diam. -____-”
Tangannya kemudian menarik tanganku. Dia mencari apa sih? Saat tidak kusangka. Jongwoon berusaha melepas cincin yang ia berikan padaku. Cincin yang beri saat ditaman bersama balon.
“Yaa..apa yang kau lakukan”
“aku hanya ingin melepasnya” jawabnya tanpa menoleh kearahku. Dan kini sukses. Dia bisa melepas cincin itu. Ohh dia ingin hubungan ini berakhir?begitukah Jongwoon.
“Kau mengambilnya lagi? Kau kan sudah memberikannya untukku. Mana boleh kau mengambilnya lagi” pekikku. Enak saja!!
Author POV

Jongwoon tersenyum saat mendengar Yura berteriak cincinnya tidak boleh dilepas dari jari manisnya. Yeoja itu tampak mendengus kesal dengan menatap Jongwoon.
Jongwoon memasukkan tangan kanannya kedalam saku jasnya. Tangan satunya tetap menggenggam tangan Yura. Yura menatap Jongwoon. Apa yang sebenarnya akan ia lakukan padanya?
Dengan perlahan akhirya Jongwoon membuka sebuah kotak mini. Dan tersenyum menatap Yura. Yura langsung gelagapan tatkala menatap Jongwoon yang memasang senyum mautnya (?)
Tanpa banyak kata Jongwoon memasukkan cincin putih perak itu kejari manis Yura. Yura meronta. Jongwoon kemudian menatapnya.
“Kau mau apa?” tanya Yura.
“Menurutmu. Diamlah. Kau mengacaukan suasana. Bodoh!!” kata Jongwoon. Sontak membuat Yura mengercutkan bibirnya.
Akhirnya sukses. Jongwoon memasangkan cincin sederhana dengan hiasan permata diatas cincin tersebut. Jongwoon menatap jemari Yura. Terlihat pas ditangan Yura. Kemudian ia menatap wajah Yura.
Yura. Dia terlihat sedikit terkejut pada apa yang diberikan Jongwoon padanya. Cincin ini bahkan begitu cantik. Sangat cantik. Yura bingung. Ia harus apa. Menangis kesal. Atau berterima kasih. Atau menendang kaki Jongwoon untuk pelampiasan kekesalannya.
“Cincin ini….aku sengaja belum memakainya. Bukannya kau tidak mau cincin bekas. Makanya aku sengaja memesannya untukmu. Ingat. Ini hanya untukmu” kata Jongwoon.
“hanya ini maksudmu….hanya ini?”
Yura kembali ingin menangis. Terserah Jongwoon menganggapnya seperti anak kecil kalau menangis ia tidak peduli. Ia ingin mengeluarkan semua rasa yang mengganjal dihatinya.
“Mwo?”
“Kau…Kau..?!! Huaaa…….kau kejam!! kejam!!”
Yura menangis kesal. Matanya sangat merah karena air matanya. Ia menangis bahkan sangat deras air matanya mengalir ke pipinya. Jongwoon bingung. Kenapa yeoja ini bisa menangis. Padahalkan ia sudah memberinya cincin. Bukannya malah tersenyum senang. Kini Yura malas menangis. Menangisnya bahkan seperti anak kecil yang tidak diberi permen oleh ibunya. -_____-
“Yaa.. Yura-ya. Kau ini kenapa…kau..kau menangis. Heiii uljima!! Jongwoon menangkup wajah Yura yang sekarang berlinang air mata serta jari mungilnya menyeka air mata dibawah matanya.
“Heii..kau ini. Uljima Yura-ya…wae??” tanya Jongwoon lagi.
Yura masih terisak menangis. Ia belum bisa mengehentikan laju air matanya. Yura kesal. Kenapa Jongwoon belum sadar kesalahannya. Memberikan cincin itu untuk apa?? apa hanya untuk mengganti cincin yang dulu saja. Bahkan semua pertanyaan itu berkecamuk dipikiran Yura. Belum lagi dia tadi membuat Yura sangat kesal dengan hadirnya Hyena.
“Mianhaee….Mianhaeyo Yura-ya”
Jongwoon kemudian meraih wajah Yura untuk disandarkan didadanya. Tangannya kemudian m*meluk t*buh gadis itu. Mengusap pungung Yura dengan lembut dan mengambil nafas dalam-dalam. M*nikmati aroma t*buh Yura. Aroma yang sangat ia sukai. Membuatnya tenang. Dan nyaman. Ia begitu bodoh hingga tidak tahu gadis nya ini menangis karena apa.
Isakan Yura sedikit mereda. Pelukan Jongwoon benar-benar membuatnya nyaman. Hangat. Itulah yang ia rasakan sekarang. Menghirup aroma tubuh Jongwoon. Parfum yang ia sukai. Begitu menenangkan hatinya. Juga sentuhan Jongwoon di pungunggnya dan juga ditangannya.
“Mianhae. Aku membuatmu seperti ini. Kau mau memaafkan aku. Hum?” tanya Jongwoon masih m*meluk t*buh Yura.
“Tergantung” jawab Yura. Sengaja ia mengatakan ini karena ingin membuat Jongwoon merasa bersalah.
Jongwoon melepas pelukannya. Kemudian menatap wajah Yura. Seulas senyum terkembang dibibir Jongwoon. Yura dia bingung kenapa Jongwoon tersenyum.
“Aigoo!! kau jelek sekali jika habis menangis seperti ini”
“Mwo?”
Yura kemudian membersihkan sisa air matanya dengan tangannya sendiri. Jongwoon kemudian membantu mengusap wajah Yura ini.
“Kau begitu marah denganku ya? Apa sekarang kau masih marah?”
“menurutmu!! Yaakk Kim Jongwoon. Aku kesal sekali denganmu hari ini” kata Yura dengan menahan amarahnya.
“Ne aku tahu!! Yura-ya……aku..”
Jongwoon mengambil nafasnya. Kemudian menghembuskannya pelan-pelan. Tangannya meraih tangan Yura. Dilihatnya jari Yura yang memakai cincin tersebut. Yura. Jantungnya kini berdebar hebat. Tidak tahu kenapa. Seolah tahuu kalau Jongwoon mulai serius dengannya.
“Mwo?” jawabnya
Jongwoon mendongak lagi. Kini ia menatap wajah Yura. Degupan jantungnya mulai tidak terkontrol. Jongwoon membasahi bibirnya dengan lidahnya sebelum ia mengeluarkan kata-kata.
“Yura-ya. Maukah kah menjadi eomma dari Key?”
Jangan ditanya seberapa hebat debaran jantung Yura dan Jongwoon saat ini. Keduanya bahkan sama-sama berdebar. Tangan yura mulai dingin. Dan kini. Yura seakan tidak sanggup mengeluarkan kalimat jawaban untuk kata-kata Jongwoon barusan.
“Mmm… maksudku. Maukah kau mendampingiku seumur hidupku.”
Jongwoon memang tidak bisa mengeluarkan kata-kata romantis untuk menjadikan gadis ini menjadi pendamping hidupnya. Yura yang memang sekarang sedang shock. Atau bahkan ia sulit mencerna kata-kata Jongwoon barusan. Hanya bisa menatap pria didepannya ini dengan tatapan yang sulit diartikan.
“kau melamarku atau apa Kim Jongwoon?” tanya Yura dengan sedikit gugup.
Jongwoon sedikit mendengus. Kenapa Yura belum paham juga dengan kalimatnya. Bahkan mengeluarkan kalimat itu. Jongwoon mati-matian menahan rasa gugup dan juga harga dirinya dipertaruhkan hanya untuk gadis didepannya itu.
“Menurutmu? Apa aku terlihat bercanda?”
“Nde? Ahh…anniya. Hanya saja aku…aku…”
Jongwoon terus saja menatap wajah Yura. Ia sangat ingin segera menerima jawaban ‘Iya’ dari gadis yang membuatnya hampir gila karena terus memikirkannya.
“Aku bisa menjawabnya lain waktu??” tawar Yura.
Sebenarnya ia sangat senang. Hingga ia belum percaya. Apakah benar Jongwoon melamarnya. Walaupun tempatnya sangat aneh untuk melamar seorang gadis untuk menjadi wanita pendamping hidupnya. Tapi Yura menyukai cara Jongwoon yang lain dari pria manapun.
“Euh? Kau belum bisa menjawabnya?”
“Ne..mianhae…aku pasti memberikan jawabannya” Yura langsung mengalihkan pandangannya. Ia menahan tawanya saat melihat ekspresi wajah Jongwoon yang sangat kecewa. Sengaja memang Yura melakukan ini pada Jongwoon. Sekedar untuk mengetahui. Apakah Jongwoon benar-benar serius. Dan juga adalah Yura ingin membalas karena Jongwoon telah membuat ia cemburu tadi.
“Ne..apakah lama?” tanya Jongwoon lagi.
“Mmm..aku akan memikirkannya”
Jongwoon tidak percaya. Gadis ini bahkan memikirkan saat dia melamarnya. Jongwoon berpikir apakah karena cara melamarnya yang seperti ini. Kurang romantis?? hingga Yura kurang yakin. Arghh!! sulit dipercaya. Seorang Kim Jongwoon bahkan serasa ditolak oleh gadis ini.
Jongwoon menatap Yura yang sedang menatap lurus kedepan.
“Yura-ya” panggilnya pelan.
“Hmm….” jawab Yura.
Yura menoleh kesamping dan tepat menatap Jongwoon yang juga sedang menatapnya. Dengan sangat cepat tangan Jongwoon meraih t*ngkuk Yura dan memperdekat w*jahnya dengan waj*h Yura. Dalam hitungan detik b*bir Jongwoon sudah menempel sempurna dib*bir Yura.
Sempat terkejut karena Jongwoon menc*umnya dengan sangat cepat tanpa ada kata-kata atau sinyal terlebih dulu. Mata Jongwoon yang memang sudah terpejam dan b*birnya yang mulai mel*mat dan m*nekan b*bir Yura agar dapat menci*m lebih dalam lagi. Yura sedikit tersentak karena c*uman Jongwoon bahkan terlihat tergesa-gesa. Tidak biasanya. Namun kenapa justru Yura menyukai cara yang seperti ini. Buktinya ia sudah memejamkan matanya dan mulai membalas setiap lum*tan b*bir Jongwoon dib*birnya.
T*buh keduanya kini malah semakin d*kat dengan tangan Jongwoon yang semakin erat memeluk pinggang Yura. Bahkan tangan Yura juga ada ditengkuk Jongwoon menekannya agar lebih dalam menci*mnya. Gila. Bahkan Yura juga mengininkan Jongwoon. Jongwoon hanya ingin memastikan Yura. Agar Yura tahu ia juga sangat mencintainya. Bahkan ingin memiliki Yura seutuhnya. L*matan kecil kini berubah menjadi sedikit lebih agresif. Hingga membuat Yura kesulitan hanya untuk mengambil nafas saja. Yura rasa ia tidak akan berhenti sampai sini. Kenapa Jongwoon menci*mnya seperti ini.
Perlahan Ia mendorong wajah Jongwoon dan melepas t*utan b*birnya. Jongwoon menatap Yura.
“Mmhh…..Jongwoon oppa” kata Yura tertahan karena nafasnya yang sedikit tersengal akibat ci*mannya dengan Jongwoon. Sambil tangannya membenahi rambutnya yang sedikit acak-acakan.
Jongwoon masih sibuk menyeka sudut b*birnya. Ia tidak tahu kalau ci*mannya berakibat seperti ini. Padahal dia tadinya hanya ingin meyakinkan Yura dan mengetahui apa Yura juga ingin hidup dengannya. Itu saja.
“mwo?”
“Sudah malam..Kangin oppa pasti mencariku” kata Yura pada Jongwoon. Keduanya sedikit kikuk karena kegiatan yang mereka lakukan barusan.
“Mm..Ne. Aku antar pulang”
__oOo__
Yura POV
“Yaaa..Yura nuna kenapa tersenyum sendiri”
Key mengagetkan aku yang sedang terbayang saat Jongwoon menyatakan bahwa ia ingin menikah denganku. Ya kalau dokter bilang aku gila, mungkin memang benar. Malam haripun aku tidak bisa tidur. Wajah Jongwoon jelas terlintas dibenakku. Ci*mannya bahkan masih sangat terasa. Aigoo!!
Tapi aku masih belum menjawabnya. Bagaimana kalau Jongwoon berubah pikiran? Ahh Anniya… tidak mungkin. Tapi…
“Yura nuna….!!” panggil Key lagi.
“Ahh..ne”
“Yura nuna kajja suapin Key” pinta Key. Ya memang kami sedang berada direstoran. Restoran Ryeowook. Sangat ramai sekali disini. Bahkan ryeowookpun juga sangat sibuk hingga ia tidak menemuiku sekarang.
“Ne…” jawabku. Terlintas dibenakku. Mm kalau aku jadi istrinya. Pastinya aku akan memasakkan makanan buat Jongwoon. Kira-kira kalau sarapan Jongwoon suka makan apa ya??
“Key-ya…mmm Appa sukanya makan apa kalau dipagi hari ini, hum?’ tanyaku dengan wajah yang aku pasang sangat biasa agar Key tidak curiga.
“Mmm..Appa hanya makan roti panggang saja.”
“Mwo? Roti panggang? Hanya itu…” Yura mengangguk pelan.
“Lantas…kalau malam biasanya appa suka minum apa hum?” Tanyaku lagi. Agak sedikit aneh kedengarannya. Tapi kan aku juga ingin tahu. Key mendongak.
“Tanya Appa sendiri saja…tuh orangnya.” kata Key sambil matanya menatap belakangku sambil tersenyum. Kurasa ada hawa sedikit misterius disini. Apa jangan-jangan? Tidak. Jongwoon tidak mungkin ada dibelakangku. Tidak mungkin.
Aku memberanikan diri menoleh kebelakang. Perlahan aku menatap siapa yang berdiri tepat dibelakangku. Tepat!!
“Aku suka minum susu kalau malam hari”
Ya Tuhan. Betapa malunya aku sekarang. Pabo-pabo Yura-ya. Kenapa bisa kau tidak tahu Jongwoon ada dibelakangmu. Sejak kapan dia ada dibelakangmu? Mau disembunyikan dimana mukaku ini. Dimana dimana…..Yaaa!! Aku malu.
Jongwoon POV
Aku berjalan dengan menggandeng Key saat keluar dari Restoran ini. Yura masih menundukkan mukanya. Aku tahu pasti dia sangat malu. Ekspresinya tadi benar-benar membuat aku ingin tertawa saja. Beruntung aku ini jago dalam merubah mimik wajah dalam sekejab. -____-
“Omona… tampan sekali.”
“Eiyyy dia sudah mempunyai anak dan istri”
Aku terkekeh mendengar bebepara ucapan orang-orang yang bertatapan dengan kami. Mereka memujiku. Yaa…aku tahu aku ini tampan dan juga mempesona. Setidaknya mereka tahu. Kalau memujiku seperti itu dengan terang-terangan pastilah ada efeknya. Ya Yura dia sedang mengercutkan bibirnya. Kesal. Cemburu. Hahaha!!
“Kau tahukan betapa mempesonanya Kim Jongwoon” kataku berbisik dan mendekat kearah telinganya.
Blusssshh
Nah itu dia. Rona wajah yang aku suka dari Yura. Saat mendengarku berkata seperti itu dia langsung mendongak dan menatapku. Aku dapat melihatnya. Dia malu. Kekekek XD
Tenang Yura-ya. Aku tidak akan berpaling darimu. Sekuat apa daya tarik mereka. Aku akan tetap disamping. Menjadi pria yang terus menggilaimu.
Mmmm sebaiknya aku harus atur lagi rencanaku buat Yura. Ide yang sangat bagus Jongwoon.
Author POV
Yura terus saja menatap ruangan Jongwoon yang tampak kosong. Ruangan itu biasa ditempati Jongwoon saat bekerja. Ia menghelan nafas panjang. Matanya kemudian menatap jari nya yang telah terpasang (?) dengan manis sebuah cincin. Kemudian dia tersenyum simpul.
“Kenapa dia jarang sekali ada dikantor. Sibuk terus. Meeting. Makan siang dengan relasi. Ya!! begitu terus. Tidak usah mengingatku….”
gerutu Yura sendirisambil menatap layar ponselnya. Yang dia ajak bicara adalah foto Jongwoon diwallpaper ponselnya. Ada seseorang yang tersenyum melihat kelakuan Yura ini tanpa sepengetahuannya.
“Sibuk apa sih. Hingga beberapa hari ini jarang bersamaku. Baiklah. Aku salah belum memberi jawaban saat kau melamarku….” gerutunya lagi. Kemudian ada seseorang yang terkejut mendengarnya.
“Mwo!! Jadi kau sudah dilamar….” pekik Hyuk Jae yang langsung muncul dihadapan Yura.
“Yaa..Yaa..Yaa..ka-kauuu.. kau kenapa ada disini. Kau tidak ikut dengan Jongwoon”
Yura tergugup dan terkejut pastinya. Hyuk jae ternyata masih dikantor lalu Jongwoon??. Apa dia pergi sendiri? Dengan staff lain?. Biasanya dia selalu dengan Hyuk jae.
“Kapan kau dilamar huh? Hashh kenapa bos tidak memberitahuku. Awas saja dia!!” Hyukjae menngabaikan pertanyaan Yura. Dan lebih memilih untuk berpikir. Bagaimana Bosnya ini bisa memberanikan diri melamar seorang Yura. Bahkan mengatakan ‘saranghae’ saja susah sekali. -___-
“Yaa!! kapan kau disini. Pabo-ya!!” tanya Yura lagi.
“Emm.. aku sejak tadi disini” jawab Hyuk Jae sambil tersenyum kemudian dia menatap Yura dengan mendekat kearah Yura. Memicingkan matanya yang sekarang bahkan terlihat hanya segaris –”
“Mmm… bagaimana Bosku melamarmu. Apa dia??” tanyanya lagi.
Hyuk berkata dengan kedua tangannya bersentuhan dan melambangankan orang yang berci*man. Yura mendelik kearah Hyuk. Dan seketika melemparkan Map tepat mengenai wajahnya.
“Yaak!!!” Pekik Hyukjae tidak terima.
“Rasakan itu manusia mesum!! kau pikir kami apa…. dasar!”
“memang iya. Kau tidak tahu ya. Bahkan Bos bilang kau itu sangat suka c*uman darinya. Yura dia sangat lembut dalam membalas ci*manku”
Hyuk berkata seperti itu dengan lagak mempraktekan gaya Jongwoon berbicara. Ini membuat emosi Yura meningkat. Matanya menatap Hyuk Jae tajam.
“Hyuk jae. Kau belum pernah dilempar sepatu”
“Sudah…”
“dua kali……….Rasakan ini!!! Mati Kau!!!!!”
Yura dengan sekuat tenaga melemparkan sepatunya dua sekaligus kearah Hyuk Jae. -____-
keduanya saling mengejar dan mirip seperti anak kecil. Sulit dipercaya.
Yura POV
Ya!! teruslah seperti ini Jongwoon. Sepertinya kau balas dendam denganku karena aku mengabaikan lamaranmu. Aish!! kenapa aku sekarang yang bingung. Tenang Yura. Tenangkan dirimu. Si kura-kura millenium itu dia pasti tidak akan bertingkah macam-macam. Baiklah. Aku harus sabar seolah-olah aku tidak menginginkannya. Tapi. Aku tidak bisa. T_T
Hhh.. bahkan tiga hari, ahh ani empat hari ini dia seolah mengacuhkan aku. Aku sengaja datang kekantornya walaupun jadwalku memang membantu dikantor Kangin oppa. Tapi dia seperti orang sibuk saja. Apa dia tidak ingat saat ditaman kota. Menci*mku seperti itu apa dia lupa. Aish. Akan aku bunuh kau jika seperti ini terus.
Sore ini Eomma nya Jongwoon memintaku datang kerumahnya. Karena Ahjumma dan Ahjusshi akan menemui rekannya. Ya!! aku menemani key dirumah. Terasa aku sudah menjadi eommanya sekarang. Aigoo!!
“Nuna…kau sakit?” tanya Key padaku.
“Ahh.. anniya.”
“kenapa dari tadi diam saja? Mm nuna mencari Appa?”
Kenapa Key bisa tahu. Ahh menyedihkan sekali wajahmu Yura-ya. Kura-kura bodoh itu bahkan membuatmu seperti ini.
“Heh? Bukan. Nuna hanya tidak enak badan saja” jawabku berbohong. Kemudian Key mengangguk. Tanda ia mengerti.
“Mm..Yura nuna. Key ada sesuatu untukmu. Ini aku ambil dari Hyuk samchon” kata key kemudian berlari menuju kamarnya.
Apa? Dari Hyuk Jae? Pasti ada yang tidak beres. Aku yakin ini pasti sesuatu yang? Belum aku berpikir. Ternyata . Ternyata Key dengan senyumnya berlari kembali kearahku. Tangannya ada dibalik pungungnya. Membuatku penasaran saja. Appa dan anak sama saja rupanya. -____-
“Ya..Key. Apa itu. Cepat tunjukkan pada nuna?” kataku sepelan mungkin agar key juga menurut.
“Tutup mata nuna dulu” Aigoo bocah ini kenapa persis dengan appanya. Kenapa aku berada dalam keluarga aneh begini ya -____-
Aku menurut saja dengan apa yang diucapkan Key padaku. Tidak tahu. Kenapa aku justru suka hal yang seperti ini.
“Yura nuna sekarang buka matamu”
Perlahan aku membuka mataku. Dan tepat!! apa yang aku lihat. Dihadapanku ini sebuah foto. Ya Foto yang bahkan sebenarnya key juga tidak boleh melihatnya. Tidak boleh!! aku belum mengedipkan mataku. Sesaat sebelum aku tersadar. Aku mengambilnya dari tangan Key. Key tertawa puas melihat wajahku yang malu bercampur Shock!! ya kalian tahu foto apa ini. Foto kami berc*uman dirumah sakit. Saat Jongwoon menyatakan perasaanya padaku. Ya Tuhan berarti Jongjin oppa dan juga setan mesum itu tahu akan hal ini. Pantas saja mereka tersenyum-senyum. Aish!! berapa orang yang tahu sudah? Lebih baik aku mati. -____-
Aku menatap Key. Bocah ini terus saja tertawa.
“Key-ya kau belum mengerjakan pe-er mu. Kajja. Nanti appa memarahimu!!” kataku mengalihkan suasana.
“Ne ara!!Key sudah mengerjakannya tadi.”
Apa? Baiklah. Hahhh rupanya aku belum beruntung. Aku melirik Jam. Ya Tuhan. Ini sudah jam 9 malam. Kenapa Jongwoon belum pulang. Dia betah sekali ya ternyata. Bahkan pesanku saja belum ia balas. Apa susahnya membalas pesanku. Aku sudah mempertaruhkan gengsiku untuk mengirimi ia pesan terlebih dulu. Nyatanya!!
‘Drrrrttttttttttttt………….’
Aku memasukkan Foto itu kedalam sakuku. Dan mengeluarkan ponselku. Aku melihat ada nama Jongwoon disitu.
Apa dia sudah sembuh dari sakit. Apa amnesianya sudah sembuh? Apa dia terbentur meja barusa atau terpelset dari kamar mandi. Hingga otaknya sudah bergeser tempat yang semestinya.
‘Leo Hyung sudah kesitu?’
Yakkkk!!!! apa hanya ini pesannya. Selama berhari-hari. Omegossh. Lebih baik aku mati sekarang. Ya Yura-ya dianggap apa kau ini. Asisten dari Leo hyung-nya itu. Aish!! Dengan kesal aku membalas pesannya. Sebelum aku membalasnya.
“Annyeong.”
Aku mendongak. Ternyata. Leo oppa datang. Aku tersenyum kikuk menundukkan kepalaku.
“Annyeong” jawabku.
“Jongwoon menyuruhmu menemuinya. Pergilah. Biar Key aku yang menjaganya” katanya. Mwo!! Jongwoon ada apa ini.
“Jinja?”
“Huum..pergilah” katanya lagi.
“Ne…”
__oOo__
Aku mengedarkan pandanganku kepenjuru tempat ini. Area sungai Han. Memang indah sekali sungai Han dimalam hari ini. Tapi untuk apa sikepala besar itu menyuruhku kemari. Tapi entahlah hawa disini sangat misterius. Kenapa hanya aku yang ada disini. Kenapa tampak sepi. Aigoo!! Jongwoon kau membuatku takut.
Hawa dingin semakin merasuk kedalam tubuhku. Jinja. Kenapa aku hanya memakai tshirt ini. Baju ini. Padahalkan ini malam hari seharusnya aku memakai jaketku. Kalau aku mati kedinginan disini karena Jongwoon belum juga muncul. Aku pastikan hidupnya tidak akan tenang. Aku akan membunuhnya terlebih dulu.
“Yura-ya”
Aku mencari sumber suara yang memanggilku. Suara itu aku sangat mengenalinya….
Bingo!! ada sesosok orang didepanku…….
=TBC=

Read More

And I Love You Part 11

  No comments
13:08:00


FF “And I Love You” Part 11 [Ye-Ra Couple]


FF “And I Love You” Part 11 ~
Author : Kim Yeon Young (@DeanClouds)
Cast : Kim Jong Woon, Kim Yura
Support Cast : Key/Kim Kibum, Lee Donghae, Lee Hyuk Jae, Etc
Genre : Romance,
Ratting : PG-15
Ps : banyak typo, selalu!!! dasar author aneh -____-”  membosankan dan juga aneh.
Akhirnya bisa publish yang part 11 ini. Karena banyak yang minta cepet-cepet nah ini aku bikinnya satu hari aja *plakk * tapi kagak tau juga ceritanya makin gag jelas -____-”
Mian karena aku juga habis sembuh *dicium yeye ðŸ˜›
Okelah langsung saja yaaa…
Happy reading ðŸ˜€
Sebelumnya……….
Yura POV
Mwo!! apa yang aku lakukan dengan Jongwoon. Bahkan aku tidak berontak sekarang. Pergerakan b*birnya di b*birku yang sangat lembut dan intens seakan menjadi bius agar aku menurut apa yang dilakukannya. Tapi kenapa aku juga menginginkannya. Gila. Aku gila karenanya sekarang.
Jongwoon memiringkan kepalanya untuk menjakau bib*rku lagi, aku juga. B*bir kami sama-sama masih bertaut dengan tangan Jongwoon ada ditengkukku untuk memperdalam c*uman kami. Dan tangannya yang satu ada dipinggangku untuk memperkecil j*rak diantara kami. Kenapa? Kenapa sekarang tanganku juga berpindah kelehernya. Aku juga tidak tahu. Kenapa aku begini. Omo!! kenapa dia sangat ahli berc*uman. Tapi, satu hal yang aku rasa saat dia menci*mku. Aku merasakan bahwa aku miliknya dan aku merasakan cinta yang begitu dalam untukku. Aku rasa ini benar. Aku juga sangat mencintainya.

Klikkk………. suara apa itu??sepertinya pintu terbuka. Mwo!!
“Jongwoon-ah…….ka-”
“Kalian…….?”
Part 11
Astaga, kenapa aku tidak sadar dan terlalu larut dalam perlakuan dan ci*mannya. Dengan segenap kekuatan aku mengumpulkan kesadaranku untuk mendorong t*buh Jongwoon dan melepas tautan b*bir kami. Hhh….omo!! mau ditaruh mana muka-ku?
“Kalian…..”
aku menoleh sedikit kebelakang. Ya Tuhan!!! kenapa tidak hanya dua orang, bahkan ada 4 orang. Kulirik Jongwoon hanya sedikit memasang wajah tersenyumnya. Dasar!! sesekali menyeka sudut bibirnya yang basah akibat ci*man dari kami. Tapi Jongwoon juga terlihat malu. Jelas sekali dari wajahnya. Aigoo!! kenapa aku menjadi seperti. Ini gara-gara kepala besar yang memaksa menci*mku.
“Mm….kalian sudah makan?” tanya Appanya Jongwoon basa-basi. Aku tahu itu. Aku hanya bisa menunduk. Menyembunyikan raut wajahku yang memerah ini.
“Yura-ya…kau ditanya kenapa malah diam” Kangin oppa!! rupanya kau mau membunuhku? Awas saja kau beruang kutub. Aku memicingkan mata kearahnya. Dia rupanya menahan senyum.
“Ehem..!!Yura sudah kenyang, hanya menatap jongwoon saja kelihatannya” Aish!! sepertinya aku perlu melempar monyet ini dengan sepatuku lagi. Ya dia Hyuk Jae. Berani-beraninya dia menggodaku.
Jongwoon!! kenapa dia malah ikut tersenyum. Aish dasar!! aku ingin pergi saja dari tempat ini. Jongjin adiknya-pun juga tersenyum dari tadi. Aigoo!! lempar aku ke jurang sekarang juga. Aku mau mati saja. Apa aku harus pura-pura pingsan -_____-”
Jongwoon POV
Omona!! wajah Yura bersemu merah dari tadi. Aku tahu ini salahku, menc*umnya ditemoat sepertin ini. Bahkan aku sempat lupa ini tempat apa. Ahh tapi tidak juga. Ini salah kami. Kami begitu terlena akan keadaan dan c*uman kami. Aish!! aku juga  malu dengan appa. Kalau Eomma, aku masih bisa menahannya. Ini Appa!!
“Kau untuk apa duduk disitu terus” kataku pada Yura yang duduk disofa dan agak jauh dariku. Dia terus saja menggerutu dan pasti dia malu menatap wajahku.
“Ya!! semua orang sudah pergi. Untuk apa malu. Sini….” kataku padanya dan menepuk ranjang sebelahku agar dia duduk disampingku.
“Shirheo” jawabnya singkat. Lalu sibuk dengan ponselnya. Ya buat apa disini kalau yang diperhatikan ponselnya. Aish Jinja!
“Yura-ya….kau ini kenapa, kalau kau tidak kesini. Aku akan kesitu” kataku. Dia hanya sekilas menatapku. Lalu menatap ponselnya lagi. Aigoo!! benar-benar.
“coba saja” katanya lagi.
Baiklah. Kau kira aku tidak kuat untuk berjalan kearahmu. Aku turun dari ranjang dan dengan pelan-pelan aku berjalan untuk duduk disampingnya. Yura menatapku tidak percaya.
“Ya!! kenapa kau bangun. Aish!!” katanya kini berdiri. Dan aku juga berdiri didepannya.
“kau kira aku tidak bisa?hum..” Yura duduk kembali dengan raut wajah penyesalan. Kemudian aku duduk disampingnya.
“kau keras kepala sekali…dasar!!” katanya lagi. Tapi belum menatapku. Aigoo!! apa segitu malunya hingga didekatku saja dia tidak menatap wajahku.
“kau memikirkan kekasihmu?Donghae?” tanyaku menggodanya. Seketika yura langsung menoleh.
“Aish!! kau ingin aku dengan Donghae lagi…menyebalkan.” jawabnya mengercutkan bibirnya.
“lalu? Untuk apa kau berdiam diri. Katakan padaku apa yang terjadi, hum”
Yura belum menatapku. Omona! Dari samping sini Yura terlihat begitu manis. Bibirnya sedikit dibasahi kemudian menatapku.
“Kau sudah tahu. Untuk apa menanyakannya. Aku malu. Puas!” katanya padaku. Jelas. Aku tersenyum mendengarnya. Ternyata dugaanku benar. Benar-benar gadis aneh. Terpegok begitu saja malu. Ya!! sebenarnya aku juga malu. Tapi aku lebih senang menggodanya seperti ini. kekekke~
“kau mau aku mengulanginya lagi” kataku. Dia memundurkan wajah, kemudian menggeleng.
“Ya!! kau gila…” jawabnya menutup bibirnya. Lihatlah wajahnya yang ketakutan begitu lucu.
“Yang tadi belum selesai kan?” kataku lagi. Yura terlihat sangat ketakutan hingga dia menjauhkan aku dengan tanganya.
“Ya, Jongwoon oppa. Aku tidak akan tertipu lagi denganmu. Tidak akan”
Yura-ya kau tahu. Semakin kau ketakutan itu membuatku semakin ingin menggodamu terus. Wajahmu yang ketakutan sangat lucu dan juga bertambah cantik, menurutku.
“Singkirkan tanganmu” kataku lagi. Berusaha untuk memb*ka tangannya yang kini malah menutupi wajahnya. Dasar!! kalau begini akukan tidak bisa melihat wajahnya.
“Shirheo!! shirheo…aku pulang saja…”
“Mwo? Mana bisa begitu. Enak saja. Ayo buka tang*nmu!!” kataku lagi. Dengan sekuat tenaga aku dapat menyingkirkan tangannya yang menutupi wajahnya.
Blusshhhh
kenapa jadi aku yang memerah saat aku tepat menatap wajahnya yang kesal dan juga sedikit memerah karena malu. Tidak. Jongwoon, kenapa kau juga malu saat begini. Aigoo!! apa aku sebegitu ingin menggodanya, hingga sekarang aku yang malah tergoda olehnya. Kim Yura.
“Lepaskan…” katanya meronta saat kedua tangannya aku genggam. Aku baru sadar saat dia mengucapkannya. Omo!! apa sebegitu besar pesonanya hingga aku terlalu lekat menatap wajahnya.
“Mwo?”
“Lepas..ya!!  Kim Jongwoon, kau mau membuatku malu lagi kalau semua orang mengetahuinya, huh!” katanya sedikit kesal. Justru aku ingin semua orang tahu. Bahwa sekarang, kau milikku Yura-ya. Terdengar sangat egois. Tapi inilah yang aku mau.
“Tidak akan. Biar saja, itu lebih baikkan” jawabku lagi. Yura semakin kesal menatapku.
“Kau..sebaiknya jangan terlalu bergaul dengan asistenmu itu. Diakan yang membuatmu menjadi semesum ini?”
Mwo? Jadi maksudnya Hyuk Jae. Tidak juga. Aku hanya belajar mengekspresikan cintaku saja.
“Anniya!! semua mengalir begitu saja. Terutama saat aku dekat denganmu seperti ini”
Memang ini jujur. Jujur sekali. Bahkan didekatnya saja, seperti ada ribuan volt yang menyerangku sekarang. Membuat jantung, dan seluruh organ serta saraf ditubuhku tidak bekerja sebagai mana mestinya. Terlebih saat aku menciumnya. Ya Tuhan. Sebenarnya aku kenapa ini?
“Jongwoon oppa, sampai kapan kau menggengam tanganku. Ayolah lepaskan. Jebal” pintanya. Sepertinya ia takut sekali saat aku akan menc*umnya lagi.
“sampai kau mau”  jawabku. Kemudian aku mencondongkan wajahku. Otomatis dia menjauh. Tidak lupa aku tersenyum padanya. Yura. Gadis ini hanya menatapku gugup. Mungkin dipikirannya, aku ini sangat mempesona dan tampan sehingga saat aku menci*mnya Ia bisa lupa segalanya. Makanya ia takut. Kekekeke~
“Jongwoon oppa…” katanya gugup. Ya sebut namaku. Aku suka kau menyebutnya dengan sedikit gugup. Apakah aku sekarang sudah meyakinkan untuk menciumnya??
“mwo?”
Aku paling suka saat menatapnya gugup dan detakan jantungnya sangat keras terdengar olehku bersama nafasnya yang memberat mulai menerpa kulit wajahku. Aku masih kuat menggengam tangannya yang masih meronta. Mulanya aku ingin menggodanya saja, tapi ternyata. Aku ingin  melakukannya juga. Jongwoon, kau benar-benar.
Aku sedikit mencondongkan wajahku untuk semakin dekat dengan wajahnya. Tatapan mata kami saling beradu dengan mataku terus saja menatap setiap inchi wajahnya. Entah aku tidak akan pernah bosan menatap gadis ini. Gadis yang menyita waktuku hanya untuk memikirkannya.
“Jongwoon oppa…..”
Suara itu?! Aku hafal suara yang memanggilku. Seketika aku menjauhkan diri dari Yura dan menoleh. Ternyata!!
“Hyena….” gumamku.
__oOo___
Author POV
Semilir Angin sore menerpa sebagian rambut Yura yang teruarai dengan indah. Matanya menatap jauh kedepan dan tangannya melemarkan batu kecil untuk ia lempar kesungai. Ya gadis ini rupanya sedang merenung sendiri disungai Han. Mendengarkan gemuruh ricik aliran sungai yang mengalir disertai hembusan angin sore membuatnya sedikit tenang. Walau tidak dipungkiri dia sedang gelisah.
“Dia datang lagi. Apa yang harus aku lakukan” kata Yura sendiri.
Mengingat dua hari yang lalu dimana Hyena, mantan kekasih Jongwoon yang datang menjenguk dirumah sakit. Terus terang membuat Yura sedikit khawatir. Apakah Jongwoon akan kembali pada wanita itu. Akankah ia jatuh pada lubang yang sama untuk kedua kalinya??
“Jongwoon oppa. Aku merindukanmu” begitulah kata Hyena saat bertemu. Seolah Yura tidak mendengar, tapi kalimat itu jelas terdengar olehnya.
“Maafkan aku. Bisakah, aku kini menjadi temanmu lagi dan kita memulai dari awal?”
Yura semakin kencang melemparkan batu kesungai dan dapat terdengar keras olehnya. Sekelilingnya menatap Yura heran. Kenapa dengan gadis ini.
Berulangkali Jongwoon menelponnya, mengirim pesan. Chat. Semuanya tidak Yura hiraukan. Ia kesal dengan semua ini. Terlebih saat Jongwoon juga mengiyakan apa kata Hyena.
__oOo__
“Kau kemana saja…”
Tanya Kangin saat tahu Yura baru datang dan langsung menuju lemari es, untuk meminum yogurt kesukaannya. Kenapa tidak air putih? Gadis ini memang aneh. Ia tenang kalau ia meminum sesuatu yang masam bercampur sedikit manis, Yogurt lah yang paling ia suka. -_____-”
“Jongwoon mencarimu terus, ada apa? Apa kalian ada masalah?” tanya Kangin lagi. Tepatnya ia menyelidik. Yura tahu, Kangin pasti disuruh Jongwoon. Apalagi kangin type bermulut bocor. Jadi Yura sedikit waspada.
“Anniya!! dari teman kuliah.” jawab Yura saat meminum habis satu yogurt kesukaanya. Kangin mengernyitkan alis.
“Oh.. aku kira kalian ada masalah”
Yura tidak menggubris apa kata kakaknya. Dengan cuek ia segera berlalu dari hadapan Kangin dan berjalan menuju kamarnya.
“Ceklekkkk……………………….”
Yura membuka pintu kamarnya dengan sangat kesal kemudian menutupnya juga dengan sangat keras. Lampiasan kemarahannya atas apa yang terjadi dua hari yang lalu.
“Brakkkkkkkkkkk……….!!!!!!!!”
“Yaa…!!! kalau ada gadis terbodoh didunia. Itu hanya aku. Ya aku. Dan kalau ada pria terbodoh. Itu Jongwoon, hanya kepala besar itu yang bodoh” rutuk Yura sendiri sambil akan membuka kancing bajunya.
“Berarti kita berjodoh”
Seketika Yura mencari sumber suara. Suara yang sangat ia kenali. Yura dengan sangat terkejut dan membulatkan matanya saat menatap sesosok makhluk yang saat ia paling ia ingin hindari.
“Ka-ka…kau…”
Yura ternganga saat menatap Jongwoon yang sedang ada didalam kamarnya. Berdiri tepat menghadapnya. Dengan kedua tangannya dimasukkan kedalam saku celananya serta kaca mata yang bertengger dihidung mancungnya. Sempat membuat Yura kehabisan nafas.
‘Glekkkk…….’
Jongwoon mulai mendekat kearah Yura. Dengan sekuat tenaga Yura menormalkan wajahnya agar tidak terlihat gugup didepan Jongwoon. Bisa-bisa Jongwoon mengejeknya habis-habis-an. Apalagi Jongwoon sangat senang melihat Yura takut dan gugup. -_______-”
“Ya!! Untuk apa kau disini. Kau mau apa kesini?”
‘pertanyaan yang bodoh Yura-ya. Sial kenapa aku jadi gugup’ batin Yura. Sementara itu Jongwoon kini berhenti tepat dihadapan Yura dan melepas kacamata-nya.
“untuk apa?Hhh..pertanyaan yang lucu. Kau kira aku kesini untuk apa?? jelas mencarimu. Bodoh!” kata Jongwoon pada Yura. Yura melangkahkan kaki untuk menghindari tatapan jongwoon dan duduk diranjangnya.
“Siapa suruh kau masuk kamarku? Kau tidak sopan!!”
“jangan mengalihkan pembicaraan” kata Jongwoon lagi. Yura masih mengatur degup jantungnya yang dari tadi tidak bisa terkontrol karena bertatapan dengan Jongwoon.
“………….”
Yura diam tidak menjawab pertanyaan Jongwoon. Jongwoon menghela nafas kemudian mulai mendekati Yura lagi. Dan duduk tepat disamping Yura.
“Kau tidak merindukanku?hum?!”  tanya Jongwoon pada Yura yang memang selama dua hari Yura terus menghindar dari Jongwoon. Yura tidak menjawab. Jongwoon sebenarnya tahu. Yura kenapa, tapi ia memang sengaja seperti ini.
“Cemburumu membuatku khawatir Yura-ya”
Yura kini menoleh dan tepat menatap Jongwoon.
“Mwo? Cemburu? Tsskkk……… untuk apa aku cemburu?” sangkal Yura. Jongwoon hanya tersenyum menatap Yura yang selalu menyembunyikan perasaannya.
“Hyena. Lee Hyena. Dia berubah sekarang. Tatapannya juga lain…”
Yura mengepalkan tangannya saat Jongwoon mulai membicarakan Hyena. Gadis yang hampir saja menikah dengannya. Jongwoon melirik Yura sesekali sambil menahan senyumnya.
“Eumm….dan juga dia bertambah cantik…”
Sial!!kenapa terus membicarakan Hyena. Kata-kata itulah yang terus berkecamuk dihati Yura. Ia mencoba manahan emosinya. Rupanya Jongwoon memang sengaja membuat Yura seperti ini. Dia tahu gadisnya ini sedang  cemburu, malah sekarang menggodanya.
“Keluar dari kamarku!!!! keluar….”
Akhirnya Yura membuka  mulutnya. Ia kini menatap Jongwoon dengan emosi.
“Ya.. kau-”
“Keluarrr………!!!!!!!”
Yura mendorong tubuh Jongwoon agar beranjak dari kamarnya. Jongwoon juga tidak menyangka tenaga Yura begitu kuat. Yura menarik tangan Jongwoon berdiri dan beranjak dari duduknya. Tetapi Jongwoon juga tidak mau diam. Ia juga menahan dirinya agat Yura tidak sampai membuatnya bangun.
“Yak!! Kim Jong Woon. Belum puas kau bercerita denganku?huh!! pulang. Atau kau akan mati” ancam Yura. Terdengar seperti perkelahian anak kecil. Tapi ini Justru membuat Jongwoon ingin meladeni Yura. Kekekek~
“Yak!! kau menakutkan sekali. Sudah Cemburu tidak mau mengaku”
Yura terhenti menarik tangan Jongwoon. Cemburu? Ia merapikan rambutnya sejenak.
“Mwo?Aish!! terserah apa katamu. Sekarang kau keluar!! ppali!!” kata Yura lagi. Kini tangannya mulai menarik tangan Jongwoon.
“Hei!! Yakkk..kau ini lucu sekali”
“Mwo? Lucu? Kau menyebalkan!! kau menyebalkan Kim Jongwoon!” Yura sebenarnya sangat kesal. Heran!! kenapa Jongwoon suka membuatnya malu dan cemburu didepannya.
“Katakan. Dua hari kemana saja. Baru aku pulang!” jawab Jongwoon. Sementara tangan Yura masih menarik tangan Jongwoon. Dan Jongwoon sepertinya senang tangannya digenggam terus oleh Yura.
Yura diam sesaat saat Jongwoon bertanya. Kemudian, dengan inisiatifnya. Jongwoon tersenyum dan menarik kembali tangan Yura. Hingga…
“Yak!!!”  pekik Yura.
Bugggggggggg……….
Keduanya terjatuh diatas ranjang (?). Yura jatuh tepat di*tas tub*h Jongwoon. Hendak berontak namun tangan Jongwoon begitu kuat menahannya.
Yura POV
Apa yang ada dipikiran laki-laki ini. Aku tidak habis pikir. Membuatku cemburu dan selalu membuatku salah tingkah. Aku akui dalam posisi seperti ini, aku sangat gugup. Okey. Kim Yura sebaiknya kau pura-pura mati atau pingsan saja. Dari pada terus bertatapan dengannya. Lihatlah posisiku ada di*tasnya dan tangannya memegang tanganku sedang tangan satunya ada dipinggangku.
Kenapa aku bilang cemburu pada sangat sulit. Ya aku cemburu melihatnya dengan Hyena waktu dirumah sakit.
“Malhaebwa Yura-ya…”
Ya Tuhan demi apa. Suaranya terdengar sangat lembut. Membuat emosiku mereda seketika. Jongwoon berhenti menatapku seperti ini. Aku tidak kuat menatapnya. -____-”
Tangannya mulai menyibakkan poniku yang sedikit berantakan. Sumpah. Hatiku ini masih berdebar. Dan satu lagi matanya kini menatap bibirku. Sial. Kenapa aku juga menatap bibirnya. Andwee!! ini tidak mungkin terjadi lagi.
“Neomu Yeppeo”
Blushhhhh~
Sudah cukup!!pastikan aku tidak bisa bangun dari atas tub*hnya. Ya seperti ada lem yang melekat. Tubuhku tidak bisa bergerak sedikitpun. Wajahku pasti memerah sekarang.
“………….”
Diam…ya diamlah Yura-ya jangan keluarkan kata sepatahpun. Kau tahu kalau kau bicara akan sangat terdengar lucu. Bagaimana tidak kau gugup sekarang ditambah debaran jantungku yang tidak mau berhenti berdetak dengan normal.
Aku menelan ludahku seketika saat Jongwoon memajukan wajahnya dan menarik tengkukku untuk mendekat kewajahnya. Matanya terus menatapku dan sekarang b*birnya akan menyentuh b*birku.
Ceklekk!!!!!!!!!
“Yura ada telep-”
Apa!! kangin oppa masuk!! Arghhhhhh!!! Andwee. Aku malu. Dengan sekuat tenaga aku bangun dari atas t*buh lelaki yang membiusku ini.
“Ahh…mianhae..”
Kangin oppa keluar seketika dari kamarku dan menutup pintu kamarnya. Sudah cukup. 2 kali dia memergoki aku seperti ini. Aku menoleh kearah Jongwoon yang masih duduk. Dengan senyumnya yang bertengger diwajahnya. Apa! Dia masih bisa tersenyum.
“Kau!! ini gara-gara kamu……..”
Dengan malu. Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku. Ya aku malu. Entah mau menangis tapi tidak bisa keluar air mata. Aku heran dia suka sekali membuatku seperti ini. Apa dia puas setelah mempermainkan aku.
Aku merasakan ada tangan yang akan membuka tanganku ini. Dengan pelan, aku merasakan genggaman lembut tangan Jongwoon. Dia berhasil membuka tanganku dari wajahku.
Aku malu. Aku kesal. Aku ingin menendangnya. Tapi kata-katanya semua benar.
Jongwoon menarik daguku agar aku menatapnya. Matanya begitu teduh sekarang. Dan terlihat serius. Dia menundukkan sedikit kepalanya agar menatapku lebih intens. Aku dapat melihatnya, ia tersenyum simpul padaku. Sangat tampan. Begitulah Jongwoon saat ini.
“Aku khawatir denganmu. Jangan membuatku cemas karena kau menghilang lagi”
Apa katanya ini. Sebelum aku menjawab dan mengedipkan matanya. Dengan cepat aku merasakan aliran darahku sedikit memanas dan langsung naik hingga kekepalaku. Sent*han b*birnya kini tepat ada dibib*rku. B*bir Jongwoon telah ada diatas bib*rku. Dengan lembut ia mel*mat b*bir atas dan bawahku. Aku meliriknya. Dia memejamkan matanya. Apakah ini caranya untuk membuatku tenang. Jujur aku nyaman dengan ci*mannya ini. Belum sempat aku membalas ci*mannya. Jongwoon melepas ta*tan b*birnya. Kemudian menatapku.
“Aku tunggu besok malam dirumah” katanya singkat kemudian menyeka bibirku dengan jarinya. Aku berkedip sekali untuk membuatku sadar dari diriku yang sejenak melayang dibuatnya. Ci*mannya sangat manis.
“mmm…” jawabku singkat. Entah kenapa aku mengangguk saja dengan perintahnya. Seharusnya aku menendang kakinya karena telah mempermainkan aku. Tapi ini kenapa sebaliknya. Huaaaaaaaa…….
“aku pergi…”
Masih dibawah alam sadarku. Aku mengangguk juga saat dia tersenyum padaku dan mengacak singkat puncak kepalaku. Ya Yura sadarlah. Bangun!Bangun!!
Aku masih berdiri dan terpaku disini. Belum beranjak dari tempatku yang tadi. Apa aku terlalu berlebihan? Kemudian aku menatap punggungnya yang menjauh dan saat ia akan menutup pintunya. Ia berbalik menatapku dan tersenyum. Ohh!! aku mau mati.
“Jangan melongo!!”
Katanya padaku. Kemudian dia menutup pintu kamarku. Ya!!! Argghh… aku gadis macam apa didepan Jongwoon. Bodoh bodoh!!
__oOo__
Author POV
“Kau sibuk sekali dengan gaun-gaun ini. Memang acaranya begitu penting?” tanya seorang lelaki pada wanita didepannya yang sangat antusias dengan gaun didepannya.
“Ne. ini sangat penting. Kau tahu, Jongwoon memintaku datang kerumahnya. Nanti malam. Aish!! ini sulit dibayangkan setelah bertahun-tahun kami berdiam diri”
“Jinja? Woaa. Ini awal yang hebat Hyena-ya”
wanita itu mengangguk dengan semangat.
“Lalu. Apakah Jongwoon akan memintamu menjadi kekasihnya lagi?” tanya pria itu.
“Entalah. Tapi saat aku mengunjunginya kemarin dirumah sakit. Aku bilang meminta maaf. Dan aku sudah berubah. Aku bukan Hyena yang dulu lagi. Aku rasa dia mengerti apa yang aku katakan” kata Hyena percaya diri.
“Semoga berhasil!!! eumm..tapi?”
“Apa?” tanya Hyena
“Gadis itu?”
“hhhh..aku tahu. Gadis itu bukan type dari seorang Kim Jongwoon. Aku tahu betul gadis yang disukainya seperti apa. Yura tidak mungkin bisa menarik hati Jongwoon.”
“Kau harus mendekati anaknya baru bisa kau masuk kedalam keluarganya lagi”
“anaknya? Bukan hal sulit. Kau tenang saja” ucap Hyena optimis.
__oOo__
“Yura-ya. Kau dari tadi gelisah terus ada apa?” tanya Hyuk Jae pada Yura.
Yura menatap Hyuk Jae. Dengan tatapan ‘tutup mulutmu’. Sedetik kemudian Hyuk memasang wajah normalnya (?). Yura yang dari tadi hanya menatap  layar ponselnya yang sekarang full dengan foto Jongwoon. Entah sejak kapan ia menjadi pelamun seperti ini.
“Jongwoon oppa. Masih lama ya?” tanya Yura pada Hyuk Jae.
“Sebentar lagi. Nona Jie Eun selalu seperti itu kalau membicarakan bisnis dengan Bos.”
“pasti wanita itu menyukai Jongwoon? Apanya coba yang menarik dari kura-kura millenium itu?” jawab Yura sedikit kesal. Karena sejak makan siang sampai sekarang Jongwoon belum juga kembali kekantor. Key-pun yang menjemput Hyuk jae.
“Lalu kenapa kau juga menyukainya?apa yang menarik?” tanya Hyuk Jae lagi. Yura sedikit terkejut kemudian memasang wajah normalnya kembali. Hyuk Jae hanya tersenyum melihat gelagat Yura.
“Eum…maksudmu??!! yak Lee Hyuk Jae….” Yura langsung melemparkan mapnya kearah Hyukjae.
“Ya…kenapa kalian itu sama-sama aneh. Apakah begini caramu memperlakukan adik ipar?” kata Hyuk sambil mengelak.
“Adik ipar? Berhentilah bermimpi menjadi adik Kim Jongwoon. Aku yakin. Kau telah mempengaruhi otak Jongwoon dengan kumpulan video mesummukan?”
“Yak!! kenapa kau sampai membahasnya. Akukan hanya bertanya tadi. Aish jinja!! kenapa aku ada ditengah-tengah orang aneh seperti kalian.” rutuk Hyukjae.
__oOo__
Jongwoon POV
Selalu seperti ini kalau bertemu dengan Jie Eun. Ya relasi bisnis. Aku sampai tidak menjemput Key gara-gara dia terlalu lama mengajakku mengobrol. Kulihat ponselku. Semoga Yura masih menungguku dikantor. Aku tadi memang menyuruhnya untuk menungguku.
“Ya!! Jongwoon oppa, apa masih lama? Kalau kau sampai membuatku kecewa. Rasakan akibatnya!!”
Aku tersenyum membaca pesan darinya. Setidaknya dia khawatir denganku. Ahh anniya. Dia bukan khawatir. Dia itu cemburu. Aku tahu. Tapi paling tidak suka kalau aku menyebutnya cemburu. Entahlah.
“kau lama menungguku?” kataku saat menghampirinya yang sekarang duduk dikursinya. Hyuk menatapku. Tatapan yang sulit diartikan. Bilang saja kau iri padaku Hyujae-ya.
“menurutmu?” jawab Yura kesal. Aku mengacak sedikit rambutnya.
“Kajja….” aku menarik pergelangan tangannya untuk segera pulang.
“Yakk kemana?inikan masi-”
sebelum Yura melanjutkan kata-katanya aku sudah menariknya hingga dia berjalan seiring denganku. Jam kantor memang masih ada sehingga banyak pasang mata yang memperhatikan kami. Aku suka menggandeng tangannya seperti ini. Aku toleh Yura sedikit menundukkan wajahnya. Aku tersenyum. Gadis ini. Pasti dia malu.
“Jangan lupa nanti malam jam 8, aku tunggu dirumah?” kataku saat mobilku sampai didepan rumahnya . Yura tampak bingung.
“Benar?? aku kira kau bercanda kemarin?” jawabnya. Dasar!
“Kau ini….”
sudah aku duga. Daya pikirnya yang masih lemot ini belum juga hilang dari sekarang. Aku heran kenapa dia bisa lulus dengan baik saat kuliah di Paris. Atau jangan-jangan dia hanya berlibur saja Daya pikir yang sepertinya kuliah di korea saja sudah membuatnya stres apalagi diluar negeri.
“Ige… kau pakai nanti”
Aku menyerahkan kotak  yang berisikan gaun sederhana untuknya. Pilihanku. Ya aku memilihnya sendiri kemarin sepulang dari rumahnya aku berbelanja. Sengaja aku berikan untuknya. Dia terkejut lagi. Aish!! gadis ini terkejut saja sudah membuatku gemas padanya.
“Ini untukku?”
“hmmm…” jawabku singkat. Lihatlah wajahnya begitu lucu. Tapi dia kelihatan manis saat saat aku menatapnya dari samping begini.
“mmm…Aku pulang dulu” katanya padaku.
“Jamkanman!” aku seketika menarik tangannya yang akan membuka pintu mobil. Yura menoleh kearahku.
Degggg……….
Jantungku selalu seperti ini. Apa tidak bisa berdetak normal saat mata kami saling menatap. Ahh!! semoga Yura tidak mendengarnya. Aku bisa malu kalau gadis ini tahu yang sebenarnya. Bahwa aku masih saja berdebar saat didekatnya.
“Mwo?”
Yaa!! suaramu begitu lembut seolan mengisyaratkan sesuatu. Ayolah Jongwoon. Maksudmu apa menahannya??molla..yang aku tahu aku masih merindukannya. Anehkan? Beginilah aku.
“mmm…..boghosipoyo”
Yura POV
Kenapa Jongwoon ini?Hhhh…menahan tanganku? Saat aku menoleh tepat mata kami saling beradu. Tiba-tiba hatiku berdesir kemudian detakannya sangat tidak beraturan. Ya!! tenanglah Yura-ya. Jangan sampai Jongwoon tahu kau sering berdebar saat kau dan dia bertatapan.
“Mwo?”
Dengan pelan aku menjawab panggilannya. Tatapan matanya begitu teduh. Hingga aku tidak bisa berpaling untuk tidak menatapnya.
“mmm…Boghosipoyo”
Deggggggggg……..
Ya Tuhan. Berikan aku nyawa satu lagi. Jongwoon dengan sadar mengatakan merindukanku. Memang sih ini bukan yang pertama. Tapi ini lain rasanya sejak dia mengungkapkan perasaannya padaku.
“Hhmm..Nado” balasku tentu dengan wajahku yang bersemu merah. Kemudian dia tersenyum dan…..Tunggu!!! jangan bilang dia akan menciumku lagi. Ahh tidak. Ini didalam mobil. Ya Jongwoon, jangan memajukan wajahmu. Aku mohon.
Tapi rupanya sia-sia harapanku. Tanganya kini berpindah kepipiku dan dia sedikit memiringkan wajahnya. Sekedar ingin tahu ekspresinya kali ini. Aku berniat tidak menutup mataku. Jongwoon mulai menutup matanya. Demi apa? Pria ini suka sekali menc*umku. Tapi kenapa aku juga menyukainya. Ya!! gila. Tanpa penolakan dariku juga, kini b*birnya mendarat diatas b*birku. Menekannya pelan kemudian mel*matnya dengan lembut. Yah Jongwoon berhasil membuatku memejamkan mataku dan menikmati ciuman kami ini. Singkat. Namun berdampak besar pada hatiku. Aku semakin mencintainya.
__oOo__
Author POV
Yura dan Kangin sudah tiba didepan kediaman keluarga Jongwoon. Yura masih malu hanya untuk turun dari mobil. Kangin menatap adiknya ini aneh. Kenapa gadis aneh ini suka dengan pria yang aneh juga seperti Jongwoon.
“Hei. Kau mau berdiam diri terus dimobil?”
“Aish~ aku malu. Gaun ini… Jongwoon menyebalkan sekali memberiku gaun ini?” gerutu Yura. Kangin tersenyum melihat ekspresi adiknya ini. Kemudian memperhatikan gaun adiknya ini. Simple, tapi kelihatan elegan. Warna nya juga tidak mencolok. Warna peach selutut. Karena acara tidak terlalu formal jadi memang pas sesuai dipakai Yura saat ini. Jongwoon memang pandai memilih.
“ini acara apa sih? Aku heran” kata Kangin lagi. Yura tampak mengercutkan bibirnya kesal.
“Jangan-jangan?” kangin menebak-nebak.
“Berhenti mengada-ada beruang kutub” jawab Yura ketus pada kakaknya ini. Kemudian dengan kesal ia turun dari mobil. Sebenarnya bukan hanya masalah gaun saja. Yura takut kalau bertemu dengan keluarga Jongwoon dengan keadaan sekarang ini.
“Fiuhhhh..kenapa jadi aku yang berdebar-debar” goda Kangin yang tahu bahwa Yura sekarang sedang menyembunyikan rasa gugupnya.
“Ya!!!”
__oOo__
“Omona~ Neomu Yeppeo Yura-ya” puji nyonya Kim pada Yura. Yura tampak menunduk dan tersipu malu dengan pujiannya. Sedang Jongwoon?
Jangan ditanya. Bahkan sedari tadi matanya ini tidak lepas hanya untuk menatap Yura yang sedang duduk didepannya ini. Sedetikpun ia enggan berkedip. Ia tidak ingin melewatkan moment menatap wajah Yura yang sangat berbeda.
“Ehem… sepertinya ada yang lelah karena tidak berkedip dari tadi” Goda Jongjin saat tahu Hyung disampingnya ini dari tadi terus menatap kedepan.
“Yura nuna.. Appa menatapmu terus….” tambah Key lagi yang duduk disebelah Jongwoon. Sontak membuat Yura dan Jongwoon sama-sama malu. Jongwoon mencoba ikut tersenyum tapi senyum yang dibuatnya tampak aneh sekali.
Semua tersenyum melihat kelakuan Jongwoon dan Yura, kemudian
“seperti ada yang datang………” kata Tuan Kim. Jongwoon kemudian berbisik pada Jongjin. Dengan segera Jongjin keruang tamu.
Taklama kemudian Jongjin bersama seorang wanita.
“Annyeong~”
Yura dan semuanya menatap wanita yang dibawa Jongjin kedalam ruang makan. Dan betapa terkejutnya Yura saat tahu wanita itu.
“Hyena…”gumam Yura. Kemudian matanya menatap Jongwoon. Untuk apa dia juga mengundang Hyena? Menyakitiku lagi. Hah!! tau begini sebaiknya aku tidak menuruti apa katanya. Inikah yang akan kau berikan padaku Joongwoon-ah? Batin Yura terus berkecamuk dengan pertanyaan ini.
=TBC=

Read More