Perencanaan gedung dan perlengkapan perpustakaan

  No comments
22:21:00

13 September 2018
Perencanaan gedung dan perlengkapan perpustakaan

Gedung atau ruangan perpustakaan merupakan sarana penting dalam penyelenggaraan perpustakaan. Perpustakaan sebagai unit pelayanan jasa, harus memiliki sarana kerja yang cukup dan permanen untuk menampung semua koleksi, fasilitas, staf dan kegiatan perpustakaan sebagai unit kerja. Sarana yang dimaksud adalah sarana fisik dalam bentuk ruangan atau gedung. Perpustakaan sebagai pusat informasi dan pengetahuan memiliki tugas dan fungsi yang strategis yaitu menyediakan fasilitas ruang baca yang nyaman dan aman bagi pemustakanya. Layanan ruang baca merupakan layanan yang diberikan oleh perpustakaan kepada pemustaka berupa tempat untuk melakukan kegiatan membaca. Biasanya penataan ruang baca diintegrasikan dengan rak koleksi dan sistem penelusuran informasi perpustakaan.
Dalam pengaturan ruang baca perpustakaan agar nyaman dan aman maka diperlukan adanya ilmu tata ruang. Ilmu tata ruang baca di perpustakaan sangat dibutuhkan karena merupakan salah satu aspek pembinaan perpustakaan yang memiliki pengaruh dan peranan yang sangat besar dalam memperlancar layanan maupun pelaksanaan fungsi perpustakaan. Setiap unit perlengkapan dan fasilitas ruangan hendaknya ditata menurut cara dan sistem yang tepat, baik dari segi pemilihan, pemasangan, maupun pemeliharaan fasilitas ruangan di perpustakaan. Sulistiyo-Basuki (1992) mengatakan ada dua hal yang harus dipertimbangkan dalam menata ruang baca perpustakaan, yaitu:
1. Pertimbangan umum, meliputi sumber daya keuangan, letak/lokasi, luas ruang, jumlah staf, tujuan dan fungsi organisasi, pemakai, kebutuhan pemakai, perilaku pemakai, infrastruktur, dan fasilitas teknologi informasi yang diperlukan untuk melengkapi kenyamanan ruang baca perpustakaan.
2. Pertimbangan teknis, terkait dengan kegiatan telaah awal untuk menentukan kondisi optimal bagi pemanfaatan ruang dan perlengkapan, pengawetan dokumen, kenyamanan pemakai, serta mempertimbangkan faktor cuaca (suhu), penerangan (cahaya), akustik (kebisingan), masalah khusus (koleksi mikro), dan keamanan (tahan api) saat di dalam ruang perpustakaan.
Di samping itu, perencanaan ruang perpustakaan harus mangacu pada hubungan antar ruang yang bersifat interaktif agar dapat dipandang secara mudah dan nyaman, baik dari segi efisiensi dan alur kerja, mutu pelayanan, maupun pengawasan. Keberadaan fasilitas dan ruang baca perpustakaan harus menyatu dengan kondisi dan bentuk bangunannya agar sesuai dengan standar kenyamanan dan keamanan ruang perpustakaan. Pada saat masuk ke ruang perpustakaan, harus terlihat papan petunjuk yang jelas sesuai dengan pola induk pembangunan infrasturktur perpustakaan. Penampilan bangunan perpustakaan harus mencerminkan adanya interaksi sosial dan fungsional, baik antara pemustaka dengan pemustaka, pemustaka dengan petugas, maupun petugas dan pimpinan perpustakaan. Disain ruangan dibangun dan ditata tanpa harus meninggalkan unsur arsitektur dan estetika agar tetap terlihat nyaman. Sistem keamanan ruangan dan sirkulasi udara harus diperhatikan agar tidak menggangu kenyamanan pengguna dalam memanfaatkan fasilitas perpustakaan. Tata ruang perpustakaan sangat diperlukan karena dengan adanya tata ruang baca yang nyaman dan aman dapat memuaskan kebutuhan pemustaka, serta dapat meningkatkan minat pemustaka untuk berkunjung ke perpustakaan.
Gedung Perpustakaan
Gedung atau ruangan perpustakaan adalah bangunan yang sepenuhnya diperuntukkan bagi seluruh aktivitas sebuah perpustakaan. Disebut gedung apabila merupakan bangunan besar dan permanen, terpisah pergerakan manusia sebagai pengguna perpustakaan, daerah konsentrasi manusia, daerah konsentrasi buku/barang, dan titik-titik layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Untuk itu, keberadaan gedung atau ruangan perpustakaan secara mutlak perlu ada, karena perpustakaan tidak mungkin digabungkan dengan unit-unit kerja yang lain di dalam satu ruangan (Sutarno, 2006).
Gedung perpustakaan memiliki tempat yang terdiri dari sejumlah ruangan yang tiap-tiap ruangan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Ruang perpustakaan merupakan tempat yang disediakan untuk perpustakaan harus terpisah dari aktivitas lain. Selain itu pembagian ruangan harus disesuaikan juga dengan sifat kegiatan, sistem kegiatan, jumlah pengguna, jumlah staf dan keamanan tata kerja, sehingga kelancaran kegiatan dalam perpustakaan tersebut berjalan efektif (Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan, 2000). Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan ruangan perpustakaan antara lain: a) Jumlah koleksi dan perkembangan di masa yang akan datang; b) jumlah pemakai atau masyarakat yang dilayani oleh perpustakaan; c) jumlah bentuk layanan perpustakaan yang disajikan, dan d) jumlah petugas atau karyawan yang menggunakan ruangan.
Adapun ruangan yang minimal harus dimiliki sebuah perpustakaan adalah sebagai berikut:
1. Ruang koleksi, adalah tempat penyimpanan koleksi perpustakaan. Luas ruangan ini tergantung pada jenis dan jumlah bahan pustaka yang dimilki serta besar kecilnya luas bangunan perpustakaan.
2. Ruang baca, adalah ruang yang dipergunakan untuk membaca bahan pustaka. Luas ruangan ini tergantung pada jumlah pembaca, pemakai jasa perpustakaan.
3. Ruang pelayanan, adalah tempat penyimpanan dan pengembalian buku, meminta keterangan pada petugas, menitipkan barang atau tas, dan mencari informasi dan buku yang diperlukan melalui katalog.
4. Ruang kerja/teknis administrasi, adalah ruangan yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan pemerosesan bahan pustaka, tata usaha untuk kepala perpustakaan dan stafnya, perbaikan dan pemeliharaan bahan pustaka, diskusi, dan pertemuan (Perpustakaan Nasional, 1992).
Tata Ruang Perpuskaan
Dalam menyusun konsep tata ruang perpustakaan hendaknya berpedoman pada prinsip-prinsip arsitektur yang meliputi kenyamanan, keindahan, dan keharmonisan ruangan. Dengan penyusunan konsep yang baik, akan memberikan kepuasan fisik dan psikis kepada para punggunanya. Oleh karena itu, dalam penyusunan konsep harus diperhitungkan tentang kebutuhan pemakai, tata ruang, dan lingkungan di sekitar perpustakaan. Di samping itu, Lasa (2007) mengatakan bahwa perlu memperhatikan azas-azas tata ruang yaitu:
1. Azas jarak, yaitu suatu susunan tata ruang yang memungkinkan proses penyelesaian pekerjaan dengan menempuh jarak paling pendek.
2. Azas rangkaian kerja, yaitu suatu tata ruang yang menempatkan tenaga dan alat-alat dalam suatu rangkaian yang sejalan dengan urutan penyelesaian pekerjaan yang bersangkutan.
3. Azas pemanfaatan, yaitu tata susunan ruang yang memanfaatjab ruangan sepenuhnya
Menyangkut penyusunan konsep dalam penataan ruang perpustakaan, hendaknya harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Berkualitas tinggi, artinya tetap berjalan baik dalam waktu lama
2. Mudah dipasang dan dirawat
3. Dibuat oleh produsen lokal atau perwakilan setempat, tujuannya agar mampu memberikan jasa purna jual yang memuaskan. Jasa purna jual ini meliputi perawatan mesin, perbaikan dan pasokan suku cadang, serta pelatihan bagi staf.
4. Sesuai dengan spesifikasi dan tandar perabot perpustakaan, agar terkesan “luwes” bagi pemakai perpustakaan.
5. Penampilan, kenyamanan, dan variasi perlengkapan harus memperhatikan aspek kekekaran, ketahanan, kepraktisan, dan keamanan (Sulistiyo-Basuki, 1992).
Perancangan Ruang Perpustakaan
Perancangan gedung dan ruang perpustakaan yang baik akan menghasilkan tempat kerja yang efisien, nyaman, dan menyenangkan bagi staf perpustakaan dan pemustaka. Siregar (2008), mengatakan bahwa untuk menghasilkan gedung perpustakaan yang dapat menjadi tempat kerja yang efisien, nyaman dan menyenangkan bagi staf perpustakaan dan pengunjung, maka gedung atau ruangan perpustakaan haruslah direncanakan secara baik agar dapat menampung segala kegiatan dalam pelaksanaan fungsi perpustakaan sesuai dengan jenis layanannya, terbuka (open access) atau tertutup (closed access). Apabila perpustakaan menganut sistem tertutup, maka alokasinya adalah 45% untuk koleksi, 25% untuk pengguna, 20% untuk staf, dan 10% untuk keperluan lain. Apabila sistem terbuka, maka alokasinya diatur dengan pembagian 70% untuk koleksi dan pengguna, 20% untuk staf, dan 10% untuk keperluan lain (Depdikbud, 1994).
Selain itu, dalam merancang ruang perpustakaan perlu diperhatikan dalam penataan ruang baca, ruang koleksi, dan ruang sirkulasi yang dapat dipilih dengan sistem tata sekat, tata parak, dan tata baur (Lasa, 2005).
1. Sistem tata sekat yaitu cara pengaturan ruangan perpustakaan yang menempatkan koleksi terpisah dari ruang baca pengunjung. Sistem ini, tidak memperkanan pengunjung untuk masuk ke ruang koleksi dan petugaslah yang akan melayaninya.
2. Sistem tata parak yaitu sistem pengaturan ruangan yang menempatkan koleksi terpisah dari ruang baca. Sistem ini, memungkinkan pengunjung untuk mengambil koleksi sendiri, kemudian dicatat dan dibaca di ruang lain.
3. Sistem tata baur yaitu suatu cara penempatan koleksi yang dicampur dengan ruang baca agar pembaca lebih mudah mengambil dan mengembalikan koleksi sendiri.
Di samping itu, dalam hal teknis pelaksanaan program pembangunan gedung atau ruang perpustakaan, juga harus dipersipkan hal-hal sebagai berikut.
1. Penunjukan personalia
Yaitu menunjuk seseorang yang bertanggung jawab atas pembangunan gedung perpustakaan. Petugas yang ditunjuk bertugas untuk menyiapkan perlengkapan perpustakaan, aktif menyusun persyaratan gedung sampai ke pembangunan fisik, yang didasarkan atas pengalaman yang dimilikinya. Personalia ini hendaknya ditentukan dalam sebuah panitia pembangunan gedung perpustakaan yang terdiri dari arsitek, pustakawan, konsultan perpustakaan, desainer interior, kepala lembaga perpustakaan, dan bagian administrasi dan keuangan.
2. Memperhatikan prinsip desain gedung
Gedung perpustakaan yang dibangun hendaknya memiliki desain fungsional artinya desain yang dibuat ada manfaatnya, bukan hanya sebagai hiasan seperti yang ada di monumen. Prinsip pembangunan gedung perpustakaan hendaknya bersikap luwes (fleksibel) artinya mampu menyesuaikan tata letak tanpa perlu perubahan struktur gedung secara besar-besaran. Ada 3 hal yang sebaiknya diperhatikan dalam merancang gedung perpustakaan, yaitu:
a. Hanya ada satu jalan masuk dan satu jalan keluar untuk memudahkan pengawasan terhadap pengunjung.
b. Pintu dan jendela harus diamankan dengan memasang kawat atau kasa untuk menghindari pencurian koleksi.
c. Tinggi rak buku haruslah dalam batas normal para pengunjung, misalnya untuk orang Indonesia tidak lebih dari 175cm. Dengan demikian, pengunjung akan lebih mudah mengambil koleksi
3. Menentukan luas ruangan
Luasnya ruang perpustakaan ditentukan oleh jenis pemakai, dana, dan iklim perpustakaan itu berada. Seperti halnya dengan kondisi di Indonesia, masalah dana dan iklim lebih sesuai dengan India dari pada dengan Amerika, Eropa, dan Australia. Di India, misalnya sudah dikeluarkan standar gedung perpustakaan yang tercantum dalam Indian Standard Recommendation Relating to Primary Element in the Design of Library Building, 1977, yang isinya tentang luas ruang masing-masing fungsi layanan perpustakaan seperti ruang pengolahan (9 m2), ruang administrasi (5 m2), ruang baca per-pembaca (2,33m2), dan ruang darurat (tangga, pintu masuk, lift, lobi, toilet) hanya sekitar 30% dari ruang baca perpustakaan.
4. Pemilihan lokasi perpustakaan
Pemilihan lokasi hendaknya memperhitungkan kenyamanan pemakai, perluasan masa mendatang, ketersediaan tanah, dan dana pembangunan. Pemilihan lokasi sangat berpengaruh terhadap minat pemakai untuk berkunjung ke perpustakaan. Misalnya lokasi perpustakaan khusus harus terletak dekat pintu masuk lembaga induknya.
5. Menentukan spesikasi ruangan
Tahap ini merupakan rencana kerja yang terakhir, dengan tugas menyusun rencana lantai, elevasi, dan rincian struktur yang terkait dengan mesin pendingin udara, sistem ventilasi, dan sistem penerangan.

Read More

Jenis-Jenis Dokumen Ditinjau Dari Berbagai Segi

  No comments
13:26:00

Risky Maharani

11 September 2018


Jenis-Jenis Dokumen Ditinjau Dari Berbagai Segi

Berdasarkan kamus umum bahasa Indonesia, dokumen adalah suatu yang tertulis atau tercetak yang dapat dipergunakan sebagai bukti atau keterangan, seperti akta kelahiran, surat nikah, surat perjanjian.

Ensiklopedi Administrasi menyatakan dokumen adalah warkat asli yang digunakan sebagai alat pembuktian atau sebagai alat pembuktian atau sebagai alat untuk mendukung suatu keterangan.

Berikut ini akan dijelaskan berbagai jenis dokumen ditinjau dari berbagai segi, diantaranya dokumen ditinjau dari pemakainya, dokumen ditinjau dari nilai kegunaaqnya, dokumen ditinjau berdasarkan sumbernya, dokumen ditinjau berdasarkan fungsinya, ditinjau dari penelitian, ditinjau dari ruang lingkup dan bentuk fisiknya.

Dokumen Ditinjau dari Pemakaiannya

Berdasarkan segi pemakaiannya, dokumen dapat dibedakan menjadi empat macam, yaitu:
  1. Dokumen pribadi, dokumen pribadi merupakan surat-surat berharga yang dapat dipakai sebagai alat pembuktian peristiwa penting yang terjadi pada seseorang. Contoh: akta kelahiran, ijazah, piagam, KTP, SIM, surat nikah.
    ijazah

    KTP

    akte kelahiran
  2. Dokumen niaga, adalah surat-surat niaga yang dapat dipakai sebagai alat pembuktian peristiwa penting yang terjadi dalam transaksi jual beli dalam dunia perdagangan. Contoh: cek, obligasi, kuitansi, wesel, saham, faktur.
    kuitansi

    cek
obligasi

  • Dokumen sejarah, adalah surat-surat berharga yang dapat dipakai sebagai alat pembuktian peristiwa penting yang terjadi pada masa lalu. Contoh: naskah proklamasi, naskah sumpah pemuda, fosil-fosil manusia purba, foto perjuangan, batu tulis.
    fosil manusia purba

    batu tulis ciaruteun
  • Dokumen pemerintah, adalah surat-surat berharga yang dapat dipakai sebagai alat pembuktian peristiwa penting yang terjadi dalam pemerintahan suatu negara. Contoh: UUD 1945, undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan presiden, keputusan menteri, peraturan daerah, naskah kerja sama antar negara.


  • Dokumen Ditinjau dari Nilai Kegunaannya

    Ditinjau dari nilai kegunaanya, dokumen dibedakan menjadi 4 macam, yaitu:
    1. Nilai Penerangan, merupakan surat-surat berharga yang dapat digunakan sebagai alat pembuktian dalam memberikan informasi kepada masyarakat.
    2. Nilai perdagangan, merupakan surat-surat berharga yang dipakai sebagai alat pembuktian dalam transaksi jual beli dalam dunia perdagangan.
    3. Nilai yuridis, merupakan surat-surat berharga yang dapat digunakan sebagai alat pembuktian secara hukum dimuka pengadilan.
    4. Nilai historis, adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan alat pembuktian peristiwa penting peristiwa penting yang terjadi pada masa lalu.

    Dokumen Ditinjau dari Sumbernya

    Berdasarkan sumbernya dokumen dibedakan menjadi lima yaitu,
    1. Dokumen yang bersumber dari pemerintah, misalnya undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan, surat keterangan yang dikeluarkan pemerintah.
    2. Dokumen yang bersumber dari swasta yang memiliki kekuatan hukum,  misalnya akta notaris, visum dokter.
    3. Dokumen yang bersumber dari kontrak-kontrak dagang, misalnya surat perjanjian, surat kontrak.
    4. Aktivasi lembaga persurat kabaran dan penerbitan, misalnya kliping, kaledoskop.
    5. Perseorangan, misalnya koleksi keramik Adam Malik.

    Dokumen ditinjau dari fungsinya

    Ditinjau dari fungsinya, dokumen dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
    1. Dokumen dinamis, adalah dokumen yang dapat dipakai secara langsung dalam proses penyelesaian pekerjaan kantor. Dokumen dinamis dapat dibedakan atas: Dokumen Aktif, Dokumen semi Aktif, Dokumen in Aktif.
    2. Dokumen statis, adalah dokumen yang tidak dipergunakan secara langsung dalam pekerjaan kantor.

    Dokumen ditinjau dari penelitian

    Ditinjau dari penelitian, dokuemn dibedakan menjadi tiga macam yakni:
    1. Dokumen primer, adalah dokumen yang berisi informasi penelitan langsung dari sumbernya. Contoh: Paten penelitian, laporan, disertasi, kertas kerja.
    2. Dokumen sekunder, merupakan dokumen yang berisi informasi mengenai literartur primer. Contoh: Bibliografi.
    3. Dokumen tertier, adalah dokumen yang berisikan informasi yang mengenai literatur sekunder. Contoh: buku teks, buku panduan liteartur, dan bibliografi.

    Dokumen ditinjau dari ruang lingkup dan bentuk fisiknya

    Ditinjau dari ruang lingkup dan bentuk fisiknya, dokumen dibedakan menjadi tiga macam yaitu:
    1. Dokumen literal, adalah dokumen yang terjadi akibat dicetak, ditulis, digambar, atau direkam. Seperti buku-buku, majalah, koran, pita kaset, film, laporan, disertasi, tesis, brosur, leaflet, monografi. Titik berat dokumen literal adalah informasi yang terdapat pada benda. 
    2. Dokumen korporal, merupakan dokumen berwujud benda sejarah. Seperti benda-benda seni dan benda-benda kuno. Contohnya: keris, archa, batu pualam, pakaian adat, mata uang kuno, fosil-fosil, tugu, batu bersurat, candi, film dokumenter. Dokumen korporal disimpan dan dipelajari dalam bidang ilmu permuseuman.
    3. Dokumen privat, adalah dokumen yang berwujud surat menyurat/arsip. Bidang penyimpanan surat menyurat ini dipelajari dalam ilmu kearsipan. Contohnya adalah: dokumentasi sejarah seperti: UUD 45, teks pancasila, teks proklamasi, sumpah pemuda. Dokumen niaga, Dokumen pribadi.

    Read More

    Desain dan perencanaan tata ruang perpustakaan

      No comments
    08:10:00

    Risky Maharani

    6 September 2018

    Pentingnya Desain dan Perencanaan Tata Ruang Perpustakaan 


    Pentingnya desain dan perencanaan

    1. Mempertimbangkan daya tampung dan kemungkinan perluasan gedung perpustakaan untuk masa kini maupun apa yang di proyeksikan dimasa mendatang.
    2. Memahami aspek yang merupakan ciri khas gedung perpustakaan yang bersangkutan.
    3. Mengetahui sifat-sifat khas masyarakat pengguna perpustakaan.

    Ruang yang di perlukan dalam perpustakaan

    1. Ruangan untuk menyimpan koleksi
    2. Ruangan untuk membaca
    3. Ruangan untuk melaksanakan kegiatan sirkulasi
    4. Ruangan kerja untuk petugas/staf

    Aspek yang dipertimbangkan dalam membangun gedung

    1. Teknologi
    2. Estetika
    3. Ekonomi
    4. Manajemen

    Read More

    Arsip

      No comments
    10:30:00

    Risky Maharani
    4 September 2018
    Pengertian kearsipan adalah pengelolaan catatan rekaman kegiatan atau sumber informasi yang memiliki nilai kegunaan dengan teratur dan terencana baik itu arsip yang dibuat maupun diterima, agar mudah ditemukan kembali jika diperlukan. Sistem kearsipan yang diselenggarakan secara optimal akan memperlancar kegiatan dan tujuan lembaga, organisasi, badan maupun perseorangan. 

    Arsip dan Kearsipan 
    Kata arsip dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Belanda archief  yang secara etimologi berasal dari bahasa Yunani archiumyang artinya peti tempat untuk menyimpan sesuatu. Pengertian arsip awalnya menunjukkan tempat atau ruang penyimpanan arsip, namun saat ini pengertian arsip lebih cenderung sebagai catatan atau surat yang memiliki nilai kegunaan yang perlu untuk disimpan dengan sistem kearsipan.

    Sedangkan dalam bahasa Latin, kata arsip disebut felum (bundle) yang berarti benang atau tali. Kala itu benang atau tali digunakan untuk mengikat kumpulan lembaran tulisan atau catatan agar ringkas dan mudah dicari jika diperlukan.

    Dahulu arsip identik dengan warkat yang berasal dari bahasa Arab yang berarti surat, namun dalam perkembangan lebih lanjut pengertian warkat adalah lembaran yang berisi keterangan atau informasi yang mempunyai arti dan kegunaan. Warkat juga dapat diartikan sebagai alat pembayaran non tunai yang diperhitungkan melalui Kliring. 

    Menurut Lembaga Administrasi Negara (LAN), Arsip adalah segala kertas, berkas, naskah, foto, film, mikro film, rekaman suara, gambar peta, bagan atau dokumen lain dalam segala macam bentuk dan sifatnya atau salinan serta dengan segala cara penciptaanya, dan yang dihasilkan atau diterima oleh suatu badan, sebagai bukti dari tujuan organisasi, fungsi-fungsi kebijakan. Kebijakan, keputusan-keputusan, prosedur-prosedur, pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan-kegiatan lain pemerintah atau karena pentingnya informasi yang terkandung di dalamnya. 

    Tujuan kearsipan

    Agar arsip terpelihara dengan baik dan aman.

    Jika dibutuhkan bisa ditemukan dengan cepat dan tepat.

    Menghemat waktu dan tenaga

    Menghemat tempat penyimpanan

    Menjaga rahasia arsip

    Menjaga kelestarian arsip

    Read More

    Perpustakaan di zaman modern

      No comments
    11:38:00



    PERPUSTAKAAN DI ZAMAN MODERN

    Risky Maharani

    Rabu, 29 Agustus 2018



    Perpustakaan memiliki berbagai pengertian diantaranya alam arti tradisional,  perpustakaan adalah sebuah koleksi buku dan majalah. Walaupun dapat diartikan sebagai koleksi pribadi perseorangan, namun perpustakaan lebih umum dikenal sebagai sebuah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah kota atau institusi, serta dimanfaatkan oleh masyarakat yang rata-rata tidak mampu membeli sekian banyak buku atas biaya sendiri.
    Tetapi, dengan koleksi dan penemuan media baru selain buku untuk menyimpan informasi, banyak perpustakaan kini juga merupakan tempat penyimpanan dan/atau akses ke map,cetak atau hasil seni lainnya, mikrofilm,mikrofiche,tape audio, CD, LP,tape video dan DVD. Selain itu, perpustakaan juga menyediakan fasilitas umum untuk mengakses gudang data CD-ROM dan internet.
    Perpustakaan dapat juga diartikan sebagai kumpulan informasi yang bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi, dan ibadah yang merupakan kebutuhan hakiki manusia.
    Oleh karena itu perpustakaan modern telah didefinisikan kembali sebagai tempat untuk mengakses informasi dalam format apa pun, apakah informasi itu disimpan dalam gedung perpustakaan tersebut ataupun tidak. Dalam perpustakaan modern ini selain kumpulan buku tercetak, sebagian buku dan koleksinya ada dalam perpustakaan digital (dalam bentuk data yang bisa diakses lewat jaringan komputer).

    Read More

    CATATAN INDIGO part 1

      No comments
    18:32:00

    CATATAN    INDIGO
    PART 1
    CAST:kamu yg lagi baca
    GENRE:horor


     

      Malam ini aku sungguh tidak bisa tidur,karena kejadian siang tadi disekolah baruku.padahal baru aku baru daftar,aku langsung ketemu sama mereka(hantu).sejak kecil aku telah memengaruhi hidup dengn makhluk2 entah itu manusia tau y tk ksat mata oleh manusia.hantu2 yg kutemui seumur hidupku sangat mengerikan,tetapi mereka hanya meperlihatkan diri dan menakuti nakuti ku.namun,tidak utk siang tado,mereka benar benar mencelakaiku.padahal,aku sama sekali tidak menganggunya.

             Keesoka pagi ini begitu cerah,mendung yg kemarin menghujani benakku mlai mereda.segala berkas syarat seleksiku telah kusiapkan.termasuk biaya utk tes psokolog,yang katanya untuk mengukur tingkat intelegensi seseorang atau yang sering disebut dgn IQ.

    "Ruangan tes"

          Kartu berwarna hijau muda y merupakan kartu tes telah berada ditanganku.saatnya melangkah maju utk menuji ke ruangan tes yg ditentukan panitia.saat melangkahkn kaki pertama,pandanganku menangkap..........................................................................................................seorang wanita berbaju kusam duduk menyendiri dibangku pojok kanan blakang.dari penampilannya ug seperti itu,menunjukkan kalau dia itu..............................................HANTU.beruntung aku mendapatkan bangku paling depan yg tidak diduduki hantu.

             Petugas tes telah masuk ruangan tatkala aku melihat perempuan yg duduk dipojok tadi pindah dgn cepat di tempat bangku paling depan pojok kanan.aku berusaha utk tidak memperhatikannya,tetapi sepertinya dia tahu kalau aku mengetahui keberadaannya.

    .
    .
    .
    .
    .
    .


    NEXT???

    Read More

    A.P.P.A

      No comments
    18:12:00

    A.P.P.A

    Main cast=
    Ooh sehun
    Ooh hyura
    Gerne=drama,sad,hapyy
    Author= Z

    "Appa jangan tinggalkan aku"-hyura
    " miane"-sehun

    Ad yg mau baca
    Klok mau baca koment
    Ya
    Ayu YE
    Putri Adelia Pcy
    Rinda Diana Putri
    Xiandra Azztuty
    Septya Rini
    Ini ceritanya

    "Ini mungkin akn sulit..."-min jong

    " tapi aku percaya kalau kamu bisa melakukan ini"-min jon

    "Hmm"-ucp seorang yeoja cantik smbl melihat sebuah dokumen

    " hmm baiklah...appa"-ucpnya sambil tersnyum..dan kembali melihat dokumen tadi..

    *******

    "Kita mendapatkan ank bulan di depan kita.."-kai

    " aku meramalkan jka kau ank yg rkus..krna kau memilik bnyk saudara"-ucp seorang peramal

    "Hmm tapi aku tak punya saudara"-ucp yeoja cantik teraebut

    " uuk uhuk...hmm tapi kmu serakah karna tak memiliki saudara,.pasti kau sangat kesepian"-peramal

    "Aniay aku tak kesepian"-uco yeoja itu samvil tersnyum

    " haiis..audh kubilng aku tak bisa beramal kalok pagi hari..tung tung"temn di samping peramal ini di pukul

    "Yak yak"-kai

    " appa uang"-ucp yeoja gendut bersma 2 orng temannya

    "Haiis..kamu ini jangan masuk jka appa bekerja"-ucp kai

    " kamu bongsun kan"-ucp yeoja cantik tadi

    "Cih apa apaan"-bongsun

    " sebenarnya kamu siapa"-ucp peramal dan kai

    "Hyura"-hyura

    ***=gereja=***

    " kepada bapak yg maha kuasa...kami meminta ampun...semoga dosa kalian di ampuni amin.."-yeol

    "Amin.."-semua yg ada di dlm sana

    " mari ikuti aku...kita bersma sama meminta ampun"-yeol

    "Tuhan"-ucpnya

    " krieeet"-pintu terbuka menampakn dua ong namja berumur

    "Kalian" -yeol

    "Kalian"-semua

    " hmm"-ucp seorang yeoja cantik yg tersnyum manis kepada pendeta
    Bermana chanyeol

    "Hyura"-ucp yeol tersnyum manis

    " hyura"-ucp semua ornag

    *******

    "Kenapa aku merinding...padahal aku tak bersalah"-kai

    " sudhlah"-suho

    "Haleluya"-chen

    " amin"-yeol

    "Ehm"-ucp seorang pria berpakain lengkap smbl memegang pundak yeol

    " eoh pak ketua...akhh pak kepala sipir"-ucp yeol sambl membungkuk

    "Hm kalian sama seklai tidak berubah"-kang min jon

    " tok tok tok"-suara palu sidang telah berbunyi

    "Sidang di buka....kasus dari tuan ooh sehun tentang pwnculikan...pembunuhan dan pelecehan sesksual berencana..dengan koraban bernma lai ji berumur 10 thun....dengan hukumn sebelum nya adalh mati....telah di buk kembli....bgi penupenuntut di perailahkan"-ucp hkim

    ”anyong..sya sebagai pengcara dari ke luarga lai...sngat tak setuju klau kausus ini di buk kembli..krna bukti dan bukti sudh sangat kuat jka tuan lee young go sudh merencanakan ini..."-pengacara

    "Pembela di persilahkan..."-hakim

    " saya di sini sebagai pembela dri tuan ooh sehun.. Di ini saya tidak terima krna tun lee young go adalah korban di sini...ia di paksa berbohong akibat kekerasan polisi...dengan keterbalikan mentalnya dia dengan mudah nya mau menerima hukuman ini"-hyura

    "Jadi maksudmu....kau itu mengeluh hah"-pencara lai

    " ani aku bukan pengeluh....aku di sini sabagai saksi buta kebenaran tuan ooh sehun...izinkan saya memberi saksi...yg saya ucpkan bukanlah kebohongan semata"-hyura

    ******

    "Waah appa tas sai loor moon nya tinggal satu"-hyura

    " hmm appa akn memblinya besok...hhh appa sudh gajian 567,67$"-sehun

    "Waaah jinca kita kaya appa"-hyura

    " ne kita kaya"-sehun

    "A-appa....tas nya"-ucp hyura krna tas nya sudh di ambil seorang penjga toko

    " ahh tas hyura itu ras hyura"-ucp sehun smbl masuk ke dalam toko

    "Appa"-ucp hyura mngekori

    " anyong asyo....ini adlh tas nya hyura"-sehun

    "Siapa kau"-ucp seorang pria

    " kai telah melihtnya sepanjan hri...ini tas hyura ank cantik"-ucp sehun smbli membelai lembut kepla lai ji

    "Jangan sentuh ankku"-ucp eomma lai ji

    " itu hyura itu tas hyura"-ucp sehun

    "Yak bugh"-pipi sehun sudh di tinju dengan kers oleh tuan yg tafi

    " bugh kau kira kau siapa hah bugh bugh bguh"-sehun di tinju berrtubi tubi

    "Ajhusi berhenti jangan tinju appa"-ucp hyura smbl menrik2 baju tuan iyi

    *****

    " appa kenpa kita tak cari tas itu di toko lain"-hyura

    "Appa akn membeliknnya tuk mu"-sehun

    " appa sudhlah"-hyura

    "Appa sudahlah"-sehun

    " jangan mengikutiku apppa"-hyura

    "Jangan mengikutiku appa"-sehun

    Read More